
Kamar Gemintang
Gemintang mengganjal pintu penghubung itu dengan kursi yang terdapat di meja kerja, sedangkan pintu utam langsung dia rantai dobel lock tidak seperti sebelumnya di Palermo yang hanya dia kunci biasa.
Gadis itu merebahkan tubuhnya setelah menyelesaikan ritualnya sebelum tidur dan menatap langit-langit kamarnya. Diam-diam memang dirinya memeriksakan diri ke rumah sakit kecil di New York sehari setelah tiba tanpa sepengetahuan keluarganya. Dirinya seolah mendapatkan kartu as bahwa dirinya masih suci.
Gemintang tersenyum smirk. Kamu ingin berdrama ala film India, aku pun juga bisa berdrama ala soap opera the bold and beautiful atau revenge.
Meskipun dirinya bersyukur belum diapa-apakan oleh Krisna, bukan berarti Gemintang akan menikah selamanya dengan pria itu. Dia hanya akan menunggu saat yang tepat untuk meninggalkan pria itu jika semua dendamnya sudah terbalas. Untuk sementara, dia akan menjalankan peran sebagai istri Diatas kertas hingga Krisna benar-benar muak dan menalaknya.
Kalau dia masih ndablek, aku akan mencari jalan lain. Gemintang memejamkan matanya. Jangan panggil aku cicit Vivienne Neville dan Jammie Arata kalau tidak bisa licik!
***
Kamar Krisna Rao
Krisna mondar-mandir di dalam kamarnya merasa kesal karena tidak bisa masuk ke pintu penghubung yang sudah dikunci dan dia yakin pasti juga diganjal kursi oleh Gemintang.
Brengseeekkk! Kamu mau bermain drama denganku? Oke Mintang, aku pun juga bisa! Krisna pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengguyur kepala dan tubuhnya yang panas akibat emosi yang memuncak dengan air dingin.
Kita lihat saja Mintang, aku atau kamu yang menang!
***
Kamar Michel dan Gemini.
Gemini sudah keluar kamar mandi dan menuju kopernya. Meskipun dirinya memiliki ingatan fotografis tapi semua itu percuma jika matanya tidak bisa melihat. Gemini harus merubah caranya dengan membayangkan tata letak plus meningkatkan indera perasanya di ujung - ujung jarinya.
Isi kopernya tadi dibantu oleh Raveena dalam menyusun semua bajunya yang disesuaikan dengan kebiasaan Gemini meletakkan sebelumnya hanya bedanya, ada orang lain yang membantu dirinya.
"Gem..." panggil Michel.
"Ya?"
"Mau aku bantu?" tawar Michel melihat Gemini sedikit kesulitan memasukkan baju kotor di kantong khusus.
"No thank you. Aku bisa sendiri." Gemini pun berhasil memasukkan baju kotornya ke dalam kantong itu. Hampir lima bulan buta, membuat Gemini mulai terbiasa dengan kondisinya. Ashley sudah mengirimkan asisten merangkap pengawal untuk dirinya selama di Palermo.
Gemini meraba tas kopernya dan meletakkan kantong baju kotor itu ke dalam tempat yang sudah dihapalnya. Perlahan gadis itu berjalan sambil meraba untuk ke tempat dekat jendela lalu duduk disana.
"Kamu ngapain duduk di sana?" tanya Michel yang sudah membuka bajunya dan hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Ingin duduk disini saja. Memang tidak boleh? Kata Veena, disini ada jendela yang bisa dibuka sedikit..." Gemini meraba dengan tangan kirinya dan menemukan kunci jendela lalu membukanya sedikit. Semilir angin New York di musim dingin terasa di pipi Gemini dan gadis itu memejamkan matanya menikmati udara dingin.
"Gem, jangan lama-lama. Nanti kamu bisa flu."
Gemini hanya mengangguk tanpa menjawab ucapan Michel.
Suaminya pun meninggalkan istrinya yang sedang bersandar menikmati dinginnya musim salju.
Michel keluar dari kamar mandi lima belas menit kemudian dan melihat Gemini masih berada di tempat itu tapi dengan posisi kepalanya terkulai. Michel bergegas menuju istrinya dan langsung lega karena Gemini tertidur.
