
Kingaroy Queensland Australia
Krisna menawarkan diri untuk mencuci piring karena setidaknya baru itu yang bisa dia tawarkan ke Gemintang. Istrinya pun tidak keberatan melihat Krisna mencuci piring.
"Aku ke kamar dulu Rao..."
"Mintang..." Suara Krisna membuat Gemintang menghentikan langkahnya.
"Apa Rao?"
"Have a nice dream."
Gemintang hanya mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya sedangkan suaminya melanjutkan pekerjaannya mencuci piring.
***
Apartemen Michel dan Gemini di Palermo
Siang ini Michel kedatangan seorang pria muda dengan wajah imut di apartemennya. Pria bernama Fillipo DeLuis adalah seorang guru di sebuah sekolah anak-anak berkebutuhan khusus yang bidang utamanya adalah tuna netra.
Entah kenapa Michel sebal dengan guru yang dipilih Jerome karena wajahnya yang imut bisa membuat Gemini... Tunggu Gemini kan tidak bisa melihat jadi tidak tahu wajahnya kan? Michel menghembuskan nafas lega.
"Signor de Luca, apakah saya bisa bertemu dengan Signora?" tanya Fillipo.
"Ah iya. Masuk saja Fillipo." Michel pun berjalan ke area ruang makan karena Gemini menunggu disana. "Sayang, ini ada Fillipo DeLuis yang akan membantumu belajar huruf Braille" ucap Michel sambil merangkul bahu Gemini.
"Signora de Luca" sapa Fillipo.
"Kenzo Homme."
"Excuse me?" tanya Fillipo.
"Parfum mu, Kenzo Homme" senyum Gemini.
"Whoah! Anda hebat sekali Signora De Luca. Hapal dengan bau parfum."
"Aku penggemar parfum dan koleksiku di Jakarta sangat banyak" senyum Gemini. Michel terkejut saat mengetahui bahwa istrinya perfume enthusiast. Banyak yang aku tidak tahu tentang Gemini.
"Jadi apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu?" tanya Gemini antusias.
"Signor de Luca, boleh kah saya duduk?"
"Silahkan Fillipo" ucap Michel yang berdiri di belakang Gemini.
Pria imut itu duduk di hadapan Gemini lalu mengeluarkan sebuah kertas karton dengan huruf timbul. "Pertama, anda harus menghapalkan abjad Braille yang berbeda dengan abjad biasa." Fillipo menatap Michel. "Bolehkah saya memegang tangan Signora?"
Michel mengangguk. "Boleh kan Gem?"
"Kalau jariku tidak menyentuh, bagaimana bisa tahu Michel" kekeh Gemini yang merasa semangat dengan sesuatu yang baru.
Fillipo dengan telaten mengajari Gemini huruf braille hingga satu jam ke depan. Dan selama itu, Michel dengan sabar menemani istrinya.
Gemini merasa berterima kasih kepada suaminya yang sudah mau memberikan guru untuk belajar huruf braille.
***
Kamar Michel dan Gemini
"Terimakasih Michel, sudah mau memberikan guru untuk belajar Braille" ucap Gemini tulus. Dirinya menjadi lebih bersemangat karena bisa mempelajari hal yang baru, hal yang akan membantu nya sementara dan bisa bekerja..
"Anything untuk istriku" ucap Michel lembut. Keduanya kini sudah berada diatas tempat tidur. "Senang hari ini Gem?"
"Senang mempelajari hal baru yang membuat aku bersemangat lagi." Wajah Gemini tampak berbinar membuat Michel tersenyum.
"Aku senang melihat kamu bersemangat lagi Gem."
Gemini mengangguk. "Good night Michel."
Michel mendekati Gemini dan mencium keningnya. "Good night Gemini."
Semoga kamu bisa menerima aku, Gem.
***
Kingaroy Queensland Australia
Seperti biasa Gemintang terbangun sesaat sebelum alarm di ponselnya berbunyi. Gadis itu merasa tubuhnya tidak enak dan lemas membuatnya bingung.
Masa aku sakit? Gemintang mengambil termometer dan alat tensi digital nya. 38,1°C dan tensiku 145/90?
