
Kingaroy, FH Ranch, Queensland Australia
Haris mendatangi rumah induk milik Fathir Hassan yang tidak terkejut melihat kakak iparnya datang sesegera mungkin setelah mendapatkan berita tentang Gemintang dan Krisna.
Fathir memang memberitahukan soal foto-foto Gemintang ke Haris karena sebagai ayahnya berhak tahu.
"Dimana Gemintang?" tanya Haris tanpa basa basi.
"Wa'alaikum salam mas. Mintang ada di kadang kuda bersama Fahira membantu kelahiran kuda arab kami" balas Fathir kalem.
"Sorry Thir, aku emosi."
"Aku tahu mas... Yuk aku antar."
"Dimana Krisna?" tanya Haris.
"Ijin ke Brisbane."
"Dia tidak kabur kan?"
Fathir menatap Haris. "Kabur? Aku rasa tidak. Dia tampaknya sudah menunggu kesempatan ini, mas. Krisna menggunakan cara paling gampang untuk mendapatkan Gemintang..."
"Anak itu sudah terobsesi dengan putriku!"
Fathir mengelus punggung Haris yang dia tahu pasti sangat stress berat. Belum permasalahan Gemini, sudah muncul masalah Gemintang.
"Apa perlu kita cut semuanya?"
Haris hanya menghela nafas panjang. "Aku ingin tahu keputusan Gemintang."
***
Gemintang tersenyum saat melihat ayahnya. Saat ini gadis itu baru saja menyelesaikan proses kelahiran bayi kuda Arab milik Fathir.
"Halo Daddy." Gemintang mencium pipi Haris tanpa memeluknya karena tangannya masih berlumuran darah.
"Halo sayang. Bagaimana? Jantan atau betina?" tanya Haris yang semakin biasa melihat pekerjaan putrinya meskipun awalnya bergidik melihat darah dan sebagainya.
"Alhamdulillah jantan. Oom Fathir, dapat bibit unggul lagi ini." Gemintang tersenyum ke arah Fathir yang senang mendapatkan kuda jantan Arab lagi.
"Aku cuci tangan dulu Dad..."
"Iya Mintang." Haris menatap wajah putrinya yang meskipun tampak ceria tapi mata hijau Jamrudnya tampak sedih. Haris sendiri sebagai ayah, merasa gagal melindungi dua putrinya.
***
"Dad?" panggil Gemintang setelah bebersih.
Haris yang sedang duduk di tumpukan bal jerami tidak berbicara apapun, langsung berjalan dan hanya memeluk anak gadisnya. "Maafkan Daddy, Mintang. Daddy tidak bisa melindungi kamu..."
Gemintang menangis pelan di pelukan Haris. "Daddy tidak salah. Mintang yang tidak waspada..."
"Mintang, tetap saja Daddy yang paling merasa bersalah disini..."
Gemintang menggelengkan kepalanya. "No, Daddy. Jangan pernah berpikiran seperti itu. Daddy tenang saja, aku dan Gem anak kuat. Kami bisa menghadapi semuanya, jadi Daddy dan mommy just be cool. Ayo, kemana Sotong dan Cumi yang kuat?"
Haris tertawa dalam tangisnya. "Ya ampun Mintang! Enak saja panggil begitu! Itu hanya Daddy dan mommy yang boleh, kalian tidak boleh!"
Gemintang tersenyum dan menatap ayahnya. "Aku bangga jadi anak sotong dan cumi meskipun jadinya gurita dan ubur-ubur..."
Haris semakin geli mendengar ucapan kacau putrinya. "Kamu sudah ketularan Shinchan."
"Kabarnya Bang Sean menolak trio Kampret berlibur di Belgia." Gemintang teringat keluhan Sakura, Juliet dan Arabella melaporkan di grup chat yang capek mendengar trio kampret ngeroweng sedih.
"Iyalah! Ajarannya Arsya tambah kacau lagi nanti."
Keduanya pun terdiam dan duduk berdampingan di bal jerami.
"Mintang, apa kamu mau menerima Krisna?" tanya Haris sambil memeluk bahu putrinya.
"Aku sudah punya rencana, Daddy."
"Dad, Gem dendam karena Michel membuatnya buta. Aku dendam dengan Krisna karena dia membuat aku tidak nyaman selama kuliah di Singapura. Apa salah jika ada saatnya kami membalas semua perbuatan mereka? Daddy tenang saja, aku dan Gem akan baik-baik saja." Gemintang memegang tangan Haris lembut.
"Mintang, Daddy tidak rela kalau kamu..."
"Dad, apa gunanya aku belajar bela diri?"
