
Kamar Gemini dan Michel
Gemini merasakan tubuh suaminya naik ke atas tempat tidur dengan perlahan. Meskipun sudah harum sabun dan shampoo, tetap saja bau rokok masih terasa samar tercium di hidung wanita bermata biru itu.
"Jam... berapa, Michel?" tanya Gemini dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Jam lima pagi. Kamu mau sholat subuh? Aku sudah tadi dan aku ngantuk sekali sekarang..." gumam Michel sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Aku bangun dulu, sayang" ucap Gemini yang kemudian bangun dari tempat tidur. "Nanti aku menyusul tidur. Bukankah kita semua lelah?"
'Ohya... semua sepupu kamu memang tukang jalan-jalan. Kamu tahu kita makan dari satu tempat ke tempat lain... dan terakhir ngopi di Starbucks... Setelahnya..." suara Michel menghilang dan terdengar suara dengkuran halus yang membuat Gemini tersenyum.
"Selamat tidur..." Gemini pun masuk ke dalam kamar mandi yang sudah dihapalnya. Besok dirinya bersama Michel, Xena dan Nora akan berangkat ke Tokyo. Sesuai kesepakatan, mereka tidak berbicara tentang rencana ke Jepang untuk operasi sebelum keberangkatan agar tidak merusak acara Juliet dan Romeo.
Usai melaksanakan ibadah subuh, dalam sujudnya, Gemini memohon agar proses operasi lancar dan dia diijinkan untuk dapat melihat kembali.
***
Kamar Gasendra dan Krisna
Gasendra langsung tepar usai melaksanakan ibadah subuh sedangkan Krisna masih mencoba menghubungi istrinya. Entah kenapa semalam perasaannya tidak enak apalagi jam satu malam ponsel Gemintang tidak aktif.
Krisna beranggapan bahwa baterei ponsel Gemintang habis karena dia tahu istrinya sempat mengeluh tinggal sedikit dan lupa membawa power bank.
Tapi hingga jam lima pagi, ponsel istrinya pun tidak aktif. Apa masih tidur ? Krisna menoleh ke tempat tidur sebelah dan tampak Gasendra sedikit mendengkur. Kami semua memang lelah, apalagi semua pria ternyata pada doyan kuliner. Krisna merasa perutnya penuh, bertekad nanti akan melakukan olahraga di gym tapi kini dirinya ingin tidur. Tak lama Krisna pun menyusul Gasendra ke alam mimpi.
***
Hotel Mulia Siang Harinya Pukul satu siang
Krisna sudah segar apalagi dia sudah menyempatkan diri untuk gym dimana dia bertemu dengan Bayu O'Grady dan Radhi Blair yang juga sedang berolah raga. Terlepas semua sepupu Gemintang tahu tentang pernikahan terpaksanya, Krisna merasa malu dan tidak enak disaat mereka semua tidak ada yang menyinggung tentang masa lalunya dengan Gemintang maupun kesalahan Michel ke Gemini.
Krisna harus mengakui, keunggulan ajaran klan Pratomo, mereka tahu unggah ungguh di keluarga, julid hanya situasi yang umum tapi bukan menyinggung kehidupan pribadi. Mereka kesal padanya dan Michel tapi mereka tidak menghajar dirinya dan Michel.
Cara mereka menghormati dengan caranya sendiri, itulah yang membuat orang lain respek dengan keluarga mereka. Jika orang luar menganggap keluarga Pratomo adalah keluarga ekslusif, memang benar tapi orang akan memiliki pandangan berbeda kalau sudah mengenal mereka lebih dalam. Keluarga mereka sama saja dengan keluarga lain yang absurd, Membagongkan dan durjana.
Kelebihan mereka, hanya keluarga sendiri yang dinistakan tapi mereka menghormati orang di luar keluarga. Krisna melihat sendiri saat tadi malam saat makan di sebuah cafe di daerah Dago, Valentino dan Romeo bertemu dengan seorang gurunya sewaktu SMA.
Valentino dan Romeo mengobrol dengan guru itu bahkan memperkenalkan semua saudara nya. Krisna tampak salut melihat Sean yang notabene raja Belgia, menyalami dengan hormat guru yang sudah pensiun itu. Intinya, para keluarga Pratomo jika sudah berkumpul, semua gelar dan jabatan hilang. Yang ada hanya kakak, adik dan ipar.
Rasa sesal Krisna membuat Gemintang harus menghadapi semua omongan, ejekan dan segala sesuatu yang negatif akibat ulahnya selama di Singapura, semakin dalam ditambah bagaimana perlakuan keluarga istrinya yang menyama ratakan semua ipar.
