Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Berkompromi Dengan Keadaan



Mansion Giandra


Sean dan Krisna keluar dari ruang kerja Bara dan Anarghya dengan wajah mendung di pria India itu. Ketika tiba di ruang tengah, mereka melihat bagaimana keluarga besar sedang bahagia yang membuat Krisna sedikit tersinggung karena dirinya sedang galau tapi keluarga Istrinya tampak santai.


"Ada apa ini ?" tanya Sean.


"Gemini besok ke Tokyo, ada dokter ophthalmologists yang bersedia mengoperasi matanya" jawab Zinnia sambil memeluk pinggang Sean dengan mesra.


"Benarkah?" Sean dan Krisna menatap ke arah Gemini dan Michel yang tersenyum.


"Benar Sean. Kami akan ke Tokyo besok dan jadwal operasinya tiga hari setelah pemeriksaan semua kesehatan Gemini memungkinkan untuk operasi" jawab Michel sambil memeluk bahu istrinya.


"Alhamdulillah."


"Krisna, maaf jika kami ..." Michel menatap iparnya dengan wajah bersalah.


"Tidak apa-apa" jawab Krisna pelan tapi semua orang tahu pria itu benar-benar patah hati kehilangan istrinya. "Saya permisi dulu..." Pria berdarah India itu berjalan menuju pintu utama mansion.


"Bay, Sendra, kawal Krisna. Daddy rasa dia akan nekad" pinta Abiyasa ke putranya Bayu dan Gasendra.


Dua pria yang memiliki tubuh tinggi besar itu pun bergegas menyusul Krisna. Ayrton menatap Abiyasa dengan tatapan bingung. "Apa kamu merasakan sesuatu mas Abi?"


"Aku takut Krisna berbuat nekad. Kita semua tahu dia salah tapi kondisi seperti ini, dengan perasaan patah hati, apapun akan dilakukan demi menemukan Mintang. Sean, kamu merasakannya bukan?" Abi menoleh ke arah Sean yang berdiri bersama Zinnia.


"Iya Oom. Tapi selama saya tadi mengobrol dengan Krisna, dia sangat mencintai Mintang apalagi kondisinya sekarang kan dia sebatang kara. Setidaknya dengan adanya Mintang satu atap dengannya, ada seseorang yang membuatnya kuat..." suara Sean terhenti ketika mendengar keributan di halaman depan.


"Aku akan memberikan Krisna obat penenang" ucap Anarghya sambil menyiapkan suntikan. "Tenang ini bukan serum black mambanya Moon" lanjutnya membuat Jang Geun-moon manyun.


"Kamu mau cari kemana Rao!" bentak Bayu sambil menarik lengan Krisna. Badan Krisna yang cukup kekar membuat Bayu harus full power menghadapinya.


"Dubai! Kalian pasti membawa Mintang kesana kan?" balas Krisna dengan wajah emosi.


"Tidak semudah itu kamu masuk ke istana Al Jordan!" balas Gasendra.


"Berikan ijin aku masuk, Sendra. Aku ingin bertemu dengan istriku..." pinta Krisna memelas.


"Dengar Bang, mbak Mintang ingin menenangkan diri dulu. Menjauh sejenak darimu. Please bang, berikan mbak Mintang kesempatan untuk healing emosi dan mentalnya." Gasendra menatap Krisna serius.


"But... "


"No But Krisna! Ayo, masuk ke dalam" ajak Bayu.


"No, Bay! Aku harus ke bandara!"


Anarghya keluar dan menemui ketiga orang yang sedang ribut. "Krisna! Di rumah kamu!"!


"Tapi Oom..."


Anarghya mendekati Krisna dan memberikan suntikan di leher pria India itu dan tak lama pria itu lemas yang akhirnya dipapah Bayu dan Gasendra masuk ke dalam mansion.


"Bawa ke kamar ruang tamu, Bay. Biar Oom yang urus!" perintah Anarghya yang juga seorang dokter bedah.


"Baik Oom."


***


"Fathir, apa rencana kamu?" tanya Joey dan Falisha sang kakak.


"Tetap membawa Krisna pulang ke Kingaroy. Aku tahu pasti berat buat Krisna harus tinggal di rumah yang selama ini ditempati berdua. Apalagi kenangan enam bulan tidak bisa dihilangkan dalam semalam."


