
Brussels Belgia Tiga Hari Kemudian
Pesawat yang membawa Garvita, Gemintang dan Gabriel tiba di bandara Brussels - National. Tampak Greg dan Sarah datang menjemput rombongan Dubai. Setelahnya mereka semua menuju rumah pribadi Sean dan Zinnia sebagai tempat menginap selama mereka berada di Brussels.
***
"Akhirnya sampai juga di Brussels" sambut Zinnia sambil memeluk adik-adiknya. "Yuk masuk." Kedatangan mereka disambut dengan gonggongan dan meong dari empat teman berbulu Arsyanendra yang langsung menyambut Oom dan Tantenya.
"Tante Vita, salt and pepper nakal. Kemarin tangannya dik Al dicakar" adu Arsya ke Garvita.
"Lho kok nakal? Sudah Arsya marahin?" kekeh Garvita melihat dua kucing Munchkin yang diberi nama Salt and peppers.
"Udah tapi Asya juga kena cakar" ucap balita itu sambil memperlihatkan tangannya yang diberi plester bergambar binatang.
"Kok bisa?" tanya Gemintang geli melihat keponakannya yang menggemaskan.
"Asya jewer kupingnya, eh marah... kena cakar deh!"
Semua orang tertawa melihat gaya pangeran kecil itu. "Arsya, nanti Tante Mintang ajarin kasih tahu kucing ya? Kan Tante Mintang dokter hewan." Gemintang berjongkok menyamakan tingginya dengan Arsyanendra.
"Jadi kalau anjing, kucing dan kuda Asya sakit, nanti diobati Tante Mintang ya?" tanya Arsya dengan mata berbinar.
"Iya."
"Tante Mintang tinggal disini nanti?" tanya Arsya lagi membuat gadis itu menatap kakaknya.
"Tidak Arsya, Tante Mintang nanti tinggal di Uccle, villa yang tempat Arsya menginap kalau Sabtu" jawab Zinnia lembut.
"Tapi disana tidak ada orang. Tante Mintang sendirian." Arsya menatap sedih ke Zinnia.
"Nanti kan ada bibi Hazel yang akan menemani Tante Mintang."
Hazel adalah salah satu pelayan yang merangkap koki istana. Wanita berumur itu merasa senang bisa kembali ke Uccle tempat kelahirannya ketika mengetahui adik sepupu Ratu Zinnia akan tinggal di sana.
"Ooohhh." Arsya memeluk Gemintang. "Kalau Tante Mintang takut, nanti Arsya temani."
Garvita dan Zinnia melongo. "Astaghfirullah! Benar - benar ajarannya mas Shin!" gerutu Garvita sebal sedangkan Gemintang tertawa sambil membalas pelukan Arsyanendra.
***
Tokyo Hospital Todai University
Gemini dan Michel akhirnya bertemu dengan dokter Yamashita setelah dokter itu tiba dari Ukraina. Dokter seangkatan Joey Bianchi itu mulai memeriksa Gemini serta memberi tahukan resiko yang akan terjadi pada saat operasi nanti.
Pasangan suami istri itu sudah paham resikonya karena semua dokter mengatakan chance nya 50-50. Dokter Yamashita itu pun bersama dengan timnya memperlihatkan kondisi mata Gemini dan area mana yang hendak dia oeprasi ke Michel.
Michel sendiri selama konsultasi, tidak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Gemini. Michel tahu Gemini pasti takut, dirinya pun takut, tapi pria Italia itu tetap berusaha tenang. Jika aku tidak kuat, nanti mental Gemini bisa down dan berpengaruh pada emosinya.
"Hasil pemeriksaan fisik Mrs De Luca semua baik, Mr De Luca. Jadwal oeprasi kita tentukan besok pagi. Dan malam ini, Mrs De Luca harus berpuasa" ucap dokter Yamashita.
"Besok dok? Operasinya?" tanya Michel tidak percaya.
"Iya Mr de Luca. Lebih cepat lebih baik karena kita sudah disini dan kondisi Mrs de Luca dalam kondisi prima, why not?" senyum dokter Yamashita.
"Gem..."
"Baik dok. Saya setuju besok kita mulai operasinya" jawab Gemini tegas.
***
Brussel Belgia
"Besok kamu operasinya Gem?" tanya Gemintang melalui panggilan telepon dari ponsel Zinnia.
