
Tokyo Jepang
Gemintang melepaskan pelukan Apsarini dan menatap nya dingin. "Mbak sudah maafkan tapi jika kamu masih kekeuh ambil Rao, silahkan. Dan jika kamu berkata seperti itu lagi, maaf, mbak tidak akan mengenal kamu selamanya!"
Apsarini tampak terkejut mendengar ucapan Gemintang. "Mbak..."
"Kamu itu perempuan, sama dengan mbak. Pakai otak kamu kalau ngomong! Coba kalau kamu disisi mbak, dengar mbak ngomong gitu ke kamu! Gimana perasaan kamu? Jadi orang itu, lihat jidatnya dulu sebelum buka mulut! Apakah kamu mau dibilang seperti itu? Ada pepatah Jawa bilang dadi wong Kuwi kudu nepakke awake sek sakdurunge ngomong ( jadi orang itu harus menempatkan diri sebelum ngomong )!" Mata hijau Gemintang tampak semakin hijau jika marah. "Coba kalau ada yang bilang kamu anak haram? Mau ? Kuat kamu menghadapinya?"
Apsarini menunduk karena tahu bahwa dirinya memang lahir dari dua orang yang tidak pernah menikah.
"Allah itu sudah baik sama kamu, menutupi semua aibmu. Jangan sampai aibmu kebuka hanya gara-gara ulah kamu sendiri! Paham?"
"Paham mbak... Aku benar-benar menyesal..." bisik Apsarini.
"Dan jika kamu nantinya bersama Rao, hadapi semua keluarga besar. Kamu sudah memilih jalan mu dan kamu harus tahu konsekuensinya. Oke?" Gemintang menatap tajam adiknya.
"Iya mbak..."
Gemintang memeluk Apsarini. "Mbak hanya tidak ingin kamu terluka dik. Karena tidak mudah membuat seseorang yang terobsesi sekian tahun itu merubah pikirannya. Tapi jika kamu sudah yakin, ya sudah."
Apsarini membalas pelukan Gemintang. "Insyaallah aku yakin mbak."
"Kamu sudah dewasa, jadi kamu tahu kan?"
Apsarini mengangguk dalam pelukan Gemintang.
***
Uccle Belgia Dua Bulan Kemudian...
Gemintang sedang menikmati makan siang di sebuah cafe dekat klinik hewannya ketika Raj menelponnya. Karena ini hari Sabtu, maka dirinya mendapatkan jatah setengah hari dan sekarang dirinya sudah bebas tugas.
"Kamu dimana Gemintang?" tanya Raj.
"Di cafe pretzel dua tempat dari klinik aku. Kenapa?"
"Aku akan kesana. Tunggu disitu." Raj pun mematikan panggilannya.
Gemintang menatap ponselnya bingung karena mendengar nada panik di suara Raj. Ada apa sih?
***
Gemintang melihat Raj masuk ke cafe tempat dia makan siang dan langsung menuju ke meja tempat gadis itu berada. Setelah memesan minum dan Snack, Raj lalu menatap Gemintang.
"Gemintang, apa kamu sudah mendengar ?" tanya Raj.
"Dengar apa?" balas Gemintang santai sambil menyesap teh oolong nya.
"Saudara kembarku sudah punya kekasih."
Gemintang menatap tenang. "Bagus lah. Berarti dia sudah move on, dong Arjun."
"Kamu... tidak apa-apa?" Raj menatap Gemintang dengan wajah khawatir.
Gemintang meletakkan cangkirnya. "Aku malah bersyukur dia sudah menemukan pengganti aku. Jadi, obsesi nya sudah mulai menghilang kan Arjun?"
"Dia pacaran dengan anak Manchester dan katanya putri salah satu petinggi klub itu. Namanya Apsarini Neville. Apa kamu kenal atau tahu?" Raj mengucapkan terimakasih pada pelayan yang mengantarkan pesanannya.
"Tahu dan kenal."
"Ohya?" Raj memakan cake nya.
"Sudahlah Arjun, kamu tidak usah panik. Aku santai saja. Tidak ada rasa cemburu dan malah ikut senang dia bisa moving forward."
Raj memindai wajah cantik di hadapannya dan tidak ada rasa sakit atau apapun. Pria itu pun akhirnya yakin mantan adik iparnya baik-baik saja.
"Aku senang kamu baik-baik saja" senyum Raj.
