Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Dua G Sama-sama Dingin



Hotel Hilton New York


Bayu dan Dante sengaja memberikan honeymoon suite di hotel Hilton yang mereka pesan untuk Gemini dan Gemintang meskipun dua pria tampan itu tahu kalau dua gadis itu tidak bakalan ada malam pertama.


Gemintang dengan cueknya meminta pada Dante kalau bisa ada kamar penghubung agar dia bisa tidur di kamar lainnya. Dante hanya tersenyum smirk saat mendengar permintaan adik iparnya yang sama pemberaninya dengan istrinya, Leia.


Dan Bayu yang mengantarkan Gemintang ke hotel tempat mereka menginap dengan Aston Martinnya sedangkan Gemini diantarkan oleh Raveena dan Radeva ke kamarnya. Krisna sendiri di mobil milik Ashley bersama kedua orangtuanya. Gemintang menolak satu mobil dengan suaminya karena sudah penuh.


"Mintang, kalau ada apa-apa, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?" ucap Bayu dengan bahasa Jawa agar Krisna tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.


"Tahu mas. Anting-anting aku kan tidak pernah lepas." Gemintang seperti halnya Leia dan sepupu lainnya memiliki alat pelacak serta SOS yang hanya keluarga yang tahu. Jika Leia di jam tangan, Gemintang diletakkan di anting-anting berliannya yang tidak pernah lepas sedangkan Gemini di gelang kakinya. Anting-anting Gemintang ada tombol tersendiri di balik berliannya.


"Jangan lupa kunci pintu kamar. Dia sudah pernah melakukannya saat kamu lengah, bukan tidak mungkin dia akan melakukannya lagi." Bayu memeluk Gemintang tapi mata birunya menatap tajam ke Krisna yang sedang berpamitan dengan kedua orangtuanya.


"Iya mas Bayu." Gemintang memeluk tubuh kakaknya yang besar. "Badan lu gedhe banget!"


"Cerewet! Enak kan dipeluk sama mas Bayu?" kekeh Bayu. "Kayak dipeluk beruang."


"Yeeee, beruangnya njelehi! Berapa sudah sekretaris mu yang nangis nggak betah?" goda Gemintang. "Mas, kalau aku butuh kerjaan, boleh kan jadi sekretaris kamu?"


Bayu melepaskan pelukannya. "Eh? Kagak bisa, kamu itu dokter sapi, nggak bisa jadi sekretariat aku! Yang ada kita bertengkar terus nanti!"


Gemintang terbahak namun sejurus kemudian wajahnya berubah menjadi dingin saat melihat Krisna menghampiri dirinya dan Bayu.


"Mintang, orangtuaku hendak kembali ke hotel" ucap Krisna. Yusra dan Bitti Rao memang tinggal di hotel yang berbeda.


"Sana, sopan sama orangtua" senyum Bayu sambil menepuk bahu adiknya. Gemintang tersenyum manis ke Bayu lalu menghampiri kedua orangtuanya Krisna dan mengobrol sebentar sampai mobil dari Ashely datang untuk mengantar mereka.


Bayu sendiri juga bersiap untuk kembali ke apartemennya lalu menghampiri adiknya.


"Istirahat ya Mintang. Krisna, terima apa yang akan Mintang lakukan karena itu semua adalah apa yang kamu tabur, sekarang kamu tuai" ucap Bayu dingin ke iparnya. Meskipun dirinya tidak ikhlas adiknya menikah dengan pria itu, tapi Bayu percaya Gemintang sudah memiliki rencana sendiri.


Krisna hanya tersenyum kecut. Apa maksud Bayu? Apa yang sudah mereka rencanakan?!


"Hati-hati pulangnya mas" ucap Gemintang sambil mencium pipi Bayu.


"Kamu juga." Bayu mengedipkan sebelah matanya sambil berjalan keluar lobby hotel.


Setelah Bayu pergi, Gemintang pun berbalik menuju lift meninggalkan Krisna yang bergegas menyusul istrinya. Keduanya kini berada di dalam lift tapi tidak ada kemesraan pasangan pengantin baru, bahkan seperti dua orang asing yang menginap di hotel.


Lift pun terbuka dan Gemintang keluar lebih dahulu sedangkan Krisna berjalan di belakang. Gemintang membuka pintu kamar honeymoon suitenya dan Krisna ikut masuk. Jika keduanya pasangan saling mencintai, pasti kamar pengantin itu akan jadi tempat mereka memadu kasih tapi ini, karena menikah akibat paksaan jadi semua itu hanya khayalan yang kemungkinan besar tidak akan terjadi selamanya.


