
Kingaroy Hospital Queensland Australia
Krisna dan Gemintang menunggu di ruang tunggu setelah menyelesaikan pendaftaran pasien baru. Wajah Gemintang yang masih pucat membuat gadis itu tampak rapuh dan Krisna memeluk istrinya.
"Jangan sakit ya Mintang." Krisna mencium pucuk kepala istrinya yang hanya bisa pasrah karena untuk berdebat saja dirinya tidak mood.
Ketika namanya dipanggil, keduanya pun masuk ke dalam ruang periksa dan disana Gemintang pun diobservasi serta diminta untuk cek laboratorium.
***
"Influenza? Hanya flu biasa kan? Bukan flu Australia ( H3N2 ) atau COVID?" tanya Krisna sambil menatap istrinya yang tampak kuyu.
"Flu biasa, Mr Rao. Tampaknya Mrs Rao kelelahan. Apakah kalian baru saja dari bepergian jauh?" tanya dokter itu.
"Iya, kami baru dari New York dan kemarin Mintang sempat masuk kerja hampir seharian..."
"Boleh saya tahu Mrs Rao bekerja dimana?"
"Mintang bekerja sebagai dokter hewan di FH Ranch dan kemarin memang dia sibuk di kandang memeriksa semua sapi disana..." Krisna menggenggam tangan Gemintang.
"Fisik Mrs Rao kemungkinan sedang tidak terlalu fit lalu terkena virus di kandang. Tapi tenang saja Mr Rao, paracetamol, antibiotik, vitamin dan istirahat yang cukup disertai makan makanan bergizi, dalam waktu dua hari ini akan sembuh." Dokter paruh baya itu menatap Gemintang. "Salam untuk dokter Mallard jika ketemu. Saya dokter Palmer dan bilang saja teman main poker jaman kuliah di Melbourne."
Gemintang tersenyum tipis. "Akan saya sampaikan jika bertemu dengan beliau."
Keduanya pun keluar dari ruang periksa dokter Palmer dan menuju apotek untuk menebus resep. Gemintang yang merasakan kepalanya pusing, berpegangan dengan lengan Krisna yang tahu kondisi istrinya sedang tidak baik.
"Kamu duduk disini Mintang, biar aku yang menebus resepnya" ucap Krisna lembut sambil mendudukkan Gemintang di kursi tunggu.
Gemintang hanya mengangguk lemah. Baru kali ini dia merasakan sakit flu yang parah dan meskipun hasil laboratorium tidak menunjukkan gejala penyakit yang sempat mewabah beberapa waktu lalu, tapi tetap saja dia bingung kenapa bisa selemah ini.
"Masih menunggu obat yang diracik Mintang. Kata apoteker nya itu obat yang paling kuat untuk menghajar flu kamu" ucap Krisna setelah memberikan resep.
Gemintang mengangguk dan matanya tampak sangat berat. Tanpa sadar kepalanya menyender di bahu suaminya. Krisna mengusap wajah pucat Gemintang dan mencium keningnya sambil menggenggam tangan istrinya.
"Masih kuat buat jalan ke mobil kan? Apa perlu aku gendong?" tanya Krisna lembut.
"Masih... bisa jalan kok..." gumam Gemintang. "Maaf Rao... aku tidak... masak hari ini..."
Krisna tersenyum. "Kamu sehat dulu, sayang. Masih sempat mikir masak lagi... Apa kamu opname saja disini Mintang? Biar bisa dihandle..."
Kepala Gemintang menggeleng pelan. "Aku benci ... rumah sakit."
"Mrs Gemintang Rao."
Krisna menoleh ke Gemintang. "Sayang, aku ambil obatmu dulu ya" ucap Krisna sambil memindahkan kepala istrinya pelan lalu berjalan mengambil obat Gemintang.
Setelahnya Krisna mengajak Gemintang pulang dengan memapahnya. Krisna baru tahu istrinya bisa sakit seperti ini karena setahunya Gemintang adalah wanita yang kuat dan jarang sakit saat di Singapura.
***
Krisna membawa istrinya ke dalam kamarnya dan melepaskan jaket serta sepatunya. "Mintang, aku gantikan bajumu? Kan habis dari rumah sakit?"
Gemintang menggelengkan kepalanya. "Aku bisa sendiri... nggak usah modus!" Gadis itu lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan jalan perlahan membuat Krisna tersenyum.
Sakitmu membawa berkah untukku.
***
Apartemen Michel dan Gemini di Palermo
Gemini merasa badannya tidak nyaman dan seperti sakit flu membuat tidurnya gelisah. Michel yang merasakan istrinya seperti ada yang dipikirkan atau dirasakan, pun terbangun.
"Ada apa Gem?" tanya Michel sambil mendekat ke Gemini.