"Iya Mintang. Ini aku sudah puasa" kekeh Gemini. "Jadi ingat bulan ramadhan ya?" Perbedaan waktu antara Tokyo dan Brussels adalah delapan jam lebih dulu Tokyo.
"Gem, semangat ya!" ucap Gemintang.
"Kamu juga. Bagaimana perasaan kamu?"
Gemini senang mendengar nada ceria dari kembarannya. "Bahagia ya Mintang."
"Thanks Gem."
"Mintang, apa kamu sudah dengar?"
"Apa Gem?" Gemintang mendengar nada cemas di nada Gemini.
"Opa meminta Oom Travis mengirimkan surat cerai pada Krisna."
Gemintang terkejut. "Tapi... aku belum mengiyakan untuk bercerai sekarang Gem. Aku masih butuh waktu untuk healing dan setelahnya aku baru memutuskan..."
"Tampaknya Opa sudah lama ingin kamu pisah dengan Krisna."
"Gem, meskipun aku selama di Singapura mengalami kejadian tidak mengenakan dari Rao, tapi selama aku satu atap dengannya, tidak pernah dia KDRT fisik maupun mental. Justru aku yang membalas semua perbuatannya dengan membalik semuanya."
"Tapi..."
"Biar aku telepon Opa. Aku tidak yakin Rao bisa menerima jika ada surat cerai datang ke Kingaroy. Dia bisa mati, Gem!"
"Bukankah dengan begitu kamu bisa bebas?"
"Tapi tidak membuat dia mati! Aku tidak sesadis itu! Kami masih sama-sama panas dan terluka. Jangan memberikan cuka diatas luka..."
"Mintang, apa kamu sudah ada perasaan sedikitpun pada Rao?" tanya Gemini hati-hati.
"Aku tidak ada perasaan apapun pada Rao. Sekeras apapun dia berusaha menyenangkan, membuat aku nyaman tapi karena aku sudah mati rasa, tidak ada artinya Gem."
"Mintang, apapun yang terjadi nanti, jangan lupa selalu bahagia. Aku ingin melihat Mintang yang berada di Melbourne bukan Mintang yang di Singapura. Atau mungkin sekarang Mintang yang ada di Belgia. Berbahagialah dik."
Gemintang terharu mendengar ucapan kakaknya. "Thanks mbak" ucapnya sambil terisak.
***
Kingaroy Queensland Australia
Krisna masuk ke dalam rumahnya yang dalam keadaa kosong, sekosong hatinya. Tidak ada wujud Gemintang yang begitu sampai rumah langsung bergegas masuk kamarnya dan berganti pakaian lalu menuju ke dapur untuk membuat makan malam.
Pria berdarah India itu meletakkan kopernya dan menutup pintu rumahnya. Setelahnya dia membuka pintu kamar Gemintang. Harum parfum dan lavender khas Gemintang terasa di hidung Krisna. Dengan penuh perasaan jari nya menyentuh semua perabotan yang dibeli oleh istrinya dan banyak barang disana termasuk tas dokternya yang terletak di bawah rak.
Tanpa terasa air mata Krisna mengalir saat melihat meja rias Gemintang, bahkan beberapa perhiasan miliknya masih ada di kotak. Pria itu lalu membuka lemari pakaian istrinya yang masih ada disana.
"Buat apa kamu tinggal barang-barang mu Mintang kalau hanya kamu tinggalkan aku?" bisik Krisna sambil mengambil sebuah baju milik istrinya.
Krisna tidur diatas tempat tidur milik Gemintang yang masih tertinggal bau parfum dan shampoo disana.
"Apa kamu tidak tahu aku sangat mencintaimu. Aku tahu aku salah tapi apakah kita tidak bisa memulainya lagi? Aku sangat merindukanmu, Mintang... " Krisna pun menangis diatas bantal milik Gemintang sambil memeluk bajunya.
***
Brussels Belgia
Gemintang tiduran Diatas tempat tidurnya namun matanya masih saja menyalang enggan dipejamkan. Pikirannya melayang kemana-mana, Gemini yang hendak operasi mata, membuatnya tegang, berhasil atau tidak.
Dan tentu saja suaminya. Sebenci-bencinya Gemintang ke Krisna, bukan berarti dia harus bercerai saat ini juga. Jika pun mereka hendak bercerai, Gemintang lebih memilih menemui Krisna sendiri dengan membawa surat cerai dan ditandatangani berdua. Lebih gentle.
Merasa tidak bisa tidur, Gemintang memilih mengadukan semua permasalahannya kepada pencipta langit dan bumi.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️