"Mintang..." panggil Krisna. "Aku sudah mendapatkan rumah dekat Ranch Mr Hassan."


Gemintang menoleh ke arah Krisna. "Iya. Terimakasih." Gadis itu lalu menyeret koper Louis Vuitton nya menuju pintu penghubung kamar mereka.


"Mintang, kamu mau kemana?" tanya Krisna bingung.


"Istirahat" jawab Gemintang pendek.


"Tapi... Kalau kamu tidak mau tidur bersama aku, aku bisa di sofa."


Gemintang menghentikan langkahnya dan berbalik. "Apa? Kamu tidur di sofa? Dan aku harus mempercayai kamu?" Gemintang tertawa sinis. "Aku tidak sadar dan belum halal saja bisa kamu jebak sedemikian rupa, apalagi sekarang yang sudah halal? Jangan bawa-bawa sebagai istri harus menurut suami tapi tidak aku! Bukankah aku sudah bilang, kita memang menikah tapi kita tidak akan tidur bersama karena kamu sudah mengambil kesempatan duluan! Bahkan besok kita kembali ke Kingaroy pun, aku tidak mau tidur berdua bersama kamu! Kamu ingin menikah denganku kan? Sudah tercapai kan? Ya sudah dinikmati saja!" ucap Gemintang dengan nada penuh amarah. "Jangan harap kamu bisa meminta kunci cadangan macam di Palermo karena pihak hotel ini mengawasi lebih ketat lagi!"


Gemintang membuka pintu penghubung lalu masuk ke kamar yang sudah dipesankan oleh Dante sambil menutup pintunya keras.


***


Kamar Gemini dan Michel


"Ini meja tulis, ini arah ke kamar mandi..." Raveena menuntun Gemini untuk menghapal tata letak kamar honeymoon suite sedangkan Radeva berdiri bersama dengan Michel.


"Kenapa Gem tidak mau bersama aku untuk menghapal tata letak kamar, Deva?" tanya Michel de Luca.


"Mungkin Gem masih belum nyaman sama kamu, Michel. Jadi lebih nyaman dengan Veena dulu" jawab Radeva, yang masih kuliah di New York University jurusan arsitektur.


"Mungkin..." Michel masih memperhatikan bagaimana Gemini menghapal tata letaknya dan Raveena mengkoreksi jika salah.


Setelah sepuluh menit, akhirnya Gemini menghapal semua tata letak tanpa salah.


"Gem, diingat saja berapa langkah nanti ketemu tempat tidur, meja, terus kamar mandi" ucap Radeva.


"Iya Deva." Gemini menoleh ke arah sepupunya.


"Aku tinggal ya Gem. Biar kalian berdua istirahat. Tidak apa-apa kan?" Raveena menatap Gemini. Elusan di punggung tangan Raveen menunjukkan bahwa sepupunya meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja.


"Kami pulang dulu Gem" ucap Radeva.


"Iya terima kasih." Gemini tersenyum. Raveena memeluk Gemini sebelum pergi, begitu juga dengan Radeva yang memeluk sepupunya sembari mencium pelipisnya.


"Take care, Gem." Radeva menepuk bahu Gemini.


"Always."


Si kembar itu pun keluar kamar mewah itu meninggalkan Michel dan Gemini. Michel menutup pintu kamar hotel itu lalu berbalik ke arah Gemini yang hendak membuka kopernya yang sudah diletakkan diatas meja untuk tas.


"Ada yang bisa aku bantu Gem?" tawar Michel.


"Tidak ada. Terima kasih" jawab Gemini datar sambil membawa baju untuk tidur menuju kamar mandi dengan sedikit meraba.


"Aku bantu ke kamar mandi" ucap Michel sambil memegang tangan Gemini.


"Biarkan aku menghapal Michel!" tolak Gemini sembari mengibaskan tangannya.


"Astagaaa! Gem! Membantumu saja aku tidak boleh?"


"Just biarkan aku mandiri!" Gemini berjalan menuju kamar mandi yang sudah dihapal letaknya lalu menutup pintunya.


Michel hanya menatap nanar ke pintu kamar mandi yang tertutup itu. Sabar, Michel. Sabar...


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️