
Ruang Kerja Fathir Hassan
Fathir menelpon keponakannya yang menjadi ratu Belgia ke nomor pribadinya khusus untuk keluarga besar. Pria berdarah Turki itu tampak gusar karena keputusan Gemintang yang sepertinya sudah bulat.
"Assalamualaikum Oom Fathir" sapa Zinnia dan Sean di layar iMac Fathir. "Kingaroy sore ya?"
"Iya Zee. Halo Sean. Maaf mengganggu waktu kalian."
"Mintang sudah bilang sama Oom?" tanya Sean.
"Iya Sean. Sejujurnya Oom tidak begitu menyetujui jika Mintang pergi dari suaminya macam kamu dulu Zee tapi ini situasinya berbeda. Kamu difitnah dan dalam bahaya sedangkan Mintang, penyakit hati yang bisa berpengaruh dengan kesehatannya." Fathir mengusap dagunya yang tumbuh brewok. "Apa rencana kalian?"
"Membawa Mintang ke Brussels" jawab Zinnia.
"How?"
Zinnia dan Sean pun menyampaikan apa rencana mereka berdua untuk bisa membawa pergi Gemintang ke Belgia.
"Kalian akan sembunyikan dimana? Istana?" tanya Fathir.
Zinnia dan Sean hanya tersenyum misterius.
***
Kandang Sapi FH Ranch Kingaroy Queensland Australia
Gemintang tampak lemas setelah dirinya merasa gagal tidak bisa menyelamatkan anak sapi yang lahir kembar. Hanya ada satu anak sapi yang selamat sedangkan kembarannya tidak selamat. Entah kenapa melihat dua ekor anak sapi dengan kondisi berbeda mengingatkan dirinya dan Gemini.
Kata Freya dulu saat melahirkan mereka, Gemintang sempat mengalami kesulitan bernafas beberapa saat dilahirkan hingga harus masuk inkubator dan memakai oksigen. Dan yang membuat semua orang di ruang bayi itu terharu, Gemini yang lebih kuat, seolah menoleh ke arah Gemintang yang berada di sebelahnya.
Gemini memang dari dulu selalu berusaha melindungi aku tapi aku juga tidak mau tergantung pada Gem.
"Dokter Lexington?" panggil salah satu stockman.
"Tolong anak sapi yang tidak selamat, dikubur yang dalam supaya anjing-anjing Oom Fathir tidak menggalinya." Fathir memiliki tiga ekor anjing Border Collie yang bertugas menggembala biri-biri dan domba milik FH Ranch.
Tiga anjing Border Collie bernama Flip Flop Cleo.
"Baik dokter Lexington." Bangkai anak sapi itu pun langsung dibawa ke bukit yang merupakan tempat kremasi hewan-hewan yang mati.
Gemintang bersyukur induk sapi langsung mau menjilati anaknya yang tersisa. Gadis itu keluar dari kandang membiarkan induk dan calf ( anak sapi ) di dalam kandang. Rasanya aku ingin mandi segera!
Gadis itu masuk ke dalam rumah induk dan melihat Pahlevi sedang belajar sambil bermain dengan ketiga anjing Border Collie.
"Ya ampun, mbak Mintang berantakan banget!" celetuk Pahlevi.
"Iya nih. Sayang sapinya mati satu Vi."
"Tidak apa-apa mbak. Memang belum rejekinya dapat sapi kembar."
"Mbak mandi dulu ya Vi. Baunya nggak tahan ini" kekeh Gemintang.
"Iya mbak." Gemintang pun masuk ke dalam kamarnya dulu untuk mandi. Gadis itu memang masih meninggalkan beberapa bajunya disana.
Pahlevi masih membuat tugas ketika Krisna Rao masuk ke rumah karena tadi dia mendapatkan informasi kalau istrinya masuk rumah induk.
"Pahlevi. Mintang disini?" tanya Krisna saat melihat iparnya masih duduk di kursi makan.
"Ada mas. Lagi mandi."
"Di kamarnya?"
"Iya. Eh mas, aku rasa mas Krisna jangan masuk deh..." cegah Pahlevi.
"Aku ada hak masuk Levi. Kan aku suaminya..." Krisna pun berjalan menuju kamar Gemintang dan membuka pintunya.
Pahlevi tidak bisa berbuat apa-apa karena memang Krisna Rao sampai detik ini masih suami resmi kakaknya.
***
Kamar Gemintang
Gemintang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono handuk tebal tanpa memakai apapun di baliknya, terkejut melihat Krisna sudah ada di kamarnya.
"Ngapain kamu disini?" tanya Gemintang ketus.
"Iya aku mandi, bau darah" jawab Gemintang acuh sambil mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk. "Tolong kamu keluar."
