
Kamar Gemintang di Kingaroy Queensland Australia
Krisna menatap gadis yang baru saja menampar wajahnya keras dan seolah otaknya tidak bisa dikompromikan, pria itu lalu menerjang masuk ke dalam kamar Gemintang.
Gadis itu reflek mundur dan langsung siaga menghadapi Krisna yang berani masuk ke dalam kamarnya melalui jendela kamarnya yang tidak berteralis.
"Beraninya kamu menampar aku, Mintang!" bentak Krisna.
"Membunuh mu pun aku berani!" balas Gemintang dengan posisi kuda-kuda bersiap menghajar Krisna.
Krisna menarik tangan Gemintang yang terdapat di depannya dan membuat tubuh gadis itu menempel di tubuhnya. Gemintang mengakui tubuhnya termasuk kurus namun jangan dikira dia akan menyerah begitu saja.
"Kamu itu kurus Mintang, tidak bisa melawan aku..." goda Krisna sambil menatap wajah cantik di hadapannya.
"Memang kalau kurus dan tangan aku kamu tahan begini, aku bakalan menyerah?" tantang Gemintang ke Krisna.
"Memang kita ditakdirkan bersama Mintang, jadi menikah lah denganku. Dan kamu akan menjadi ratuku... "
Gemintang mendorong tubuh Krisna dengan bahunya dan menjegal kaki pria itu hingga Krisna pun terjatuh tapi karena tangan gadis itu masih dipegang oleh pria itu, Gemintang pun jatuh diatas tubuh Krisna.
Krisna tersenyum lalu mencium hidung mancung Gemintang. "Marry me, Mintang. Kita tidak bisa seperti ini tanpa digrebek oleh Oom kamu..."
Gemintang berusaha melepaskan diri dari pelukan Krisna. "Lepaskan!" Gadis itu berusaha melepaskan diri dari pelukan Krisna.
"Ngapain lepas, Mintang? Ini posisi yang nyaman lho..."
Gemintang menatap sengit ke Kirsna lalu dengan tangannya yang bisa ke arah pinggang pria itu, langsung jari telunjuknya menusuk pinggang Krisna yang reflek melepaskan pelukannya dan setelah tangannya bebas, gadis itu langsung meninju Krisna. Gemintang buru-buru berdiri dan bergegas membuka pintu kamarnya. Betapa terkejutnya ketika dia membuka, Fathir dan Fahira sudah berdiri disana.
"Ada apa Mintang?" tanya Fathir dan melihat di belakang keponakannya tampak Krisna duduk di lantai sambil memegang rahangnya. "Enak Kris kena bogem Mintang?"
Krisna hanya tersenyum kecut.
***
Ruang Kerja Fathir Hassan
"Kamu itu apa-apaan sih Kris! Saya sudah berkompromi dengan ayah Mintang, saya mendukung kamu bekerja dengan saya karena memang kamu kompeten! Jangan seperti ini! Mas Haris sudah banyak pikiran! Jangan kamu tambah lagi! Jangan sampai Oom Ashley kena serangan jantung kedua kalinya karena saya tidak yakin Gemintang tidak menghajar kamu lebih parah dari ini!" omel Fathir ke pria berdarah India yang sedang mengompres wajahnya dengan bantal es.
"Saya yang salah Mr Hassan."
"Apa yang kamu lakukan pada Mintang?" Fathir memicingkan matanya ke Krisna.
Krisna hanya diam saja.
"Jangan bilang kamu mencium Mintang!" Fathir menatap tajam lalu dia berdiri dan mengeplak kepala Krisna. "Pantas Mintang ngamuk!"
"Apa salah jika saya mencium wanita yang saya cintai?" Krisna menatap Fathir serius. "Apa salah jika saya ingin menikahi Mintang karena saya yang sudah mengambil kesuciannya?"
Fathir melongo. "AAAPAAA?"
***
Gemintang melongo mendengar ucapan Fathir bahwa dirinya sudah berhubungan suami istri dengan Krisna.
"Apa Oom? Demi Allah, Oom. Saya masih suci! Saya belum pernah berhubungan badan dengan pria manapun apalagi dengan Rao!" jerit Gemintang panik. Kapan aku tidur bersama dengan pria brengseeekkk itu?
"Oom tahu itu Mintang. Oom percaya kamu tapi Krisna memberikan ini..." Fathir menunjukkan foto-foto Gemintang tidur bersama dengan Krisna dan gadis itu mengenali itu kamar hotel di Palermo.
