Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Kamu Bodoh!



Klinik Hewan Uccle Belgia


Gemintang menatap dingin ke arah Raj yang baru saja masuk membuat Anna, sang vet tech, bingung melihat perubahan wajah sang boss.


Dokter Lexington kan nama depannya Gemintang. Kenapa dipanggil Astri? - batin Anna.


"Docteur, qui est-il ( dokter, siapa dia ) ? Nouvelle cliente ( klien baru )?" tanya Anna.


"Anna, ai-je un autre patient ( Anna, apakah aku ada pasien lagi )?" tanya Gemintang ke Anna mengacuhkan pertanyaan Anna.


"Non, docteur ( tidak ada, dokter )" jawab Anna.


"Hold my calls ( tahan semua telpon untukku ), Jenny" pinta Gemintang ke resepsionis klinik.


"Oui, docteur." Jenny dan Anna saling berpandangan.


"Kita bicara di luar Rao..." ajak Gemintang yang mengambil jaket tebalnya sambil melewati Raj


"Arjun, Astri. Apa kamu lupa?" senyum Raj.


"Whatever..." balas Gemintang cuek. Keduanya pun keluar klinik membuat dua orang yang berada di dalam saling menatap.


"Cet homme était-il son petite amie ( apakah pria itu pacarnya )?" tanya Jenny ke Anna.


"Je ne sais pas ( aku tidak tahu )" jawab Anna apa adanya.


***


Taman Dekat Klinik Hewan Uccle


Gemintang dan Raj duduk di sebuah gazebo dengan meja yang tersedia disana. Gadis itu bersyukur hari ini salju tidak turun dan cuaca lebih cerah serta hangat karena matahari akhirnya menampakkan diri.


"Ada apa Ra... Arjun?" tanya Gemintang dengan nada tidak bersahabat.


"Aku membawakan ini untukmu." Raj mengeluarkan cup berisikan sup panas, hot choco dan sandwich. "Aku tahu kamu belum makan siang kan?"


"Kamu jauh-jauh dari Bruxelles ke Uccle hanya membawakan ini?" Gemintang menatap curiga ke Raj.



Peta kota Brussels Belgia


"So? Aku sudah selesai praktek pagi ini dan nanti sore ada jadwal operasi. Jadi kenapa tidak kemari sambil melihat tempat kamu praktek." Raj menyiapkan dua cup sup itu dengan sendok, dua cup hot choco dan sandwich nya. "Aku tahu makan siang seperti ini tidak kenyang tapi setidaknya perut kamu terganjal makanan."


Gemintang hanya diam saja membiarkan Raj menyiapkan semuanya. Entah kenapa mengingatkan akan Krisna yang dulu terkadang menyiapkan camilan meskipun sebagian besar, dirinya yang menyiapkan untuk Krisna.


"Yuk makan." Raj mengulurkan cup berisikan sup panas itu ke Gemintang yang menerimanya dengan ogah-ogahan. "Bon appetit." Raj lalu menyendok sup nya.


Gemintang lalu menyantap supnya yang ternyata nikmat sekali dan belum pernah dia makan Sebelumnya. "Ini beli dimana?" tanya nya tidak tahan untuk tidak penasaran.


"Apa kamu percaya kalau aku yang masak?"


Mata hijau Gemintang menatap Raj tidak percaya. "Bohong!"


"Serius Astri, ini sup buatan aku. Aku buat dari tulang sapi yang dimasak lama dan kaldunya disaring dua kali lalu aku tambahkan potongan daging dan iga. Sedap kan?" Raj tersenyum.


"Resepnya?" tanya Gemintang karena baru kali ini dia merasakan sup selezat ini. Bahkan RR's Meal kalah sedikit. "Ada garam masala? Pala? Starnish? Cengkeh? Basil? Kaldu jamur?"


Raj tersenyum rahasia. "Pantas Krisna... maaf, kembaranku bilang kalau kamu pintar memasak... Kamu bisa menebak rempah yang aku pakai... mostly."


Raj tertawa kecil. "Kami memang pecinta rempah."


"Ini semua kamu yang buat?" tanya Gemintang.


"Kenapa? Tidak suka?"


