Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Kembali Ke Kingaroy Queensland



Hilton Hotel New York


Krisna mengambil makanan untuk sarapan dengan wajah kesal melihat Gemintang mengacuhkannya. Setelah mengambil apa yang didapatnya, Krisna duduk di hadapan istrinya yang masih dengan santainya menikmati sarapan.


Mata hijau Gemintang berubah menjadi cerah ketika melihat Gemini datang dengan digandeng Michel. Gemintang melambaikan tangan ke Michel yang melihatnya lalu pria itu membisikkan sesuatu ke Gemini. Tak lama saudara kembar Gemintang pun menghampiri keduanya.


"Halo Gemini, halo Krisna" sapa Michel.


"Kamu duduk disini Gem" ucap Gemintang sambil menarik kursi di meja makan sebelah meja Gemintang dan Krisna.


Gemini pun duduk di kursi yang sudah disiapkan Gemintang sedangkan Michel dan Krisna saling bersalaman.


"Kamu mau apa Gem? Aku ambilkan?" tawar Michel.


Gemini menyebutkan makanan yang diinginkan dan Michel pun mengangguk. "Akan aku ambilkan, Gem."


"Terimakasih Michel."


Krisna melihat interaski antara Michel dan Gemini yang berbeda dengannya dan Gemintang.


"Kalian langsung pulang ke Kingaroy hari ini?" tanya Gemini yang digenggam tangannya oleh Gemintang yang duduk di sebelahnya.


"Jadi Gem. Nanti setelah jam 12 siang."


"Kalian mampir ke rumah Opa?"


"Mampir lah Gem. Berpamitan dengan Opa, Oma, mommy dan Daddy. Katanya juga lusa sudah kembali ke Jakarta."


"Kowe Karo Krisna piyeee? Gak Ono perubahan? ( kamu sama Krisna gimana? Belum ada perubahan )?" tanya Gemini.


"Kethoke tekan dekne jeleh Karo aku tur bar ngunu nalak aku. Aku iso ambegan Lego mengko ( Sepertinya sampai dia sebal sama aku terus dia nalak aku. Aku bisa bernafas lega nanti )" senyum Gemintang getir.


"Mintang, Wis yakin Kowe ( sudah yakin kamu )?" tanya Gemini.


"Insyaallah."


Michel datang untuk membawakan makanan yang diminta Gemini. "Gem, garpu di sini" ucap Michel sambil memegang tangan istrinya. "Ini pisaunya."


"Terimakasih Michel." Meskipun Gemini tidak memiliki perasaan lebih ke suaminya, tapi dia tetap berterimakasih ke Michel.


Krisna menatap Gemintang yang masih mengawasi kembarannya. Gadis bermata hijau tampak tersenyum tipis melihat Michel begitu telaten membantu Gemini sarapan.


"Grazie Michel" ucap Gemintang tulus.


"Prego, Mintang" senyum Michel sambil menatap Gemini lembut.


Krisna hanya diam saja melihat ketiganya. Meskipun dia tahu Gemintang lebih concern ke Gemini, tapi dirinya cemburu melihat ucapan istrinya ke suami kembarannya. Sederhana tapi terdengar tulus dan lembut, sangat berbeda jika berbicara dengannya.


"Kamu sudah selesai sarapannya, Mintang?" tanya Krisna membuat kedua gadis kembar itu menoleh ke arah pria India yang memasang wajah datar.


"Sudah. Kita pulang sekarang?" balas Gemintang dengan nada dingin.


"Iya. Kita masih harus mampir ke rumah Opa mu kan?"


Gemintang mengangguk. "Gem, Michel, kita pulang dulu ya."


"Hati-hati, Mintang" ucap Gemini yang mendapat pelukan dari Gemintang.


"You too Gem."


"Telepon tiap hari?"


"Of course Gem. Michel, kami pulang dulu." Gemintang menyalami iparnya.


"Kalian berhati-hatilah." Michel berbisik ke arah Krisna. "Bersabarlah, Krisna. We have same situation here ( kita memiliki situasi yang sama )."


"Grazie Michel." Krisna tersenyum kecut. "Kami pulang dulu Gemini."


"Take care."


***


Kingaroy Queensland Australia


Setelah menempuh perjalanan hampir 26 jam di pesawat dari New York menuju Queensland, akhirnya Gemintang dan Krisna tiba di Kingaroy.


Sebuah mobil yang dikirimkan oleh Fathir datang menjemput keduanya dan segera mengantarkan ke rumah yang dibeli oleh Krisna yang dekat dengan Ranch milik Fathir.


Sepanjang perjalanan, keduanya tidak banyak bicara bahkan Gemintang seolah tidak mau disentuh oleh suaminya.