"Mintang, kita itu suami istri dan aku sudah melihat tubuhmu..."
"Keluar atau aku hajar kau!" Mata hijau Gemintang berkilat marah. Baginya kamar di rumah induk adalah sanctuary nya dan meskipun Krisna suaminya, tapi baginya suami Diatas kertas tidak ada hak apapun.
Krisna berdiri dan mendekati Gemintang. "Apa kamu baik-baik saja? Maksud aku, kamu baru kehilangan anak sapi."
"I'm Fine, Rao. Sekarang kamu keluar lah!"
Krisna merengkuh tubuh Gemintang dan mencium bibirnya namun gadis itu tidak membalasnya bahkan seperti tidak merasakan apa-apa.
"Mintang, apa kamu tidak bisa ciuman? Sewaktu di gudang dulu, kamu sedikit bisa" gumam Krisna.
"Karena kamu yang membuat aku begini Rao!" jawab Gemintang dingin.
"Apa maksudmu?"
"Aku menjadi frigid ke pria manapun juga karena kamu, termasuk denganmu."
Wajah Krisna memucat mendengar ucapan istrinya. "Apa... yang kamu ... bilang?"
"Sama dengan pria yang tidak bisa berdiri, aku juga sudah tidak ada keinginan untuk berhubungan dengan pria termasuk ke kamu. See, apa yang kamu perbuat, impact nya sangat dahsyat Rao. Terimakasih atas semuanya."
Krisna tidak berkata apapun hanya memeluk erat istrinya. "Maafkan aku Mintang. Kita akan cari jalan bersama untuk menerapi dirimu."
Gemintang hanya diam saja tapi bibirnya mengulas senyum smirk. Permainan baru dimulai Rao. Akan aku buat kamu merasa sangat bersalah! Alhamdulillah aku tidak frigid berkat konsultasi dengan mbak Zee tapi aku akan memberikan pelajaran untukmu Rao.
***
Krisna melepaskan pelukannya dan memegang wajah Gemintang. "Akan aku cari psikolog atau psikiater untuk terapi Mintang. I'm so sorry..."
"Kamu mau minta maaf setiap detik, setiap saat, tetap tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Dan sekarang aku minta kamu keluar. NOW!" bentak Gemintang.
Krisna pun keluar dengan wajah sangat bersalah. Dirinya tidak menyangka efek sampingnya membuat rumor seperti itu membekas di Gemintang hingga benar-benar kejadian, istrinya frigid dan itu juga berlaku ke dirinya.
Di luar pintu, Krisna mengusap wajahnya kasar dan Pahlevi bisa melihat kakak iparnya tampak sedih sangat dalam. Pahlevi tidak tahu apa yang terjadi tapi dia yakin, kakaknya dan suaminya bertengkar lagi.
Mbak Mintang, aku rasa kamu harus segera pergi dari pernikahan tidak sehat ini.
***
Di dalam kamar, Gemintang diam-diam menangis perlahan. Bagaimana pun juga melihat wajah Krisna seperti itu, dirinya tidak tega juga karena pada dasarnya Gemintang adalah gadis sensitif dan tidak tegaan tapi demi ketenangan hatinya, dia harus jadi ratu tega.
Gadis itu membuka lemari bajunya dan mulai berganti pakaian. Masih sedikit terisak, Gemintang menelpon Zinnia.
"Ada apa Mintang?"
"Mbak Zee ... Apakah aku nanti akan di istana? Sejujurnya aku tidak nyaman dengan protokoler dan aturan kerajaan..."
"Kamu kenapa? Kamu nangis?" tanya Zinnia lembut. Ratu Belgia itu tahu kalau sebenarnya Gemintang itu gadis yang lembut hatinya.
"Aku mencoba melakukan apa yang mbak Zee sarankan dan... wajahnya memucat tampak seperti shock dan merasa bersalah. Jujur aku sedikit kasihan dan kaget melihat ekspresi nya. Aku bukan anak psikologi tapi aku bisa tahu dia benar-benar shock."
"Apa yang Krisna ucapkan pertama?"
"Mengajak aku untuk mencari psikolog atau psikiater untuk menerapi diriku."
"Sebenarnya tepat Krisna berbuat seperti itu karena dia juga ingin menebus kesalahannya tapi semua kan tergantung padamu Mintang. Kalau kamu tidak bahagia, untuk apa dipertahankan? Keluarga kita tidak melarang perceraian dan kebahagiaan kita jauh lebih penting."
"Iya mbak. Aku lelah fisik dan mental. Jadi aku ingin menyendiri. Tapi mbak mau kirim aku kemana?"
"Uccle."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️