"Aku tidak tahu Michel... Badanku seperti sakit semua..."
Michel merengkuh tubuh Gemini. "Apa kamu sakit?" Suaminya menyentuh kening Gemini yang agak menghangat. "Kamu sedikit demam sepertinya sayang. Aku buat kan ginger tea dulu..." Michel melepaskan pelukannya dan bangkit dari tempat tidur.
"Tapi Michel..." Suaminya sudah keluar kamar. Gemini meraba-raba mencari ponselnya dan membukanya dengan voice command langsung meminta menelpon nomor Gemintang.
***
Krisna menoleh mendengar suara getar ponsel Gemintang dan tampak nama 'Gemini' disana. Krisna membawa ponsel itu keluar karena istrinya baru saja terlelap setelah memakan sup cream ayam buatannya dan minum obatnya.
Pria India itu lalu menggeser tombol hijau di ponsel Gemintang.
"Mintang? Kamu tidak apa-apa?" tanya Gemini panik.
"Gem, ini Krisna. Gemintang sedang tidur..."
"Dia sakit kan Rao?" tebak Gemini.
"Bagiamana kamu ta... Aku lupa kalian anak kembar yang bisa saling merasakan satu sama lain..."
"Mintang sakit apa Rao?" tanya Gemini panik karena tidak biasanya kembarannya sakit parah.
"Flu, Gem. Tadi kami sudah ke rumah sakit, Mintang sudah makan sup cream dan meminum obatnya. Sekarang sedang tidur."
"Tumben Mintang sakit flu..." gumam Gemini.
"Iya, aku tahu Mintang jarang sakit, bahkan cenderung kuat saat di Singapura..."
"Mungkin dia sakit karena terlalu stress bersamamu? Mintang tidaklah sekuat yang kamu kira Rao... Jangan membuatnya..."
"Aku mencintai Mintang, Gem. Aku tahu aku menyakiti kembaranmu tapi aku mencintainya Gem. Aku tidak ingin Mintang dengan pria lain..."
"Kamu terlalu obsesi Rao! Itu bukan cinta!"
"Orang memiliki cara tersendiri untuk mencintai seseorang Gem tapi sumpah, aku sangat mencintai saudara kembarmu!" jawab Krisna tegas.
Terdengar helaan nafas disana. "Jangan kamu sakiti dia lagi Rao, other wise dia akan menghilang dari hadapanmu tanpa kamu mampu mencarinya di manapun..."
Sesaat hawa dingin terasa di tengkuk Krisna. "Gem, Mintang tidak mungkin melakukannya kan?" tanya pria itu panik.
"Kamu tidak tahu bagaimana Mintang kalau sudah terluka. Dan kamu jangan lupa siapa keluarga kami yang bisa menyembunyikan tanpa bisa terdeteksi oleh siapapun dan apapun..." jawab Gemini dingin.
Krisna mengusap tengkuknya karena dia sudah tahu cerita Raja Sean dan Ratu Zinnia yang harus terpisah akibat fitnah kejam anggota keluarga kerajaan Belgia. Dan Sean, tidak berhasil menemukan istrinya karena keluarga klan Pratomo menyembunyikan Zinnia dengan rapi dan tidak terlacak.
"Aku titip Mintang. Kamu ingat kata-kataku, Rao. Cukup sudah kamu sakiti Mintang kalau kamu tidak ingin dia menghilang!"
***
Kamar Michel dan Gemini di Palermo
Michel yang berdiri di depan pintu sambil membawa ginger tea untuk istrinya, terkejut dengan ucapan Gemini ke iparnya. Rupanya hubungan Krisna dan Gemintang memang sudah bermasalah sebelumnya.
"Gem, telepon siapa?" tanya Michel seolah baru datang.
"Telepon Mintang tapi yang terima Rao sebab adikku sedang tidur karena sakit..." jawab Gemini yang bisa mencium harumnya ginger tea. "Rupanya badanku tidak nyaman itu karena Mintang sakit..."
"Aku pernah mendengar kalau saudara kembar bisa saling merasakan keadaan lainnya." Michel naik ke atas tempat tidur. "Ini ginger teanya." Pria Italia itu meletakkan cangkir tehnya ke tangan Gemini. "Pelan-pelan Gem, masih panas."
"Terima kasih Michel..." Gemini menyesap pelan ginger tea nya.
***
Kamar Gemintang di Kingaroy Queensland Australia
Krisna duduk di pinggir tempat tidur istrinya sambil terus menatapnya lekat. Apakah benar kamu akan meninggalkan aku suatu saat nanti jika aku tidak mau menalakmu? Aku berjanji Mintang, aku tidak akan menyakitimu lagi. Krisna mengusap pipi Gemintang lalu mencium bibirnya lembut.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️