Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Kok Belum Kelihatan?



Maria Eleonora Hospital Palermo Italia


Michel dan Gemini sekarang berada di sebuah rumah sakit yang direkomendasikan oleh Jerome dengan dokter Obgyn terbaik. Dokter Maria Scotti adalah dokter Obgyn yang akan memeriksa Gemini. Keduanya kini sedang berada di ruang tunggu dengan Xena dan seorang pengawal yang mengawal mereka sembari duduk bermain ponsel.


"Gem, kira-kira sudah berapa bulan ya?" tanya Michel sambil mengusap perut Gemini.


"Paling delapan Minggu kan aku dua bulan tidak mendapatkan periode" jawab Gemini.


"Habis ini, kita telepon mom dan Dad ya?"


"Jangan lupa Opa dan Oma" senyum Gemini. Entah mengapa setelah tahu dirinya hamil melalui testpack, hatinya merasa senang. Aura positif keluar dari wajah cantiknya membuat siapa saja yang melihat Gemini akan menoleh dua kali dan itu membuat Michel cemburu.


"Dasar pria! Sudah tahu aku di sebelahnya dan aku suaminya, masih saja lihatin kamu!" omel Michel kesal dengan menatap tajam ke pria-pria yang sebenarnya mengantarkan istri mereka tapi tetap saja masih mencuri pandang ke Gemini.


Gemini sendiri tampak tidak perduli karena dirinya lebih fokus dengan pekerjaan Steven dan Juan Pablo yang dilaporkan melalui iPadnya. "Kamu marah-marah sama siapa?"


"Itu pria-pria pengantar istri. Masih saja melirik ke kamu! Gem, kamu itu cantiknya kebangetan!" gerutu Michel sebal membuat Gemini mendongakkan wajahnya dan wanita itu tersenyum geli mendengar nada cemburu suaminya.


"Michel sayang, sini..."


"Apa Gem?" Michel terkejut ketika bibir Gemini menciumnya panas membuat beberapa orang disana memalingkan wajahnya.


"Setidaknya membuat mereka tahu kalau aku memiliki dirimu." Mata biru Gemini menatap Michel lembut dan penuh cinta.


Michel tersenyum. "I love you Gem."


"So am I." Gemini menyentuh wajah suaminya. "Jangan dicukur brewokmu tapi dirapihkan saja."


Michel melongo. "Bukannya kamu tidak suka aku brewokan tebal?"


"Entah, tapi menurut ku, kamu tambah seksih brewokan."


Michel tersenyum. "Bawaan bayi."


***


"Delapan Minggu, Signor de Luca. Selamat ya" ucap Dokter Maria Scotti saat melihat titik di layar monitor melalui transducer di perut Gemini.


"Delapan Minggu? Dua bulan?!" Michel menatap wajah Gemini yang tampak bahagia. "Sayang, sudah dua bulan disini."


"Sehat kan dok?" tanya Gemini.


"Sehat, kandungan anda juga kuat, Signora de Luca. Selamat. Dan jangan terlalu banyak beraktivitas yang menguras tenaga... Signor de Luca, jangan setiap hari ya?" cengir Dokter Maria Scotti.


"I know. Yang penting anakku... Jenis kelamin belum kelihatan ya?" Michel menatap layar monitor dengan serius.


Gemini dan Dokter Maria saling berpandangan dengan geli.


"Tunggulah dua bulan lagi. Anda akan tahu jenis kelaminnya" kekeh Dokter Maria.


***


Apartemen Michel dan Gemini di Palermo Italia


Gemintang adalah orang yang paling bahagia mendengar berita kehamilan saudara kembarnya. Bahkan saat mereka melakukan panggilan video, Gemintang yang paling heboh berharap Michel yang akan mengalami morning sick macam Sean dan Dante.


"Kamu itu sebagai adik ipar, kok menyebalkan sih Mintang. Doanya kok aku yang morning sick?" sungut Michel sambil cemberut tapi baik Gemini maupun Gemintang tahu jika Michel hanya menggoda mereka.


"Kamu sudah merasa mual-mual belum Gem?" tanya Gemintang mengacuhkan iparnya.


"Nora, kamu masak apa sih? Baunya kok nggak enak?" Michel menutup hidung nya.


Nora, Gemini dan Gemintang yang melihat wajah Michel hanya bisa melongo. "Masak apa? Masak sup krim ini..." jawab Nora bingung. "Memang bau apa?"


