Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
What the...?



Brussels Belgia


Raj dan Gemintang berjalan menuju tempat parkir usai menonton bioskop. Raj membukakan pintu penumpang dan mempersilahkan Gemintang masuk. Sesaat gadis itu teringat mantan suaminya tapi kali ini bukan mantan suaminya tapi saudara kembarnya.


"Silahkan, my lady" senyum Raj membuat Gemintang ikut tersenyum juga.


"Danke" balas Gemintang yang langsung masuk dan duduk manis di dalam mobil.


"Gemintang" panggil Raj usai dirinya masuk dalam mobil dan duduk di sebelah Gemintang.


"Apa Arjun?"


"Maaf tapi apa boleh aku antar kamu pulang ke rumah? Aku tidak tega melihat kamu naik sepeda ke rumah mu malam-malam."


Gemintang menatap Raj yang tampak tulus dan sejujurnya dirinya pun merasa lelah serta mengantuk.


"Oke. Aku kasih petunjuknya." Gemintang memasukkan alamat rumahnya di layar GPS monitor mobil Raj.


"Berangkat" ucap Raj. Gemintang pun mengangguk.


***


Manchester Inggris


"Kamu pulang naik apa, Sari?" tanya Krisna melihat gadis itu bersiap untuk pulang.


"Aku bawa mobil kok. Kamu?" Apsarini menatap Krisna.


"Aku bawa mobil juga."


"Oh. Oke" senyum Apsarini.


"Sari ..."


"Ya?" Apsarini menyangklongkan tas Louis Vuitton nya.


"Boleh aku minta nomor kontakmu?" tanya Krisna.


"Buat?"


"Kalau aku butuh tiket Manchester United, bisa hubungi kamu kan?"cengir Krisna.


"Hahahaha, you're right. Aku memang calo tiket" bisik Apsarini dengan memasang wajah jenaka.


Krisna tertawa. Keduanya pun saling bertukar nomor ponsel dan setelahnya mereka keluar dari Starbucks menuju mobil masing-masing.


***


Uccle Belgia


Raj menghentikan mobilnya di depan sebuah villa yang lengkap dengan penjagaan CCTV dan seorang pria keluar dari gerbang yang seperti benteng. Villa yang lokasinya sedikit tersembunyi itu membuat Raj sadar bahwa Gemintang memang sepupu ratu Zinnia.


"Terima kasih Raj, sudah mengantarkan aku pulang dan terima kasih sudah mentraktir aku nonton plus pop corn" senyum Gemintang.


"Besok...Eh besok Minggu ya..."


"Iya besok Minggu." Gemintang bersiap untuk keluar mobil tapi suara Raj menahannya.


"Kamu suka olahraga?"


Gemintang menoleh. "Olahraga apa yang kamu maksud?"


"Jogging... atau sepeda?"


Gemintang tertawa. "Arjun, aku berolahraga setiap hari dengan sepeda."


"Besok kita jogging di taman bagaimana? Aku jemput."


Gemintang menggelengkan kepalanya. "Maaf Arjun, aku ingin istirahat. Apa kamu tidak ingin beristirahat dari segala rutinitas di rumah sakit?"


"Ah... begitu ya. Oke tidak masalah. Santai saja Gemintang" senyum Raj.


"Oke. Aku turun dulu. Lihat Otto sudah menunggu aku." Gemintang menunjuk pengawalnya. Tadi Gemintang menyuruhnya pulang terlebih dahulu karena dia hendak pergi dengan Raj.


Raj turun dari mobilnya. "Hai Otto. Lady mu sudah aku antar pulang" sapa Raj.


"Sure Mr Rao. Terimakasih" balas Otto sambil menghampiri Gemintang yang sedang dibukakan pintunya oleh pria berdarah India itu.


"Thanks Arjun. Hati-hati pulangnya."


Raj mengangguk lalu masuk ke dalam mobilnya. "Good night Gemintang" salamnya sambil menstater mobilnya.


"Good nigt Arjun."


Mobil milik Raj pun keluar dari lingkungan villa Gemintang sedangkan gadis itu masuk bersama Otto.


***


Seminggu usai acara nonton bioskop, Gemintang mendapatkan berita menyedihkan. Takeshi Takara wafat akibat serangan jantung. Hari itu juga, Gemintang meminta ijin kepada kepala klinik untuk pergi ke Tokyo bersama dengan Raja Sean dan Ratu Zinnia. Tentu saja kepala klinik memberikan ijin karena Gemintang pergi dengan penguasa negeri itu.


Di perjalanan, Gemintang mengirimkan pesan kepada Raj jika dirinya dalam perjalanan ke Tokyo untuk menghadiri pemakaman Opanya. Raj pun langsung menelpon Gemintang yang berada di dalam pesawat kerajaan Belgia.


