Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Pria-pria Yang Bodo Amat, Asal Bisa Tidur



Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York usai ijab qobul Savrinadeya dan Antonio serta Raveena dan Alexis


Raj melihat banyak sepupu Gemintang tampak mengantuk usai semalaman mereka menikmati acara menembak di markas milik keluarga McGregor dan Blair. Meskipun tidak dipungkiri dirinya juga mengantuk, tapi dia berusaha untuk tetap melek.


"Kamu ngantuk?" tanya Michel.


"Sangat!" kekeh Raj sambil menguap yang diikuti oleh ipar Gemintang itu.


"Beneran deh Bayu minta dihajar karena mengajak kita main tembak-tembakan... Huwaaaahhhhmmm" gumam Michel.


"Kalau kalian ngantuk, masuk deh ke ruangan sana. Sudah disiapkan Oom Rama dan Oom Pandu yang tahu kalian bakalan teler" kekeh Gemini sambil menunjukkan sebuah pintu yang kebetulan Damian bersama Radhi masuk kesana sambil membawa segelas es kopi.


"Yuk, Raj. Aku tidak sanggup untuk bisa bertemu banyak orang dengan mata lima Watt seperti ini..." Michel pun bangun lalu mencium bibir Gemini lembut. "Tidur setengah jam dulu sayang." .


"Selamat tidur" senyum Gemini.


Raj pun berdiri dan mencium pucuk kepala Gemintang. "Aku tidur sebentar, takut jadi zombie" ucapnya membuat Gemintang tertawa.


"Kamu bakalan menjadi zombie India pertama" gelak Gemintang.


Raj tertawa lalu bersama dengan Michel, mereka berjalan menuju ruang khusus seraya mengambil ice Americano yang tersedia disana.


***


"Kamu senang dengan Raj?" tanya Gemini usai tinggal mereka berdua.


"Senang dan sejujurnya aku merasa nyaman, Gem. Dan tadi opa, Oma, mommy dan Daddy sudah bisa menerima aku dan Arjun penjajakan dulu. Aku pernah menikah dan tidak mau terburu-buru juga, begitu juga dengan Arjun. Kami ingin siap semuanya termasuk perasaan dan mental."


"Yang penting nyaman dan chemistry kalian cocok. Aku dulu dengan Michel juga sama. Rasa benciku mengingat dia membuatku buta, semakin menghilang ketika dengan telaten dan tulus mendekati aku. Bahkan sampai bisa mendapatkan dokter spesialis opthalmologist dan mengoperasi aku hingga bisa melihat ... Tidak mudah Mintang. Kita berdua adalah keturunan keluarga Pratomo yang mana cewek-ceweknya terkenal keras kepala... Mungkin jika Krisna seperti Raj cara mendekati dirimu, hasilnya akan berbeda. Kamu akan bersama Krisna. Sayangnya, dia salah langkah..." Gemini menatap kembarannya.


"Hanya pria-pria yang tulus dan care dengan kita yang bisa mendapatkan hati dari kita kan?" senyum Gemintang.


"Exactly. Mungkin bagi orang luar, kalian sedikit kacau hubungannya tapi bagi kami, keluarga kamu, melihat kamu bahagia itu adalah hal yang sangat penting."


Gemintang mengangguk.


"Aduh!"


"Kenapa Gem?" tanya Gemintang panik.


"Si boy nendang."


"Boleh aku pegang?" tanya Gemintang.


"Elus saja, si boy paling senang kalau ada yang ajak ngobrol dan elus perut mommynya" senyum Gemini.


Gemintang pindah tempat duduk dan mulai mengelus perut Gemini. Gadis bermata hijau itu tertawa ketika merasakan gerakan keponakannya.


"Halo boy. Sabar ya, jangan heboh di dalam. Dalam waktu dua bulan lagi, kamu akan melihat dunia ... " bisik Gemintang. "Sehat-sehat ya boy."


Gemini memeluk Gemintang hangat. "Sayang kamu banget, Mintang."


"Me too Gem..." ucap Gemintang sambil memeluk kakaknya.


***


Ruang Kumpul Para Pria Generasi keenam


Michel dan Raj terbengong-bengong melihat bagaimana rusuhnya ruangan itu. Mereka tidak menyangka melihat raja Belgia, pemimpin keluarga Mancini, agen FBI, chef RR's Meal, Emir Dubai, semuanya pada tidur sembarangan diatas sofa dan karpet tebal.