"Apa benar rumahnya yang ini Rao?" tanya sopir Fathir.


"Iya, Jock." Krisna melirik ke arah Gemintang yang tampak terpesona dengan rumah khas country Australia.



"Suka dengan rumahnya?" tanya Krisna ke Gemintang saat mereka turun dari mobil yang terparkir di carport. Setelah menurunkan semua koper dan bawaannya, Jock pun pergi meninggalkan keduanya karena ini sudah malam.


"Suka" jawab Gemintang pendek.


"Mobilku, akan aku ambil besok Mintang. Toh hanya berjarak beberapa meter saja dari ranch" ucap Krisna. "Besok kita jalan kaki saja. Tidak apa-apa kan?"


"Tidak apa-apa."


"Ayo masuk, biar kamu tahu dalamnya." Krisna menarik tangan Gemintang tapi istrinya menolak.


"Aku bisa jalan sendiri." Gemintang mengibaskan tangan Krisna.


Krisna hanya bisa menatap dingin ke Gemintang. "Bahkan kamu dipegang pun tidak mau?"


"Buka pintu rumahnya, aku sangat lelah." Gemintang mengacuhkan ucapan tajam suaminya.


Krisna membuka pintu rumahnya yang menggunakan dobel lock. "Mintang, sini kemarikan tanganmu."


"Untuk apa?"


"Biar sidik jarimu terdata di lock pintu. Dan daftarkan juga password kamu. Nanti kamu juga akan dapat kunci rumah sendiri."


Gemintang menempelkan jempolnya di pintu rumah lalu memasukkan kode password yang menggunakan tanggal pernikahan mereka. Krisna yang membaca angka yang dimasukkan hanya tersenyum tipis. Ternyata angka yang dimasukkan sama denganku.


"Kenapa kamu memilih tanggal pernikahan kita untuk menjadi kode password?" Akhirnya Krisna tidak tahan untuk bertanya.


"Biar gampang."


Krisna memencet tombol dan membuka rumah mereka. Wajah Gemintang tampak kagum dengan interior yang dipilih oleh Krisna yang memang merupakan seleranya.



"Bagaimana? Suka?" tanya Krisna.


"Suka. Terimakasih. Dimana kamar tidurku?"


"Kamu tetap tidur terpisah?" Krisna cukup tercengang karena sampai di Kingaroy pun Gemintang menolaknya.


"Bukankah aku sudah bilang? So, dimana kamar. tidurku? Jika kamu sengaja hanya membuat satu kamar tidur yang bisa digunakan, maka aku akan tidur di sofa ruang tengah."


Krisna melongo. Dia memang sengaja mengosongkan dua kamar yang lain agar Gemintang mau tidur bersamanya.


"Benar kan? Kamu memang tidak bisa dipercaya, Rao!" hardik Gemintang kesal.


"Mintang! Please! Aku capek! Kamu capek! Kita semua capek! Dan aku sedang tidak ingin bertengkar dengan mu!"


"Kalau kamu tidak licik, kita tidak akan bertengkar malam-malam seperti ini!" bentak Gemintang. Jujur dia memang lelah dan jika sudah begini, Gemintang berdoa jangan sampai migrain nya kambuh.


"Mintang!" Krisna mendekati istrinya. "Please, jangan keras kepala. Aku tidak mau kamu sakit" ucapnya lembut.


Gemintang menatap tajam ke Krisna. "Aku tidak mau tahu ya Rao! Besok sudah ada perabotan di kamar aku!"


Krisna hanya mengangguk. "Iya Mintang."


***



Gemintang melihat desain kamar tidur yang disiapkan Krisna untuk beristirahat. Diluar rasa bencinya dengan suaminya, Gemintang mengakui selera interior Krisna memang sama dengan dirinya.


"Kamar mandinya sebelah sini, Mintang."


Gemintang mengangguk dan membuka kopernya lalu mengambil baju tidurnya yang berupa kaos dan celana panjang.


Krisna hanya memperhatikan istrinya tanpa berkata apa-apa. Pria itu lalu mengambil kopernya dan memasukkan ke dalam walk in closet yang tersedia tapi belum terisi semuanya. Jasa interior itu hanya memasukkan baju-bajunya yang terdapat di paviliun tapi baju Gemintang yang masih tertinggal di rumah Fathir, belum diambil semuanya.


Gemintang sudah selesai membersihkan diri dan tanpa berkata apapun, dirinya langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, menarik selimut, dan memejamkan matanya dengan posisi memiringkan tubuhnya untuk membelakangi Krisna.


Pria India itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap Gemintang yang terang-terangan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mau melihatnya bahkan dalam satu tempat tidur.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Maaf baru up soalnya ada keponakan datang


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️