Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Ke Melbourne



Palermo Sisilia


Gemini menatap pemandangan dari kaca jendelanya dengan perasaan galau. Dirinya sangat khawatir dengan keselamatan dan keadaan Gemintang. Dirinya tahu dibandingkan dengannya, Gemintang lebih lemah darinya apalagi jangan sampai kembarannya mengalami stress berat.


Apa usai proyek Marsala, aku ke Queensland? Ke PRC Group Brisbane? Kan ada Kiran Pradipta disana. Gemini melihat jadwal hingga dua bulan ke depan. Aku akan minta sama mommy untuk pindah ke kantor Brisbane.


Gemini hanya bisa berharap Gemintang baik-baik saja disana. Gemini tahu apa yang terjadi pada Gemintang dan dirinya bersama Radyta sudah berusaha melindungi kembarannya. Tapi karena perbedaan gedung kampusnya dengan Gemintang, membuat dirinya tidak bisa maksimal.


Aku harus menemani Gemintang.


***


Malta


Republik Malta, umumnya dikenal sebagai Malta, adalah sebuah negara kepulauan di Eropa Selatan. Malta terletak sekitar 80 km (50 mil) di selatan dari Italia



Dan kini Gemini bersama Iris sudah berada di Valetta, ibu kota negara Malta. Mereka sudah merencanakan menginap di sebuah hotel milik PRC Group yang dikelola oleh Natasha Neville.


"Udaranya menyenangkan nona." Iris tampak menikmati liburannya sejenak. Keduanya sedang menikmati acara melihat sunset di sebuah restauran seafood.


"Sudah lama aku ingin kemari Iris dan akhirnya terkabul juga." Gemini mengambil ponselnya yang berbunyi dari tadi yang dia tahu adalah notifikasi grup chat keluarga. "Astaghfirullah... Jules!"


"Ada apa nona?" tanya Iris bingung.


"Jules kecelakaan!"


"Jules?"


"Oh. Juliet Reeves, anaknya Oom Hoshi Reeves. Ya ampun..." Gemini langsung menelpon Arabella. "Ara... Aduh maaf. Sudah malam ya di Jakarta."


"Nggak papa mbak Gem. Soal Jules? Iya tadi pagi kecelakaan tapi Alhamdulillah masa kritisnya sudah lewat" jawab Arabella sambil mengantuk.


"Alhamdulillah. Nanti mbak Gem telepon lagi."


"Apakah semuanya baik-baik saja nona?" tanya Iris.


"Alhamdulillah Jules sudah melewati masa kritisnya."


"Syukurlah..." ucap Iris.


Keduanya kini menikmati suasana sunset namun pikiran Gemini mengembara ke Jakarta dan Queensland.


***


Sebulan ini Krisna benar-benar menjauhi Gemintang karena dirinya tidak mau gadis itu semakin tidak nyaman dan meninggalkan dirinya lagi.


Dan pagi ini Gemintang akan kembali ke Melbourne untuk menjalani wisuda di kampusnya. Gemini sudah datang bersama dengan Freya dan Haris di Melbourne dan menurut rencana akan mampir ke Queensland usai acara.


"Kamu berangkat sendiri, Mintang?" tanya Fahira yang tidak bisa meninggalkan Ranch karena sedang panen dan banyak pekerjaan bersama Fathir.


"Tidak apa-apa Tante. Aku tahu pada sibuk panen."


"Tapi Tante khawatir. Biar Krisna mengantarkan kamu, Mintang. Bukankah kalian satu kampus di Singapura?"


"Tante... Percayalah, aku bisa sendiri." Gemintang tidak ingin bersama Krisna Rao sama sekali.


"Mintang, Oom rasa Tantemu benar. Krisna sudah bekerja keras selama ini dan alangkah baiknya jika anak itu liburan sejenak." Fathir lalu memanggil Krisna yang sedang memeriksa semua hasil panen.


"Anda memanggil saya, Mr Hassan?" tanya Krisna.


"Kris, kamu saya beri libur tiga hari. Apalagi kamu sejak mulai panen selalu lembur dengan membantu distribusi semua. Tolong kamu temani Gemintang ke Melbourne. Dia mau wisuda lusa."


"Tapi Oom..." protes Gemintang.


"Sudah. Kalian segera pergi ke Brisbane dan terbang ke Melbourne. Ini keputusan Oom!"


***


Sepanjang perjalanan dari Kingaroy Queensland ke bandara Brisbane, Gemintang hanya diam tidak mau membuka percakapan apapun dengan Krisna. Mereka berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser milik Krisna karena pria itu menolak memakai mobil milik Fathir.


