Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Maaf Jika Aku Juga Jatuh Cinta Padamu



Brussels Belgia


Gemintang dan Raj memutuskan untuk berjalan-jalan di taman usai pertemuan dengan Krisna Rao. Raj tahu kalau wanita yang berjalan di sebelahnya ini membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.


"Kamu mau pretzel?" tawar Raj saat melihat ada seorang penjual pretzel di taman.


"No, Arjun. Aku masih kenyang" tolak Gemintang.


"Are you okay?"


Gemintang tersenyum. "Relieved ( lega ) bahwa akhirnya aku bisa membebaskan rasa benci ini..."


"Kalian saling membebaskan perasaan masing-masing. Kamu dengan traumamu, Krisna dengan obsesinya..." Raj menggenggam tangan Gemintang. "Sekarang apa rencana mu?"


"Menikmati hidup. Bekerja dengan sepenuh hati dan be happy..." Gemintang menoleh ke Raj dengan wajah bahagia dan percaya diri. Keduanya kini berdiri di depan sebuah danau buatan.


"I'm so proud of you, Gemintang." Raj menatap dan kedua tangannya memegang wajah gadis itu. "Berbahagialah."


"I will." Mata hijau Gemintang tampak serius.


"Good." Raj mencium kening Gemintang dan gadis itu hanya diam saja. "I'm sorry Gemintang karena berani mencium keningmu."


"Tidak apa... Setidaknya aku tahu yang mencium kening aku bukan Rao yang itu."


"Apa kamu tidak pernah memanggil kembaran aku nama depannya?" tanya Raj.


"Nyaris tidak pernah karena bagiku, aku tidak ingin panggil nama depannya." Gemintang mendengus pelan.


"Bagaimana jika kembaranku menjadi ipar kamu?"


"Berarti kamu jadi ipar aku juga kan?" kekeh Gemintang.


"Kita menjadi ipar lagi" gelak Raj.


"Memang kita ditakdirkan jadi ipar terus..." senyum Gemintang.


"Bagaimana jika kita tidak jadi ipar?" Raj menatap serius ke Gemintang.


"Apa maksudmu?"


"Boleh kah aku berbicara jujur?" Raj mengajak Gemintang duduk di sebuah kursi taman.


Keduanya duduk bersisian sembari berhadapan. Gemintang menunggu Raj untuk berbicara.


"Gemintang, aku tidak tahu kamu seperti apa pada saat aku mendengar Krisna menikah denganmu. Aku sampai harus mencari tahu di sosial media tapi Instagram kamu terkunci dan hanya melihat wajahmu di beberapa acara keluarga kamu saat pernikahan." Raj menatap Gemintang serius.


"Aku tidak menyangka adikku bisa berbuat seperti itu demi bisa memiliki mu. Dan dalam hatiku, aku bersyukur kamu memilih meninggalkan adikku karena tidak mungkin kalian bisa hidup bersama dengan pasangan toxic. Dan saat aku bertemu denganmu langsung, aku akhirnya tahu kenapa adikku bisa tergila-gila denganmu..."


Gemintang menunggu sampai Raj menyelesaikan ucapannya.


"Aku tidak langsung jatuh cinta padamu, Gemintang karena aku tahu kamu masih ada dendam dan amarah yang besar pada adikku ditambah wajahku sama persis hanya beda bekas luka di alisku. Aku hanya ingin mendekati kamu dengan pelan-pelan agar kamu nyaman terlebih dahulu dan soal kita bertengkar saat itu, murni kesalahan aku Gemintang. Aku minta maaf..."


Raj menarik nafas sebelum melanjutkan. "Kita semakin dekat, sering makan siang bersama, berdiskusi banyak hal dan siapa pria yang tidak akan tidak jatuh cinta padamu. Aku jatuh cinta padamu, Gemintang, dengan cinta yang berbeda, cinta yang lebih... Kamu pasti merasakan Gemintang, karena aku tidak mau hanya omong kosong di mulut."


Gemintang masih menatap datar ke arah Raj.


"Aku tahu perasaan ini salah, wajahku akan selalu mengingatkan kamu dengan pelaku yang membuat kamu sakit hati... Masalah kamu terima atau tidak, aku akan menerima endingnya. Tapi yang jelas aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu dan jika kamu meminta aku pergi untuk tidak bertemu lagi setelah ini... akan aku terima. Karena aku tahu, kamu gadis yang memikirkan banyak hal berhadapan dengan keluarga besar kamu. Kedua orangtuaku juga sebenernya terkejut dua anaknya jatuh cinta pada wanita yang sama tapi mereka maklum kenapa bisa merasakan hal itu. Karena mereka tahu kamu gadis dan menantu yang baik."


