
Uccle Belgia
Gemintang mengayuh sepedanya dengan santai dan berbelok ke arah pasar malam yang memang buka menjelang tahun baru. Bulan Desember ini memang ramai dengan acara natal dan tahun baru. Gadis itu pun memarkirkan sepedanya di tempat yang sudah disediakan untuk melihat - lihat isi pasar malam.
Disana dia bertemu dengan beberapa klien nya di klinik hewan tempatnya bekerja. Beberapa diantaranya malah mengobrol dan berdiskusi tentang hewan peliharaannya. Nama Gemintang Lexington memang mulai dikenal sebagai seorang dokter hewan yang ramah dan tidak pandang bulu binatang apa saja diperiksa olehnya termasuk seekor ular albino.
Usai acara diskusi dadakan, Gemintang akhirnya melanjutkan acara jalan-jalannya lalu membeli beberapa jajanan seperti pretzel, roti, coklat dan beberapa camilan lainnya. Gemintang pun membawa barang belanjaannya ke keranjang sepedanya. Yup, Gemintang memilih sepeda wanita yang memiliki keranjang di depan untuk membawa barang-barang. Setelahnya, gadis itu pun pulang ke villa tempat dirinya tinggal.
***
Pagi ini Gemintang memutuskan untuk berjalan-jalan di taman karena libur praktek. Hazel dan Otto sudah minta ijin untuk liburan natal dan tahun baru bersama dengan keluarganya yang dikabulkan Gemintang karena mereka berada di Uccle juga.
Sendirian di rumah, membuat Gemintang memilih menikmati acara me time nya. Sembari membawa roti dan camilan yang merupakan sisa belanja di pasar malam semalam, Gemintang mengayuh sepedanya menuju ke sebuah taman kota.
Setelah memarkirkan sepedanya, Gemintang membenarkan topi Beanie nya dan mulai berjalan ke taman itu. Banyak orang di sana membuat Gemintang merasa nyaman.
Yang senang dengan salju...
"Dokter Lexington? Tidak buka praktek?" tanya seorang pengunjung yang datang bersama dengan anaknya.
"It's my day off" senyum Gemintang. "Bagaimana buttercup?"
"Ya ampun, semakin nakal setelah sehat kembali" gelaknya.
"Syukurlah kalau sudah sehat."
Gemintang mengobrol sebentar dengan wanita itu lalu berjalan lagi. Gadis itu menengadahkan tangan nya saat salju mulai turun dan memutuskan untuk keluar taman karena akan semakin licin dan bisa berbahaya.
Gemintang mengambil sepedanya dan mengayuhnya pelan menuju ke sebuah cafe dekat taman dan masuk ke dalam untuk memesan hot choco.
"Dokter Lexington" sapa barista disana saat melihat gadis itu datang.
"Halo Lucy, bagaimana Tri-leg?" sapa Gemintang ke barista yang memiliki seekor kucing yang harus diamputasi hingga memiliki tiga kaki. Namanya Black menjadi Tri-leg.
"Sehat dan menggemaskan. Terimakasih sudah menyelamatkan kucingku" senyum Lucy. "Hot choco dan sup krim?"
"Oui Lucy. Merci beaucoup" balas Gemintang sambil tersenyum. "Lucy, aku membawa pretzel ku tidak apa aku makan disini?"
"Tak apa asal anda memesan kopi juga" kekeh Lucy.
"Tentu saja. Terimakasih."
"Je t'en prie ( sama-sama )" balas Lucy.
Gemintang membayar pesanannya dan duduk di sudut cafe lalu membuka iPadnya untuk membaca laporan ranch kondisi hewan-hewan yang dirawatnya. Meskipun Gemintang tidak bekerja di sana, tapi gadis itu tetap mengawasi dengan bantuan Pahlevi dan Jack. Bagaimana pun, Gemintang ada rasa tanggung jawab dengan Oom Fathir nya.
"Bon appetit" senyum Lucy saat membawakan pesanan Gemintang.
"Merci Lucy." Gemintang meletakkan iPadnya lalu menyesap hot choco nya. Ketika gadis itu sedang menikmati sup krim dengan roti yang dibawanya, mata hijaunya terbelalak sempurna melihat sosok yang mendatangi dirinya.
"Rao?"
"Halo, Gemintang..." senyum pria itu.
***
"Mau apa kamu? Bukankah kita sudah bercerai?! Kamu ngapain ke Uccle? Apa kamu mau membicarakan rumah Kingaroy?" cecar Gemintang galak.
"Gemintang, aku bukan Krisna..."
"Hah?" Gemintang menatap lekat pria yang mengaku bukan mantan suaminya. "Bohong!"