Michel tampak mengendus makanannya Gemini dan wajahnya langsung memucat saat mencium roti baguette yang diberikan mentega aroma garlic.


"Oh Shiiittt!" Bergegas Michel menuju kamar mandi yang ada di ruang tengah dan tak lama terdengar suara muntah disana.


"Doamu terkabul, dik. Akhirnya yang mabok Michel" kekeh Gemini sambil memakan garlic bread nya sedangkan Gemintang dan Nora tertawa.


***


Uccle Belgia


Gemintang menutup MacBook nya. Sudah tiga bulan ini Gemintang bekerja di sebuah klinik hewan kota Uccle, sebuah kota di Belgia yang basicnya menggunakan bahasa Perancis dan Belanda. Gemintang sendiri lebih fasih berbahasa Jerman dibandingkan dua bahasa itu, membuat dirinya mau tidak mau harus merecall bahasa Perancis nya. Beruntung Hazel pelayan yang menemaninya dan Otto, pengawal Gemintang, fasih berbahasa Perancis dan Belanda.


"Docteur Lexington, un patient est arrivé ( dokter Lexington, ada pasien datang )" lapor suster yang menjadi asistennya.


"Celui qui a fait un pacte pour stériliser le corgi ( yang ada janji untuk mensteril anjing corginya )?" tanya Gemintang.


"Oui, docteur."


"Okay. Nous rencontrons le patient ( kita temui pasiennya )." Gemintang lalu berdiri untuk menuju kamar periksa.


***


Gemintang sangat menikmati dan menyukai kehidupannya sekarang. Memang dibandingkan saat bekerja dengan Fathir, gaji yang dia peroleh di klinik itu tidak sebanyak saat dia bekerja di Ranch tapi rasa nyaman dan bahagia yang tidak dia dapatkan sebelumnya, membuat Gemintang enjoy tinggal di Uccle.


Terlepas dirinya dikenal ipar Sean dan sepupu Zinnia, Gemintang juga dikenal dengan kepribadiannya yang menyenangkan. Karena pekerjaannya, Gemintang mengenal banyak penduduk Uccle yang tidak sampai 100,000 populasi.


Uccle sendiri dikenal sebagai kota tempat tinggal Hergé pengarang Tintin, bahkan keluarga Boris Johnson mantan perdana menteri Inggris pernah tinggal di kota itu.


Kota Uccle nyaris sama tenangnya saat Gemintang tinggal di Kingaroy Queensland Australia membuat gadis itu semakin betah tinggal di Belgia. Apalagi keponakannya, Arsya hampir setiap bulan ( setelah masuk sekolah, Arsya mengurangi datang ke Uccle agar tidak terlalu lelah ) menginap disana dan menemani Gemintang ke klinik saat praktek.


Gemintang sendiri lebih suka kemana-kemana menggunakan sepeda karena selain lebih sehat, jarak dari villa ke klinik tidak terlalu jauh. Sean dan Zinnia memang memberikan mobil tapi gadis itu nyaris jarang menggunakan kecuali untuk berbelanja bulanan.


Gadis itu melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul lima sore yang menandakan dirinya harus pulang.


"Anna, il est déjà cinq heures de l'après-midi. On rentre à la maison maintenant ( Anna, sudah jam lima sore. Yuk kita pulang )?" ajak Gemintang.


"Si le médecin veut d'abord rentrer chez lui, s'il vous plaît. Je suis encore en train de finir le rapport ( Silahkan jika dokter mau pulang, silahkan Saya masih harus menyelesaikan laporan )" jawab Anna, vet tech nya.


"Je rentre d'abord chez moi. Demain je ne m'entraînerai pas car c'est au tour du docteur Pierre ( Aku pulang dulu. Besok aku tidak praktek, yang masuk dokter Pierre )" ucap Gemintang sambil mengenakan jaketnya dan tas selempang nya.


"Oui docteur. Soyez prudent sur le chemin ( hati-hati di jalan )" senyum Anna.


"Au revoir!" Gemintang melambaikan tangannya lalu keluar dari klinik itu menuju ke sepedanya yang terparkir di tempat sepeda. Setelah membuka kunci gemboknya, gadis itu pun menaiki sepedanya dan mengayuhnya menuju rumah.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️