Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Ambil Saja Bekasku!



Kediaman Keluarga Takara Tokyo Jepang


Gemintang menatap Apsarini dengan tatapan tidak percaya. "Apa?! Kamu mengincar Krisna? Krisna Rao? Mantan suamiku?"


"Iya. Kan Krisna sudah single sekarang, jadi bukan suatu masalah..."


"Masalah, Sari! Apa yang kamu pikirkan? Apa kata Oom Tristan? Astaghfirullah, Sari, macam tidak ada pria lain saja!"


"Aku sudah naksir Krisna sejak dia di London tapi dia terobsesi dengan mu mbak!"


"Justru karena terlalu obsesi itulah nilai minusnya, Sari! Dengar, mbak tidak mau terjadi apa-apa. Coba kamu bayangkan, bagaimana jika Rao tahu siapa kamu! Misalkan kita semua kumpul keluarga... Apa kamu bisa mengendalikan keributan yang terjadi? Ingat, Rao terobsesi lama dengan mbak! Dari jaman kuliah!"


"Aku tahu itu mbak, makanya aku berusaha membuat dia melupakan kamu dan hanya melihat aku seorang!" ucap Apsarini tegas.


"Sari, kamu terlalu obsesi dengan Rao! Dia bukan pria baik Sari!"


"Mungkin buat mbak tidak karena kita semua tahu bagaimana sikap dia ke mbak. Tapi aku lihat dia sebenarnya orang baik hanya caranya salah! Aku akan merubahnya mbak!"


Gemintang memegang pelipisnya. "Sari, apakah kamu sudah yakin? Mbak tidak mau kamu kenapa-kenapa, dik."


"Mbak, percaya sama aku. Jika Krisna bisa mencintai aku, bukankah kalian semua sama-sama bebas dan bisa berdamai dengan hati masing-masing?" Apsarini menatap serius ke Gemintang. "Lagipula, mbak bisa mencari pria lain yang memiliki perasaan sama dengan mbak."


Gemintang menatap Apsarini concern. "Sayang, mbak tidak mau kamu terluka. Sakit rasanya jika kamu dilukai oleh orang yang kamu cintai..."


"Macam mbak melukai Krisna?" Apsarini menutup mulutnya saat melihat wajah sedih Gemintang.


"Kamu tidak tahu apa yang mbak alami selama kuliah di Singapura! Mbak yakin jika kamu yang mengalaminya, pasti tidak akan kuat menghadapi semua hinaan dan sindiran setiap saat dan itu termasuk di media sosial!" bentak Gemintang. "Jika kamu mau ambil bekas mbak, silahkan!"


Gemintang pun hendak pergi ketika tangan Apsarini memegang tangannya. "Maafkan ucapanku mbak... Aku tidak bermaksud..."


"Ohya kamu memang bermaksud karena kamu sudah dibutakan cinta! Silahkan kamu ambil Rao, mbak tidak perduli! Tapi jangan salahkan mbak kalau terjadi apa-apa!" hardik Gemintang sambil menyentakkan tangannya.


"Mbak Mintang... Mbak!" panggil Apsarini tapi Gemintang sudah berjalan meninggalkan adik sepupunya itu. Air mata pun jatuh di mata hijaunya, bukan karena tahu adiknya jatuh cinta dengan mantan suaminya, tapi luka yang sudah lama dikubur, muncul kembali.


Bayu yang sedang berjalan hendak menuju ruang gym, melihat Gemintang berjalan dengan menangis lalu menghampiri adiknya.


"Kamu nggak papa Mintang?" tanya Bayu perhatian.


Gemintang menggelengkan kepalanya lalu memeluk badan besar kakaknya dan menangis disana. Bayu mengelus rambut Gemintang yang panjang dan tebal.


"Menangis lah jika memang itu melegakan hati mu" bisik Bayu. Suara isak adiknya terdengar di dadanya yang bidang, membuat Bayu miris mendengar nya.


***


Apsarini termenung di gazebo dan dirinya merasa menyesal membuat kakaknya sedih dan teringat kembali akan traumanya. Tanpa terasa, air matanya mengalir dan dirinya terngiang-ngiang ucapan Gemintang.


Mbak yakin jika kamu yang mengalaminya, pasti tidak akan kuat menghadapi semua hinaan dan sindiran setiap saat dan itu termasuk di media sosial!!


