
Palermo Sisilia Italia
Dante, Leia dan Antonio berlari menuju lobby rumah sakit mencari info tentang Gemini dan Iris yang kecelakaan. Mereka bertemu dengan Juan Pablo yang menangis di ruang ICU.
"Juan! Bagaimana Gemini?" tanya Leia. Vicenzo terpaksa mereka titipkan kepada bibi Luisa dan Alexis di hotel.
"Signora Bianchi..." Juan Pablo semakin keras menangis nya. Meskipun Gemini dikenal boss yang galak soal pekerjaan tapi diluar jam kantor, gadis itu menjadi teman yang asyik.
"Sayang, Oom Haris dan Tante Freya dalam perjalanan kemari." Dante membaca pesan di ponselnya.
"Aku ke kamar Michel dulu" ucap Antonio yang berjalan menuju ruang rawat Michel de Luca.
"Juan Pablo!" bentak Leia lagi dan tak lama dokter yang merawat Gemini pun keluar.
"Signor Mancini, Signora Bianchi..." sapa dokter senior itu.
"Bagaimana adik saya, dokter?" tanya Leia cemas. "Lalu pengawalnya? Iris?"
"Saya meminta maaf Signora, Miss Iris nyawanya tidak tertolong..."
Leia merasa lemas kedua kakinya dan Dante langsung menopang tubuh istrinya. "Gemini...?"
"Akibat dari cidera di kepalanya... Signora Lexington mengalami gegar otak, dan yang saya takutkan adalah terjadi komplikasi lainnya tapi saya harus menunggu Signora Lexington melewati masa kritisnya. Untuk luka lainnya, Signora Lexington mengalami retak lengan kanan dan retak di lutut. Untuk internal organ, puji Tuhan selamat semua karena airbag di sisi pintu mobil berfungsi dengan baik."
"Apa menurut anda yang paling terburuk, dokter?" tanya Dante sambil memeluk istrinya yang sudah menangis.
"Saya takutkan, Signora Lexington mengalami kebutaan permanen..."
Leia menjerit histeris. "Ya Allah Gem..."
"Bagaimana dokter bisa berkata begitu? Apa tidak bisa kalian melakukan sesuatu?" bentak Dante emosi.
"Cedera pada kepala dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah kehilangan penglihatan. Hal tersebut dapat terjadi akibat saraf yang berperan dalam proses penglihatan ikut mengalami cedera akibat cedera kepala yang terjadi atau cedera terjadi pada komponen mata seperti retina ataupun kornea. Dan dalam hal ini komponen mata Signora Lexington, keduanya mengalami cidera berat."
"Apakah tidak bisa sembuh Dokter? Adik saya sangat tergantung dengan matanya untuk bekerja di proses renovasi beberapa bangunan di Palermo." Leia menatap penuh harap ke dokter itu.
"Saya sangat menyesal Signora Bianchi. Satu-satunya jalan adalah cangkok mata sedangkan menggantikan mata biru yang indah milik Signora Lexington, sangatlah tidak mudah."
Leia merasa lemas selemas-lemasnya.
"Kita nanti coba second opinion ke Oom Joey atau pun ke Oom Arga dan Tante Dhita" ucap Dante yang melihat istrinya tampak sedih teramat dalam.
Leia hanya mengangguk lemah.
***
Ruang Rawat VIP
"Bagaimana bisa kamu menabrak mobil Gemini, Michel? Apa kamu tidak lihat mobil di hadapan kamu? Apa kamu tidak mengerem sama sekali!" bentak Antonio Bianchi ke Michel de Luca yang terdampar di tempat tidur dengan tangan diborgol oleh polizia.
"Aku benar-benar tidak ingat, Tonio..." ucap Michel lemah. "Bagaimana ini tangan aku diborgol?"
"Kamu apa tidak tahu? Pengawal Gemini, Iris tewas dan sekarang Gemini sedang berjuang dengan nyawanya!"
Michel melongo. "Apa?"
"Adik ipar ku sekarang di ruang ICU memperjuangkan hidupnya! Dios Mio, Gemini cedera parah!"
"Tonio... apakah aku pelakunya?" bisik Michel.
"Menurutmu?" Antonio menatap tajam ke arah rekan bisnisnya yang juga teman baiknya.
"Bagaimana kondisi Gem?"
"Aku belum tahu, Michel! Aku segera kemari untuk memarahi dirimu, brengseeekkk!" Rasanya Antonio ingin menghajar pria yang sekarang memakai perban di kepala dan dadanya tapi kurang seru jika lawannya tidak melawan.
