Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Kembali ke Palermo



Uccle Belgia


"Are you okay, Mintang?"


"Hu um. Setelah sekian bulan aku meminta talak, akhirnya kami berpisah juga" jawab Gemintang. "Aku janda di usia 24 tahun..."


"Mintang..."


"Nelson tidak memaksa Krisna kan?" tanya Gemintang ke saudara kembarnya.


"Itu yang aku tidak tahu, Mintang. Kamu tanya sendiri ke Nelson. Tapi apakah kamu baik-baik saja?"


"Siapa yang mau bercerai di usia muda seperti ini Gem tapi kalau diteruskan, aku yang sakit. Aku tidak mau setiap saat migrain aku kambuh Gem." Gemini paham kenapa Gemintang bisa mengalami sakit migrain akut karena kembarannya lebih suka memendam permasalahannya sendiri, akibatnya tubuhnya dan kepalanya yang kena.


Memang sudah seharusnya kamu lepas dari sumber sakitmu! Opa sudah sehat, dan aku yakin Opa lebih senang melihat kamu bahagia meskipun menyandang status janda. - batin Gemini.


Sebelumnya saat masih di Brussels, Nelson yang datang dengan surat cerai mereka yang kedua, setelah yang pertama dirobek Krisna, membuat Gemintang menandatanganinya dengan di video oleh Greg, asisten Sean, sebagai bukti dirinya menandatangani tanpa paksaan.


"Alhamdulillah... Krisna mau menandatangani" ucap Gemintang penuh kelegaan.


"Sudah ya, kamu sekarang menata hatimu. Insyaallah... " Suara nada sela terdengar membuat Gemintang melihat siapa yang menelpon.


"Gem, Nelson menelpon."


"Ya sudah, diterima dulu."


Gemintang memencet panggilan Nelson. "Halo, Son. Bagaimana?"


"Hah, aku baru take off. Soalnya aku harus segera mengurus di New York. Jadi Krisna sudah mau tanda tangan setelah melihat tanda tangan kamu dan bukti kamu melakukannya tanpa ada paksaan. Wajah mantan suamimu tampak remuk, Mintang..." jawab Nelson.


"Mau gimana lagi, Son. Aku sudah lelah..."


"I know Mintang. Sekarang, kamu nikmati hidup kamu di Uccle dan soal harta gono-gini, Krisna menyerahkan rumah Kingaroy ke kamu."


"Lho? Perjanjiannya..."


"No, Mintang. Dia sudah mengundurkan diri dari FH Ranch dan akan kembali ke Mumbai. Kedua orangtuanya sudah menerimanya kembali. Dengar Mintang, kedua orang tuanya Krisna tidak menyalahkan kamu ingin berpisah dengan anaknya, mereka menyalahkan cara Krisna yang terlalu ekstrim. Mereka juga paham daripada kalian saling menyakiti, berpisah adalah jalan yang terbaik."


Gemintang tersenyum tipis. "Iya Nelson. Terimakasih sudah repot-repot ke Mumbai dan Kingaroy..."


"Hei, aku sudah diwanti-wanti oleh Daddy, kalau aku atau Nadya nantinya akan sering dipusingkan oleh kalian para sepupu durjana" gelak Nelson. ( Baca Romeo Untuk Juliet chapter Bon Cabe Turun Gunung ). "Selamat menjadi single, Mintang. Be happy okay?"


"Thanks Nelson. Love you, cousin."


"Love you too, Sis. Kalau ada apa-apa, kamu bisa hubungi aku atau mbak Zee."


***


Palermo Sisilia Italia Sebulan Kemudian


Sebulan kemudian Michel, Gemini, Nora dan Xena kembali dari Tokyo setelah empat bulan meninggalkan kota tempat tinggal mereka. Gemini yang baru melihat apartemen milik Michel yang memiliki pemandangan laut Tyrrhenian, tampak takjub dengan indahnya laut biru itu.



Michel pun memeluk tubuh istrinya dari belakang yang masih tampak kagum dengan indahnya view dari apartemen suaminya.


"Kamu kok dari tadi tidak bergerak dari sini? Sudah sepuluh menit kamu berdiri disini lho, Gem..." bisik Michel di sisi telinga istrinya. Pria itu lalu mencium pipi dan rahang Gemini.


"Aku sedang bersyukur, Michel. Masih diberi kesempatan untuk bisa melihat kebesaran ciptaan Allah SWT... Ya ampun, ini indah sekali..." jawab Gemini sambil memeluk tangan kekar Michel.


"Gem, besok kamu ke kantor?" tanya Michel.


"Iya. Aku sudah gemas dengan Steven. Tanganku gatal ingin menjewer telinganya!"