Gemintang perlahan keluar kamar dengan sedikit sempoyongan untuk memasak air. Dirinya menyesal lupa membeli termos elektrik jadi terpaksa harus keluar kamar. Sembari menunggu air matang, Gemintang duduk di kursi sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing dan merasakan tubuhnya panas.
Suara ceret berbunyi tanda air sudah matang membuat Gemintang bangun dan mulai mengisi mug yang sudah terisi teh. Perlahan gadis itu masuk ke dalam kamarnya karena dirinya ingin tidur.
Krisna yang mendengar suara air terbangun dan keluar kamar. Dilihatnya Gemintang berjalan agak sempoyongan membuat suaminya bingung. Pria India itu mengikuti Gemintang masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya menyesap teh panasnya lalu naik ke tempat tidur.
"Mintang? Kamu tidak apa-apa?" tanya Krisna sambil menghampiri istrinya yang sudah menaikkan selimutnya.
"Ti..dak" jawabnya lemah. Krisna meletakkan punggung tangannya di kening Gemintang dan merasakan sangat panas disana.
"Kamu sakit Mintang! Kita ke rumah sakit!" Krisna bergegas ke kamarnya untuk berganti pakaian karena tadi dirinya hanya memakai celana pendek tanpa baju.
Gemintang hanya menatap sayu ke arah pintu tapi dirinya merasa tidak mampu melek hingga akhirnya tertidur. Tak lama Krisna masuk dengan kaos polo dan celana jeans hendak membawa istrinya ke rumah sakit tapi membatalkan niatnya karena melihat bagaimana Gemintang nyenyak tidurnya.
"Pasti sudah minum obat secara dia kan dokter..." Krisna memeriksa meja istrinya dan melihat dua obat yang dia ketahui adalah Paracetamol dan antibiotik.
Krisna menoleh ke arah Gemintang dan pria membuka kaos dan celana jeans nya. Tangannya menyentuh leher Gemintang yang agak hangat dan dirinya naik ke atas tempat tidur untuk memeluk istrinya.
"Jangan sakit Mintang..." bisiknya sambil mencium kening istrinya. Tak lama Krisna pun ikut terlelap dengan memeluk Gemintang.
***
Gemintang terbangun dengan perasaan bingung karena pemandangan yang ada di hadapannya adalah sebuah dada bidang yang berotot dan tangan kekar yang memeluknya posesif seolah tidak mau melepaskan dirinya.
Kepala gadis itu terangkat dan melihat Krisna terlelap dan diatas tempat tidurnya... Gemintang berusaha melepaskan dirinya tapi pelukan Krisna lebih erat.
"Rao..."
Krisna membuka matanya dan melihat wajah Gemintang lembut. "Sudah enakan? Tadi aku memegang leher dan kening mu panas Mintang? Apakah kita harus ke dokter? Kalau iya, kita berangkat sekarang."
Gemintang mendengar nada suara Krisna yang agak panik dan khawatir. "Sudah... mendingan sekarang... Aku kan sudah minum obat..."
Krisna menyentuh leher dan kening Gemintang yang memang sudah tidak sepanas tadi tapi tetap saja dia khawatir.
"Kita tetap ke Dokter, Mintang, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa." Krisna mencium kening Gemintang sekilas. "Berganti bajulah. Kita ke rumah sakit sekarang."
Krisna pun bangun dari tempat tidur lalu mengambil kaos dan celana jeans nya yang kemudian dengan santainya memakai di depan Gemintang yang wajahnya memerah.
"Kamu... itu tidak malu? Memakai baju... di depan orang?" ucap Gemintang sambil menaikkan selimutnya.
"Apa? Memakai baju di depan kamu? Ngapain Mintang? Kamu kan istriku, jadi buat apa malu?" Krisna menghampiri Gemintang. "Segera berganti pakaian... atau aku bantu mengganti bajumu?"
Gemintang mendelik judes. "Tidak perlu Rao! Yang penting sekarang, kamu keluar!"
Krisna tersenyum lalu mencuri ciuman di kening Gemintang. "Aku tunggu diluar" senyumnya membuat istrinya semakin memelototkan matanya
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️