
Apartemen Michel di Palermo
Keesokan harinya Michel membawa Gemini pindah ke apartemen mewahnya bersama dengan Nora, chef dan pelayan kepercayaan pria itu. Nora adalah seorang wanita khas Italia yang bertubuh sedikit gemuk dan jika dilihat seperti Oma kesayangan.
Nora Pirelli
"Gemini, ayo aku kasih lihat susunan perabot di apartemen aku" ajak Michel sambil menggandeng istrinya.
"Michel, kalian mau makan apa?" tanya Nora sambil menuju ke dapur.
"Sayang, kamu mau makan apa?" Michel menoleh ke arah Gemini yang hanya memasang wajah datar saat mendengar suaminya memanggilnya 'sayang'.
"Risotto."
Michel tersenyum. "Nora, Gemini ingin Risotto."
"Akan aku buatkan."
***
"Sudah hapal Gem?" tanya Michel.
"Lumayan."
Suara bel pintu berbunyi membuat Michel menoleh. "Sebentar ya Gem. Mungkin itu pengawal kamu yang dikirimkan oleh Mr Sky."
Michel berdiri dan melihat dari lubang pintu dan tampak seorang wanita berwajah dingin khas pengawal keluarga Pratomo sudah berdiri disana.
"Ya?" tanya Michel saat membuka pintu apartemennya.
"Mr de Luca? Saya Xena, pengawal yang dikirim oleh Mr Sky dan Mr Lexington. Ini kartu identitas saya dan surat kerja untuk mengawal Miss Lexington." Xena menyerahkan sebuah map merah dan Michel membacanya.
"Oke. Silahkan masuk, Xena." Michel pun mempersilahkan pengawal itu masuk.
"Siapa Michel?" tanya Gemini.
"Pengawal mu, Gem..."
"Nona Gemini, kita bertemu lagi" sapa Xena.
"Xena? Yang dikirim opa dan Daddy itu kamu?" seru Gemini dengan perasaan senang dan lega karena pengawalnya adalah orang yang sangat dikenalnya.
Xena menghampiri Gemini dan memegang tangannya. "Iya nona. Setelah di Singapura, saya dikirim ke New York mengawal nyonya Kristal dan sekarang saya mengawal nona lagi."
"Ah, syukurlah kalau kamu yang dikirim untuk mengawal aku." Gemini menoleh ke arah Michel berdiri karena dia mencium harum parfum suaminya. "Michel, ini Xena, pengawal aku sewaktu kuliah di Singapura. Setelah aku kembali ke Jakarta, Xena terbang ke New York untuk mengawal Oma."
"Aku ikut senang Gem" ucap Michel tulus sembari memegang bahu istrinya.
"Lho, sudah ada tamu. Ayo kita makan dulu" ajak Nora.
"Nora, ini Xena, pengawal Gemini. Semoga kalian bisa akur" kekeh Michel sambil merangkul wanita paruh baya itu.
"Ah, pasti bisa, Michel. Aku bersyukur kamu membawa pergi istrimu dari rumah induk. Soalnya aku tidak yakin mereka menerima Gemini." Nora menatap lembut ke Gemini yang sedang dituntun duduk di kursi makan.
"Tolong jaga istriku pada saat aku bekerja, Nora."
"Tentu saja Michel sayang. Kamu sudah seperti anakku sendiri dan istrimu pun akan seperti anak perempuan ku."
***
Kingaroy Queensland Australia
Krisna masuk ke dalam rumah setelah mengambil mobilnya yang masih ada di mess pegawai ranch. Dan wajahnya langsung mendung melihat truk haul membawa barang-barang datang.
Krisna memang sengaja mengulur waktu untuk tidak memesan tempat tidur dan perabotan lainnya buat Gemintang tapi ternyata istrinya bisa membaca taktiknya.
"Mintang, sudah datang?" tanya Krisna saat melihat istrinya sedang sibuk mengawasi para tukang angkut meletakkan tempat tidur.
"Sudah. Ini lagi ditata" jawab Gemintang.
Krisna melihat kamar tamu sudah mulai tampak style Gemintang. Tak lama, semua perabotan sudah tertata rapi dan para tukang segera pergi usai menyelesaikan pekerjaannya. Hari ini memang Gemintang mendapatkan libur dari Fathir hingga Senin depan jadi dia manfaatkan kesempatan ini untuk menata kamarnya.
