
Rumah Krisna dan Gemintang...
Krisna merebahkan tubuhnya di samping Gemintang yang tetap membelakangi suaminya. Wanita berambut pirang panjang itu merasa sedih karena bayangannya kehidupan berumahtangga seperti kedua orangtuanya, harus dimulai dengan kekacauan dan jebakan Batman murahan.
Jika dengan ini aku bisa membalaskan dendamku, semua rasa sakit hatiku bisa terbalaskan.
"Mintang... kamu sudah tidur?" ucap Krisna pelan sambil menoleh ke tubuh langsing di sebelahnya namun Gemintang tetap mengacuhkan suaminya.
"Mintang, aku minta maaf... Aku melakukan tindakan bodoh dan diluar etika menyebarkan cerita bahwa kamu hanya bisa denganku, bahwa kamu frigid... Aku menjebak kamu dan mengancam ke ayahmu, mengatakan bahwa kamu bisa hamil akibat perbuatan aku.. Aku sangat-sangat menyesal Mintang. Aku mungkin terlalu mencintaimu hingga aku takut kehilanganmu... dan melakukan segala cara agar kamu mau hidup bersamaku..." Krisna mengusap wajahnya. "Dan ternyata kamu menyimpan dendam begitu rupa padaku..."
Gemintang hanya diam saja mendengar ucapan Krisna. Baguslah kalau kamu tahu aku menyimpan dendam dan kemarahan padamu. Sekian tahun aku kuliah di Singapura, harus memendam perasaan marah akibat perbuatan mu dan sekarang kamu terima akibatnya.
"Mintang, aku tahu kamu masih tidak bisa menerima aku tapi sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskan kamu. Meskipun kamu menggugat cerai pun, aku akan tetap menolaknya... Aku akan menunggu terus hingga kamu bisa menerima aku..." Krisna memiringkan tubuhnya untuk menatap punggung Gemintang. "Aku sungguh-sungguh minta maaf jika harus memaksa kamu menikah denganku tapi aku mohon Mintang, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup denganmu... Aku tidak bisa memalingkan perasaan aku darimu. Ketika aku di London, ayahku dan beberapa klien ku berusaha menjodohkan aku dengan anak gadisnya tapi tetap saja mereka bukan kamu."
Gemintang tetap tidak bergeming namun dirinya tetap mendengarkan ucapan Krisna.
"Aku tahu, sampai kapanpun keluarga mu dan keluarga besarmu, tidak akan bisa menerima aku sebagai bagian dari kalian. Aku bisa menerima itu, Mintang..." Krisna mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut panjang Gemintang. "Aku sangat mencintaimu, Mintang."
Gemintang memejamkan matanya saat tangan Krisna mengusap kepalanya dan rambut pirang tebalnya. Aku masih tidak percaya padamu Rao! Entah karena usapan di kepalanya, Gemintang pun lama-lama terlelap.
Merasa istrinya sudah tidur, Krisna turun dari tempat tidur dan memutar ke arah Gemintang yang sudah nyenyak. Krisna menatap wajah cantik istrinya yang tampak lelah dan jantungnya sedikit berdesir melihat wanita yang sangat dicintainya.
"Aku akan selalu menunggumu untuk membuka hatimu padaku, Mintang..." bisik Krisna yang kemudian mencium kening istrinya. "Selamat tidur."
Krisna pun kembali naik ke atas tempat tidur dan sebelum terlelap, sekali lagi dia mengelus rambut Gemintang.
***
Mansion De Luca di Palermo
Sehari setelah Krisna dan Gemintang pergi ke Kingaroy, Michel pun mengajak Gemini ke rumahnya di Palermo setelah berpamitan dengan keluarga Sky.
Sebagai kepala keluarga klan de Luca, Michel memang tinggal di mansion De Luca tapi dia juga memiliki apartemen mewah yang menghadap laut Tyrrhenian.
Kedatangan Michel dan Gemini setelah pernikahan mendadak mereka, membuat banyak anggota keluarga de Luca mengerenyitkan dahinya karena istrinya yang dipilih Michel cacat meskipun tahu akibat kecerobohan pria itu.