Wajah Michel tampak terluka ketika tahu gadis cantik judes itu menjadi korban kecerobohannya yang menyetir dalam keadaan mengantuk. Hanya sepersekian detik dia merem, akibatnya fatal.
***
"Oom akan berangkat malam ini bersama Sammy. Arga dan Dhita biar di Jakarta saja biar tidak terlalu banyak orang disana. Kalau dari hasil Rontgen dan MRI, memang cukup parah cidera Gemini, Leia."
"Apa ada kemungkinannya bisa melihat kembali?" tanya Leia yang cemas. Bagaimana aku dan Dante bisa mempertanggungjawabkan ke Oom Haris dan Tante Freya padahal kami menyanggupi untuk melindungi Gemini.
"Oom belum tahu Leia. Dengar, nanti Oom dan Sammy datang bersama ophthalmologists ( dokter mata ) dan dokter syaraf kesana. Biar kami mendiskusikan dengan dokter di rumah sakit Palermo. Okay?" Joey berusaha membuat keponakannya tenang.
Leia hanya bisa tersenyum tipis.
***
FH Ranch Queensland Australia
Gemintang tampak histeris ketika mendengar kecelakaan yang menimpa kembarannya sampai Fahira harus memeluk keponakannya dan Pahlevi memberikan teh herbal agar gadis itu tidak semakin shock.
"Siapa yang menabrak Gem, Oom?" tanya Gemintang ke Fathir.
"Michel de Luca."
Gemintang tampak terkejut. "Michel? Bagaimana bisa? Michel dan Gemini tidak ada masalah bahkan mereka suka makan malam bersama."
"Menurut Dante yang mendapatkan dari keterangan polisi, Michel dalam kondisi ngantuk saat menyetir dan pengakuannya, dia hanya terlelap sepersekian detik hingga kakinya menginjak gas Ferrarinya lalu menabrak mobil Gemini padahal posisinya mobil Michel harusnya berhenti karena lampu merah di perempatan."
Wajah Gemintang tampak menahan amarah. "Apa boleh aku ke Palermo, Oom? Maaf memang tidak profesional tapi Gemini saudara kembar aku dan aku merasakan dirinya sangat kesakitan."
"Oom ingin menemani dirimu tapi kamu kan tahu sendiri kalau kami menjadi tuan rumah festival panen raya di Kingaroy."
"Aku pergi sendiri saja Oom. Tidak apa-apa."
"Levi temani mbak. Kan aku libur. Nggak papa kan Dad?" Pahlevi menatap Fathir.
"Ya sudah. Ditemani Pahlevi tidak apa-apa kan Mintang?" Fathir menatap keponakannya.
"Iya Oom. Terima kasih Levi." Gemintang menggenggam tangan Pahlevi.
"Tapi bahasa Italia aku cuma tahu makanan doang..." gumam Pahlevi yang membuat ketiga orang disana tersenyum.
"Kalian berangkat besok pagi. Soal visa dan paspor, biar Oom urus hari ini" ucap Fathir.
***
Krisna Rao terkejut ketika mendengar dirinya dipanggil oleh Fathir Hassan dan bergegas ke kantor yang terpisah dari rumah induk.
"Anda memanggil saya, Mr Hassan?" tanya Krisna setelah duduk di hadapan Fathir.
"Iya Krisna. Saya tahu kamu punya perasaan ke Gemintang bahkan cenderung obsesi tapi untuk sekarang saya terpaksa mengesampingkan keinginan saya untuk menghajar kamu karena membuat Gemintang terluka..."
Krisna hanya menunduk. Bagaimana pun dia sudah sangat betah bekerja di Ranch milik Fathir terlepas tujuan utamanya adalah untuk berdekatan dengan Gemintang. Tantangan yang berbeda, suasana kerja yang tidak harus 8 to 5 serta pemandangan Ranch yang tidak dia dapatkan di London maupun Singapura, membuatnya sangat bersemangat bekerja.
"Saya minta kamu menemani Mintang dan Pahlevi besok ke Palermo. Mereka akan menggunakan pesawat pribadi Hassan Ranch ke Sisilia Italia."
Krisna tampak terkejut. "Ke Palermo? Bukankah Gemini disana? Apa yang terjadi, Sir?"
"Gemini kecelakaan."
Wajah Krisna tampak memucat.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️