"Tugas kamu berat lho dik" ucap Falisha.


Falisha tertawa. "Semoga kamu dan Fahira bisa membuat Krisna lebih baik. Fahira kan bekas perawat, jadi aku yakin dia paham lah psikologi seseorang."


"Aamiin mbak."


***


Kamar Ruang Tamu Mansion Giandra


Krisna membuka matanya perlahan dan dirinya merasa asing dengan kamar itu. Kepalanya terasa pusing mungkin akibat obat penenang yang diberikan Anarghya. Tapi setelahnya dia teringat Gemintang yang pergi dan langsung mendudukkan tubuhnya tapi rasa pusing melandanya membuat Krisna terpaksa merebahkan tubuhnya kembali.


"Sudah bangun?" sapa suara wanita membuat Krisna perlahan membuka mata coklatnya.


"Oma..." Krisna masih belum hapal para Oma dan Opa Gemintang.


"Oma Gendhis" jawab wanita sepuh yang masih tampak cantik meskipun sudah berumur. "Minum teh ini dulu. Ini teh favorit keluarga besar kami." Arum memberikan secangkir teh wasgitel ke Krisna yang perlahan mendudukkan tubuhnya dan bersandar di kepala tempat tidur.


Krisna menyesap tehnya dan teringat rasanya saat Gemintang pernah membuat teh itu di rumah. Wajah Krisna tampak mendung kembali dan mata coklatnya tampak berkaca-kaca.


"Kenapa Krisna?"


"Mintang pernah membuat teh seperti ini..."


"Kamu sangat mencintai Mintang ya, Krisna?" tanya Arum lembut.


Krisna mengangguk. "Sangat, Oma. Saya tahu saya salah selama di Singapura tapi semata-mata saya tidak mau Mintang menjadi milik orang lain..."


"Krisna, kalau Oma masih muda, kamu sudah Oma hajar tapi karena Oma memikirkan encok, jadi hanya bisa mengeplak kamu. Dengarkan Oma. Namanya cinta tidak bisa dipaksakan. Kamu mencintai Mintang tapi belum tentu Mintang merasakan yang sama. Cara mendapatkan Mintang bukan seperti itu, young man. Oma berikan satu rahasia. Para gadis-gadis Pratomo itu keras kepala, independen tapi perasaannya sangat halus. Kamu bisa merasakannya kan saat Mintang mau menikah denganmu demi Opanya tidak terkena serangan jantung lagi."


Krisna mengusap matanya.


"Saya ingin bertemu dengan Mintang, Oma. Saya ingin meminta maaf..."


"Krisna, saran Oma. Biarkan Mintang pergi. Kamu juga harus menata hatimu. Bukankah Sean sudah bercerita bagaimana dia harus mengetuk pintu hati Ayrton dan Karl? Begitu juga kamu." Arum memegang tangan Krisna. "Percaya sama Oma, bawalah dalam doa, minta ampun sama pencipta langit, bumi dan isinya. Insyaallah Allah akan memberikan jalan kalian bagaimana kedepannya. Serahkanlah padaNya. Mau kamu memaksa tapi kalau Big Boss bilang tidak, sampai kapanpun tidak akan bisa."


Krisna menatap Arum. "Apakah Mintang baik-baik saja Oma?"


"Kamu tenang saja. Mintang baik-baik saja."


***


Keesokan Harinya...


Diputuskan keluarga Bianchi Tokyo, Keluarga Park akan kembali ke Tokyo bersama dengan Gemini dan Michel serta pengawal mereka Xena dan Nora. Haris dan Freya akan ke Tokyo pada saat Gemini akan melakukan operasi dan semalam Haris mengajak Krisna berbicara empat mata.


Haris meminta maaf harus membawa putrinya pergi meninggalkan suaminya demi memenangkan diri dan Krisna sudah bisa menerima kondisinya yang memang berawal dari kesalahannya. Krisna pun setuju untuk kembali ke Kingaroy bersama dengan Fathir, Fahira dan Pahlevi. Krisna memilih untuk fokus bekerja di Ranch milik Fathir untuk mengalihkan pikirannya dari Gemintang sembari mencari waktu yang tepat untuk bisa menemui istrinya kembali.


Pagi ini semua keluarga mendoakan Gemini yang hendak terbang ke Tokyo dan berharap operasinya berhasil hingga mata biru itu kembali cahayanya.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️