
Brussels Belgia
Krisna menatap tajam ke pria yang memiliki wajah sama dengan dirinya hanya bedanya alis kanan Raj terpotong karena ada bekas luka disana. Sisanya, semua mirip!
"Soal rumah Kingaroy..."
"Itu buat kamu Mintang. Masih seperti awal kamu pergi. Tidak ada yang berubah dan ada orang yang rutin membersihkan tapi kamarmu tetap aku kunci."
Gemintang menatap bingung. "Kenapa dikunci?"
"Karena aku tidak mau ada orang lain yang masuk kesana. Hanya kamarku dan kamarmu yang aku kunci. Kamu masih ingat password nya kan?" jawab Krisna.
Raj terdiam mendengar percakapan mantan suami istri itu. Meskipun bisa meraba, tapi Raj tidak menyangka mereka pisah ranjang selama menikah. Apa Gemintang tidak pernah tidur bersama Krisna?
"Bottom line, kita sudah waktunya untuk move on Rao. Aku tidak mempermasalahkan kamu berkencan dengan Sari tapi aku minta, jangan kamu sakiti. Sari benar-benar mencintaimu..."
"Tapi aku.."
Gemintang mengangkat tangannya. "Just Don't! Kita sudah berpisah dan sudah memiliki kehidupan masing-masing."
"Mintang... "
"Kita makan dulu. Aku sudah lapar" potong Raj agar suasana di meja tidak memanas.
Gemintang mengangguk dan mereka semua pun menyantap hidangan yang sudah mulai agak dingin akibat perdebatan tidak usai.
***
"Kamu menginap dimana Kris?" tanya Raj basa basi.
"Di Meininger. Kamu sendiri? Apartemen kamu dekat dengan hotelku?"
"Hotelmu dan apartemen ku sekitar lima belas menit by car."
Gemintang hanya terdiam mendengarkan percakapan dua saudara kembar itu dan lebih suka konsentrasi menyantap hidangannya.
"Apa kalian sering bertemu?" Krisna menatap keduanya dengan tatapan menyelidik.
"Dibilang sering juga tidak karena aku sibuk di rumah sakit dan Gemintang juga sibuk di klinik hewannya. Dia bekerja di sebuah klinik yang berada di daerah pinggiran kota Brussels."
"Tapi kalian sering bertemu kan?" Tidak dipungkiri Krisna merasa kesal dengan saudara kembarnya yang tidak memberitahukan keberadaan mantan istrinya.
"Paling tidak sebulan sekali bertemu" jawab Raj diplomatis. "Kamu tahu sendiri kan sibuknya dokter bedah."
"Mintang, apakah kamu berkencan dengan Raj?"
"Rao, dengan siapa aku berkencan atau menikah lagi, bukan menjadi kapasitas kamu menjadi sok heboh. Kita sudah sendiri-sendiri sekarang dan aku juga tidak akan merasa cemburu jika kamu sudah mendapatkan pengganti ku."
"Kamu itu tidak tergantikan, Mintang..."
"Lalu Sari?"
"Pelipur laraku kau pergi dari sisiku..."
Gemintang terdiam. "Aku memang harus pergi Rao karena tidak bagus untuk kesehatan mental aku..."
Gemintang menggelengkan kepalanya. "Alhamdulillah sudah tidak pernah mengalaminya lagi. Dan psikolog itu benar, jika sumber penyakitku hilang, maka aku akan sembuh dengan sendirinya."
"Kamu sampai harus ke psikolog?" Raj menatap Gemintang terkejut.
"Sebenarnya bukan konseling soal itu tapi Rao yang meminta untuk membantu memecahkan persoalan pernikahan kami" jawab Gemintang. "Dan psikolog itu meminta agar kami ada jeda, time out dan perpisahan sementara sembari menelisik perasaan kami masing-masing. Dan detik itu juga aku memutuskan untuk pergi dan berpisah dari Rao."
"Kris, kamu lihat sendiri kan efeknya? Dan pertemuan malam ini adalah sebagai closure, tutup buku kisah kalian. Aku bukan psikolog tapi demi kenyamanan dan kebahagiaan masing-masing pihak, jangan memikirkan yang sudah lewat. Gemintang sudah move on dan kamu pun sudah bersama Sari. Itu adalah langkah awal kalian sudah bisa hidup tanpa saling menyakiti" papar Raj.
"Aku memang sudah berusaha mengikhlaskan tapi ... Melihat kamu Mintang..." Krisna menatap Gemintang dengan berbagai macam emosi campur aduk di matanya.
"Let go. Lepaskan semua bayangan dan impian mu tentang aku. Impian hidup bersama yang semuanya adalah semu. Back to reality, bukan aku yang bersamamu tapi ada seseorang yang jauh lebih pantas untukmu karena dia memiliki cinta yang besar padamu." Gemintang menatap Krisna serius.
Krisna membuang nafasnya kasar. "Andaikan waktu bisa diputar..."
"Mungkin akan berbeda ... Dan ternyata memang ini jalannya..." ucap Gemintang.
Krisna mengangguk. "Sudah waktunya aku pulang. Setidaknya, kita sudah mengungkapkan isi hati masing-masing bukan?"
"Kamu cuti berapa hari, Kris?" tanya Raj.
"Aku besok sudah kembali ke Manchester karena Senin ada meeting penting." Krisna pun berdiri. "Selamat tinggal Mintang, terimakasih atas enam bulan kita hidup bersama yang bagiku sangat indah dan betapa aku bodoh melakukan hal yang bodoh kepada wanita yang aku cintai. Terimakasih selama enam bulan meskipun kamu tidak suka padaku, tapi kamu tetap menjadi istri yang baik."
Raj dan Gemintang pun berdiri.
"Bye Mintang. Sampai kapanpun, namamu selalu ada dalam hatiku..." Krisna mengulurkan tangannya yang dibalas Gemintang.
Krisna berusaha mati-matian untuk tidak mencium pipi atau pun kening mantan istrinya agar suasana yang sudah kondusif akan berantakan lagi.
Usai bersalaman dengan Gemintang, Krisna menghampiri saudara kembarnya. Keduanya saling berpelukan.
"Aku titip Mintang Raj. Dia wanita terbaik yang aku kenal..." Tidak dipungkiri ada nada getir disana.
"Aku akan selalu menjaga Gemintang" ucap Raj tegas.
"Thank you. Aku pulang dulu." Krisna mengangguk dan berjalan menuju pintu keluar restauran.
Raj menoleh ke arah Gemintang yang masih menatap kepergian Krisna. "Gemintang? Are you okay?"
Gemintang tersenyum lalu menatap Raj. "I'm fine. Dan aku sangat lega teramat dalam karena kembaranmu mau melepaskan semua tentang aku... Akhirnya... Alhamdulillah."
"I'm so happy for you. Kamu tenang saja, aku akan selalu menjaga kamu dari kembaranku."
Gemintang mengangguk. "Thank you Arjun."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️