
Palermo Sisilia Italia
Pagi ini terhitung delapan hari pasca kecelakaan Gemini, masih belum ada tanda-tanda gadis itu bangun. Semua organ tubuhnya seperti jantung, paru-paru, lambung, usus dan lainnya bekerja dengan baik, hanya saja Gemini betah tidur.
"Apa Gem koma, mas Sammy?" tanya Gemintang ke kakak iparnya.
"Bisa dikatakan itu Mintang."
"Apa aku boleh masuk? Siapa tahu aku bisa membuat Gem bangun. Aku merasa Gem masih belum mau bangun karena bingung kenapa dia bisa kecelakaan..." Gemintang belum bisa masuk karena Joey dan tim dokter masih mengobservasi intensif seminggu ini.
Samuel menatap Gemintang dengan tatapan bingung. "Mintang, kamu tidak punya sixth sense kan?"
"Nggak mas Sammy, memang mommy yang hobinya cari hantu. Mas Sammy kan tahu sendiri keistimewaan anak kembar?"
"Kamu boleh masuk Mintang" ucap Joey yang baru saja keluar dari ruang ICU Gemini. "Pakai baju steril dulu."
Gemintang mengangguk karena semalam dia menjaga Gemini bersama dengan Pahlevi. Krisna Rao mengantarkan Freya dan Haris bersama dengan Juan Pablo di hotel yang sama tempat Leia dan Dante menginap, begitu juga dengan Antonio dan Alexis yang di hotel yang sama.
Gemintang pun memakai baju steril dan mulai masuk ke dalam ruang Gemini. Gadis itu pun mulai menangis sambil menggenggam tangan kembarannya.
"Gem... Bangun dong. Mintang sepi nih..." ucapnya sambil terisak. "Gem, opa Ashley sakit karena dengar kamu sakit. Daddy dan mommy ada disini, tidak bisa ke New York karena kamu belum bangun. Aku datang bersama Levi dan Krisna..."
Gemintang menyingkirkan rambut Gemini yang menutupi wajahnya. "Krisna diminta oleh Oom Fathir menemani aku dan Pahlevi karena dia fasih bahasa Italia. Gem, bangun dong... " Gemintang mengusap air matanya. "Kalau kamu tidak bangun, aku sama siapa?"
Tiba-tiba Gemintang merasakan jari lentik Gemini bergerak. "Ah, Gem, kamu mau bangun kan... Bangun yuk. Nanti kita ke New York besuk opa. Kamu tidak mau kan Opa pusing dengar ocehan Shinchan dan rengekan Sakura? Bisa tambah pusing... Opa harus ada yang balance dari cucu-cucunya..."
"Min... tang" bisik Gemini.
"Iya Gem..." jawab Gemintang sambil menangis bahagia.
"O...pa sakit...apa..." perlahan mata biru Gemini terbuka. "Min... kok gelap... Lampunya... kamu matikan?"
Gemintang bingung menjawabnya. "Oom Joey, Mas Sammy!"
Joey dan Samuel pun masuk ke dalam ruang ICU Gemini. "Gem, ini Oom Joey. Kenapa sayang?"
"Oom... kok gelap? Memang... listriknya belum dibayar?" tanya Gemini bingung.
Joey memejamkan matanya dan menghela nafas panjang sebelum berbicara. "Gem, maafkan Oom. Kamu mengalami kecelakaan dan... saraf matamu cidera yang ..."
"Aku buta Oom?" pekik Gemini panik. "Oom, bilang sama Gem! Yang sebenarnya! Apa Gem buta?"
"Maaf, Gemini..."
Tangis Gemini pun pecah dan Gemintang langsung memeluk kembarannya.
***
Kini Gemini sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa dan Freya memeluk putrinya yang tampak shock apalagi mendengar Iris meninggal dalam kecelakaan itu. Jenazah Iris sudah dikirimkan ke keluarganya di Brooklyn dengan biaya pemakaman ditanggung oleh keluarga Lexington.
"Gem, makan dulu yuk..." bujuk Freya. "Nanti kamu sehat, kita ke New York. Opa Ashley cari kamu..."
Gemini menggelengkan kepalanya. Haris mengusap pipi putri sulungnya.
"Te... Te.. Gem... " panggil Vicenzo heboh melihat Gemini. Gadis itu memang sering bertemu dengan Vicenzo selama di Palermo.
"Leia, kesinikan lasagna nya biar kamu kasih Vic ke Gemini" ucap Freya. Leia pun menggendong batita yang kuat garis italianya ke arah Gemini.
"Tanganmu gimana? Nggak papa merangkul Vic?" tanya Leia sambil mendudukkan Vicenzo di dekat Gemini.
"Nggak papa mbak. Hai Vic..." sapa Gemini sambil tersenyum.
"Sambil makan ya Gem" bujuk Freya. "Tuh si Vic sudah heboh saja lihat lasagna ala bibi Luisa."
"Makan ya Gem" Leia mengusap kepala adiknya. "Please? Daripada nanti dihabiskan sama Vic? Makin gembul nanti anakku."
Gemini tersenyum. "Boleh lah."
***
Gemintang kini berada di ruang rawat Michel de Luca yang sudah membaik dan hendak dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Travis Blair sudah tiba di Palermo atas permintaan Haris untuk menuntut Michel karena kelalaian dalam berkendara. Krisna Rao menemani gadis itu atas permintaan Pahlevi yang pulang ke hotel untuk beristirahat.
"Gemini? Eh...bukan... Gemintang..." ucap Michel yang berdiri pelan-pelan menggunakan kruk dengan didampingi polizia Palermo.
"Kalau aku tidak ingat akan masuk penjara, ingin rasanya aku congkel matamu agar sama dengan Gemini!" desis Gemintang dengan nada marah.
"Apa maksudmu Mintang?"
"Gara-gara kamu! Gara-gara kamu, Gem BUTA!" teriak Gemintang.
Wajah Michel de Luca langsung memucat. "Apa? Gemini buta?"
"Iya! DAN SEMUA GARA-GARA KAMU!" jerit Gemintang histeris yang langsung dipeluk oleh Krisna.
Michel de Luca langsung terduduk lemas. "Dios Mio... Apa yang sudah aku lakukan..."
Gemintang hendak menghajar Michel tapi langsung ditahan Krisna.
"Jangan Mintang, please. Jangan membuat keributan di rumah sakit" bujuk Krisna sambil memeluk gadis itu.
"Gara-gara dia Rao... Gara-gara dia..." Gemintang menangis di pelukan Krisna. Pria India itu memeluk erat Gemintang sembari mengusap pelan rambut panjangnya.
Michel de Luca menutup wajahnya dan dua polizia yang mengawalnya bisa melihat jika ketua mafia de Luca, sedang menangis.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️