
Gedung Pengadilan Palermo Sisilia Italia
Pagi ini keluarga Lexington dan De Luca menghadiri sidang lanjutan kasus penculikan, pemerasan dan percobaan pembunuhan terhadap Gemini Lexington de Luca serta asistennya Xena, oleh tiga orang anggota keluarga de Luca... Ralat, Mantan karena Michel sudah mencoret mereka semua dari daftar anggota de Luca.
Anak Carlo dan Erika, Ramon de Luca serta anak Luigi, Margaretha de Luca, merasa malu dengan keserakahan orang tuanya. Di persidangan, sepupu Michel itu menolak mengakui mereka sebagai orang tuanya bahkan menyatakan tidak tahu menahu rencana mereka untuk menculik dan membunuh Gemini.
Michel sendiri tidak mencoret nama dua sepupunya dari susunan keluarga karena hasil penyelidikan Jerome dan pengacara, Ramon dan Margaretha memang tidak ikut campur.
Travis Blair bersama istrinya Rahajeng dan putrinya, Nadya, datang untuk memberikan support untuk Freya dan Haris. Pengacara beken itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saat tahu Freya berhasil melobi kejaksaan Palermo untuk memberikan hukuman dini bagi ketiganya.
"Apa yang kamu pikirkan Freya?" desis Travis gemas dengan adiknya yang tidak hilang-hilang hobi horornya. Mereka semua sekarang sedang menunggu diperbolehkan masuk ke dalam ruang sidang.
"Nggak ada. Aku jengkel, aku lakuin deh" cengir wanita berambut pirang dan bermata biru itu. "Setidaknya niat aku menghukum manusiawi."
"Ya Tuhanku, itu namanya nggak manusiawi, Frey" gelak Rahajeng.
"Lho mbak, manusiawi biar mereka tahu, kami bisa membalas lebih sadis!" eyel Freya. Haris yang berdiri di belakang istrinya memberikan kode ke iparnya 'biarkan saja, yang penting Freya bahagia.'
"Nggak kebayang mereka di Aokigahara seminggu, hanya diberikan ransum dan tenda serta penerangan apa adanya ditambah tidak boleh keluar seminggu. Siang saja sudah seram, apalagi malam. Seminggu pula!" gumam Travis yang tidak habis pikir adiknya kepikir membuat hukuman antik itu.
"Kata penjaga disana, mereka pada jejeritan... Hahahaha!" gelak Freya durjana.
"Ya iyalah! Kamu tuh!" Travis menoyor dahi adiknya. Meskipun sudah berumur tapi mereka masih saja macam remaja.
Suara petugas persidangan memerintahkan para pengunjung masuk membuat semua keluarga masuk.
"Gem, nyokap lu benar-benar deh!" bisik Nadya.
"Ya begitulah..." jawab Gemini yang mendapatkan kehebohan dari para sepupunya akibat hukuman anti mainstream Freya.
Mereka semua duduk di ruang sidang dan tampak ketiga otak pelaku kasus Gemini didampingi oleh pengacaranya masuk ke dalam ruang sidang. Ketiganya memucat saat melihat Freya yang menatap mereka tajam. Erika bahkan sampai berteriak histeris teringat saat dirinya dibuang ke hutan menyeramkan itu. Dan sepanjang perjalanan dari Palermo ke Tokyo, Freya tidak banyak bicara tapi menatap tajam ke ketiganya.
Sidang ditunda untuk menenangkan Erika, sedangkan Carlo dan Luigi hanya gemetaran.
"Memang apa yang kamu lakukan Freya?" tanya Travis sembari menunggu sidang dimulai lagi.
"Well, aku membawa mereka terbang dari Palermo ke Tokyo dengan pesawat milik PRC Group. Dan setibanya di Tokyo, dengan bantuan anak buah Luke, mereka ditutup matanya. Baru dibuka di tengah-tengah hutan Aokigahara dengan tenda dan persediaan makanan untuk dua Minggu sudah tersedia. Lalu mereka ditinggal. Apa yang terjadi disana, sebodo amat!" jawab Freya membuat tiga anggota keluarga Blair melongo.
Michel yang baru tahu hanya bisa mengusap wajahnya kasar. "Ya Tuhan..." ucapnya sedangkan Gemini dan Haris tidak heran.
"Gini nih, punya keponakan Yakuza. Langsung dimanfaatkan!" gerutu Travis.
