
Uccle Belgia
Gemintang menatap bingung ke arah Raj yang masih menerima telepon dari mantan suaminya. Apalagi mendengar ucapan Raj akan melindunginya dari Krisna. Apa maksudnya?
"Mintang di Brussels kan Raj? Iya kan?" tanya Krisna antusias. "Bilang padaku! Mintang di Brussels kan?"
"Selamat siang Krisna." Raj pun mematikan ponselnya lalu menatap Gemintang bingung. "Krisna tahu kamu di Brussels."
Gemintang hanya mengangguk tanpa ada ekspresi disana. "Lalu? Apa dia mau kemari?"
"Kemungkinan besar, Gemintang."
Gemintang tersenyum smirk. "Silahkan saja kalau bisa masuk Belgia karena Bang Sean sudah menutup akses nama Krisna Rao lolos masuk ke Belgia."
Raj melongo.
***
"Jadi, nama saudara kembar aku, di blacklist?" tanya Raj.
"Yup. Bang Sean memang mem-blacklist mantan suamiku itu karena untuk menjaga kenyamanan aku. Jadi, begitu masuk imigrasi baik darat maupun udara, nama Krisna Rao tidak bisa masuk Belgia." Termasuk yang bernama Shinichi Sky Kojima Park, Valentino Adipramana Reeves dan Arkananta Giandra Baskara.
"Tapi kalau Krisna mengeyel..."
"Kan semua tergantung bang Sean yang berkuasa. Memang ini personal tapi ini salah satu cara bagaimana kakak-kakak aku melindungi adiknya" jawab Gemintang sambil menghabiskan teh oolong nya. "Aku mau pulang..."
Suara ponsel Gemintang berbunyi dan tampak di layar tertulis 'Mbak Zee' dan gadis itu pun menggeser tombol hijau.
"Assalamualaikum mbak Zee. Ada apa mbak?"
"Mintang, bisa datang ke istana sekarang? Bwa sekalian Raj bersama kamu karena ini ada kaitannya dengan kembarannya Krisna" jawab Zinnia tegas membuat Gemintang menatap Raj bingung.
"Baik mbak. Aku kesana sekarang bersama dengan Arjun. Assalamualaikum." Gemintang memencet tombol merah.
"Ada apa Gemintang?" tanya Raj.
"Kita disuruh ke istana sama mbak Zee."
***
Gemintang naik mobil milik Raj karena dirinya tadi naik sepeda seperti biasanya karena Arsya katanya malam ini akan menginap di Uccle. Tapi perkembangan kejadian hari ini merubah semuanya.
"Kira-kira apa yang akan dibicarakan oleh yang mulia ratu?" tanya Raj sambil menyetir mobil.
"Paling soal kembaran kamu yang bertemu dengan adikku. Benar kan tadi mantan bertemu dengan adikku Garvita dan pacarnya Gabriel?" tanya Gemintang sambil menoleh ke arah Raj.
"Iya. Maaf aku tadi terpancing emosi karena aku tidak mau adikku menyakiti kamu lagi, Gemintang. Dan untuk kali ini, aku yang akan maju melindungi kamu dari adikku!"
Gemintang melihat rahang Raj yang mengeras. "Kenapa? Kenapa kamu ingin melindungi aku?"
Raj menghela nafas panjang. "Mungkin aku juga merasa bersalah padamu Gemintang karena adikku, kamu harus menguatkan mental. Jadi disaat seperti ini, aku seperti ingin menebus kesalahanku tidak bisa memberi tahu dan mencegah adikku. Dan sebisa mungkin, aku akan melindungi kamu."
Gemintang menatap pria yang semakin berbeda dengan mantan suaminya itu dengan perasaan sesak. "Bukan kamu yang harus menebus kesalahan saudara kembar mu, Arjun..."
"No, Gemintang... Aku lah yang tidak bisa mengawasi adikku... Jadi ijinkan aku untuk melindungi mu dari adikku karena yang bisa memahaminya adalah saudara kembarnya. Bukankah kamu dan saudara kembar mu juga sama?" senyum Raj.
