
Ruang Kerja Ashley Sky
"Bagaimana kamu bisa tahu ada Michel disini, sayang?" tanya Haris bingung.
"Daddy pakai Parfum Hugo Boss Man, Opa Ashley memakai Dior Sauvage sedangkan Michel memakai parfum Versace Eros. Sejak aku buta, aku menguatkan indera ku lainnya." Gemini mendongakkan wajahnya ke Haris. "Dimana Michel? Apakah dia duduk di hadapan opa?"
"Kamu apakah bisa melihat?" tanya Haris berharap.
"Iya Dad, memakai mata batin" kekehnya dengan nada getir. "Aku hanya mengira-ngira Daddy. Oh, tolong aku dibawa berdiri di sebelah Opa, Dad."
Haris menggandeng sambil memeluk Gemini berjalan ke arah Ashley duduk. Ashley menggenggam tangan cucunya.
"Gem, Opa salut kamu bisa membedakan bau parfum masing-masing" ucap Ashley kagum.
"No Opa, aku hanya hapal harum parfum termasuk parfum Mommy dan Tante Fayza." Gemini menoleh ke arah Michel yang duduk. "Aku tidak bisa melihat kamu, Signor de Luca. Apa yang anda lakukan di rumah Opa saya?"
Michel menatap Gemini lembut. "Sono venuto qui solo per dirti che voglio sposarti..."
"Hah? Apa? Kamu datang kemari untuk menikahi aku?" ucap Gemini tertahan. "Apa alasannya? Kalau kamu kasihan padaku, lebih baik kamu pergi dari sini Signor de Luca!"
"No, Gemini. Aku sudah tertarik padamu sejak kita bertemu di Marsala dan rencananya usai kamu kembali ke Palermo dari Melbourne, aku ingin memintamu menjadi kekasihku...tapi takdir berkata lain, Gem. Aku...aku sudah jatuh cinta padamu sejak kita makan malam pertama dulu tapi aku belum berani mengungkapkan... Gem, aku sudah mengatakan pada ayahmu dan opamu kalau aku akan mendampingi mu seumur hidupku, bagaimana pun kondisimu, dan aku akan berusaha untuk bisa membuat mu bisa melihat lagi..." ucap Michel penuh perasaan. "Aku tahu permintaan maaf saja tidak cukup Gem, tapi aku mohon... Maafkan aku."
Ashley dan Haris menatap Michel dengan wajah yang tidak dapat dibaca. Ashley sendiri seperti melihat Hideo di Michel hanya bedanya pria Italia itu datang dengan kondisi tidak main nikah macam Hideo.
Gemini menatap kosong ke arah suara Michel berada. Dirinya sangat terkejut dengan pernyataan Michel yang diluar dugaannya.
"Gemini, semua berpulang padamu, sayang. Kamu bisa menolak jika kamu memang tidak ingin menikah dengan terpaksa." Ashley memegang tangan cucunya.
"Opa... Bisakah Gemini berbicara berdua dengan Signor de Luca?" Gemini menoleh ke arah Ashely.
Ashley berdiri lalu menepuk pipi cucunya lembut. "Apapun keputusan kamu, Opa akan selalu mendukungmu."
Haris menatap ke mertuanya dengan tatapan bingung. "Pa, apa papa mengijinkan Gemini bersama dengan dia?" tanya Haris dengan menggunakan bahasa Indonesia.
"Papa yakin Gemini bisa berpikir lebih bijak, Ris. Kita keluar, biarkan mereka bicara berdua." Haris membantu Ashley berjalan setelah sebelumnya pria bermata biru paruh baya itu menyimpan glocknya di laci.
Ashley berjalan ke arah Michel dan berkata "Qualunque siano le decisioni e le richieste dei Gemini, spero che tu possa accettarle ( apapun keputusan Gemini dan persyaratan yang diminta, aku harap kamu bisa menerimanya )."
Michel hanya mengangguk. Ashley dan Haris pun keluar dari ruang kerja itu.
***
Gemini meraba-raba kursi tempat Ashley tadi duduk dan mendudukinya. Wajahnya terarah ke tempat Michel duduk karena Gemini hapal tata letak ruang kerja opanya. Kelebihan Gemini adalah dia memiliki fotografis memoris yang bisa ingat hanya dengan sekali lihat.
