
Melbourne Australia
Seharian Krisna Rao mengikuti kemana Gemintang pergi bersama dengan keluarganya dan di benaknya, pria itu ingin menjadi bagian dari keluarga Lexington dan bisa bersama gadis bermata hijau Jamrud itu.
Menjelang malam, keluarga Lexington pun kembali ke hotel setelah mereka menikmati makan malam di sebuah restauran mewah di jantung kota Melbourne. Krisna menunggu sampai keluarga Lexington masuk ke dalam hotel, baru dirinya masuk.
Mau anda larang saya melihat Mintang kuliah, saya tetap akan datang Mr Haris Lexington.
***
Turin Italia
Dante Mancini kedatangan tamu yang selain salah satu kenalan baik keluarga besar Mancini tapi juga saingan bisnis anggurnya. Pria itu datang membawakan hadiah untuk Vicenzo yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang kedua.
"Michel de Luca... Ada angin apa datang ke mansion Mancini?" kekeh Dante sambil menyambut Michel.
"Aku dengar penerus keluarga Mancini Bianchi berulang tahun jadi tentu saja aku datang membawakan hadiah untuk Vicenzo" jawab Michel sambil menyerahkan paper bag yang berisikan kotak-kotak terbungkus kertas kado lucu-lucu.
"Asal hadiahnya bukan senjata, aku terima dengan senang hati" senyum Dante.
"Really Dante? I'm not that kind of uncle" kekeh Michel.
"Hai Michel" sapa Leia sambil menggendong Vicenzo yang tersenyum melihat paman Michel nya.
"Halo Leia" sapa Michel sambil mencium pipi hot mommy itu lalu mengusap kepala Vicenzo yang tertawa senang.
"Vic mau digendong Paman Michel?" tanya Leia. Vicenzo segera mengulurkan tangannya minta gendong ke Michel yang dengan senang hati menggendong batita lucu itu.
"Kamu sudah pantas lho punya anak sendiri" goda Dante sambil meraih pinggang Leia.
"Belum mendapatkan gadis yang cocok" sahut Michel sambil memasang wajah lucu ke Vicenzo.
"Kabarnya kamu bekerja sama dengan Gemini soal pariwisata?" tanya Leia.
"Yup. Resort yang di renovasi PRC Group memang berdekatan dengan kebun anggurku. Jadi kenapa tidak saling bekerjasama setelah kita mengalami resesi ?"
"Gemini di Palermo?"
"Nope. Dia ke Melbourne. Kata Juan Pablo, pegawainya, menghadiri wisuda saudara kembarnya."
***
Melbourne Australia
Haris dan Freya bersama Gemini tampak semangat memberikan tepuk tangan saat Gemintang maju untuk pemindahan tassel toga. Gadis yang mendapatkan Suma cumlaude itu tersenyum lebar melihat keluarganya heboh sendiri, lupa kalau Haris dan Freya Lexington adalah pebisnis besar.
Usai acara, Gemintang yang masih memakai toga pun berfoto bersama dengan keluarganya. Keempat anggota keluarga Lexington itu dengan cueknya melakukan wefie ( jamak dari selfie ) di halaman kampus. Sebelumnya mereka melakukan foto studio yang disediakan di kampus.
"Alhamdulillah, anak aku sudah selesai sekolahnya tinggal mengamalkan ilmunya" senyum Freya yang bangga dengan prestasi kedua putri kembarnya. "Sayang, kenapa tidak ada yang mau mengikuti jejak aku mencari penampakan sih?"
Haris dan dua putrinya menatap horor wanita berambut pirang itu. "Seriously Freya?" tegur Haris yang membuat istrinya manyun. Keempatnya sedang berjalan menuju mobil yang terparkir di area parkir.
"Mintang".
Keempat anggota keluarga Lexington menengok ke belakang dan tampak Krisna membawakan bunga Kamboja yang merupakan di kalangan bangsa India terutama beragama Hindu berarti dedikasi dan pengabdian.
Di beberapa daerah di India Selatan, bunga kamboja digunakan dalam pernikahan, bunga ini juga dikenakan pada rambut pengantin wanita. Dalam budaya Cina, bunga kamboja bisa berhubungan dengan cinta.
"Kok bunganya bunga kuburan?" bisik Freya ke Haris yang langsung mendelik mendengar komentar istrinya.
"Kenapa kamu bawakan Mintang bunga Kamboja?" tanya Gemini judes.
