
Villa Uccle Belgia
Raj melepaskan pagu*tan bibir nya di bibir Gemintang dan keduanya saling bertatapan dengan berbagai perasaan berkecamuk disana. Raj mengelus pipi Gemintang dengan sentuhan sayang membuat jantung gadis itu berdebar kencang mendapatkan perlakuan dan tatapan penuh cinta dari pria yang mirip dengan mantan suaminya tapi berbeda rasa.
"Aku harus pulang, sayang. Bisa bahaya dan aku tidak mau dikirim mommymu ke tempat paling menyeramkan di muka bumi ini..." senyum Raj yang membuat Gemintang tertawa.
"Pasti gara-gara Michel bercerita ya?" kekeh Gemintang yang dijawab anggukan pria itu.
"Yup. Aku bukan orang penakut tapi tetap saja berada di tempat angker itu banyak hal yang kita tidak bisa prediksi. Kamu tahu sendiri di India kita juga percaya berbagai macam hal-hal mistis." Raj mengelus pucuk kepala Gemintang lembut.
"I know. Ohya, Desember aku minta kamu mengosongkan jadwal menjelang natal ya."
"Kenapa? Ada apa?" tanya Raj bingung.
"Kita akan ke Jakarta, menghadiri pernikahan Arka dan Arabella."
"Oh oke. Aku akan atur jadwal ku di rumah sakit. Sayang, bagaimana Minggu depan kita ke Palermo? Menengok Gemini dan Michel serta baby L? Ada libur nasional long weekend."
Gemintang tersenyum. "Aku kira kamu tidak mau kesana."
"Siapa bilang? Aku mau ke Palermo."
Gemintang mengangguk. "Ya sudah, kita mulai booking tiket pesawat kesana karena kalau liburan, suka penuh."
Raj mengangguk lalu mencium kening Gemintang dan berdiri. "Aku pulang dulu. Kamu tidak usah mengantar aku, Gemintang. See you tomorrow."
"See you."
Raj pun keluar dari rumah Gemintang untuk kembali ke apartemen nya.
***
Palermo Minggu Depannya...
Gemini dan Michel tampak senang menyambut Gemintang yang datang bersama dengan Raj untuk menengok baby Lachlan alias baby L. Freya dan Haris sudah kembali ke Jakarta setelah puas Oma cantik itu selama seminggu mendoktrin cucunya untuk mau mendengarkan cerita soal tempat-tempat horor yang membuat Gemini mendelik sebal ke Mommynya.
"Alhamdulillah kalian datang, aku beneran bludrek sama mommy" keluh Gemini sambil memeluk kembarannya.
"Memang mommy kenapa Gem?" tanya Gemintang yang sudah bisa menebak kalau Freya pasti aneh-aneh.
"Masa, dongeng sebelum tidur itu cerita jaman sama Daddy ke rumah almarhum pak Budi, lihat penampakan di danau sana. Terus cerita pas lihat hantu tentara Amerika di pearl harbor dan masih banyak lagi... Apa nggak ada cerita lainnya? Aku nggak mau Mintang, Lachlan besarnya macam mommy punya hobi nyeleneh ikutan Omanya!" omel Gemini sebal.
Gemintang dan Raj tertawa mendengar cerita Gemini yang sedang menggendong Lachlan.
"Ampun deh, aku punya mertua super nyentrik! Raj, besok kalau kamu menikah dengan Mintang, dan punya anak, bersiap lah!" sambung Michel.
"Tapi mommy kan mertua yang asyik, Michel" bela Gemintang.
"Aku akui, mom dan dad itu orangnya asyik ... asal tidak berhubungan dengan ghost hunter!" sungut Michel kesal.
Raj dan Gemintang tertawa lagi.
"Raj, kamu sudah aku siapkan kamar hotel dekat apartemen kami ya. Kan kalian belum resmi jadi tidak ada tidur sekamar!" ucap Gemini tegas.
"Absolutely, Gem. Aku juga tidak mau kena todong Opa Ashley dan dibuang ke Aokigahara seminggu oleh Mommymu!" kekeh Raj. "Bisa stress aku!"
