
Apartemen Michel dan Gemini
Nora tampak sibuk memindai nyonyanya karena khawatir akibat dari penyekapan itu melukai wajahnya yang baru saja dioperasi.
"Kamu tidak dipukul wajahnya kan, Gemini?" tanya Nora yang tampak panik sambil memegang wajah Gemini.
"Tidak Nora, wajahku aman. Alhamdulillah."
"Ya ampun, apa sih yang mereka pikir? Dikira Michel tidak akan membunuh mereka?" omel Nora. "Sekarang Xena dimana?"
"Aku suruh menginap di rumah sakit. Kamu tahu Nora, Xena yang menerima semua pukulan itu. Rasanya aku ingin menembak semua orang disana tapi jumlah peluru ku tidak sebanding dengan jumlah orang disana."
Nora memeluk Gemini bagaikan putrinya sendiri. "Setidaknya kamu pulang dengan selamat, sayang. Aku tidak tahu apa yang Michel dan iparmu lakukan jika kamu kenapa-kenapa..."
Gemini membalas pelukan Nora.
***
Ruang Kerja Michel dan Gemini di Apartemen
"Kirim ke taman Lawang! Sekarang!" jerit Freya kesal. "Atau kirim ke tempat paling seram di Palermo, jangan biarkan keluar sebulan!"
Dante hanya memegang pangkal hidungnya tidak habis pikir dengan hukuman anti mainstream versi Freya.
"Mom, kenapa tidak dibuang ke Empang?" tanya Michel.
"Dengar, Michel, memberikan hukuman dengan teror ketakutan luar biasa itu jauh lebih mengerikan daripada kamu lempar ke Empang punya Luca! Masih bagus kalau mereka keluar waras!" balas Freya galak.
"Freya, sudah" kekeh Ashley melihat putrinya tampak kesal hingga Haris sendiri hanya membiarkan Freya marah-marah.
Mereka semua sedang melakukan panggilan video setelah Ashley dan Haris mendengar berita cucu dan putri mereka diculik.
"Jadi, tangan bibimu diperkirakan rusak permanen?" tanya Kristal ke Michel.
"Iya Oma. Gemini menembak dengan jarak dekat dengan Beretta Tomcatnya dan terkena saraf penting hingga lumpuh permanen tangan kanannya."
"Setidaknya Gemini hanya membuat cacat, tidak seperti Omamu ini yang sampai menghilangkan nyawa mantannya Hideo..." kekeh Ashley.
Michel dan Dante melongo. Tidak heran kalau Gemini dingin menembak bibi Erika, Omanya juga sama saja.
***
Usai membicarakan soal hukuman tambahan dari Ashley dan Freya, Michel dan Dante keluar dari kamar kerja. Mereka melihat Gemini tertidur di pelukan Nora. Gurat lelah terlihat di wajah cantiknya membuat Michel tersenyum lembut menatap istrinya.
"Aku bawa Gemini ke kamar dulu Dante" bisik Michel sambil menggendong Gemini dengan bridal style.
"Bibi Nora, apakah Gem bercerita bagaimana dia bisa menyembunyikan Beretta nya?" tanya Dante membuat Nora tertawa kecil.
"Adik iparmu itu memang pantas jadi cicit Javier Arata."
"Bibi Nora tahu Javier Arata?" tanya Dante bingung karena setahunya Javier sudah meninggal lama bahkan Gemini kecil.
"Aku tidak tahu secara pribadi tapi semua orang jika berkumpul selalu memuji bagaimana cara Javier Arata bisa melobi ke semua anggota keluarga di Italia. Meskipun bukan PRC Group tidak memiliki bisnis disini, melainkan RR's Meal yang memesan wine, tapi Javier yang maju. Keluarga Michel yang serakah lupa kalau Gemini keturunannya siapa."
"Opa Gemini, Ashley Sky adalah mantan asisten Arjuna McCloud. Kita tahu kan siapa keluarga McCloud" senyum Dante.
Michel keluar dari kamar dan duduk di sofa. "Aku tidak mengira istriku sangat badass!" ucap Michel semangat. "Kamu lihat sendiri kan Dante, dia menembak tanpa berkedip."
"Aku ceritakan bagaimana istrimu yang badass itu bisa menyimpan Beretta nya karena tadi dia menceritakan semuanya" senyum Nora membuat kedua pria itu bersemangat mendengarkan bagaikan dongeng sebelum tidur.