"Pakai kacamata hitam ya, ingat pesan dokter Yamashita, jangan terpapar matahari langsung apalagi ini masuk musim panas."


"Iya Michel."


"Sekarang, apa kamu tidak lelah?" Michel menggendong tubuh ramping Gemini membuat istrinya terpekik terkejut.


"Michel!" pendelik Gemini sembari mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya. "Mau dibawa kemana aku?" tanya wanita bermata biru itu.


"Ber*cinta!" jawab Michel sambil masuk ke kamar mereka.


***


Kamar Michel dan Gemini


"Gem, apa sudah tumbuh disini?" tanya Michel sambil mengusap perut istrinya yang rata.


"Mana aku tahu, Michel. Kan aku belum dapat periode aku" jawab Gemini.


"Memang biasanya kapan ya Gem?"


"Minggu depan aku jadwalnya."


Michel menciumi wajah dan mata Gemini yang terpejam. "Aku senang memaksa kamu menikah denganku."


"Kenapa?"


"Karena aku mencintaimu..." Michel mencium bibir Gemini dan sedikit menindih tubuh polos istrinya. "Gem, sekali lagi ya?"


Gemini mendelik. "Astaga! Tadi kurang?"


"Bersamamu, aku selalu ingin lagi dan lagi..." Michel mencium panas bibir istrinya dan kejadian panas tadi pun terulang lagi.


***


"Beraninya mereka memaksa masuk!" bentak Michel ke Jerome yang menelpon dirinya saat makan malam.


Gemini yang tahu keadaan Michel memilih diam menunggu sampai suaminya benar-benar tenang.


"Lama-lama aku minta Luke Bianchi menyiapkan Empangnya atau minta tolong ibu mertuaku mengirimkan ke daerah angker biar setan bertemu sesama setan!" sungut Michel kesal dengan paman dan bibinya.


Mommy pasti bahagia mendapatkan tumbal untuk acara ghost Hunters nya. Gemini terkekeh pelan membuat Michel melirik ke arah istrinya.


"Besok aku akan temui mereka dan tolong Jerome rahasiakan kondisi Gemini dari siapapun! Aku belum mau mengumumkan keadaan istriku." Michel mencium kening istrinya yang duduk di sebelahnya.


"Oke Jerome. Grazie" pamit Michel.


"Serius kamu mau bawa mereka ke tempat horor? Jika iya, mommy adalah orang yang paling berbahagia karena itu adalah hukuman favoritnya" senyum Gemini.


"Mommymu kenapa bisa begitu Gem?"


"Entah! Gara-gara dulu di asrama melihat penampakan, penasaran dan kebablasan sampai sekarang."


Michel menggelengkan kepalanya. "Mommymu memang antik! Ohya, bagaimana kabar Mintang?"


"Alhamdulillah semakin bahagia dan auranya sekarang sangat positif. Apalagi Arsya hampir setiap weekend menemani Tante Mintang nya. Jadi sudah bisa menata hatinya kembali."


"Alhamdulillah... Krisna sudah kembali ke Mumbai?" tanya Michel yang tidak memiliki nomor ponsel mantan iparnya itu.


"Kata Oom Fathir sih sudah. Dengar-dengar dia bekerja di perusahaan finance disana sekarang."


Michel mengangguk. "Biarkan mereka menemukan kebahagiaan masing-masing. Kalau memang berjodoh, tidak akan lari kemana."


***


Pagi ini Michel dan Gemini sudah bersiap menuju tempat bekerja masing-masing. Michel menatap wajah cantik istrinya yang mengenakan blus bewarna putih dengan celana jeans yang dipadu dengan selendang Louis Vuitton nya. Gemini memang selalu tampil chic.


"Jangan lupa kacamata hitam mu Gem" ucap Michel.


Gemini pun memakai kacamata hitam dengan brand yang sama dengan tas dan selendangnya. Gemini masih dikawal Xena karena dirinya masih belum berani menyetir sendiri. Sesampainya di parkiran apartemen, Michel mencium bibir Gemini sebelum istrinya masuk ke dalam mobil.


"Si wanita sudah masuk mobil. Bersama dengan sopirnya." ucap pria yang mengawasi parkiran apartemen.


Mobil Mercedez GLE milik Michel melaju setelah mobil Range Rover milik Gemini keluar ke sisi berlawanan dari mobil suaminya.


"Kamu hadang di intersection. Ya dia cuma berdua dengan sopirnya. Range Rover hitam." Pria itu menstater mobilnya dan mengikuti mobil Gemini.


"Dia buta jadi tidak tahu siapa saja kalian."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️