Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Sayonara, Adios, अलविदा ( Alavida )



Falcone - Borsellino Airport of Sicily


Michel menggandeng tangan Gemini saat mereka masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta beserta Nora dan Xena di belakangnya. Mereka sekarang berada di Business Class dan perjalanan menempuh hampir 20 jam dengan dua pemberhentian.


Michel menolak berangkat bersama Dante meskipun sudah diajak untuk berangkat bersama menggunakan pesawat milik keluarga Mancini. Bagi Michel, pergi berdua dengan Gemini menikmati perjalanan yang harus berganti pesawat dari Lufthansa ke Garuda Indonesia, akan menjadi petualangan tersendiri.


"Kamu tidak apa-apa kan? Maksud aku, kita naik pesawat komersial tidak bersama dengan keluarga Bianchi dan Mancini?" tanya Michel.


"It's okay Michel. Asal nanti kalau kita harus ganti pesawat dan harus lari-lari karena salah gate, kamu harus menggendong aku" senyum Gemini. "Biar tidak merepotkan. Tapi Nora bagaimana?"


"Well, Xena sudah tahu harus mengambil kursi roda dan membuat para petugas maskapai dan bandara berempati dengan kamu dan Nora" kekeh Michel.


Gemini tertawa pelan membayangkan pengawal nya yang berwajah cool mendorong Nora yang dia bayangkan seorang nenek gaul di kursi roda.


"Kenapa Gem?"


"Membayangkan Xena mendorong Nora" kekeh Gemini.


Michel mengusap pipi Gemini lembut. "Habis acara Juliet, kita ke Tokyo ya. Dokter Yamashita sudah memberikan tanggalnya dan itu dua hari setelah acara Juliet."


"Apakah aku langsung tindakan?"


"No, Gem. Kamu harus diobservasi dulu semuanya, bagaimana kesehatan kamu, apakah kamu tidak ada alergi anestesi dan lain sebagainya."


"Michel, aku minta tolong jangan mengumumkan pada saat acara Juliet kalau kamu sudah menemukan dokter ophthalmologists untukku. Karena bisa merusak acara penting Jules dan Romeo" pinta Gemini sambil memegang tangan suaminya.


"Of course Gem. Aku juga harus tahu diri meskipun aku begitu bahagia akhirnya ada dokter yang mau mengoperasi kamu." Michel mencium kening Gemini. "Aku berharap kamu bisa melihat lagi tapi kita juga harus realistis... Apapun hasilnya Gem, aku akan selalu bersamamu."


Gemini mengangguk tanpa bisa mengatakan apa-apa. Bohong jika dirinya tidak takut dengan hasil operasi yang dia tidak tahu bagaimana ending-nya.


Semoga lewat tangan dokter Yamashita, aku bisa melihat lagi ya Allah. Aku sudah kompromi dengan dendam ku dengan mengganti menjadi rasa kasih sayang dan cinta ke Michel. Dan aku merasa sangat bahagia. Aku hanya ingin bisa melihat di saat engkau memberikan berkah berupa anak di kehidupan pernikahan kami agar aku bisa merawatnya dengan sempurna.


Gemini memegang tangan Michel saat pesawat tinggal landas dan terbang menuju Jakarta.


***


Pesawat Pribadi Fathir Hassan


Gemintang menatap pemandangan dari jendela pesawat dan diam-diam mengucapkan selamat tinggal ke pemandangan kota Brisbane karena dia tahu tidak akan kembali dalam waktu yang tidak ditentukan.


"Mintang... Mau roti?" tawar Krisna sambil mengulurkan roti lilit coklat kesukaannya.


Gemintang melirik ke bungkus roti yang ada banyak disana karena tadi Fahira membeli banyak di bakery langganannya setiap ke Brisbane.


"Nggak... Terimakasih."


"Tapi ini roti lilit coklat favorit kamu..."


"Nanti saja Rao, aku masih kenyang" tolak Gemintang yang memang masih kenyang usai makan tadi sebelum berangkat ke Jakarta.


Krisna menatap lekat istrinya yang duduk di sebelahnya sedangkan Fathir dan Fahira yang berada di kursi dekat kokpit hanya menatap pasangan itu.


Pahlevi yang membaca pesan para sepupunya hanya cekikikan saat Radyta bercerita terjadi keributan antara Shinichi dan Sakura gara-gara duo Moretti.


"Ada apa Vi?" tanya Gemintang melihat adiknya tertawa geli saat melihat layar ponselnya.


"Mas Shin berantem sama Sakura karena cewek satu itu main pergi sama duo Moretti" kekeh Pahlevi.