"Ini waktu Gem di rumah sakit... Tapi, aku tidur sendiri Oom, sendirian!"
"Krisna dapat kamar dimana Mintang?" tanya Fahira sambil merangkul bahu keponakannya.
"Kamar hotel Krisna beda empat kamar dari aku."
"Apakah kamu pernah minum obat tidur atau mabuk?" tanya Fathir hati-hati.
Gemintang tampak berpikir. Aku sempat minum obat dari Oma Haura. "Aku minum obat buat sakit kepalaku Oom. Aku punya sakit migrain yang harus minum obat dari Oma Haura dan efeknya aku tidur seharian..." Kurang ajar!
"Kenapa kamu tidak bercerita kepada kami kalau kamu punya migrain parah?" Fahira merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa Gemintang.
"Mintang, apa kamu yakin Krisna tidak apa-apain dirimu?" Fathir menatap keponakannya. Dirinya merasa kecolongan dan gagal melindungi keponakannya sendiri.
"Apa besok kita ke rumah sakit untuk mengetes aku masih virgin atau tidak?" tawar Mintang.
"Tidak usah sayang. Oom rasa itu salah satu cara agar kamu mau menikah dengan Krisna."
***
New York
Haris menatap layar ponselnya dengan wajah memucat. Dirinya sangat tahu siapa dua orang disana dan dirinya seperti mendapatkan déja vu saat dulu menjalankan misi dari Javier Arata.
Bedanya dulu dia di restui tapi ini berbeda! Haris mengeraskan rahangnya dan rasanya ingin terbang ke Queensland untuk menyeret Krisna.
Belum selesai urusan Gemini, Gemintang kena masalah juga. Haris mengenali kamar yang memperlihatkan kedua anak manusia itu tidur bersama adalah kamar hotel di Palermo. Haris mengingat bahwa Gemintang pulang terlebih dahulu ke hotel bersama Pahlevi dan Krisna.
Apakah dia sengaja? Seperti aku dulu bersama Freya? Apakah ini karma untukku? Haris merasa kepalanya semakin pening. Aku harus terbang ke Queensland, sendirian. Daddy Ashley jangan sampai tahu! Bisa bahaya jantungnya!
***
Kamar Gemintang Keesokan Harinya
"AAAPAAA? Krisna menjebak kamu! Kalian tidur bersama?" pekik Gemini di kamarnya yang beruntung termasuk kedap suara.
"Iya Gem."
"Astaghfirullah! Tapi kamu belum diapa-apain kan?"
"Aku tidak tahu sejujurnya Gem. Karena kan hanya kamu, mommy dan Daddy yang tahu kalau aku sudah minum obat dari Oma Haura, pasti aku tidur seharian kan?"
"Saat besok kamu bangun, apa tidak terasa sakit di bagian pribadi kamu?"
Gemintang mencoba mengingat. "Nggak Gem, apalagi baju aku juga masih menem... "
"Mintang..."
"Foto itu menunjukkan tubuh aku yang polos, Gem... tapi saat aku bangun, aku masih memakai baju yang sama... Apakah ... dia sengaja membuka baju aku dan membuat foto itu... Tapi saat aku bangun juga tidak ada noda darah di seprai juga..."
"Dia sengaja Mintang!"
"Aku juga tahu itu Gem! Cara dia memang sangat licik!" geram Gemintang
"Bagaimana kalau kita jadi penjahatnya Mintang? Kita balas semua perbuatan pria-pria kurang ajar itu?"
"Aku tidak mau Gem. Mengorbankan diriku untuk pria brengseeekkk itu? No way Gem!"
"Bikin persyaratan macam aku!"
"Apa?"
"Menikah hanya status tapi kamu buat hidupnya macam di neraka!"
"Gem, lebih baik aku tidak akan menikah! Apalagi dengan dia!"
"Mintang, obsesinya dia itu adalah memiliki dirimu. Dia lah yang membuat rumor kamu frigid dan bisa nya hanya dengannya. Buat kamu juga frigid sama dia! Buat dia menyesal mengucapkan hal sejahat itu padamu! Disaat dia mulai terpuruk dengan perilakumu, tinggalkan dia!"
Gemintang terdiam mendengar ucapan saudara kembarnya. Apa aku juga harus sejahat itu untuk membalaskan dendamku?
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️