"Selamat ya yang mau wisuda" ucap Krisna sambil berusaha membuka percakapan. Jujur dirinya merasa tidak nyaman diam-diam begini.


"Iya."


Krisna melirik ke arah gadis cantik di sebelahnya yang memilih melihat pemandangan di luar melalui jendela mobil.


"Tapi kamu kan bisa menolak!"


"Dan melawan bossku yang kebetulan Oom kamu? Yang benar saja Mintang!"


"Hah! Memang kamunya saja yang senang!"


"Tentu saja aku senang Mintang. Menemani kamu ke Melbourne, melihat kamu wisuda dan bertemu dengan kedua orang tua kamu. Siapa yang tidak senang?"


Gemintang hanya melengos. Dirinya sudah malas menimpali ucapan Krisna karena yang terdengar intonasi bahagia bisa bertemu dengan keluarganya. Asal dia nggak ngadi-ngadi saja bilang sebagai calon suami aku! Gemintang lebih kebayang bakalan diinterogasi oleh sang mommy di kuburan Belanda nanti... Karena Freya merasa kecolongan ada pria yang mengaku - aku sebagai kekasih putrinya.


Krisna melirik lagi ke Gemintang yang mulai memejamkan matanya.


"Tidurlah dulu, Mintang. Nanti sampai bandara aku bangunkan" ucap Krisna lembut.


Gemintang tidak menjawab.


***


Brisbane International Airport


Gemintang berjalan bersama dengan Krisna sambil menyeret kopernya. Matanya masih terasa ngantuk membuat Gemintang sedikit tidak fokus dan dirinya hampir saja terjatuh akibat tersandung jika saja tangan kekar Krisna Rao tidak memeluk perutnya.


"Hati-hati Mintang. Apa kamu masih mengantuk?" bisik Krisna.


"Jangan pegang aku!" desis Gemintang.


"Tapi kamu tadi hampir terjatuh Mintang, dan aku tidak mau kamu terluka." Krisna melepaskan pelukannya. "Sini, aku gandeng saja biar kamu nggak jatuh." Pria itu menggenggam tangan kiri Gemintang sedangkan tangannya yang bebas mendorong kopernya.


Gemintang hanya diam saja tangannya digandeng karena dirinya mengakui masih belum fokus setelah tadi dibangunkan oleh Krisna saat tiba di Bandara. Mobil pria itu dititipkan di parkir khusus bandara yang tersedia untuk mobil inap.


Keduanya masuk ke area penerbangan domestik dan segera membeli tiket pesawat ke Melbourne menggunakan virgin air Australia yang sudah dipesan Krisna secara online saat tadi sebelum mereka berangkat. Malam ini keduanya akan tiba di Melbourne dan segera menuju hotel tempat Freya, Haris dan Gemini menginap.


Sepanjang perjalanan, Krisna tidak melepaskan tangan Gemintang yang membuat gadis itu tidak nyaman tapi hawa kantuk membuatnya malas ribut dengan pria berdarah India itu. Gemintang pun melanjutkan tidurnya di dalam pesawat dan selama itu pula Krisna Rao selalu menjaga gadis itu agar tetap nyaman sekalipun mereka berada di kelas bisnis.



Virgin Australia Business Class


***


Melbourne



Setelah menempuh perjalanan hampir dua setengah jam di udara, kedunya tiba di Bandara Melbourne dan Krisna masih tetap menggandeng tangan Gemintang.


"Orang tuamu menginap dimana Mintang?" tanya Krisna.


"Langham Hotel."


Krisna dan Gemintang menunggu taksi datang dan keduanya segera menuju Langham Hotel setelah taksi itu datang.


Sepanjang perjalanan Krisna sibuk memesan kamar hotel di hotel yang sama dengan Gemintang dan segera menyelesaikan setelah dapat kamarnya.


"Kenapa kamu ikutan di hotel aku?" tanya Gemintang judes.


"Biar praktis besok." Krisna menatap lembut ke Gemintang yang hanya memalingkan wajahnya.


Setidaknya dia tidak macam-macam saja nanti!


"Kamu lapar nggak? Kalau lapar, kita mampir ke Drive thru dulu gimana?" tawar Krisna yang tahu Gemintang makan sedikit tadi di pesawat.


"Nggak langsung hotel saja."


Krisna mengangguk lalu mengambil tangan Gemintang lagi dan membawanya ke bibirnya. Gemintang hanya menatap datar melihat aksi Krisna yang sok romantis itu.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️