"Of course I'm fine, Arjun. Kehidupan aku yang sekarang membuat aku bahagia dan sangat healing bagiku."
Raj memegang tangan Gemintang. "I'm so glad to hear that ( aku lega mendengarnya )."
"Iya. Aku semalam mendapatkan telepon dari kembaranku bahwa dirinya sedang dekat dengan seorang gadis dan sudah tahap pacaran. Aku hanya memikirkan kamu. Aku takut berita ini membuat mu tidak nyaman dan... sejujurnya aku tidak tahu bagaimana perasaan mu sekarang" ucap Raj lembut.
"I'm fine Arjun. Trust me" senyum Gemintang.
Suara ponsel Raj berbunyi dan wajah pria itu tampak bingung ketika melihat siapa yang menelponnya. "Krisna..." Raj menatap panik ke Gemintang.
"Angkat saja. Aku tidak apa-apa" ucap Gemintang.
Raj melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gemintang dan mengangkat panggilan dari saudara kembarnya.
"Halo..."
"Raj... Apa kamu tahu?" suara Krisna terdengar panik disana.
"Ada apa Krisna?" Raj menatap ke arah Gemintang yang menatapnya tenang. Pria itu memindahkan ponselnya ke tangan kirinya sedangkan tangan kanannya kembali menggenggam tangan Gemintang.
"Apa kamu tahu... Sari itu saudara sepupu Mintang! Oh my God... Aku tadi bertemu dengan Garvita dan Gabriel di Manchester dan akhirnya aku tahu, siapa Sari! Ya Allah, Raj... "
Wajah Raj tampak terkejut dan memucat saat menatap Gemintabg. "What?"
Panik ga lu Raj?
***
"Tunggu, tunggu ... Ini kamu dimana?" tanya Raj bingung.
"Ini aku di sebuah mall bersama Sari dan disana kami bertemu dengan Garvita dan Gabriel. Aku ingat karena saat Mintang pergi dari Jakarta, dia sekamar dengan Garvita di hotel."
"Garvita? Gabriel?"
"Garvita adalah sepupu Mintang, Gabriel adalah tunangannya. Kami tadi sedang berjalan-jalan lalu dihampiri oleh mereka. Garvita bilang kalau Sari adalah sepupunya... Jika Sari sepupu Garvita, berarti kan dia sepupunya Mintang!" ucap Krisna dengan nafas memburu. "Apakah aku tidak bisa lepas dari Mintang?"
"Kamu sudah dilepas dan melepaskan Gemintang jadi let her go. Bukankah kamu sedang mencoba bersama dengan Sari? Gadis itu mencintai mu kan?" balas Raj dingin membuat Gemintang mengerenyitkan alisnya yang indah.
"Bagaimana jika Sari mengajak ke acara keluarganya? Aku akan bertemu Mintang disana!" seru Krisna.
"Itu resikomu tapi jika kamu sudah bersama Sari, jangan sekali-kali kamu mencoba mendekati Gemintang karena ingat apa yang kamu lakukan pada wanita baik itu! Move on Krisna! Di hadapanmu ada wanita yang mencintaimu!"
Terdengar helaan nafas panjang Krisna di seberang. "Aku memang ingin bertemu dengan Mintang... Aku ingin meminta maaf yang tertunda."
"Gemintang sudah memaafkan kamu, Krisna. Jangan kamu usik lagi!" balas Raj dengan nada dingin.
"Kamu... berbicara seolah kamu sangat mengenal Mintang, Raj."
"Ohya, aku sangat mengenal Gemintang" senyum Raj yang membuat Gemintang semakin bingung melihat ekspresi mantan kakak iparnya.
"Raj, kamu kan belum pernah bertemu Mintang! Tapi kenapa kamu bisa bilang begitu?"
"Karena aku tahu, seorang wanita jika hatinya sudah terlalu sakit, dia tidak akan perduli terhadap orang yang telah menyakiti nya. Dia memang bisa memaafkan tapi untuk berhandai-handai kembali sepertinya akan sulit. Jadi saranku, jika suatu saat nanti, kalian bertemu di sebuah acara, kamu jangan membuat keributan karena hari itu, Gemintang sudah memiliki pasangan yang akan melindunginya sepenuh hati" jawab Raj tegas.
"Siapa?"
"Aku!"
Gemintang melotot ke arah Raj yang tersenyum lembut.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️