Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Melupakan Untuk Diri Lebih Baik



Klinik Hewan Uccle Belgia


Gemintang tampak menahan amarah akibat ucapan Raj dan juga mendengar mantan suaminya sampai berlutut untuk memohon maaf ke kedua orangtuanya lalu berharap untuk kembali bersama... No way! Jika sudah mantan, untuk apa balik lagi?


Anna dan Jenny yang melihat wajah kesal Gemintang, hanya bisa diam karena bukan ranah mereka. Mereka melihat Gemintang masuk ke dalam ruang praktek nya. Beruntung hari ini hanya ada Gemintang yang praktek, dua dokter lainnya sedang berada di kebun binatang.


"Je pense qu'il a eu une grosse bagarre plus tôt ( aku rasa dia dan pria tadi bertengkar hebat )" gumam Jenny.


"Ke t'apporterai un verre ( aku akan membawakan minum )" ucap Anne sambil membuatkan teh untuk Gemintang. Selama bekerja bersama dengan gadis itu, Anna sangat menyukai bossnya. Gemintang tipe dokter yang hangat dan menyenangkan, membuat semua orang senang bekerja dengannya.


Suara pintu terbuka membuat Jenny dan Anna menoleh, keduanya menoleh dan melihat Raj masuk ke dalam.


"C'est moi... La chambre du médecin de Lexington ( ruangan dokter Lexington )?" tanya Raj.


"Puis-je vous aider ( ada yang bisa kami bantu )?" tanya Jenny.


"Elle a laissé son téléphone ( ponselnya tertinggal )" jawab Raj sambil menunjukkan ponsel bewarna ungu itu yang dikenali kedua gadis disana sebagai ponsel Gemintang.


"Sa chambre est là-bas. Son nom est sur la porte ( Ruangannya sebelah sana. Namanya ada di pintu )" tunjuk Anna. "Je délivre ( aku antar )."


Anna berjalan mendahului Raj sambil membawakan mug berisikan teh panas dan pria berdarah India itu mengikuti gadis itu. Belum sempat Anna mengetuk pintu, tiba-tiba benda pipih itu terbuka.


"Anna, kamu lihat ponselku?" tanya Gemintang panik dan mata hijaunya melihat Raj di belakang Anna.


"Ponselmu tertinggal tadi, Gemintang" senyum Raj sambil menunjukkan ponsel milik gadis itu.


"Berikan padaku..." pinta Gemintang.


Anna yang berada diantara keduanya memilih masuk ke ruangan Gemintang. "Dokter, teh anda" senyumnya ramah membuat gadis itu harus menahan emosinya ke Raj.


"Merci Anna" senyum Gemintang ke Vet tech nya. "Kamu, masuk!" perintahnya ke Raj.


Anna hanya tersenyum ke arah Raj. "Soyez patient ( bersabar lah )."


"Merci Anna" balas Raj yang kemudian masuk ke dalam ruangan Gemintang setelah menutup pintunya.


***



Ruang Praktek Gemintang


Raj melihat ruang praktek Gemintang yang kecil tapi tampak rapi dan harum green tea.


"Ponselku?" Gemintang mengulurkan tangannya ke Raj.


Pria itu menyerahkan ponsel bewarna ungu itu ke Gemintang. "Jangan sampai tertinggal lagi, Gemintang."


Gadis itu menatap Raj dengan wajah datar. "Terimakasih. Dan terimakasih sudah memanggil namaku dengan benar."


"Aku selalu memenuhi janji, Gemintang."


"Good." Gemintang duduk di kursi begitu juga dengan Raj. "Kamu tidak kembali ke rumah sakit?" tanya gadis itu yang bingung melihat Raj duduk dengan santainya.


"Sebentar lagi. Gemintang, maaf yang tadi ya."


Gemintang menatap pria yang mirip dengan mantan suaminya. "Iya."


"Kita masih bisa berteman? Bolehkah?" tanya Raj dengan wajah serius tapi penuh harap.


"Aku bukan orang yang suka berhandai-handai dengan orang yang... Sudahlah. Benar kata orang, melupakan adalah keterpaksaan yang harus dilakukan demi diri kita. Aku tidak mau sakit, jadi aku harus berusaha melupakan apa yang terjadi di Singapura... Apalagi sudah sekian tahun berlalu..." gumam Gemintang.


"Luka masa lalu yang bangkit kembali adalah cara Tuhan memastikan bahwa kamu lebih kuat dari sebelumnya. Kamu itu kuat Gemintang... Ingatlah kamu itu kuat dan sekarang kamu jauh lebih kuat." Raj menatap lurus ke Gemintang dengan sorot mata lembut.


"Aku... hanya berusaha kuat..." bisik Gemintang.


