
Château de Bouchout Brussels Belgia
Gemintang tersenyum malu usai Raj menciumnya di depan keluarganya dan tamu undangan sedangkan pelakunya hanya senyam senyum usil.
"Kita sungkem dulu ke orang tua" bisik Raj yang kemudian menggandeng tangan Gemintang menemui para orang tua mereka. Haris dan Freya serta Yusra dan Bitti tampak terharu saat pasangan pengantin itu melakukan sungkem kepada mereka.
Keluarga besar Gemintang yang dulu menjadi saksi saat pernikahan pertama di New York, pun bisa merasakan bahwa pernikahan kedua saudara mereka ini memiliki aura yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika yang pertama karena terpaksa dan kebencian, yang kedua penuh dengan cinta.
"Wira nggak datang ya?" tanya Arkananta ke Luke.
"Nggak, dia kan baru saja masuk kuliah, nggak mungkin kabur kesini" jawab Luke yang menatap sayang ke Gemintang. Hatinya sebagai seorang kakak laki-laki tertua ikut bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah adiknya.
"Lho? Mintang cat rambut jadi hitam?" celetuk Shinichi membuat semua orang memperhatikan pengantin baru itu.
"Ya Allah, makin ikut Raj dia... Very India" keluh Bayu.
***
Acara resepsi menjadi sangat ramai setelah banyak lagu-lagu India diputar membuat banyak orang ikut menari ala film Bollywood. Para sepupu Gemintang seolah ikut menikmati kebahagiaan dengan menari, meninggalkan kejadian sebelum acara Garvita yang membuat semua orang harus menghadapi masa kelam mereka sebagai generasi ke enam klan Pratomo.
Gemintang dan Raj beserta Gemini dan Michel tampak menikmati berjoget di tempat yang sudah disiapkan panitia pernikahan.
"Kira-kira ada acara penggagalan unboxing nggak nih?" tanya Michel di sela-sela tarian mereka.
"Mana aku tahu" senyum Raj. "Kalau pun ada, ya aku dan Gemintang sudah hapal kelakuan keluarganya."
"Kalian santai banget sih?" tanya Valentino yang datang menari bersama Katya.
"Lha mau menolak juga nggak bisa kan V? Jadi ya dinikmati saja lah" kekeh Raj.
"Hahahaha... kamu cocok masuk ke keluarga kita. Cukup pasrah jika diwajibkan gagal unboxing..." gelak Valentino yang mendapatkan pelototan dari Katya.
Tak lama, terdengar suara dua gadis bontot yang belum menikah, Kalila dan Raine di tempat entertainment.
"Selamat siang semuanya ... Hari ini karena nuansanya India, jadi aku, Lila dan Mas Radyta hendak memberikan persembahan... Lagu dengan judul Sau Aasman yang artinya... buat para keluarga India pasti tahu deh lagu ini..." senyum Raine.
"Tentu saja kami tahu" seru keluarga Raj sambil tertawa.
"Menarinya juga tahu?" tanya Kalila. Dua gadis itu mengenakan pakaian khas India bewarna hijau Jamrud dan biru navy.
"Tahulah" ucap salah satu sepupu Raj. "Kita akan menari itu kan?"
"Yup, kami akan menyanyikan lagu ini, kamu yang memandu tariannya ya?" pinta Raine dengan gaya centilnya membuat dua keluarga disana tertawa melihat bungsu Alaric Blair itu.
"Sip!" Sepupu Raj yang bernama Yudhistir itu lalu menuju ke arah tempat menari dan mengajak para sepupu kedua keluarga untuk menghapalkan langkah-langkah menari lagu itu. Setelah hampir lima belas menit, akhirnya mereka semua bisa.
"Nona..." panggil Yudhistir.
"Raine" jawab Raine.
"Sudah siap."
"Oke!" Raine meminta DJ pernikahan memutar musik lagu itu. Dan tak lama, suara Raine terdengar dari speaker area entertainment.