"Tapi memang kok, mom itu kalau kasih hukuman tidak perlu sadis-sadis dengan dihajar tapi cukup buang ke tempat horor dan sudah pasti nampol!" sahut Michel. "Bahkan Alessandro Moretti ikutan cara ku membuang keluarganya ke tempat horor di Jepang!"
"Alessandro? Pacarnya Sakura? Apalagi yang dia perbuat?" tanya Gemintang.
"Kalian ingat kan dia membuang paman dan bibinya serta sepupunya yang menjual hasil desain karyanya yang belum launching? Nah, ini kejadian lagi! Salah satu pegawainya melakukan penggelapan di perusahaan granit nya dan langsung dibuang ke Fureai Sekibutsu no Sato... Lagi!" ucap Michel. "Total dia sudah buang sepuluh orang kesana. Kata Moretti dan Luke Bianchi, supaya setannya mulai berkurang karena ada manusia disana... Tapi aku tidak yakin sih..."
"Memang di Empangnya Luke ada apa Gemintang?" tanya Raj.
"Piranha hitam."
Raj melongo. Astaghfirullah, Gemintang, keluarga kamu itu benar-benar deh!
***
"Michel, aku kira kamu bakalan memberikan nama putramu dengan nama berbau Italia tapi kenapa jadi nama Skotlandia?" tanya Raj saat mereka semua sedang makan malam di apartemen Gemini dan Michel.
"Aku masih ada turunan Skotlandia dan aku rasa nama L itu keren buat panggilan macam di Death Note, L Lawliet. So..."
"Tunggu! Bagaimana kamu bisa nonton Death Note?" potong Gemintang karena setahunya Gemini lah penggemar L dan Light Yagami. Bagaimana bisa Michel nonton anime itu?
"Salahkan istriku yang notabene kembaranmu! Jadi asal kalian tahu, aku terkena couvade syndrome dan terdampar di kamar hampir sebulan. Dan Gemini, hobinya nonton anime Death Note selama menemani aku. Dari situ aku mendapatkan ide, kenapa anakku tidak aku beri nama dengan panggilan L. Jadi saat tahu dia boy, aku sudah berencana memberikan nama Lachlan Ansel... Panggilan L." Michel tersenyum bangga dengan bagaimana dia mencari nama putra pertamanya.
"Apa Daddy tidak ribut dengan namanya?" tanya Gemintang.
"Ribut karena panggilannya singkat padat jelas!" kekeh Gemini. "Lagian Lachlan mengikuti jejak Oomnya Valentino yang panggilannya juga terkadang satu huruf, V."
"Gem, kalau trio kampret berusaha mendoktrin baby L, bagaimana?" tanya Gemintang.
"Setidaknya aku sudah melihat bagaimana hasilnya Arsya dan tidak ada doktrin mencari hantu!" jawab Michel.
"Baby L bakalan sama lebaynya macam Arsya dan Hyde lho..."
"Mendingan lah Mintang. Aku tidak mau L besar nanti malah punya sixth sense dan main cari hantu kemana-mana macam Omanya" ujar Michel.
***
Malam harinya Raj sudah bersiap menuju ke hotel yang letaknya bersebelahan dengan apartemen Michel dan Gemini. Gemintang mengantarkan pria India itu menuju lift sambil bergandengan tangan.
"Besok pagi - pagi aku kemari lagi" senyum Raj ke Gemintang yang menginap di apartemen Gemini.
"Oke." Gemintang tersenyum manis. "Terimakasih sudah mau menemani ke Palermo."
"Hei, Gemini dan Michel calon ipar aku jadi sudah sewajarnya aku berusaha dekat dengan keluargamu seperti kamu juga dekat dengan kedua ayah dan ibuku meskipun saat itu kamu sudah berpisah dengan Krisna."
Gemintang memang sesekali masih menelpon Bitti usai permintaan maaf pasca bercerai dengan Krisna. Gemintang memang diajarkan untuk tetap menghormati orang tua meskipun sudah bukan mertuanya lagi.
"Kedua orang tua kamu tidak salah kok..."
Raj tersenyum. "Aku ke hotel dulu."
"Yup."
Raj mencium bibir Gemintang lembut sampai pintu lift terbuka. Setelahnya pria India itu masuk ke dalam lift dan Gemintang melambaikan tangannya sambil tersenyum.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️