"Kamu butuh bantuan?" tanya Krisna.
"Tidak terima kasih. Kamu kalau mau makan siang, sudah aku siapkan."
"Mintang, kita makan berdua. Aku tidak nyaman makan sendirian" ajak Krisna.
Gemintang pun menghentikan pekerjaan nya memasang taplak Diatas lemari kabinet lalu menoleh ke arah Krisna yang berdiri di depan kamar.
Gemintang pun berjalan melewati Krisna. "Aku siapkan minum dulu."
Krisna mengikuti istrinya menuju meja makan yang sudah tersedia makanan disana dan pria itu terkejut karena sudah ada nasi biryani dan butter chicken.
"Kamu masak sendiri?" tanya Krisna.
"Iya. Semoga suka" jawab Gemintang sambil meletakkan gelas berisi air putih.
"Apapun yang dimasak olehmu pasti aku makan Mintang."
"Meskipun rasanya berantakan atau gosong?" ejek Gemintang.
"Meskipun rasanya berantakan dan gosong tapi itu masakan mu Mintang dan aku sangat menghargainya." Krisna mengambil sendiri nasinya dan lauknya karena Gemintang tidak mau melayaninya. Krisna tidak mempermasalahkan karena Gemintang tetap memasak untuknya.
"Ini enak sekali Mintang" puji Krisna.
"Iya kah?" tanya Gemintang tanpa ekspresi sambil menyendok nasi dan ayamnya. Gadis itu merasakan bahwa masakannya memang enak, tidak percuma belajar masak dengan Oma Yanti, Oma Arum dan Oma Rani yang jago masak.
"Serius Mintang, ini enak."
Hati Gemintang sedikit senang melihat Krisna sampai tambah dua kali. Bagaimana pun seorang wanita kalau masakannya disukai pasangannya pasti akan senang.
Krisna bahkan menawarkan diri untuk mencuci peralatan masak sedangkan Gemintang kembali ke kamarnya untuk menata sesuai dengan seleranya.
Hampir dua jam Gemintang menata tanpa bantuan Krisna dan akhirnya dirinya merasa puas dengan hasilnya.
"Tinggal ambil baju-baju aku yang masih tertinggal di rumah Oom Fathir." Gemintang pun keluar dari kamarnya dan menghampiri Krisna yang sedang bekerja di depan MacBook nya.
"Boleh aku pinjam kunci mobil?" tanya Gemintang dengan wajah datar.
"Kamu mau kemana, Mintang?" balas Krisna sambil mendongakkan wajahnya dari layar MacBook nya.
"Ke rumah Oom Fathir, ambil baju yang masih disana."
"Aku antar."
"Nggak usah, aku bisa sendiri. Mana kunci mobilnya?" Gemintang mengulurkan tangannya untuk meminta kunci ke Krisna.
Krisna hendak memegang tangan Gemintang tapi wajah istrinya tampak sedang tidak bersahabat membuat dirinya mengurungkan niatnya.
"Ini kuncinya, Mintang" jawab Krisna sambil mengeluarkan kunci mobilnya dari saku celananya.
"Aku pergi dulu, Rao. Assalamualaikum." Gemintang pun keluar rumah.
"Wa'alaikum salam" balas Krisna pelan. Sabar Krisna... sabar.
***
Apartemen Michel di Palermo
Gemini dan Xena tampak sedang berdiskusi tentang keinginan gadis itu untuk kembali bekerja mengurus proyeknya.
"Apa nona yakin?" tanya Xena.
"Aku tidak bisa hanya berdiam diri seperti ini Xena. Aku terbiasa bergerak, bekerja dan berkarya, sekarang macam orang tidak berguna dan bingung maunya apa."
Xena menepuk tangan Gemini pelan. "Jika nona yakin, besok nona saya temani ke kantor PRC."
"Terimakasih Xena. Aku tahu Juan dan Steven disana tapi tetap saja aku ingin berada di kantorku." Gemini tahu akan ada banyak rintangan dan kerepotan disana tapi gadis itu bertekad, meskipun cacat, dia tetap bisa bekerja.
"Nanti saya bacakan semua berkasnya nona."
"Sudah, kita istirahat dulu. Ayo Gem, aku antar ke kamar" ucap Michel lembut. Dalam hatinya dirinya merasa sangat bersalah telaj membuat istrinya buta.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️