"Ada filosofinya di bunga ini meskipun aku bukan seorang Hindu" jawab Krisna sambil tetap menatap Gemintang yang hanya menatap dingin ke Krisna. "Ini untukmu."
"Selamat ya. Suma cumlaude pula." Krisna menatap lembut ke Gemintang.
"Terimakasih" jawab gadis itu pelan.
"Ayo Mintang, kita masih harus pergi." Haris menghela tubuh putrinya untuk masuk ke dalam mobil bersama dengan Freya dan Gemini. "Kalian duluan, Daddy masih ada urusan dengan anak Bollywood ini!"
Setelah istri dan kedua putrinya masuk ke dalam mobil, Haris menatap tajam ke Krisna. "Apa kamu tidak paham arti back off, mundurlah!"
"No, Sir. Saya tidak akan mundur."
"Kamu tidak diterima, Rao."
"Anda akan menerima saya Mr Lexington."
"Mintang tertekan karena kamu!" bentak Haris. "Dan saya sebagai ayahnya, tidak terima atas semua perbuatan kamu di Singapura!"
"Saya minta maaf, Mr Lexington, itu memang salah saya tapi anda harus tahu alasannya. Saya benar-benar mencintai Gemintang.!"
"Itu bukan cinta, Rao! Itu obsesi! Dan saya akan menarik Mintang dari ranch Fathir agar tidak bertemu kamu lagi! Selamanya!" putua Haris.
Krisna terkejut. "Jangan, Mr Lexington. Mintang sangat menyukai pekerjaan di Ranch Mr Hassan."
"Mintang yang pergi, atau kamu yang pergi?" ancam Haris.
Krisna ternganga mendengar ultimatum Haris. "Jangan Mr Lexington. Baik, saya yang back off. Saya tidak akan mengganggu Mintang dan kami akan bekerja sesuai dengan job desk masing-masing."
"Jika aku mendengar kamu mendekati Gemintang lagi, aku tidak akan segan-segan menghajarmu!" ancam Haris.
Krisna Rao hanya bisa mengangguk. Haris pun berbalik lalu menuju mobilnya. Setelahnya mobil hitam itu pun meninggalkan parkiran kampus Gemintang.
Krisna berdiri menatap mobil itu sampai menghilang ke jalan raya sebelum dirinya masuk ke dalam mobilnya sendiri. Tidak apa aku mundur sementara, Mr Lexington. Masih banyak jalan menuju ke Roma.
***
Sehari usai wisuda, keempat anggota keluarga Lexington terbang ke Kingaroy Airport untuk bertemu dengan Fathir dan Fahira Hassan. Pesawat Gulfstream milik PRC Group itu pun mendarat sempurna disana dan keempatnya sudah dijemput oleh Fathir sendiri.
"Jangan kamu cari penampakan disini ya mbak Freya" cengir Fathir yang membuat Freya melengos.
"Padahal lokasinya mendukung..." gumam Freya.
"Bukannya Kingaroy terkenal dengan perkebunan kacangnya, Thir?" komentar Haris setelah semuanya masuk mobil. "Kenapa kamu memilih apel dan tanaman lainnya?"
"Sudah terlalu banyak petani kacang, mas Haris. Aku lebih memilih perkebunan apel, anggur, lavender dan sayuran selain peternakan sapi, ayam dan kambing."
"Tapi kamu sukses sekarang, Thir" puji Freya yang salut dengan adik Falisha itu.
"Butuh kerja keras mbak. Dan aku bersyukur ditemukan dengan Fahira yang mau bersama ku untuk jatuh bangun membangun ranch aku. Aku jadi teringat obrolan saat pernikahan Alaric atau Alea ya, bahwa carilah istri yang mau jatuh bangun bersama kamu dari awal jadi dari situ, kamu bisa melihat dan menghargai pengorbanannya untuk bisa sukses bersamamu."
Haris dan Freya menatap Fathir dengan tatapan bangga karena berani menentang ayahnya Kareem Hassan untuk bisa berdikari dari tabungannya sendiri meskipun ayahnya menentang keras.
"Opa Javier adalah orang yang membuat aku berani mengambil langkah nekad ini. Jika kamu tidak berani mencoba sesuatu yang baru, kamu akan menyesal karena tidak mau mencobanya" senyum Fathir.
Kalau kamu tidak mencoba, maka kamu tidak akan tahu apakah kamu sanggup atau tidak.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift.
Tararengkyu ❤️🙂❤️