"Aku bukan menantu yang baik, Arjun... Aku menyakiti anaknya..."


"Anaknya yang lebih dulu menyakiti kamu Gemintang. Ibuku bercerita bagaimana kamu selalu rutin menelponnya tanpa sepengetahuan Krisna, hanya sekedar menanyakan kabar atau bertanya soal resep. Sebencinya kamu ke Krisna, tapi kamu tidak membenci kedua orang tua kami. Dan mereka sama denganku, tidak menyalahkan jika akhirnah kamu pergi..."


Gemintang mengusap air matanya yang tiba-tiba mengalir mengingat usai dirinya tiba di Brussels langsung menelpon Bitti Rao dari telepon yang tidak terlacak untuk meminta maaf sudah pergi meninggalkan Krisna. Disana Bitti, dengan menangis, mengijinkan dan menerima keputusan Gemintang karena dirinya juga seorang wanita.


"Ibu tidak marah denganmu, Gemintang. Ayah pun tidak. Kami bukan keluarga India kolot tapi kami lebih memiliki pemikiran modern dan logis jadi kamu tenang saja."


"Ayah dan ibu tidak salah, Arjun. Aku hanya tidak enak melakukan perbuatan pergi dari pernikahan tapi aku sendiri tidak bahagia..."


Gemintang memeluk Raj erat. "Maaf... tapi kamu, ayah dan ibu tidak salah."


Raj memeluk Gemintang. "Kamu ingin menangis?"


Gemintang mengangguk.


"Menangislah jika itu melegakan hatimu..."


Raj memeluk erat Gemintang yang mengeluarkan semua emosinya. Ini kali kedua Raj melihat Gemintang menangis dan pria itu mengelus punggung gadis itu lembut.


***


Palermo Italia, Beberapa Hari Kemudian


"Alessandro minta apa?" tanya Gemini shock.


"Daerah yang menyeramkan di Jepang. Dia mau buang orang disana, macam keluarga aku dulu" jawab Michel kalem usai mendapatkan telepon dari calon iparnya.


"Buat buang orang? Seriously? Memang masalahnya apa?"


"Well, kasus penganiyaan sepupunya yang menjual desain miliknya yang belum diluncurkan Butik Morr ternyata merembet dengan permintaan kompensasi tidak berhenti."


"Tapi kan, mereka yang salah."


"Mana mereka mau tahu, Gem. Yang penting kan uang karena Moretti sudah menghentikan semua fasilitas termasuk dengan bagi hasil keluarga."


"Tapi Moretti kan punya pabrik batu dan tile granit yang terkenal juga..."


"Itu juga sudah termasuk dihentikan Gem. Alessandro Moretti masih bagus tidak membuat hilang tanpa jejak macam Luke Bianchi" cengir Michel.


"Ya sudah, kamu telpon mommy sono. Bahagia dia ada yang satu server dengan otaknya!" gerutu Gemini.


"Semoga mommymu tidak mengeyel ingin ikut serta" gelak Michel yang membuat Gemini manyun.


"Heran aku sama mommy, anaknya penakut gini, emaknya malah mendatangi tempat horor!"


Michel tersenyum lalu mencium bibir Gemini. "Tidak usah takut, kan ada aku disini..."


Gemini tersenyum manis tapi setelahnya dirinya tampak terkejut.


"Ada apa Gem?" tanya Michel panik.


"Si boy..."


"Si boy kenapa?" Keringat dingin mulai terbit di kening Michel. Dia takut ada apa-apa dengan putra dan istrinya.


"Si boy... menendang..." ucap Gemini terharu.


Michel terkejut. "Oh astagaaa Gem, aku sudah panik saja!" Pria itu meletakkan tangannya di perut buncit Gemini. "Boy, ini padre. Mana tendangan David Beckham nya?"


"Haaaaahhh? Kamu ingin anak kita jadi pemain sepak bola?" pendelik Gemini.


"Kalau berbakat...." Suara Michel terhenti. "Ya ampun Gem, dia menendang..."


Kedua orang suami istri itu tampak terharu dan saling menatap penuh cinta.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️