Krisna semakin ingin bertemu dengan Gemintang, ingin bersujud di kaki istrinya dan minta ampun. Dia tahu waktu tidak dapat diputar tapi dia sudah berjanji untuk menjadi suami yang terbaik bagi Gemintang. Dia ingin memulai dengan awal yang baik. Krisna ingin mengajak Gemintang pergi berbulan madu... tepatnya berbicara dari hati ke hati tanpa ada ragu.
Apapun yang diucapkan Gemintang nanti -- kecuali perpisahan -- akan dia terima. Bahkan kalau sampai dia dihajar istrinya, dia tidak akan melawan.
Krisna berjalan menuju kamar Gemintang dan Garvita dengan penuh semangat untuk bisa mengetuk hati istrinya. Sedikit gugup seperti seorang pria yang akan mengajak seorang wanita berkencan pertama kalinya, Krisna memencet bel kamar itu. Hampir lima menit dia membunyikan bel kamar tapi tidak ada suara pintu terbuka.
Pria itu lalu mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Gemintang tapi lagi-lagi ponselnya offline. Krisna mulai tampak panik lalu dia menuju lift ke lobby untuk meminta resepsionis membuka kamar istrinya.
"Kamar Miss Schumacher dan Miss Lexington, Sir?" tanya resepsionis itu.
"Iya! Tolong, kamar istri saya tidak terbuka meskipun saya sudah memencet bel dan ponselnya offline. Saya takut migrain nya kambuh... Mintang, eh Miss Lexington saya punya sakit migrain akut jika kelelahan." Wajah Krisna yang tampak panik ditambah dia menunjukkan foto pernikahan mereka membuat manajer hotel akhirnya memenuhi permintaan Krisna.
Bersama dengan manajer, Krisna tampak cemas saat akhirnya pintu itu terbuka dengan master key. Bayu dan Gasendra yang keluar dari kamar merasa bingung melihat Krisna membawa manajer hotel.
"Mintang... dia tidak... Ponsel nya offline. Aku takut kalau dia sakit..." jawab Krisna.
"Mr Rao, pintunya sudah terbuka..." ucap Manajer hotel membuat Krisna bergegas masuk dan wajahnya memucat melihat kamar itu kosong dan tampak rapi.
Krisna mencari-cari barang milik Gemintang bahkan dia mencari hingga ke kamar mandi yang kosong.
"Mintang... kamu dimana..." gumam Krisna.
Bayu dan Gasendra yang ikut masuk tampak terkejut karena Garvita pun menghilang.
"Ndra, telepon Gabriel! Garvita hilang, Gabriel pasti bersama nya!" perintah Bayu yang mengambil ponselnya untuk menelpon adik manjanya.
"Offline mas" ucap Gasendra yang bingung menatap Bayu.
"Adikmu juga offline." Bayu menatap Krisna yang tampak kalut kehilangan Gemintang hingga pria bermata biru itu melihat sebuah cincin dan secarik kertas di bawahnya.
"Bayu, istriku hilang... Dia..."
"Krisna... ada ..." Bayu menunjuk ke arah nakas sebelah tempat tidur.
Krisna mengenali cincin itu. Cincin pernikahan Gemintang. Pria itu merasa lemas dan memegang cincin itu dengan penuh perasaan lalu dia mengambil kertas yang ada dibawah cincin sederhana berwarna emas kuning. Dengan tangan gemetar, Krisna mulai membacanya.
To Krisna Rao
Maafkan aku yang tidak mampu hidup bersamamu... Aku tahu kamu berusaha keras agar aku bisa menerima kamu... tapi luka yang kamu torehkan selama aku di Singapura, sangat dalam ... So deep until I can't stand... ( sangat dalam hingga aku tidak tahan lagi ).
Maafkan aku harus pergi. Aku butuh sendirian dan ketenangan batin yang aku tidak dapatkan selama satu atap dengan mu... Jika kamu tidak melepaskan aku... Maka aku yang akan melepaskan mu...
Mintang.
Air mata Krisna Rao menetes deras dan apa yang dia takutkan terjadi juga. Bayu mengambil kertas itu dan membacanya karena dia merasa Krisna tampak shock berat.
"Rao..."
"Dia pergi O'Grady... Dia pergi meninggalkan aku..." gumam Krisna.
Bayu memeluk Krisna yang tampak terpuruk. Bagaimana pun kesalnya dia ke iparnya tapi melihat Krisna patah hati dan sedih kehilangan Gemintang, Bayu tidak tega juga.
"Mintang ingin menenangkan diri, Rao..." ucap Bayu pelan.
"Dia pergi... Dia pergi... Apakah dia tidak tahu aku sangat mencintainya..." isak Krisna di pelukan Bayu.
Gasendra tampak tercenung melihat kejadian itu. Damn it Garvita! Kamu bawa kemana Mintang?
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️