Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Kehebohan Keluarga Besar



Kediaman Ashley Sky di ruang kerja...


Ashley dan Haris mempelajari semua berkas yang diberikan Michel, menunjukkan bahwa dirinya sudah memenuhi syarat untuk menikahi Gemini sesuai dengan aturan keluarga Sky khususnya dan Pratomo umumnya.


"Kamu sudah khitan?" tanya Ashley.


"Sudah. Bukti dari dokter juga ada."


"Apakah setelah kalian menikah, akan tinggal di Palermo?" tanya Haris yang sejujurnya tidak ikhlas putrinya dalam kondisi rapuh harus tinggal bersama dengan pria yang membuatnya cacat.


"Tentu saja, Signor Lexington. Bukankah sebagai istri harus mengikuti suami?" jawab Michel tenang.


Ashley menatap Michel. "Kapan kalian akan menikah?"


"Minggu depan. Saya rasa cukup ijab qobul dengan keluarga dan saya sudah menghubungi konsulat Italia bahwa kami akan mendaftarkan pernikahan kami."


"AAAPAAA? MINGGU DEPAN?" seru Ashley dan Haris bersamaan. "Tidak bisa!"


"Tapi Signor Lexington, Signor Sky..."


"Bulan depan!" putus Ashley.


Michel hendak membuka mulutnya tapi mengurungkannya karena tahu keluarga Gemini pasti hendak persiapan meskipun tidak memakai pesta mewah. "Baik Signor Sky. Bulan depan."


***


"Apa kamu yakin Gem?" tanya Gemintang dalam panggilan telepon.


"Aku yakin Mintang. Dan bulan depan kami akan menikah, sederhana saja. Toh aku tidaj bisa melihat kan?"


Gemintang menghela nafas panjang. "Aku harap langkah yang kamu ambil tidak terjadi penyesalan suatu saat nanti."


"Kalau Krisna minta menikah denganmu, terima saja! Buat dia merasa menyesal sudah membuat rumor tentangmu!"


"Astagaaa Gem! Aku tidak akan menikah dengan dia! Sebencinya aku dengan Krisna, menikah dengannya bukan solusi yang tepat, Gem."


"Terkadang kamu harus dekat dengan musuhmu agar dendam mu terbalas!"


"Gemini, please. Jangan dibutakan oleh dendam. Michel tampaknya tulus ingin membayar rasa bersalahnya denganmu apalagi dia mengakui kalau mencintaimu..."


"Halah! Hanya alasannya saja itu! Dengar, Mintang, aku yakin suatu hari nanti aku akan bisa melihat lagi entah bagaimana caranya, dan aku akan meninggalkan Michel! Aku tidak takut menjadi janda! Yang penting sekarang, dia sudah terikat dendamku!"


Gemintang mengelus dadanya untuk menetralisir emosinya yang tidak menyangka saudara kembarnya menjadi sangat pendendam sedemikian rupa. Aku harap kamu bisa kembali menjadi Gemini yang dulu...


***


Keluarga besar klan Pratomo pun terkejut mendengar keputusan Gemini untuk menikah dengan Michel de Luca, pria yang membuatnya cacat sekarang. Para sepupu Gemini sudah tahu apa rencana gadis bermata biru itu dari Pahlevi yang diceritakan oleh Gemintang.


Turin Italia


Dante dan Leia hanya bisa diam karena mereka tahu bagaimana terlukanya Gemini saat tahu dia buta, dan semakin marah ketika tahu orang yang menyebabkan dia buta justru orang yang dia kenal baik.


"Sayang, kita datang ke New York?" tanya Dante ke Leia yang sedang meninabobokan Vicenzo.


"Aku rasa kita harus datang, Dante. Bagaimana pun, keduanya keluarga." Leia menatap suaminya.


"Aku harap Gemini bisa berubah pikiran..." gumam Dante.


"Semoga karena aku tidak mau mereka akan saling menyakiti satu sama lain..." ucap Leia.


***


Brussels Belgia


Sean dan Zinnia hanya bisa melongo mendengar kabar itu karena tahu apa yang terjadi. Zinnia yang baru saja melahirkan si kembar Avaro dan Alisha, merasa dirinya harus datang ke New York.


"Sayang, kamu baru lahiran lho. Kalau tidak kuat jangan dipaksakan..." bujuk Sean. "Kita kan kondisinya berbeda sekarang, harus ada protokoler."


Zinnia yang sedang menyusui Avaro hanya cemberut. "Aku ingin menasehati Gemini!"


