Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Mendapatkan Dokter Ophthalmologists



Palermo Sisilia Italia


Sudah sebulan ini Gemini bekerja dengan keterbatasan yang dimiliki tapi tidak membuat istri Michel de Luca itu merasa menjadi sebuah halangan untuk terus berkarya. Xena yang setia mendampingi berusaha memberikan gambaran jika berhubungan dengan layout dan denah bersama dengan Steven.


Gemini memang lebih sulit membayangkan denah dan layout karena memang untuk hal itu membutuhkan kemampuan melihat tapi baginya itu tantangan tersendiri.


Michel sendiri dengan senang hati mendengarkan semua cerita Gemini pada malam hari usai makan malam dan pria itu pun memberikan semangat pada istrinya dan membantu jika ada kesulitan.


Perusahaan Anggur de Luca


Pagi ini Michel menghubungi dokter Yamashita, seorang dokter ophthalmologists asal Jepang yang sedang keliling dunia mengikuti Doctors without Borders hingga Michel kesulitan mencarinya.


Dokter berusia 50 tahun itu sekarang berada di Uzbekistan dan baru bisa menerima panggilan Michel.


"Jadi ini berkas kondisi istri anda, Mr de Luca?" tanya dokter Yamashita sambil membaca berkas-berkas di iPad nya sembari menerima panggilan video dari MacBook nya.


"Iya. Saya yang mengakibatkan istri saya buta, dok."


Dokter Yamashita mengangguk. "Berdasarkan dari semua hasil Rontgen, MRI dan semua test... Ini adalah operasi yang sangat delicate dan kesulitan tingkat tinggi."


"Tapi... apakah anda mampu melakukannya dok? Karena saya berjanji dengan Gemini, istri saya, akan mencari dokter ophthalmologists terbaik di dunia untuk membuatnya bisa melihat lagi." Michel menatap dokter berdarah Jepang itu penuh harap.


"Mr de Luca, saya akan melakukan operasi tingkat tinggi ini tapi saya baru bisa melakukannya di akhir bulan Juni karena saya masih ada pekerjaan hingga pertengahan Juni disini dan Ukraina" senyum Dokter Yamashita.


Michel menatap dokter itu tidak percaya. "Be... benarkah dokter?" tanya Michel dengan wajah bahagia hingga sedikit shock.


"Saya selalu menepati janji saya. Dan saya minta agar Mrs de Luca dibawa ke Tokyo University Medical School karena disana teknologi dan peralatan sudah paling muktahir dan terbaru."


"Terimakasih dokter... terima kasih" ucap Michel berulang dengan perasaan lega dan senang luar biasa.


"Nanti saya berikan tanggal kapan anda dan Mrs de Luca ke Tokyo."


"Saya dan Gemini akan ke Jakarta akhir Juni ini karena saudara kami menikah dan setelah itu kami akan ke Tokyo."


Dokter Yamashita mengangguk. "Be positive, Mr de Luca. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk Mrs de Luca."


"Aamiin. Terimakasih."


***


Apartemen Michel dan Gemini di Palermo Italia


"Aaappaaaa?" Gemini mendongak ke arah suaminya setelah keduanya bercinta dan wanita itu merasakan sesuatu yang berbeda saat tadi mereka melakukannya, ada perasaan euforia dalam diri Michel, lebih semangat dan lebih hot. Ternyata ada sesuatu yang membuatnya bahagia.


"Iya Gem, dokter Yamashita adalah salah satu dokter ophthalmologists terbaik di dunia tapi sayangnya beliau lebih suka keliling dunia mengikuti Doctors without Borders. Aku harus menunggu dua bulan sampai akhirnya dia membalas email aku yang kesekian kalinya." Michel menciumi pucuk kepala istrinya. "Kamu akan dijadwalkan akhir Juni atau awal Juli melakukan operasi di Tokyo."


"Jadi, habis acaranya Juliet, kita langsung bertolak ke Tokyo?" tanya Gemini yang masih agak terkejut mendengar suaminya berhasil mendapatkan dokter baginya dan bersedia melakukan operasi yang super delicate dan sulit karena banyak dokter terkenal di Amerika memilih mundur.


Michel mencium hidung Gemini. "Iya sayang, setelah acaranya Juliet, kita langsung ke Tokyo."


Gemini memeluk erat suaminya. "Aku...agak takut Michel..."