"Bukan, aku hanya bingung bagaimana bisa kamu menyiapkan ini semua ... Kamu tidak ada maksud tersembunyi kan Arjun? Karena jika kamu macam-macam, aku tidak akan segan menghajar mu." Mata hijau Gemintang menatap tajam ke arah Raj yang masih saja memandangi nya lembut.


"No, Astri. Aku tidak mengenal banyak orang disini dan ketika aku tahu kamu disini, kenapa tidak kita berteman baik? Meskipun sudah mantan ipar, tapi kamu pernah menjadi bagian keluarga aku bukan?" jawab Raj kalem.


"Aku belum bertemu dengan kedua orangtuamu untuk meminta maaf..." gumam Gemintang.


"Ayah dan ibuku mengerti posisimu, Astri dan mereka tidak menyalahkan kamu, malah kesal dengan kembaranku. Apa kamu tahu kalau kembaranku menemui kedua orang tuamu ke Jakarta?"


Gemintang tampak terkejut. "Ngapain? Memohon ke Daddy dan mommy?"


"Tidak, Astri. Kembaranku datang untuk meminta maaf pada Mr dan Mrs Lexington. Bahkan dia berlutut di hadapan kedua orangtuamu karena membuat kamu sakit."


Gemintang melongo. Tidak ada yang bercerita padaku.


"Apa kedua orangtuamu tidak bercerita?"


"Tidak... Aku tidak tahu soal yang ini."


"Kembaranku terbang ke Jakarta usai resign dari FH Ranch dan menemui kedua orangtuamu untuk meminta maaf sampai berlutut. Dia berharap untuk bisa memulai semuanya dari awal tapi Daddymu tidak memberi kesempatan."


"Itu berarti dia memohon! Tentu saja Daddy tidak memberi kesempatan! Hati Daddy sudah hancur saat tahu apa yang terjadi! Ayah siapa yang tidak merasa sedih karena tidak bisa melindungi anak perempuannya! Kalau kamu masih membela mantan suamiku itu, lebih baik cukup sampai disini kita bertemu!" Gemintang meletakkan cup soupnya dan hendak pergi tapi tangannya dipegang oleh Raj.


"Dengar dulu Gemintang..." suara Raj terdengar pelan.


"Dengar Arjun, aku tidak suka kamu menggantikan namaku seenaknya! Aku tidak suka dipanggil Astri! Namaku Gemintang! Dan aku..." Suara Gemintang menghilang ketika Raj memeluknya.


"Aku tidak membela saudara kembar ku, aku hanya menceritakan apa yang terjadi di Jakarta..." bisik Raj. "Jika kamu tidak mau aku panggil Astri, aku akan kembalikan namamu semula tapi aku tidak akan memanggil kamu Mintang... tapi Gemintang."


Raj melepaskan pelukannya. "Sekarang kamu duduk dulu. Dengarkan aku..." Pria itu membawa Gemintang duduk kembali. "Aku bukan membela kembaranku, aku menyalahkan dia karena caranya mendapatkan kamu itu salah! Kamu wanita baik, Gemintang, bahkan sampai kamu menahan semua anggota keluarga kamu untuk tidak terjadi ramai di Singapura. Kembaranku tidak melihat itu! Dia tidak tahu bagaimana baiknya kamu, bagaimana kamu memilih menjadi pihak yang melindungi antara kembaranku dan keluarga kamu agar tidak terjadi pertumpahan darah. Jangan dikira aku tidak tahu sepak terjangnya keluarga besar kamu, Gemintang."


Mata hijau Gemintang menatap Raj dingin.


"Gemintang, aku minta maaf jika aku membuatmu tidak nyaman tapi kamu berhak tahu aftermath nya setelah kalian bercerai..."


"Aku minta kamu tidak usah bercerita tentang kembaran mu lagi! Aku sedang berusaha menata semuanya dan disaat sudah mulai enak, kamu datang dengan wajah yang sama!" hardik Gemintang sebal. "Dan kamu membuatku tidak nyaman!"


Gadis itu pun berdiri. "Terimakasih atas makanannya tapi aku minta, kamu tidak usah menemui aku lagi."


Gemintang lalu berjalan menuju klinik hewannya yang berada di seberang taman meninggalkan Raj yang hanya menatapnya sendu.


"Kamu bodoh, Arjun! Bodoh!" Raj mengeplak kepalanya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️