"Bukan, mertua plus ayah tiri Oom Hideo dan Tante Fayza. It's complicated tapi intinya Opaku juga" senyum Gemintang yang pusing dengan silsilah keluarganya sendiri.


"Kalau dia orang Jepang asli berarti dikremasi kan? Macam orang Hindu India dan Bali."


"Iya, menurut rencana, abunya Opa akan ditempatkan di pemakaman keluarga Takara tapi rumah duka akan dibuka selama tiga hari untuk memberikan kesempatan pada pelayat datang dari negara jauh-jauh."


"Maaf tidak bisa menemani kamu, Gemintang."


"Tidak apa-apa Arjun."


Interaksi Gemintang dan Raj tentu saja membuat Zinnia dan Sean saling berpandangan.


"Zee, jika Mintang bersama dengan saudara kembarnya Krisna... Apa keluarga kamu tidak gegeran?" bisik Sean ke Zinnia.


"Yang jelas malah jadi kacau, Sean. Oom Haris harus berbesan dengan besan yang sama tapi menantu yang berbeda. Mungkin saja, ini jodoh Mintang yang tertukar?" Zinnia menatap Sean.


"Really? Jodoh dengan anak kembar yang tertukar? Macam judul novel saja Zee !" cebik Sean.


Zinnia cekikikan. "Itu judul yang bagus lagi Sean."


Sean memicingkan matanya. "Seriously!"


***


Tokyo Jepang Tiga Hari Kemudian


Gemintang dan Gemini sedang asyik mengobrol apalagi mereka sudah lama tidak bertemu dan besok semua orang akan kembali ke negara masing-masing. Michel sendiri membebaskan istrinya untuk berbicara berdua dengan saudara kembarnya. Calon Daddy itu memilih mengobrol dengan para sepupu prianya yang sebaya.


"So, Minggu depan kalian kontrol lagi?" tanya Gemintang. "Michel masih penasaran?"


"Masih lah! Kamu tahu, suamiku itu makin kesini makin jenaka. Bisa-bisanya dia membeli alat USG sendiri untuk memeriksa jenis kelamin anaknya!"


Gemintang melongo. "Astaghfirullah! Serius?"


"Serius! Kamu tahu kan alat USG portabel?"


"Gem, aku seorang dokter hewan dan alat itu selalu aku bawa jika harus kunjungan ke rumah pasien. Jadi aku tahu lah. Lalu, apakah berhasil?"


Gemini mengambil ponselnya dan menunjukkan hasil foto USG ala-ala Michel demi menjawab rasa penasarannya. "Lihat. Menurut kamu, anak kami cowok atau cewek?"


Gemintang menzoom foto itu dan melihatnya dengan teliti. "Gem, aku rasa kalian akan menanti seorang jagoan. Lihat, ini the thing" kekeh Gemintang sambil menunjukkan bagian yang tampak imut itu.


"Are you sure Mintang?"


"Coba tanya mbak Bee." Gemintang melihat Blaze sedang berjalan menuju Dojo. "Mbak Bee!"


Blaze Bianchi lalu menghampiri dua adik kembarnya. "Ada apa duo G?"


"Mbak, ini cowok atau cewek?" tanya Gemintang sambil menunjukkan foto USG Gemini.


"Lho masa doktermu tidak memberitahukan Gem?" Blaze menatap Gemini setelah melihat foto di ponsel adiknya itu.


"Ini aku USG sendiri di rumah mbak. Michel penasaran."


Ekspresi Blaze sama dengan ekspresi Gemintang. "You've got be kidding me!" gelak istri Samuel Prasetyo itu. "Oke, anakmu cowok Gem. Kenapa aku tahu, sebab Rase foto USG nya dulu juga begini." Blaze memeluk Gemini. "Congratulations."


Gemini tampak senang. "Alhamdulillah. Terimakasih."


"Michel pasti senang!" ucap Gemintang ikut senang.


"Mbak Mintang."


Ketiga wanita itu menoleh dan tampak Apsarini disana. "Ada apa Sari?" tanya Blaze.


"Aku mau bicara berdua dengan mbak Mintang. Boleh?" Apsarini tersenyum ke arah ketiga kakaknya.


"Sure." Gemintang berdiri dari duduknya dan menghampiri adiknya. "Mau bicara apa?"


Apsarini mengajak Gemintang ke sebuah gazebo disana lalu keduanya duduk berdua.


"Mbak, apakah mbak Mintang tidak keberatan jika aku akrab dengan mantan suami mbak?"


Gemintang terkejut. "Maksud mu Krisna Rao?"


Apsarini mengangguk.


Wajah Gemintang tampak gusar. What's going on in here?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️