Aankhon Ko, Teri Aadat Hai
Mataku terbiasa memandangmu
Tu Dikhe Na Toh, Inhe Shiqaayat Hai
Jika mereka tidak melihatmu ia mulai mengeluh
Aankhon Ko, Teri Aadat Hai
Mataku terbiasa memandangmu
Tu Dikhe Na Toh, Inhe Shiqaayat Hai
Jika mereka tidak melihatmu ia mulai mengeluh
Bin Chhuey Chhu Liye Hain
Bahkan tanpa bersentuhan kau tlah menyentuhku
Tune Mujhko Diye Hain Pyaar Ke Ye Taraane Jaaniya
Ye Jo Ab Ho Raha Hai
Apapun yang akan terjadi saat ini
Kuch Ajab Ho Raha Hai
Ini merupakan sesuatu yang aneh
Kya Yahi Pyaar Ka Hai Ehsaas…
Apakah ini merupakan perasaan cinta?
Sau Aasmaano Ko, Aur Do Jahaano Ko
Seratus langit, dan dua dunia
Chhod Ke Aayi Tere Paas
Aku tlah meninggalkan yang lain dan datang kepadamu
Semua orang tampak berbahagia menari dengan lagu berirama beat disko dan menyenangkan membuat rasa canggung kedua keluarga itu menjadi mencair. Gelak tawa saat salah gerakan hingga membuat para tetua ikut larut dengan keramaian para kaum muda. Bahkan Sean dan Zinnia pun ikut menari disana.
Gemintang dan Raj saling berpelukan usai Raine menyelesaikan nyanyiannya yang ternyata bersama dengan Kalila dan Radyta menyanyikan lagu Sau Aasman yang berarti Seratus Langit. Semua orang bertepuk tangan dengan wajah berseri seri dan ketiga orang di panggung entertainment tampak senang bisa membuat semua orang berbahagia.
***
"Sayang Wira kali ini yang datang ya" gumam Abiyasa ke Joey dan Luca Bianchi.
"Wira masih awal kuliah jadi tidak mungkin datang, Tapi aku salut sama anak itu, tangguh macam Ogan dan Opa julid ..." ucap Hoshi.
"Iya, setelah apa yang terjadi kemarin. Tapi anak-anak kita memang kampret! Sudah tahu itu bahaya, kok ya masih nekad!" gerutu Bima.
"Apa kalian lupa, kita dulu bahkan sampai sekarang pun masih penggemar adrenalin? Kita apa kabar? Gara-gara psycho satu ini, main hajar anggota infinity one sebelum dideportasi ke Korea Selatan!" tuding Direndra ke Hoshi. ( Baca The Four Emirs dan Love and Revenge of Mr Mafia ).
"Lho, biar mereka tahu bahwa hanya kita yang berhak menistakan Benji, lainnya dilarang!" balas Hoshi jumawa.
"Kalian tahu, aku sudah kebat kebit saat melihat kalian dengan santainya macam anak SMA tawuran. Aku cuma mikir... Dipenjara deh kalian semua ..." sambung Chris Bradford yang menyempatkan datang di sela-sela kesibukannya sebagai kapten NYPD distrik Manhattan.
"Cuma pindah tidur di hotel prodeo kan? Masih mending daripada harus bersih-bersih kamar mayat selama 100 hari" gelak Joey Bianchi.
"Kalau elu mah kacau, J" kekeh Luca.
"Setidaknya, kita tahu kalau penerus kita sami mawon lah sama kita. Kagak rusuh..."
"Kagak seru Benjiiii!" sambung kakak-kakaknya.
"Vis, anak-anak tetap dihukum percobaan?" tanya Joey ke Travis.
"Semua bang. Termasuk kita-kita..." cengir Travis.
"Lagiiiiii???" seru para pria generasi kelima.
"Haaaaahhh kenapa jadi ingat saat di Turin sih?" gerutu Bima.
"Lha apa kalian tidak lihat, tuh FBI, MI6 dan biro federal lainnya pada mengirimkan agennya untuk mengawasi kita" senyum Travis ke beberapa orang yang tampak mengawasi acara pernikahan.
"Mana Omar Zidane? Aku telepon Isobel deh!" ucap Benji sambil mengambil ponselnya.
"Nggak usah Ben, biarin saja. Lagian salah anak-anak juga sih panasan..." senyum Joey.
"Nurun siapa coba?" ejek Bima.
"Nurun bapake!" ucap mereka semua yang kemudian tertawa terbahak-bahak..
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️