"Be brave, Gem. Aku akan selalu ada disisi kamu. Bukankah kamu kangen ingin menjewer Steven?" kekeh Michel yang mendengar Steven dan Gemini berdebat seperti biasanya tapi pria itu bisa kabur, selamat dari jeweran istrinya.


"Michel, aku ingin melihat bukan berarti itu saja. Aku tidak ingin jika aku hamil nanti, tidak bisa melihat dan merawat anakku."


Michel melongo. "Apakah...kamu hamil sekarang?"


Gemini menjewer telinga Michel. "Belum bodoh! Aku baru selesai periode aku tiga hari lalu, ingat?"


"Aku lupa. Aku khawatir jika kamu hamil, terus dioperasi, bisa berpengaruh dengan anak kita nanti..." gumam Michel sambil mengusap telinganya gara-gara terkena jeweran Gemini.


"Kalau begitu, kita puasa dulu Michel sampai selesai operasi."


"Tidak berhubungan dulu sampai selesai operasi... Aaaaaahhhh!" Gemini tertawa geli ketika Michel menggelitik pinggangnya.


"Enak saja puasa? Kan bisa cara lain untuk mencegah hamil sampai operasi!" goda Michel gemas sambil menciumi ceruk leher Gemini. "Kalau tidak lupa..."


"Michel!" hardik Gemini sambil manyun.


"Aku mencintaimu Gemini Paramadhita Sky Lexington..."


"Aku mencintaimu Michel de Luca."


Michel mencium bibir istrinya.


***


Tiga Hari Menjelang Pernikahan Juliet dan Romeo, Kingaroy Queensland Australia


Krisna melihat Gemintang membawa dua buah koper besar dan sedang yang merupakan satu set dengan tas jinjingnya.


"Kamu bawa banyak?" tanya Krisna yang hanya membawa satu koper besar dan tas ransel.


"Namanya perempuan pasti bawaannya banyak" sahut Gemintang cuek.


"Ayo masukkan ke mobil. Oom Fathir akan berangkat dua puluh menit lagi" ajak Krisna sambil membawa koper bewarna coklat yang merupakan brand favorit Gemintang itu masuk ke dalam mobilnya.


Gemintang tampak memeriksa kulkas yang berisikan banyak makanan beku karena dia sudah tahu tidak akan kembali lagi. Setidaknya Rao tidak kekurangan bahan makanan.


Gadis itu pun memeriksa kompor dan air karena takut lupa dan bisa terjadi musibah.


"Kamu ngapain Mintang?" tanya Krisna.


"Memeriksa kompor dan keran kamar mandi. Takut lupa. Tempatmu sudah diperiksa?" tanya Gemintang.


"Aku cek dulu." Krisna bergegas menuju kamarnya dan memeriksa kamar mandi. Tak lama pria itu keluar dan tersenyum. "Aman. Dah yuk berangkat!"


Gemintang mengangguk lalu berjalan menuju mobil sedangkan Krisna masih memeriksa semua pintu dan jendela. Area dekat ranch termasuk aman tapi tidak ada salahnya untuk double check.


Krisna masuk ke dalam kamar Gemintang untuk memeriksa jendela kamarnya dan pria itu iseng membuka lemari baju istrinya yang bajunya masih ada separuh lebih disana, begitu juga dengan sepatu dan tas nya. Meja riasnya pun masih ada beberapa lipstik, parfum dan alat make up lainnya.


Kamu hanya parno Krisna. Kamu terbawa dengan ketakutan kamu sendiri. Gemintang tidak akan meninggalkan kamu, dia masih ada banyak pekerjaan disini.


Krisna mengelus dadanya untuk menenangkan diri lalu keluar dari kamar Gemintang. Pria itu lalu memasang alarm rumah dan mulai menutup pintu rumah dan menguncinya.


Setelahnya, pria itu pun naik ke dalam mobil lalu menstaternya. Rencana mobil Krisna akan di parkiri inap di bandara Brisbane agar mereka mudah pulangnya.


"Kok lama?" tanya Gemintang sambil bermain ponsel.


"Memeriksa semua jendela dan pintu, apakah sudah terkunci atau belum" jawab Krisna sambil tersenyum.


"Oh. Oom Fathir sudah berangkat, kita berangkat juga. Biar saling iring-iringan" ucap Gemintang membaca pesan dari Fahira.


"Yuk berangkat."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️