"Michel, apa kamu yakin bisa hidup bersama dengan gadis buta itu?" tanya seorang tantenya saat keluarga berkumpul untuk makan siang.
"Dia buta gara-gara aku, bibi! Dan barang siapa yang menghina istriku, Gemini, aku tidak akan segan mencoret nama kalian dari keluarga de Luca dan tidak ada bagian dari keuntungan keluarga!" bentak Michel tegas ke semua anggota keluarganya. "Dan jangan kalian underestimate siapa Gemini. Iparnya adalah Dante Mancini, belum sepupunya Leia dan Antonio Bianchi. Jika kalian mengusik istriku, kalian yang maju menghadapi dua keluarga itu!"
Gemini terkejut mendengar bagaimana Michel membelanya sedemikian rupa bahkan dengan berani akan mencoret keluarganya demi dirinya.
"Maafkan keluarga aku, Gem..." bisik Michel ke telinga Gemini.
"Tidak apa-apa."
Beberapa orang tampak tidak senang dengan keputusan Michel yang lebih memilih Gemini dibandingkan keluarganya tapi untuk sementara mereka menahan diri karena mereka sendiri tidak mau berhadapan dengan keluarga Bianchi dan Mancini. Apalagi mereka juga mendengar bahwa keluarga itu bisa mengobrak-abrik dan menghancurkan siapapun yang mengusik keluarganya.
***
Kamar Michel
Gemini duduk di pinggir tempat tidur sembari menghapalkan tata letak perabotan dan barang-barang di kamar suaminya. Tadi dengan telaten Michel menuntun dirinya meraba perabotan dan juga letak pintu kamar, pintu kamar mandi, jendela dan walk in closet berada.
"Michel..." panggil Gemini yang membuat suaminya menoleh.
"Bisakah kita pindah?"
"Kenapa? Apa kamu takut disini? Jangan takut Gem, ada aku." Michel menggenggam tangan Gemini.
"Jika aku bisa melihat, aku tidak masalah Michel tapi posisi ini kan aku tidak bisa melihat jadi aku tidak bisa menjaga diri aku sendiri dan kamu juga tidak mungkin 24 jam menjaga aku. Aku tahu Opaku mengirimkan pengawal yang akan datang lusa, tapi..."
"Aku tahu Gem. Bagaimana kalau kita tinggal di apartemen aku?"
"Apartemen kamu?"
"Iya, hanya kita berdua, pengawalmu dan Nora."
"Siapa itu Nora?"
"Nora adalah koki di mansionku dan tenang, dia seorang nenek usia 55 tahun asal kamu tahu..."
Gemini tersenyum dan ini adalah senyum tulus yang dilihat oleh Michel, membuatnya berbunga bunga. "Oke. Apakah Nora bisa dipercaya?"
"Nora itu selalu menganggap aku sebagai anaknya apalagi setelah kedua orangtuaku meninggal akibat sakit."
"Oh, baiklah."
"Kita pindah besok ya Gem? Aku hari ini ingin beristirahat."
"Iya Michel. Ngomong-ngomong koperku di sebelah mana ya?"
Michel tersenyum. "Sebelah sini Gem" ucap pria itu sambil menggandeng Gemini.
***
Kingaroy Queensland, rumah Krisna dan Gemintang
Krisna terbangun setelah mencium harum kopi yang masuk ke dalam kamar dan diliriknya sisi tempat tidurnya kosong. Pria berdarah India itu pun bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur. Harum masakan pun tercium di hidungnya yang mancung.
"Selamat pagi Mintang" sapa Krisna lembut.
"Pagi. Sudah mandi? Jika belum, mandi dulu sebelum sarapan." Meskipun nada bicara Gemintang terdengar dingin tapi kata-katanya membuat hati Krisna sedikit menghangat.
"Baik Mintang." Krisna pun berbalik namun saat melewati kamar yang akan dijadikan kamar tamu, pria itu melihat koper milik Gemintang disana.
Ternyata dia masih tetap ingin tidur terpisah denganku. Krisna menghela nafas panjang. Sementara aku biarkan apa maumu, sayang. Tapi kita lihat saja nanti.
Krisna pun masuk ke dalam kamarnya dan menuju kamar mandi.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️