"Oh my God" kekeh calon ayah itu sambil tertawa.


Raj hanya tersenyum melihat semua pria saudara Gemintang tidak ada jaim-jaimnya. Definisi ada tempat buat tidur, gunakanlah sebaik-baiknya, benar-benar diterapkan dengan seksama dan semaksimal mungkin.


Michel yang hari ini memakai suit abu-abu tanpa dasi dan Raj yang mengenakan suit bergaris warna hijau, berjalan masuk menuju meja tempat beberapa orang masih mengobrol.




Raj Rao


"Apa kalian seperti ini?" kekeh Michel sambil menghampiri Radhi dan Pahlevi yang juga sudah tampak mengantuk.


"Well, kemarin kan usai acaranya mas Romeo, jadi kita bisa tidur lama. Tapi kali ini kan karena Bang Tomat mau kabur ke Paris, jadi acaranya disetting ulang" jawab Pahlevi Hassan.


"Mereka cuek banget" senyum Raj sambil menoleh ke arah pria-pria yang saling adu ngorok.


"Anggap saja kita camping" gelak Radhi.


Michel melihat sekelilingnya dan tampak trio kampret dan Romeo tertidur di atas meja makan, sedangkan yang kecil-kecil Giordano dan Mamoru tidur di sofa sudut sedangkan Remy dan Radyta memilih bersandar di dinding.


"Astagaaa..."


"Kamu mau tidur juga kan? Samaaaa!" ucap Radhi yang setelahnya pun menguap lalu menular ke Pahlevi, Michel dan Raj.


"Aku bilang virus covid atau apapun itulah, tidak ada yang bisa mengalahkan virus menguap. Lihat saja kurang dari dua detik, Radhi menguap, kita semua juga langsung menguap kan?" kekeh Raj.


"Kamu benar Raj. Virus berbahaya di muka bumi ini adalah virus menguap karena kita harus segera tidur jika caffeine tidak mempan" balas Michel. "Kayaknya bersandar disana oke juga." Dagu Michel menunjukkan sudut ruangan yang masih ada space.


"Kalian mau tidur dimana?" tanya Pahlevi smabil menguap lagi.


"Pojok sajalah..." Michel dan Raj pun berjalan menuju pojok ruangan dan langsung merebahkan tubuhnya. Beruntung karpet di ruangan itu termasuk tebal hingga mereka tidak terasa dingin.


"Benar kata Radhi... kita macam kemping..." gumam Michel ke Raj tapi pria India itu sudah terlelap. "Ya ampun virus mengantuk itu memang berbahaya."


Tidak lama pengusaha anggur De Luca itu pun terlelap. Kini di ruangan itu berisikan para pria-pria paripurna yang dengan santainya adu ngorok demi bisa tidur setelah melakukan kegiatan yang melelahkan sebelumnya ditambah jam tidur mereka pun kurang.


Rama yang mencari Devan dan Radeva, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para keponakan dan keponakan menantu yang cuek tidur sembarangan macam ikan haring dalam kaleng.


"Astaghfirullah..." senyum nya lalu menutup ruangan itu kembali.


***


Sementara itu...


"Bagaimana cara kamu menghilangkan HK$100jt?" tanya Luke Bianchi ke Jayde Neville Abisatya.


"Aku akali bang. Dan kalian tahu, Triad Wong mengawasi hingga kemari. Mereka tidak berani masuk karena Triad Cheng ada disini dan mereka cukup waras untuk tidak gesrekan dengan sahabat kita itu." Jayde yang jarang merokok, akhirnya ikut Sadawira dan Luke untuk menghilangkan kantuk dan gelisah hatinya.


"Aku rasa Oom Taufan tahu, Tante Natasha juga tapi mereka menunggu orang-orang Wong itu maju. Dan aku tidak yakin, ini bakalan epic gelutnya! Apa Triad Wong tidak survei, siapa anggota keluarga kita?" Luke menyesap kopinya yang ketiga.


"Sebaiknya kita tidak melibatkan banyak keluarga besar. Tahu sendiri kan kita semua tidak laki tidak perempuan, panasan semua. Jangan sampai merusak momen Deya dan Veena" pinta Luke serius.


"Kalian berurusan dengan siapa? Organ manusia siapa yang kalian ributkan?"


Luke, Sadawira dan Jayde menoleh. Tampak Radeva berdiri disana dengan wajah penuh pertanyaan.


Damn it!


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️