"Lho Luke ngamuk dengar Gemini hampir mati jadi dia langsung auto setuju lah sama tantenya yang pemberani ini" eyel Freya.
Rahajeng dan Nadya cekikikan mendengar cerita Freya. "Tante, nggak perlu buang-buang peluru cukup buang duit tapi yang penting hasil akhir ya?" kekeh Nadya.
"Gimana? Bagus kan hukuman aku?" seringai Fryea.
***
Akhirnya keputusan pengadilan keluar dan hakim memberikan masing-masing hukuman penjara selama 30 tahun dan bagi keluarga besar Gemini yang datang, mereka sudah cukup puas karena hukum mental yang diberikan Freya jauh lebih berpengaruh dibandingkan hukuman penjara.
Ramon dan Margaretha juga tidak mau menuntut balik ke keluarga Lexington apalagi melihat siapa yang datang bersama mereka, Travis Blair, pengacara kondang yang firmanya dikenal 99% selalu menang.
Kedua sepupu Michel itu menyalahkan kedua orangtuanya yang cari penyakit karena mengusik Gemini Lexington yang tidak hanya bersaudara sepupu dan ipar dengan keluarga Bianchi dan Mancini, tapi juga dengan keluarga Blair.
Cari penyakit kalau berurusan dengan keluarga klan Pratomo.
***
Michel sedang berharap-harap cemas menunggu Gemini yang sedang berada di kamar mandi. Tadi pagi istrinya bingung karena sudah dua bulan tidak mendapatkan periode nya membuat keduanya saling berpandangan panik. Dan sekarang Gemini sedang memeriksa dengan alat test kehamilan di kamar mandi.
"Gem, sayang? Sudah keluar hasilnya?" tanya Michel tidak sabar sambil mengetuk pintu. Pria itu pun mondar mandir tidak jelas di kamarnya tidak sabar menunggu istrinya keluar.
Suara pintu kamar mandi pun terbuka dan tampak Gemini dengan wajah yang tidak bisa terbaca. Tadi Xena membelikan tidak hanya satu tapi empat testpack.
"Gimana sayang? Garis satu ya? Not pregnant ya? Kalau belum ya tinggal usaha lagi..." cecar Michel gugup.
"Michel... "
"Yes Gem?" Mata hazel Michel menatap Gemini lekat.
"Pregnant."
Michel melongo dan otaknya harus loading lama. "Pre... pregnant? Hamil? Incinta?"
"Ya Allah, memang harus berapa bahasa bilang aku hamil? Gak meteng sekalian?" bentak Gemini gemas.
"Hah? Apa itu?"
"Hamil bahasa Jawa! Puas?" Mata biru Gemini menatap tajam ke suaminya yang tampak bahagia. "Nih buktinya!"
Michel menerima tiga benda pipih dengan garis dua serta satu testpack bertuliskan 'pregnant'. "Yes! Alhamdulillah! Akhirnya aku jadi Padre ( daddy bahasa Italia )!" Pria itu meletakkan keempat alat testpack Diatas nakas dan langsung menggendong Gemini macam koala. "I Love you so much!" ucap Michel sambil mencium Gemini mesra.
"Kamu main gendong saja, bisa kaget dia nanti" senyum Gemini usai Michel menciumnya. Suaminya pun meletakkan tubuh Gemini pelan Diatas tempat tidur perlahan.
"Kita ke dokter ya? Pagi ini!" Michel bangkit dari tempat tidur dan langsung menghubungi Jerome. "Jerome, tolong buatkan janji ke dokter Obgyn terbaik di Palermo. Aku... kami ingin memeriksa kondisi Gemini."
Gemini menatap Michel penuh cinta dan tangannya mengusap perutnya yang masih rata. "Sehat-sehat ya nak" ucapnya penuh sayang.
"Oke. Kabari aku jam berapa mendapatkan jadwalnya. Thanks Jerome." Michel mematikan panggilannya. "Kita tunggu kabar dari Jerome." Michel pun menghampiri istrinya yang masih tiduran di tempat tidur.
"Kamu tidak ke perusahaan?" tanya Gemini ke Michel yang memilih meletakkan kepalanya dekat perut istrinya.
"Hari ini aku cuti, Gem" jawab Michel.
"Cuti apa?"
"Cuti hamil."
Gemini terbahak.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️