"Thanks Arjun, tapi aku bisa melindungi diri aku sendiri."
"Aku tahu kamu bisa tapi kembali lagi, aku ingin melindungi kamu. Bolehkah?"
"Jika memang pada akhirnya mantan suamiku datang ingin menemui aku, aku tidak keberatan kamu ada disisiku. Bagaimana pun, saudara kembar ada kode tersendiri bukan?" senyum Gemintang.
Raj mengangguk. " Terimakasih Gemintang."
***
Gemintang dan Raj disambut Sarah, asisten Zinnia dan mengajak keduanya menuju ruang kerja Sean. Raj yang baru pertama kali datang dan masuk ke dalam istana, tampak terkagum-kagum dengan semua interior yang terlihat sangat terjaga turun temurun.
Tak lama mereka pun masuk ke ruang kerja Sean dan tampak disana pasangan suami istri raja dan ratu Belgia sudah menunggu mereka berdua. Sean duduk di kursi kebesarannya sedangkan Zinnia berdiri di sebelahnya.
"Danke Sarah" ucap Zinnia lembut seperti biasanya.
"Gern geschehen, meine Königin ( Sama-sama, yang mulia ratu )" balas Sarah sambil membungkuk hormat.
Setelah Sarah keluar dan menutup pintu ruang kerja, Zinnia menghampiri Gemintang dan langsung memeluk nya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Zinnia.
"I'm fine mbak. Stop mengkhawatirkan aku, aku kuat kok." Gemintang memegang wajah Zinnia sambil tersenyum.
Sean dan Zinnia lalu menoleh ke arah Raj yang membungkuk hormat.
"Selamat sore yang mulia raja, yang mulia ratu" salam Raj.
"Selamat sore Raj. Duduk." Sean memberikan kode agar semua duduk di sofa. Raja bermata biru itu langsung menghampiri Gemintang dan merangkulnya sambil mencium pelipisnya. "Arsya manyun batal menginap di Uccle tapi begitu aku bilang kamu akan menginap di istana weekend ini, langsung sumringah lagi."
Gemintang tertawa. "Dasar Arsya... macam Shinchan saja."
Sean tekekeh lalu melepaskan rangkulannya untuk memeluk pinggang Zinnia dan berjalan menuju sofa.
Setelah semuanya duduk, Zinnia menatap Gemintang dengan wajah serius.
"Mintang, apa kamu tahu kalau Krisna sekarang berpacaran dengan Sari?" tanya Zinnia.
"Tahu, bahkan jauh dari sekarang aku sudah tahu kalau Sari mengincar Rao."
Sean dan Zinnia terkejut begitu juga dengan Raj. "Kapan itu?" tanya Sean.
"Saat Opa Takeshi meninggal, kan kita semua di Tokyo. Waktu itu Sari minta bertemu berduaan dengan aku dan dia mengutarakan mengincar Rao. Bagi aku, ya Monggo karena aku sudah tidak perduli dengan mantan suamiku."
Raj menatap Gemintang dengan wajah terkejut."Jadi kamu sudah tahu?" Gemintang mengangguk.
"Jadi sebenarnya kamu sudah tahu lama kalau Sari naksir Krisna?" tanya Zee. "Kapan dia ketemu Krisna ?"
"Katanya pas magang di London, setahun kurang sebelum aku menikah dengan Rao. Jadi saat aku berpisah, Sari merasa itu kesempatan emas untuk mendapatkan Rao. Dan aku sih bodo amat. Memangnya mbak Zee dan bang Sean manggil aku kemari ada apa?" Gemintang menatap ke kedua kakaknya.
"Garvita tadi menelpon untuk memberikan kesempatan Krisna berbicara pada kami" jawab Zinnia.
"Intinya, Krisna meminta ijin untuk datang ke Brussels buat cari kamu!" sambung Sean.
Raj dan Gemintang saling berpandangan.
Datang juga saatnya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️