"Vi, kalau besok Shinchan ribut dan ngomel-ngomel tidak jelas, direkam saja. Biar lebaran kita putar ulang" usul Gemintang.


"Alamat ngereog nanti mbak" gelak Pahlevi.


Krisna hanya mendengarkan interaksi Gemintang dengan Pahlevi tanpa ada niatan interupsi karena dia tidak mau merusak momen.


"Mintang, sudah dipesankan kamar hotel sekamar dengan Garvita" ucap Fahira membaca pesan dari Rina Reeves.


"Apa?? Kamu tetap pisah kamar?" pendelik Krisna.


"Bukannya biasanya di rumah juga sama?" balas Gemintang cuek.


"Keluarga aku tahu aku terpaksa menikah dengan mu jadi mereka tidak mempeributkan soal keadaan kita. Keluarga ku sangat menghormati privacy aku" jawab Mintang gamblang membuat Krisna menatap istrinya tidak senang.


"Krisna, toh cuma dua malam. Lagian Garvita kan juga kangen dengan Mintang dan mereka pasti membahas soal kuda. Keluarga Al Jordan Schumacher itu memiliki kuda yang premium karena dari bibit premium juga" ucap Fahira lembut guna membaut suasana tidak memanas karena tahu Krisna adalah pria panasan.


"Apa masalah kalau kamu tidur sendirian? Toh selama ini kita di rumah tidur sendiri - sendiri!" balas Gemintang dingin.


Fathir dan Fahira saling berpandangan. Pernikahan mereka sangat amburadul.


***


Usai Acara Resepsi Juliet dan Romeo.


Kamar Garvita dan Gemintang.


"Jadi kita terbang jam empat subuh?" tanya Gemintang sambil melepaskan gaun dan perhiasan yang menempel.


"Iya mbak. Aku sarankan kita langsung pakai baju pergi saja soalnya jam setengah tiga Gabriel sudah standby di depan pintu kamar" jawab Garvita sambil melepas gaunnya.


"Kopernya?"


"Mbak Mintang perlu apa? Baju? Makanya aku bilang tadi habis ini kita mandi dan langsung pakai baju pergi macam kaos atau jeans."


"Ini pada gagalin Romeo unboxing terus dibawa kemana?"


"Percaya atau nggak mbak, pada bawa ke Bandung!" kekeh Garvita.


Gemintang melongo. "Bandung?"


"Iya, semua yang cowok-cowok diajak termasuk Rao jadi aman sampai jam lima subuh" jawab Garvita. "Gabriel tidak ikut karena memang tidak diijinkan papa."


"Oke, kita mandi terus ganti baju yang langsung akan dipakai pergi ... Terus?"


"Terus, Gabriel akan datang membawa koper-koper kita dan nanti kita hanya membawa tas tangan yang kita bawa hari - hari."


Gemintang mengangguk. "Ya sudah, mbak mandi dulu."


***


Pukul 23.00


Gabriel membawa koper-koper Garvita dan Gemintang ke dalam mobil Range Rover yang nantinya akan disetiri oleh Ethan, salah satu pengawal Hoshi.


Gemintang merasakan bahwa adrenalin nya mulai meningkat hingga tidur pun tidak bisa. Dirinya tidak sabar menunggu jam 2.30


Pukul 02.30 kamar Garvita dan Gemintang


Garvita membuka pintu kamarnya dan tampak pengawal merangkap kekasihnya sudah berdiri disana, siap untuk terbang ke Dubai.


"Sudah siap semuanya?" tanya Gabriel ke kedua wanita cantik di hadapannya.


"Sudah. Yuk berangkat." Garvita menggandeng Gemintang untuk bergegas masuk ke dalam lift. Sesampainya di lobby, Ethan pun sudah siap dan ketiga orang itu langsung masuk ke dalam mobil. Ethan pun segera memacu mobil mewah itu menuju bandara Soekarno-Hatta.


Setibanya di hangar milik Giandra Otomotif Co, sebuah pesawat Gulfstream yang disewa Sean dan Zinnia sudah siap disana. Gabriel dan Ethan segera memasukan koper-koper kedua gadis itu sedangkan Garvita dan Gemintang segera masuk ke dalam pesawat. Tak lama Gabriel menyusul masuk dan semuanya memakai sabuk pengaman. Pilot pesawat Gulfstream itu pun sudah mendapatkan ijin tinggal landas.


Dan subuh ini tepat jam empat subuh waktu Indonesia bagian barat, Gemintang Lexington, terbang ke Dubai meninggalkan suaminya, Krisna Rao.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️