"Pada mereka dipepet, apa kamu tahu Gemini menyimpan Beretta dan Ruger di dalam dasboard?" Nora menatap Michel.
"Jadi setelah Xena datang kemari, Gemini memang minta dicarikan dua pistol kecil itu karena simple dan bisa disimpan di dalam tas maupun sepatu boot. So, pada saat mereka dipepet, Xena dan Gemini menyelipkan senjata masing-masing ke dalam sepatu bootnya dan tidak ada yang memeriksa sepatu mereka."
Michel dan Dante hanya tersenyum tipis.
"Dan istrimu sangat cerdik Michel, masih berlagak buta. Xena tahu Gemini baru dioperasi jadi dia yang menjadi samsak setiap mereka mau menyiksa Gemini. Dan saat dibawa ke rumah itu, kesalahan utama mereka adalah tidak mengikat Gemini karena dikira buta. Jadi saat bibimu itu hendak menembak Gemini, istrimu itu langsung mengambil Beretta dari dalam bootnya dan menembak ke bahu Erika."
Michel menggelengkan kepalanya tidak menyangka istrinya sangat pemberani.
"Aku kan sudah bilang, kamu jangan remehkan gadis-gadis Pratomo, Michel. Mereka itu badass!" kekeh Dante. "Lihat saja Leia, sudah menghajar aku berapa kali."
"Tapi soal Oma Kristal menembak mantan Oom Hideo, dan sekarang cucunya melakukan hal yang sama, aku speechless Dante. Apakah Mintang juga sama?" tanya Michel.
"Semua anak perempuan Keluarga Pratomo bisa bela diri dan menembak, Michel."
Nora mengusap bahu Michel. "Kamu sangat beruntung mendapatkan Gemini."
"That's right."
***
Untuk kali ini, keinginan Freya dikabulkan dengan mengirimkan ketiga paman dan bibi Michel ke Aokigahara Jepang selama seminggu tidak boleh keluar dari hutan yang terkenal dengan kasus bunuh diri nya. Ketiga nya mendapatkan gelang kaki GPS yang tidak bisa dilepaskan karena menggunakan kode tersendiri buatan Jang Geun-moon.
Freya memilih merogoh koceknya demi hukuman versi dirinya dan dia tidak perduli ketiganya mati kena serangan jantung disana. Michel dan Gemini hanya bisa mengatakan "Monggo mommy, nikmati acara hukumannya" karena percuma melawan karena ibu dua anak itu.
Usai menjalani hukuman di Aokigahara yang membuat ketiga orang itu tampak ketakutan, ketiganya pun dikirim kembali ke Sisilia untuk menjalani persidangan.
***
Uccle Belgia
"Ya Allah mommy!" keluh Gemintang saat melihat wajah sumringah Freya dan wajah manyun Gemini.
"Kamu tahu Mintang, itu si bibi kutu kupret sampai bertambah ubannya saking takutnya di hutan itu!" ucap Gemini sambil melirik ke arah Mommynya yang sekarang berada di Palermo untuk mengawal sidang ketiga orang otak penculikan putrinya.
"Lho, biarin saja mereka kena nightmare disana. Wong mommy pas melakukan acara ghost Hunters dengan teman-teman saja sampai kena cakaran tidak jelas lho! Padahal kami hanya dari jam sebelas malam sampai jam empat subuh! Kebayang kan mereka bertiga dihukum di hutan itu seminggu tidak boleh keluar? Hahahaha..." tawa Freya durjana.
Gemintang memegang pelipisnya, pusing mendengarkan ucapan unfaedah sang mommy yang tidak ada takut-takutnya soal penampakan dan hantu.
"Mom, apa pemerintah Sisilia tidak menuntut mommy?" tanya Gemintang.
"Lho, hukuman mommy itu manusiawi, Mintang. Mommy tidak mengambil nyawanya, tapi merusak mental dan soulnya. Beda kalau mommy bawa kesana lalu dieksekusi!" bela Freya.
"Tante Fayza, Oom Hideo, Oom Luca dan Tante Emi gimana?" tanya Gemintang lagi.
"Malah mendukung mommy tuh! Kata Opa Marco, piranha nya pun nggak doyan daging mereka. Katanya alot!"
Gemini dan Gemintang hanya melengos.
Bilang saja pada malas gegeran dengan pemerintah Italia lagi!
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️