Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Kita Itu Diawasi



Château de Bouchout Brussels Belgia.


Menjelang sore, para tamu mulai banyak yang kembali ke dua kastil yang disiapkan untuk penginapan mereka. Keluarga Rao yang datang diberikan tempat menginap di kastil tidak jauh dari tempat acara. Begitu juga keluarga Gemintang yang diberikan kastil lebih besar berada di area sana.


Para orangtua banyak yang sudah kembali ke kastil masing-masing dan tinggal generasi keenam yang masih berada disana.


"Buset deh Raj, cuma di acara nikahan kamu, kita diawasi sama biro federal" kekeh Luke sambil melambaikan tangannya ke para agen yang masih mengawasi mereka.


Para generasi keenam minus para wanita yang memiliki anak karena memilih bersama anak-anak mereka, masih duduk - duduk di area bekas acara dengan banyak tumpukan bantal. Taman yang luas itu menjadi ajang mereka bercengkerama.


"Kalian itu memang sukanya heboh!" senyum Raj sambil merangkul pinggang Gemintang.


"Hei, kalau tidak begitu, kita stress Raj. Kurang healing" sahut Bayu sambil menikmati roti canai dengan kari.


"Tapi beneran deh, kalian bikin gegeran sampai ke Turin!" ucap Antonio. "Tadinya aku ingin ikut tapi mengingat Deya sedang hamil, aku memilih menemani istriku lah." Savrinadeya yang sedang tiduran di paha Antonio.


"Kalau nggak ingat aku lagi hamil segini, aku sudah nyeret Alexis deh!" timpal Raveena sambil menatap suaminya.


"Kamu baik-baik saja kan Jayde?" tanya Dante.


"Baik-baik saja Bang" senyum Jayde.


"Sayang Wira nggak datang ya. Bisa ramai ghibah nya kita..." gumam Luke.


"Oh, FYI, Wira juga diawasi di Maryland" senyum Pedro Pascal.


"You've got be kidding me!" seru semua kakak sepupu Sadawira itu.


"Apa hasilnya setelah gegeran kemarin di bulan Mei?" tanya Pahlevi.


"Kita semua tidak ada yang mau berbisnis di Hongkong" gelak Bayu dan Damian.


"Tapi kita semua kan nyaris tidak ada yang berbisnis ke Hongkong. Rata - rata ke Jepang dan Korea" sahut Shinichi.


"Iya sih. Hongkong, Taiwan dan China, boleh dibilang jarang kita sentuh" sahut Radyta. "Meskipun papaku orang China."


"Yang penting semua sudah berlalu. Gabriel dan Garvita bisa menikah dengan tenang karena semua selamat, sekarang Gemintang dan Raj akhirnya menikah setelah butuh proses yang cukup lama. Dam sejujurnya, kami sangat menikmati pernikahan ala India ini" senyum Samuel.


"Oh Raj dan Gemintang, tidak ada acara penggagalan unboxing" sambung Sean. "Tidak hanya kalian yang diawasi, aku juga kena imbasnya" gelak Raja Belgia itu. "Meskipun aku tidak ikut langsung tapi kan posisi aku ipar kalian. Kalau kalian buat acara disini dengan kondisi seperti ini... Well sangat tidak menguntungkan untuk posisi aku sekarang. Apalagi rakyat Belgia tahu kalian... parah banget!"


"Kami maklum bang Sean, apalagi kamu sudah menyediakan tempat dan memberikan perlindungan buat kami semua yang diawasi secara ketat" ucap Ken Al Jordan.


"Kita kembali semua ke tempat menginap?" tanya Luke. "Kita semua beristirahat sebab sejujurnya aku cukup lelah."


***


Hotel Hilton Brussels Belgia


Raj dan Gemintang tiba di honeymoon suite yang diberikan sebagai kado pernikahan dari Gemini dan Michel. Keduanya saling berpandangan sambil tersenyum.


"Jujur aku terkejut melihat kamu mengecat rambutmu menjadi hitam. Tampak India ..." senyum Raj sambil melihat Gemintang melepaskan berbagai macam perhiasan dan aksesoris yang melekat di leher, tangan dan kepalanya.


"Soalnya waktu aku mencoba baju pengantinnya, kok nggak matching dengan warna rambut ku. Jadi aku putuskan saja cat hitam" ucap Gemintang sembari melepaskan kalung berliannya.