"Zee, Gemini sudah dewasa. Aku rasa dia sudah tahu resikonya dan kita hanya bisa mendoakan agar keduanya baik-baik saja" ucap Sean sambil mengelus rambut hitam tebal istrinya.


"Aku tidak habis pikir Sean..."


"Just trust Gemini. Okay? Jika dia meminta bantuan pada kita, baru kita ikut campur."


Zinnia menatap mata biru Sean yang tampak berkilat penuh arti. "Belum, Sean! Masih harus menunggu dua Minggu lagi!"


***


Kediaman Reeves Jakarta Indonesia


"Apa-apaan itu Gemini! Mau-maunya menikah dengan Michel!" omel Hoshi kesal.


"Daddy tidak setuju!" ucap Levi.


"Mas Levi, tapi Ashley dan Haris sudah memberikan ijin" ucap Yanti.


"Keterlaluan itu Michel!" Hoshi tampak mondar mandir di ruang tengah dengan gusar. "Haris lagi! Freya juga!"


"Hoshi, sudah. Mungkin mas Haris dan mbak Freya punya pemikiran sendiri" bujuk Rina yang melihat suaminya ngomel-ngomel.


"Papa macan, nanti karpetnya aus lho dipakai mondar-mandir begitu" goda Juliet yang sedang membuat desain dari MacBook nya.


"Nanti tinggal ambil dari toko mamamu!" jawab Hoshi asal membuat Rina mendelik.


***


Kamar Gemintang Queensland Australia


Gemintang menatap langit malam melalui jendela kamarnya di Kingaroy tempat ranch pamannya berada. Dirinya berharap agar saudara kembarnya bisa merubah pendiriannya dan tidak ingin terjadi sesuatu dengan Gemini, apalagi setelah menikah nanti akan tinggal bersama di Palermo.


"Ya Allah... Apa yang akan terjadi nanti di Palermo?" gumam Gemintang.


"Mintang..."


Gemintang hanya melirik ke arah Krisna Rao yang datang menghampiri dirinya. Kamar Gemintang memang memiliki jendela yang lebar.



"Apa Rao?" sahut Gemintang judes.


"Apa benar kamu tidak mau menikah dengan ku?" Krisna mendekati Gemintang yang bersiap-siap menutup jendela kamarnya.


"Siapa juga yang mau menikah dengan mu Rao? Cukup kembaranku yang menikah dengan pria yang membuatnya cacat. Tapi aku tidak mau menikah dengan pria yang sudah membuat rumor kemana - mana hingga aku tidak memiliki teman dan semua orang menatap aku aneh! Apa kamu tidak sadar bahwa karena ulahmu, kamu sudah melakukan pembunuhan karakterku? Hanya Barbara yang bisa menerima aku dan hanya dia yang percaya diluar dua sepupuku kalau aku hanya korban fitnah kamu! Dan setelah Barbara meninggal, aku kehilangan orang yang selalu mendukung ku..."


"Aku selalu mendukungmu Mintang..."


"Kamu tidak mendukung aku! Kamu menutup akses pergaulan aku! Kamu jahat Rao! Kamu dengar! Kamu itu jahat!" bentak Gemintang marah dan sekarang waktunya dia mengungkapkan semua isi hati dan emosinya.


Krisna menatap sendu ke Gemintang. "Maafkan aku, Mintang. Tapi apa yang aku ucapkan di mobil saat kita mau ke Brisbane, itu benar adanya. Aku cinta padamu Mintang."


"Aku tidak mencintaimu, Rao, apalagi Setelah rumor kejam yang kamu sebarkan! Just get the hell out of my sight ( Pergilah dari pandanganku )!" Gemintang hendak menutup jendela kamarnya namun tangan kekar Krisna menahan jendela itu.


"Mintang, dengar dulu..."


"Aku tidak mau mendengar apapun darimu dan lebih baik kita bertemu secara profesional saja!" Gemintang berusaha menarik jendela kamarnya.


"Aku tidak bisa Mintang. Aku bisa gila kalau kamu melakukan hal itu!"


"Karena kamu sudah gila!" balas Gemintang.


"Ya! Karena aku tergila-gila padamu Mintang! Hanya kamu yang ada di otak, hati, pikiran dan aku ingin kamu menjadi milikku!"


"Langkahi dulu Maya..." Bibir Gemintang langsung ditutup dengan bibir Krisna Rao dengan penuh perasaan dan tubuh gadis itu membeku mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Jangan pernah mengatakan kalimat itu Mintang. Aku tidak ingin kamu pergi dariku..." ucap Krisna dengan nada serak.


Plak!


Gemintang menampar Krisna keras.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️