"Benar. Tunggu sebentar..." Pria itu mengambil paspor, id card dan SIM internasional nya serta kartu tanda dirinya seorang anggota Doctors without Borders. "Aku saudara kembar Krisna. Namaku Arjun Raj Rao. Krisna tidak bercerita padamu kalau dia punya saudara kembar kan?"
Gemintang menggelengkan kepalanya tapi mata hijaunya masih menatap waspada. Bisa saja kan Rao ngadi-ngadi mengingat dia bisa melakukan apa saja.
Gemintang mengangguk. "Aku tidak percaya Rao punya saudara kembar!"
Raj mengambil ponselnya dan menunjukkan foto mereka berdua. "Saat Krisna menikah denganmu, aku sedang di pelosok Amazon dimana tidak ada sinyal disana. Aku baru tahu Krisna menikah setelah aku berada di Rio de Janeiro setelah bertemu peradaban. Aku dan Krisna ada perbedaan, lihat, di alis kananku ada bekas luka sedangkan Krisna tidak ada. Kamu kan pernah tinggal serumah dengan kembaranku jadi tahu kan?"
Gemintang menatap lekat wajah Raj guna mencari bekas luka di alis kanan pria itu. "Rao, memang tidak ada bekas luka di alisnya..." gumam Gemintang yang tahu bekas luka itu sudah lama, bertahun - tahun bukan baru beberapa bulan. "Apa yang kamu lakukan disini?"
"Aku diterima menjadi dokter di rumah sakit Clinique Saint Jean di Bruxelles. Dan saat aku sedang makan siang kemarin, aku mendengar percakapan tentang sepupu Ratu Zinnia yang bekerja sebagai dokter hewan. Dan saat aku bertanya siapa, namamu yang disebut..." Raj menatap Gemintang yang sedikit memundurkan tubuhnya. "Maafkan saudara kembar ku... Dia terlalu mencintaimu hingga salah caranya."
"Maaf tapi wajahmu mengingat kan aku padanya... Dan itu bukan hal yang bagus."
"Aku tahu Gemintang. Maafkan Krisna dan maafkan aku yang memiliki wajah yang sama dengannya." Raj tersenyum lembut. "Kenapa kamu memilih tinggal di Uccle, kenapa tidak di Brussels City?"
"Aku suka di Uccle tidak seramai City dan agak jauh dari mbak Zee dan bang Sean."
"Gemintang, kamu tidak ingin tahu kabar kembaranku?"
Gemintang menggelengkan kepalanya. "Melihat mu saja membuat semua flashback kembali berkeliaran di otakku."
"Dia sudah bekerja di Mumbai dan diterima kembali di keluarga kami..."
Mata hijau Jamrud Gemintang terbelalak. "Bagus lah. Dia bisa melupakan aku."
Raj menggelengkan kepalanya. "Justru dia tidak bisa melupakan kamu tapi dia berusaha melupakanmu..."
"Apakah kamu akan mengatakan aku berada disini?" tanya Gemintang khawatir.
"Nope. Aku tidak mau membuka luka lama. Dia menandatangani surat cerai kalian saja sudah hancur. Aku tidak mau kalian berdua akan saling menyakiti kembali."
"Apa kamu sengaja mencari kerja di Belgia?"
"Astagaaa, tidak Gemintang. Aku malah tidak tahu kamu disini! Aku diterima kerja dua Minggu lalu setelah sebelumnya di Luxembourg tapi kurang menantang jadi aku mencoba dua rumah sakit, di Belgia dan Belanda tapi yang diterima disini. Dan aku baru dengar soal kamu Minggu lalu. Mumpung aku hari ini libur, aku mencoba mencari kamu dan ternyata nama kamu memang terkenal disini jadi memudahkan aku menemukanmu..." jawab Raj.
"Kamu dokter apa tadi?"
"Dokter bedah. Krisna ke Singapura sedangkan aku ke London, ke Oxford. Dan setelah lulus aku ambil spesialis bedah dan mengabdikan ilmuku dengan ikut doctors without Borders. Aku kuliah terlebih dahulu dari Krisna."
Gemintang hanya menatap pria itu dengan wajah datar tanpa ekspresi. "Begitu rupanya..."
"Iya Gemintang... atau aku panggil Astri?"
"Astri?" Gemintang menatap bingung ke Raj.
"Bukankah namamu Gemintang Paramastri Sky Lexington?"
"Bagaimana kamu tahu nama lengkap aku?" tanya Gemintang bingung.
"Aku membaca nama lengkapmu saat Krisna merobek surat cerai kalian yang pertama."
Gemintang terkejut. What? Nama lengkap aku kan susah tapi kenapa pria ini hapal?
Arjun Raj Rao
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️