"Kamu itu kenapa tidak mengganti anting nya?" tanya Raj sambil melepaskan semua aksesoris dan baju pengantinnya meninggalkan kaos hitam yang mencetak tubuh liatnya.


"Karena sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan anting ini. Anting ini hadiah dari Opa Ashley waktu aku berulang tahun yang ke 17. Gemini juga sama. Jadi kami berdua tidak pernah lepaskan kecuali saat hendak dibersihkan."


Raj membantu melepaskan jepit dan berbagai macam hiasan di sanggul Gemintang. "Tapi nanti kalau catnya hilang, jangan dicat lagi ya. Aku suka warna rambut mu yang asli."


"Nggak lah, bisa rusak nanti rambutku. Ini kan buat hari spesial." Gemintang menghela nafas lega ketika rambutnya tergerai dengan indah setelah sebelumnya disanggul dengan rapi.


"Ya ampun, kamu cantik juga dengan rambut hitam..." senyum Raj sambil memeluk Gemintang dari belakang dan mencium pipi istrinya.


"Sepertinya aku mau mandi, Arjun. Gerah dan lengket semua badanku."


"Mandi bareng?" goda Raj.


"Oh come on Gemintang, kenapa malu? Kita sudah menikah, kamu sudah pernah menikah..."


"Tidak mau... Aku ... masih malu." Gemintang lalu melesat ke dalam kamar mandi dan menguncinya.


Raj hanya menatap pintu kamar mandi itu dengan perasaan bingung. "Bukannya kalau sudah pernah menikah itu sudah biasa ya?"


***


Raj menyelesaikan acara mandinya dan keluar hanya dengan celana training tanpa baju membuat Gemintang yang sedang membalas chat para saudaranya melongo.



Duh bang...


"Kenapa sayang?" tanya Raj sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Kamu tidak ada tattoo?"


Raj mengernyitkan dahinya. "Aku memang tidak memiliki Tattoo, Krisna yang punya."


"Iya aku tahu jadi tadi aku mengira bahwa kamu juga sama dengan kembaran mu."


Raj mendekati Gemintang dengan duduk di sisi tempat tidur. "Apa kamu ingin aku juga memiliki Tattoo?"


"No, tidak baik seseorang merajah tubuhnya dengan jarum meskipun saudara - saudara ku juga banyak yang bertatto. Apalagi Opa Karl, dua tangannya full tattoo tapi itu dibuat sebelum bertemu dengan Oma Sabine."


Raj menatap lembut ke Gemintang. "Kalau kamu tidak mengijinkan aku punya tattoo, ya tidak akan aku lakukan."


Gemintang tersenyum. "Tidak usah aneh-aneh."


Raj memajukan tubuhnya dan nafas Gemintang sedikit berantakan mencium aroma suaminya yang harum sabun, shampoo dan after shave. "Kamu mau makan malam dulu?" tanya Raj. "Atau aku menikmati makan malam bersamamu?"


"Hah?" bisik Gemintang gugup.


"Gemintang, kamu kan sudah pernah menikah tapi kok masih gugup..." goda Raj.


Gemintang meletakkan ponselnya dan mengatur nafasnya. "Arjun..."


"Ya Gemintang?"


"Benar aku sudah pernah menikah..."


"Dengan saudaraku..."


"Dengan saudaramu. Tapi... " Gemintang berusaha menelan salivanya susah payah karena melihat mata coklat Raj yang menatapnya sedemikian rupa hingga membuat dirinya merasa dicintai sedemikian rupa. "Tapi... Aku dan Rao... tidak pernah... melakukannya..."


Wajah Raj berubah menjadi terkejut. "What?"


"I..iya. Aku dan Rao... kami tidur terpisah... Dan aku..."


Raj menutup bibir Gemintang dengan bibirnya membuat istrinya itu terkejut namun setelahnya Gemintang membalas ciuman suaminya sama panasnya. Nafas Gemintang semakin berantakan ketika Raj mulai mencum*bunya hingga keduanya saling membalas dengan penuh perasaan dengan rasa yang berbeda. Rasa yang sama-sama salimg mencintai tanpa ada rasa benci dan tanpa ada paksaan.


Malam ini Gemintang memberikan miliknya yang selalu disimpannya kepada pria yang dia cintai dan yang mencintainya tanpa syarat.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️