Pelan pria itu menutup jendela dan menguncinya lalu dia menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke atas tempat tidur. Saat Michel meletakkan Gemini, dia bisa melihat bekas air mata di pipi istrinya. Michel tahu Gemini terpaksa mau menikah dengannya.
Kalau saja kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin kita akan berbeda ceritanya, Gem. Michel mengusap pipi istrinya. I'm so sorry but I do really love you. Michel mencium kening Gemini lalu merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya. Tangan kekar Michel lalu memeluk tubuh langsing Gemini dan tak lama dirinya pun terlelap.
***
Pagi harinya Krisna bangun kesiangan dan bergegas untuk mandi dan membereskan kopernya. Pria itu menghubungi nomor ponsel Gemintang tapi tidak ada jawaban.
Kemana anak itu! Krisna lalu bersiap-siap untuk keluar dari kamarnya sambil menyeret kopernya dan mengirimkan pesan ke ponsel Gemintang.
📩 Krisna Rao : Kamu dimana Mintang?
Lama tidak ada balasan dan setengah jam kemudian masuk pesan dari Gemintang.
📩 Mintang : Breakfast di restoran hotel.
Krisna segera masuk lift menuju lantai tiga tempat restauran berada.
***
Kamar Michel dan Gemini
"Alarm kamu bunyi, Gem" ucap Michel dengan nada serak. "Dismiss?"
"I...iya dismiss saja."
Michel mematikan alarm ponsel Gemini dan meletakkan Diatas nakas. Pria itu kembali memeluk Gemini membuat gadis itu terkejut.
"Michel!"
"Hhhmmm. Aku masih mengantuk Gem..."
"Lepasin!" hardik Gemini kesal karena Michel mengambil keuntungan dengan memeluknya tanpa baju. Eh? Tanpa baju? Astagaaa! Ini dadanya berbulu?
"Tapi Gem..."
"Lepasin aku bilang!"
Michel melepaskan pelukannya dan membiarkan Gemini bangkit dari tempat tidurnya lalu pindah ke sofa.
"Gem! Astagaaa! Kenapa sih kamu tidak mau kompromi sebentar saja untuk tidur disini? Disana keras!"
"No!"
Michel pun bangun dan berjalan menuju ke istrinya yang mode galak. "Jangan keras kepala!"
"Aku memang keras kepala! Kenapa? Keberatan?" Meskipun mata biru Gemini tampak kosong, tapi Michel menatap wajah istrinya yang menurutnya semakin menggemaskan kalau sedang mode galak.
"No, Gem. Aku tahu memang keras kepala! Semua gadis - gadis keturunan Pratomo memang keras kepala" kekeh Michel.
"Kamu tahu darimana?"
"Dante dan Antonio yang bilang. Celakanya, itu adalah daya tariknya, Gem." Michel berlutut di hadapan Gemini. "Kalian keras kepala tapi punya prinsip dan aku suka dengan wanita yang kuat..."
"Shut up Michel!"
"Why I should shut up? ( Kenapa aku harus diam ). Memang itu kenyataannya."
"Jika kamu ingin merayuku di pagi hari. Tidak mempan!" balas Gemini galak.
Michel tersenyum. "Aku bersih - bersih dulu dan setelahnya kita sarapan di hotel. Aku lapar." Pria tinggi itu pun berdiri dan menuju kamar mandi. Perut Gemini berbunyi mendengar kata sarapan.
"Kok aku jadi lapar ya?"
***
Restaurant Hilton
Krisna bisa melihat istrinya sedang menikmati sarapan dan segera menghampiri nya.
"Kamu kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Krisna setelah duduk di hadapannya.
"Kan kamu punya ponsel? Pakai saja alarm disana. Tidak usah tergantung aku" jawab Gemintang kalem.
Krisna menatap tajam ke arah istrinya yang menikmati sarapannya.
Benar-benar deh kamu! - Batin Krisna.
Kamu kira aku bakalan seperti istri pada umumnya? No way José! Tidak semudah itu Férguso! Mata hijau Jamrud Gemintang menatap sinis ke Krisna. .
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️