Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Ijin Praktek



Brussels Belgia, Dua Minggu Kemudian...


Garvita sudah kembali ke London untuk melanjutkan kuliahnya bersama dengan Gabriel sedangkan Gemintang masih tinggal di rumah Zinnia dan Sean sembari mengurus ijin untuk membuka praktek di Uccle.


Selama tinggal di rumah keluarga Léopold, Gemintang lebih sering menghabiskan waktu bersama Arsya untuk mengajari balita itu tentang cara perawatan para pasukan berbulunya. Perasaan Gemintang menjadi lebih baik apalagi si kembar juga semakin menggemaskan, membuat gadis itu melupakan rasa galaunya apalagi dia selalu mendapatkan update dari Rin, istri Luke Bianchi yang sudah pindah bekerja di rumah sakit tempat Gemini dirawat.


Meskipun Gemintang berusaha tidak memikirkan Krisna tapi tetap saja saat sendirian di kamarnya, dia teringat suaminya. Gemintang hanya berharap agar Krisna bisa menerima dengan lapang dada jika akhirnya Oomnya Travis Blair, mengirimkan surat cerai.


***


Sebulan Kemudian...


Gemintang tampak sumringah saat ijin prakteknya dikabulkan oleh departemen kesehatan Belgia. Meskipun dirinya adalah sepupu ipar raja Belgia, Gemintang tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Gadis itu tidak mau memanfaatkan posisi sang kakak agar tidak menjadi preseden buruk di mata rakyat Belgia.


"Jadi lusa kamu bisa ke Uccle dan bekerja di sebuah klinik hewan disana dong Mintang" ucap Sean saat makan malam setelah mendengar ijin praktek Gemintang dikabulkan.


"Iya bang. Bagaimana pun juga aku tidak mau menganggur padahal aku bisa mengamalkan ilmu aku."


"Besok biar kamu bersama dengan Hazel dan Otto ke Uccle. Barang-barang kamu banyak lah?" tanya Zinnia.


"Tidak terlalu banyak mba tapi yang jelas aku besok sebelum ke Uccle, membeli peralatan kedokteran aku karena tas aku kan ditinggal di Kingaroy."


"Kamu butuh apa saja, biar nanti Greg Carikan" ucap Sean.


"Biar aku cari sendiri bang, karena yang tahu kan aku bang" tolak Gemintang halus.


"Ya sudah biar kamu sama Otto pergi dan kalau ada yang kurang, kan bisa via online" senyum Zinnia.


***


Brisbane Australia Dua bulan setelah Gemintang pergi


Krisna dan Raj sekarang berada di sebuah cafe di dekat hotel tempatnya menginap. Raj memperhatikan bagaimana wajah Krisna yang semakin tirus dan badannya tampak kurus.


"Kamu sakit?" tanya dokter penyakit dalam itu concern dengan saudara kembarnya.


"Hatiku yang patah Raj... " Krisna menghela nafas panjang. "Mintang mengirimkan surat cerai."


Raj yang sudah tahu latar belakang kenapa Krisna menikah dengan Gemintang mendadak dari kedua orangtuanya hingga mereka mencoret namanya dari salah satu ahli waris, hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Itu konsekuensinya, Kris. Bagaimana pun, itu hak Mintang untuk menggugat kamu."


Krisna menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Aku sangat mencintai Mintang, Raj."


"Tapi Mintang membencimu. Enam bulan kalian menikah, apakah ada perubahan sikap Mintang ke kamu?"


Krisna menggelengkan kepalanya. "Dia tetap melaksanakan kewajibannya sebagai istri, memasak, membersihkan rumah tapi tidak pernah bersikap mesra kepadaku..."


"Kris, bukankah Mintang bilang kamu kalau pernikahan kalian hanya Diatas kertas. Tapi Mintang bagus lho, tetap menjadi istri yang baik." Raj menatap kembarannya.


"Aku harus bagaimana Raj. Aku tidak mau berpisah dengan Mintang..."


"Tapi Mintang ingin berpisah denganmu. Dengar, ayah dan ibu sudah sepakat, jika kamu melepaskan Mintang, kamu akan kembali ke keluarga Rao."


"Apakah ayah dan ibu membenci Mintang?"


"No, Kris. Kedua orang tua kita menyayangi Mintang. Jika kamu tidak melakukan hal yang tidak etis itu, mungkin malah kalian sudah berbahagia" jawab Raj.


***


Hari ini adalah moment of the truth tentang hasil operasi Gemini. Dokter Yamashita memegang kata-katanya untuk tetap stay di Tokyo untuk mengobservasi kondisi istri Michel de Luca.


"Mrs de Luca, hari ini kita buka perbannya ya untuk mengetahui hasil oeprasi hampir tiga bulan lalu" ucap dokter Yamashita.


"Iya dok..." jawab Gemini dengan nada gemetar dan tangan suaminya tidak lepas dari genggamannya. "Michel... aku takut...."


"It's okay Gem. Don't worry, aku selalu ada bersamamu apapun hasilnya." Michel menciun tangan Gemini.


"Baik, kita mulai ya Mr de Luca. Mohon anda menyingkir sebentar" pinta dokter Yamashita membuat Michel pindah dari tempat duduknya


Perlahan dengan dibantu oleh asistennya, Dokter Yamashita membuka perlahan perban yang menutupi matanya hingga lapisan terakhir.


"Sudah selesai pembukaan perbannya... Sekarang saya minta anda membuka perlahan mata anda..." suara dokter Yamashita terdengar lembut di telinga Gemini.


Wanita itu menggerakkan perlahan kelopak matanya yang masih terpejam.


"Apakah terasa sakit matanya, Mrs de Luca?" tanya dokter Yamashita.


"Tidak... " jawab Gemini.


"Perlahan anda buka mata anda ..."


Gemini perlahan membuka matanya dan Michel


melihat dengan cemas saat mata biru itu terbuka sempurna.


"Bagaimana Mrs de Luca?" tanya dokter Yamashita.


Gemini mengerjap-ngerjapkan matanya pelan seolah mencari titik fokus dan mata itu menatap ke arah Michel yang tidak tahu apakah mata biru itu bisa melihat dirinya atau tidak.


"Gem...?" tanya Michel.


"Sayang..."


"Yes Gem?"


"Berapa lama kamu tidak bercukur?" tanya Gemini yang sukses membuat Michel terkejut.



Nah lho! Suruh cukuran


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut besok soalnya aku dah Ngantuk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️