Apsarini menatap langit kota Tokyo yang tanpa bintang malam ini. "Maaf mbak Mintang... Sari minta maaf..." ucap gadis itu berulang kali.


***


"Kamu sedih kehilangan Opa Takeshi?" tanya Bayu usai Gemintang berhenti menangis yang dijawab dengan anggukan. Keduanya kini duduk di depan kolam koi dekat ruang gym.


Lebih baik aku dianggap menangisi Opa Takeshi daripada semua orang tahu dan akan jadi gegeran sebab Sakura sudah membuat heboh!


"Kamu itu termasuk ke dalam kategori orang yang telat rasa kehilangan nya. Disaat yang lain macam Sakura dan Shinichi sudah mewek kemana-mana, kamu baru sekarang bisa menangis. Terkadang kadar kesedihan seseorang itu butuh delay karena otak dan hati harus saling berproses" ucap Bayu yakin yang membuat Gemintang tertawa kecil.


"Teorinya Bayu lah!" balas Bayu jumawa. Gemintang meletakkan kepalanya di bahu kakaknya.


"Mas, apakah aku akan mendapatkan pasangan yang lebih baik dari kemarin?" ucap Gemintang lesu.


"Dik, mas tahu kamu lumayan dekat dengan kembarannya Rao dan jika dia jodoh yang tertukar, mau bilang apa."


"Banyak hal yang harus aku pikirkan mas. Meskipun Arjun berbeda dengan Rao, tapi aku tidak bisa menerima dia. Bayangkan mas, apa Daddy tidak tambah panik berbesan dengan besan yang sama tapi beda calon menantu?"


"Yah, itu memang absurd dan Membagongkan sih..." gumam Bayu. "Tapi dengarkan mas, mau jodoh kamu si Arjun atau jodoh kamu orang lain, intinya find your own happiness. Yang menjalani hidup adalah kamu, yang tahu apakah calon masa depanku ini jauh lebih baik dari kemarin, adalah kamu. Mas yakin bakalan ada gegeran di awal jika kamu seandainya jodoh dengan Arjun tapi kamu tahu sendiri kan bagaimana keluarga kita? Yang penting kamunya. Kita semua tahu kamu terpaksa menerima Rao karena demi Opa Ashley dan tidak ada skandal tapi sekarang kamu berbeda. Kamu sudah tidak ada ikatan lagi dengan Rao, kamu berhak mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dan mencintaimu secara tulus."


Gemintang menatap kakaknya yang tampan dan bermata biru itu dengan perasaan kagum berlapis sayang. "Mas Bayu mirip Opa Duncan kalau begini..."


"Alhamdulillah, kalau dibilang mirip Opa Duncan bukan Opa Edward..."


"Memang kenapa kalau Opa Edward?"


"Soalnya opa Edward bakalan julid tingkat dewa!" sungut Bayu yang membuat Gemintang tertawa.


"Terimakasih mas. Terima kasih atas semua support nya" ucap Gemintang sambil memeluk Bayu yang merangkul bahu adiknya.


"Apa benar si Michel beli alat USG portabel demi mendapatkan info jenis kelamin anaknya?" tanya Bayu.


"Benar mas."


"Lalu? Apakah sudah ketahuan?"


"Sudah. Kata mbak Bee, cowok."


"Kalau Bee sudah bilang begitu, berarti memang benar."


***


Keesokan paginya, Apsarini mendatangi kamar Gemintang di hotel milik AJ-BIANCHI, tempat sebagian para keluarga menginap. Hari ini rencananya semua akan terbang ke negara masing-masing usai makan siang di kediaman Takara.


Gemintang membuka pintu kamarnya dan menatap dingin ke arah adik sepupunya.


"Boleh aku masuk, mbak?" pinta Apsarini memelas.


Gemintang hanya menyingkirkan tubuhnya dari pintu pertanda dia mempersilahkan Apsarini masuk lalu menutup pintunya.


"Kamu mau bicara apa lagi, Sari?" tanya Gemintang dengan suara paling dingin yang pernah didengar Apsarini.


Adiknya langsung memeluk Gemintang. "Maafkan ucapanku mbak, aku benar-benar minta maaf" Isak Apsarini. "Aku salah mbak! Aku memang egois dan tidak memikirkan dampaknya ke dirimu mbak. Aku benar-benar minta maaf..."


Gemintang hanya diam saja tanpa ada ekspresi disana, bahkan kedua tangannya pun hanya berada di sisi tubuhnya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️