Ingatan fotografis adalah kemampuan untuk mengingat peristiwa, gambar, angka, suara, bau, dan hal-hal lainnya dengan sangat rinci. Ingatan yang sudah terekam dalam otak kemudian bisa dengan mudah ditarik kembali kapan pun informasinya dibutuhkan. Gemini tidak pernah menceritakan kepada keluarganya tentang kemampuannya ini, hanya Gemintang yang tahu.
Tidak heran jika Gemini hapal parfum, tata letak rumah Ashley, rumahnya di Jakarta, apartemennya... dan keuntungan ini membuat dirinya mudah menghapal berbagai bahasa dan selama sekolah.
"Gem..."
"Apa maksudmu, Signor de Luca?! Dengan seenaknya bilang kepada kedua Opa dan Daddyku kalau kamu..."
"Ti amo tanto ( aku sangat mencintaimu )."
Gemini melongo. "Apa?"
"Aku mencintaimu, Gemini. Mungkin aku sudah tertarik padamu saat kamu makan malam bersama Iris. Ingat aku mengangkat gelas padamu..."
"Sejujurnya, aku tidak niatan mencelakai siapapun terutama kamu! Aku tidak mungkin tega melukaimu dan aku benar-benar... Maafkan aku karena sudah ceroboh dan melukai dirimu... "
"Stop meminta maaf Signor de Luca."
"Aku akan terus meminta maaf karena tahu dosaku tidak termaafkan." Michel pun berdiri dan berjalan menuju Gemini yang duduk. Gemini yang sudah dibekali ilmu beladiri dari kecil, bersikap waspada ketika merasakan gerakan dari satu-satunya orang di ruangan itu. Gadis itu memutar kursi Opanya dan menunggu Michel mendekati nya sambil berlutut di hadapannya.
"Gemini... Aku mohon padamu... Mau kan kamu bersama ku? Aku tidak akan memaksakan hakku saat kita menikah nanti. Aku ingin melindungimu, Gem. Aku yang akan mendampingi kamu jika diperlukan operasi, atau cangkok mata yang sama bagusnya dengan matamu... Aku tidak akan..." Michel memegang tangan Gemini.
"Apa kamu yakin? Aku tidak akan membuat hidup kamu tenang, Signor de Luca." Gemini memang tidak bisa melihat tapi dia tahu arah lawan bicaranya.
"Aku sudah memantapkan hatiku Gem... Jika permintaan ku kamu terima, apapun sikap kamu akan aku terima Gem."
Dalam hatinya Gemini tidak ingin menikah dengan pria yang membuatnya cacat seperti ini tapi kapan lagi membuat pria itu hidup dalam neraka seperti dirinya sekarang tidak bisa menyelesaikan semua proyek yang sudah disusunnya. Apalagi pria itu menyerahkan dirinya dan bersedia menerima semua perlakuan darinya.
Gemini tersenyum dalam hati. Aku tidak akan membuatnya sangat mudah, Signor de Luca.
"Gem..."
"Akan aku pikirkan dulu Signor de Luca. Berapa lama anda akan tinggal di New York?" tanya Gemini.
"Aku akan tetap disini sampai kamu memberikan jawabannya."
Gemini mengangguk. "Datanglah tiga hari lagi kemari. Aku akan berikan jawabannya."
***
Usai Michel de Luca berpamitan dan pergi dari rumah keluarga Sky, semua orang disana menunggu jawaban Gemini.
"Bagaimana Gem? Apa keputusan kamu?" tanya Bayu penasaran.
"Aku sudah memintanya untuk datang kemari tiga hari lagi."
"Jangan bilang kamu mau menikah dengannya Gem!" ucap Freya dengan nada tinggi.
"Dia sendiri yang menyerahkan dirinya padaku. Dan aku akan membuatnya hidup dalam neraka!" balas Gemini geram. "Dia tidak akan tenang selama tinggal bersama aku!"
Fayza dan Bayu hanya saling berpandangan.
"Gemini, bilang sama Opa. Apa yang kamu rencanakan?" tanya Ashley yang hanya bisa mengelus dadanya mendengar keputusan cucunya.
"Aku akan menikah dengannya sampai aku bisa melihat! Bukankah Oom Joey dan Mas Sammy sedang berusaha? Begitu aku bisa melihat, aku pergi dari kehidupan seorang Michel de Luca!"
Freya dan Haris hanya bisa menghela nafas panjang. Ya ampun putriku!
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️