"Justru disaat kamu berusaha kuat, kamu menjadi kuat." Raj pun berdiri. "Be strong Gemintang. Aku yakin kamu bisa melepaskan semua yang menjadi penyakit hatimu karena dengan begitu, kamu akan mendapatkan kebahagiaan nanti."


Gemintang menatap Raj dengan tertegun lalu tersenyum. "You're right Arjun. Terimakasih."


"Gemintang, aku berjanji padamu, mulai detik ini aku tidak akan membicarakan kembaran ku padamu lagi. Sudah waktunya kamu melepaskan semuanya tentang dia..."


"Termasuk kamu? Kan kamu masih ada hubungan dengan dia."


Gemintang tertawa kecil.


"Kita berteman?" tanya Raj.


"Selama kamu menepati janji mu, kita bisa berteman" senyum Gemintang.


"Good. Kalau begitu aku permisi dulu." Raj berjalan menuju pintu untuk membukanya. "Banyaklah tersenyum Gemintang, wajahmu jadi cerah."


Gemintang hanya mengangguk. Raj membuka pintunya dan keluar dari ruang praktek Gemintang.


Aku harus bahagia. Kamu bisa Mintang, jangan terpaku masa lalu. Kamu harus melawannya semua mimpi buruk mu... Karena kamu kuat, Mintang. Gemintang menatap wajahnya di cermin untuk mensugesti dirinya sendiri berdasarkan ajaran Zinnia. You're beautiful, you're smart, and you're loved by your family. ( kamu cantik, kamu cerdas dan kamu disayang keluarga mu ). Kurang apalagi?


***


Seminggu usai pertemuannya dengan Raj, hati Gemintang menjadi lebih baik. Dan hari ini menurut rencana, Gemintang akan menuju ke istana Brussels untuk merayakan tahun baru bersama dengan ketiga keponakannya serta kedua kakaknya.


Gadis itu sudah bersiap di dalam mobil mini Cooper nya yang bewarna merah ketika Zinnia menelponnya.


"Kamu dimana Mintang?" tanya Zinnia.


"Ini sudah di dalam mobil mbak. Mau kesana" jawab Gemintang.


"Hati-hati. Jalannya licin, Mintang" pesan Zinnia. "Nanti masuk saja lewat belakang, Sean sudah memberitahukan bahwa mobilmu akan datang ke penjaga belakang."


"Oke mbak. Aku berangkat dulu. Ini sudah aku bawakan banyak makanan buat anak-anak dan anak berbulu."


Zinnia tertawa. "Kamu tuh sukanya repot. Wis hati-hati, sayang."


"Thanks mbak."


Gemintang menstater mobilnya dan keluar dari villa itu yang pintu gerbangnya tertutup otomatis. Di perjalanan, gadis itu menyetel lagu-lagu kesukaannya dan dirinya bersenandung dengan hati riang karena akan bertemu dengan keponakannya yang sedang gagal merayu Daddynya.


Yup, tiga phase Arsya tidak berhasil membuat Sean membatalkan keputusannya melarang tiga sepupu iparnya masuk Belgia. Shinichi semalam sampai menangis drama di layar MacBook Gemintang.


Gadis itu cekikikan mengingat bagaimana semalam sepupunya kandungnya merengek karena maklumat Sean masih berlaku.


"Ya ampun, Shinchan..." kekehnya. Tak lama tawanya menghilang melihat kemacetan di jalan menuju Bruxelles.


Mata hijau Gemintang menatap kaca depan mobilnya yang menampakkan banyak orang turun.


"Ada apa?" gumamnya bingung. Gemintang pun keluar dari mobilnya. "Hey, Que se passe-t-il ( Apa yang terjadi )?" tanya gadis itu ke seseorang yang juga keluar dari mobilnya.


"Je pense qu'il y a eu un accident ( aku rasa ada kecelakaan )" jawab orang itu.


Mendengar kata kecelakaan membuat Gemintang segera mengambil tas dokternya. Meskipun itu untuk hewan, tapi setidaknya alat-alat kedokteran nya bisa untuk manusia.


Gemintang pun mengunci mobilnya dan berjalan diantara mobil-mobil yang berhenti. "C'est moi... Permisi" ucapnya berulang.


"Gemintang!"


Gadis itu menoleh dan melihat Raj juga membawa tas dokternya.


"Aku bantu!" ucap pria itu.


Keduanya tiba di lokasi dan tampak dua mobil saling bertabrakan membuat penumpang masing-masing tergencet mobil masing-masing.


"Dokter Rao! Thanks God, kamu ada" seru seorang pria yang sedang menolong penumpang yang di mobil hitam. "Ambulans akan datang sebentar lagi tapi aku tidak bisa menolong mobil merah itu!"


"Jangan khawatir, aku dan dokter Lexington akan mengurusnya." Raj menarik tangan Gemintang. "Aku tahu kamu dokter hewan tapi semua basic kedokteran sama. Kita bantu penumpang itu. Oke?"


"Oke."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️