"Kamu bisa Mintang, Gem?"
"Dad, percaya deh, Gem bisa menjaga dirinya sendiri."
Keduanya mengehentikan percakapan ketika melihat Fathir datang dengan wajah panik.
"Ada apa Thir?" tanya Haris.
"Mas Haris, Krisna membawa kedua orangtuanya. Mereka hendak melamar Mintang..."
Haris dan Gemintang melongo. "HAAAAAHHH?"
***
Ruang Tamu Rumah Utama FH Ranch
Haris, Fathir dan Fahira menatap pasangan suami istri berdarah India dengan baju resmi begitu juga Krisna.
"Mr Lexington, Mr Hassan dan Mrs Hassan... Perkenalkan saya Yusra Rao dan ini istri saya Bitti. Mr Lexington, saya tahu bahwa putra saya sudah berbuat kesalahan dan kami dengan rendah hati, hendak melamar putri anda yang bernama Gemintang Lexington." Ayah Krisna yang masih tampak fit itu menatap ke ketiga orang disana.
"Mr Rao, dengan tidak mengurangi rasa hormat, sejujurnya saya terkejut dengan semua ini. Baru dua hari ini saya mendapatkan duduk permasalahan antara Krisna dan Gemintang tapi ... " Haris menatap Krisna tajam. "Kamu sudah mempersiapkan semuanya ya?"
Krisna hanya tersenyum tipis. "Jika saya tidak melakukan tindakan ekstrim, Mintang tidak akan menjadi istri saya."
"Mr Lexington, saya tahu Krisna sudah menyukai dan mencintai Gemintang sejak masih kuliah. Bahkan dia sendiri sudah berusaha melupakan putri anda dengan saya perkenalkan dengan banyak putri rekan kerja saya tapi tetap Krisna hanya ingin putri anda. Saya tahu anda pasti keberatan dengan cara Krisna tapi jika tidak melakukan tindakan ekstrim, maka tidak akan mendapatkan cicit klan Pratomo" sambung Yusra.
"Apa maksud anda dengan jika tidak melakukan tindakan ekstrim, tidak akan mendapatkan keturunan klan Pratomo? Anda ingin mendapatkan benefit untuk menjadi bagian keluarga kami?" tanya Fathir gusar. Dia dan Haris memang sangat tahu gadis-gadis keluarga Pratomo dari generasi kedua hingga generasi keenam, selalu ada dramanya sendiri saat mendapatkan pasangannya.
"Jika yang anda maksud benefit nama besar atau keuntungan bisnis, tidak. Jujur saja saya sudah nyaman tinggal di Mumbai menikmati masa pensiun saya dan mendapatkan pendapatan dari hasil bermain saham dan properti kecil berupa apartemen yang disewakan. Tapi, sebagai mantan pialang saham dan berkecimpung di dunia bisnis selama hampir tiga puluh tahun, saya sangat tahu sepak terjang keluarga besar klan Pratomo meskipun sudah berbeda nama belakang." Yusra tersenyum. "Banyak berita di kalangan para pebisnis, jika kamu menyukai gadis anggota keluarga Pratomo, kamu harus nekad dan lolos dari screening..."
"Krisna tidak lolos screening karena dia sudah membully putri saya selama berkuliah di Singapura dengan menyebarkan rumor bahwa putri saya frigid dan hanya bisa dengannya. Apakah saya ikhlas memberikan putri saya dengan putra anda yang terlalu obsesi akut hingga saya rasa Krisna harus dibawa ke psikiater?" ucap Haris pedas.
Yusra dan Bitti Rao menatap putranya yang hanya menunduk. "Benarkah itu Krisna? Kamu menyebarkan berita itu?"
"Benar ayah..." jawab Krisna pelan.
"Apa yang kamu pikirkan Krisna! Justru dengan ini, Mr Lexington akan menolak mentah-mentah lamaran ayah dan ibumu!" bentak Bitti gemas dengan putranya yang benar kata Haris Lexington harus dibawa ke psikiater.
"Aku hanya tidak ingin Mintang menjadi milik orang lain, Bu. Mintang hanya untuk aku!" jawab Krisna emosi.
"Iya, tapi caramu salah nak..."
"Mr Lexington pasti tidak akan bisa menolak nya karena dia pasti tidak mau kan calon cucunya lahir diluar nikah" ucap Krisna pelan tapi membuat semua orang melotot.
"Apa?" seru Fahira.
"Apakah anda tidak berpikir bisa saja Gemintang sedang mengandung anak kami."
Haris berdiri dan langsung menghajar Krisna.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Sorry bikin emosi tapi tenang, akan ada surprise nanti