
Kediaman Keluarga Sky Di New York
Hoshi menelpon Haris dengan acara mengomel panjang lebar dan disambung dengan Bima. Dua orang yang tidak pernah akur itu tampak kompak marah-marah ke Haris.
"What the fu*** are you thinking, Haris? Kamu seperti ngorbanin anakmu!" amuk Hoshi.
"Iya lho Ris! Kami semua di Jakarta tidak ikhlas duo G menikah dengan pria-pria seperti itu!" timpal Bima.
Gemini dan Gemintang akan menikah besok tapi Haris dan Ashley hanya meminta kedatangan keluarga New York. Keluarga Tokyo hanya Hideo dan Fayza yang datang karena Shinichi sibuk dengan penelitiannya sedangkan Sakura tidak bisa meninggalkan kuliahnya.
"Boys, aku tahu dan aku juga merasa gagal melindungi putriku saat mereka membutuhkan aku. Pada saat Gemini kecelakaan, Gemintang terkena fitnah... Aku sudah berusaha mencegah mereka berdua sebagai inilah salah satu caraku terakhir melindungi dua putriku tapi duo Gem memiliki rencana tersendiri..."
"Tapi tidak menikah juga, Hariiisss!! Kan kalau mau balas dendam, bisa dengan cara lain!" hardik Hoshi. "Bilang sama duo Gem, biar Oom Hoshinya yang maju!"
"Haris, apa yang si kembar rencanakan? Aku tahu pasti mereka punya banyak cara licik untuk membalaskan rasa sakit hati mereka kan?" ucap Bima yang lebih melunak.
"Aku sendiri tidak tahu apa yang mereka rencanakan, Bim. Tapi yang jelas, aku rasa dendam membuat dua anakku keluar gen Aratanya."
***
The Wedding Day
Seperti halnya sang mommy dan Daddy dulu yang menikah ganda bersama dengan Falisha Hassan dan Aji Yung, kini Gemini dan Gemintang pun menikah bersamaan dengan pasangan masing-masing.
Michel dan Krisna sudah siap di depan imam masjid New York yang juga sahabat para klan Pratomo yang tinggal disana. Untuk ijab yang pertama melakukan adalah Gemini dan Michel.
Gemini hanya memasang wajah datar saat para tamu menyatakan 'SAH' dan sedikit terkejut ketika tangan Michel menggenggamnya untuk memberi tahukan tempat untuk membubuhkan tandatangan.
"Tanda tangan disini Gem" bisik Michel sambil memasangkan bolpoin ke sela jari Gemini. "Tidak usah besar, karena kotaknya kecil."
Gemini hanya mengangguk lalu membubuhkan tandatangan di surat nikah mereka. Interaksi keduanya tidak lepas dari tatapan Ashley dan Haris.
Usai tanda tangan, Gemini membiarkan Michel mencium keningnya tapi menolak dituntun oleh pria itu dan mencari Raveena. Dengan sigap Raveena membantu sepupunya berjalan dengan Michel berjalan di belakangnya. Keduanya pun duduk di tempat yang sudah disediakan bersama dengan para sepupu Gemini di New York.
Setelahnya giliran Gemintang yang hanya mengenakan gaun pengantin sederhana bewarna putih yang desain nya hampir mirip dengan Gemini. Krisna Rao melirik ke arah gadis yang duduk di sebelahnya dan jantungnya merasa berdebar, takut jika Gemintang berubah pikiran.
Haris menatap tajam ke arah Krisna saat hendak mengucapkan ijab qobul, sama seperti saat tadi Michel mengucapkan janji kepada Gemini. Entah kenapa, baik Michel dan Krisna tidak ada yang salah mengucapkan nama kedua putrinya yang termasuk sulit, bahkan hanya sekali tarikan nafas.
Gemintang melirik ke arah Krisna yang tersenyum lembut ke arahnya namun gadis itu hanya melengos. Seperti Gemini, keduanya pun menandatangani surat nikah dan setelahnya Krisna memasangkan cincin kawin emas sederhana sesuai dengan permintaan Gemintang dan setelahnya giliran gadis itu memasangkan cincin yang sama sederhananya.
Cincin kawin Gemintang dan Krisna
Cincin kawin Gemini dan Michel
Keluarga Besar Gemintang hanya saling berpandangan melihat betapa sangat berbeda jauh dengan cincin yang diberikan Michel ke Gemini yang tampak mewah dan mahal.
Blaze dan Samuel yang memangku anak mereka masing-masing, hanya saling berpandangan. Begitu juga dengan Nadira dan Pedro yang datang bersama dengan putri mereka Biana.
"Gemintang serius itu minta cincin yang sangat simple?" bisik Blaze ke Samuel.
"Yang penting kan sahnya Bee. Tidak macam kita dulu" senyum Samuel yang memangku Rania.
"Kamu juga merasa kan Bee kalau Mintang benar-benar aneh meminta cincin yang sederhana" bisik Nadira yang duduk di belakang Blaze.
"Sayang, kenapa sih kalian pada meributkan cincin kawin?" tanya Pedro sambil memangku Biana.
"Di keluarga kami biasanya cincin nya beda-beda. Lihat, cincin aku dan Bee beda." Nadira menunjukkan cincin kawinnya.
"Nad, kan kamu tahu alasan mereka menikah kan? So, jangan kamu bandingkan dong dengan kita" ucap Pedro pelan membuat Nadira mengangguk.
***
"Menunya ada apa? Ada steak?" tanya Gemini.
"Ada. Oom Jendra kan tahu kamu dan Mintang sukanya apa."
"Mau dong pakai mashed potatoes ya, Veena."
"Aku ambilkan." Raveena pun berdiri untuk mengambilkan pesanan Gemini yang duduk manis hanya bisa mengandalkan Indra penciuman dan pendengaran nya.
"Steak kamu, Gem" suara Michel terdengar di sebelah Gemini yang duduk di kursi khusus makan pengantin. "Sudah aku potong-potong agar memudahkan kamu makan."
Gemini hanya terdiam. "Dimana Raveena? Bukankah aku tadi meminta dia yang mengambilkan makanan untukku?"
"Tadi memang aku melihat Raveena meminta sepiring steak pada chef yang bertugas dan aku bertanya untuk siapa. Raveena bilang untukmu, langsung aku ambil alih saja. Bukankah aku suami kamu?" jawab Michel lembut.
"Hanya suami diatas kertas" balas Gemini dingin.
Michel menatap Gemini dengan perasaan paham kalau istrinya masih merasa terpaksa menikah dengannya. "Meskipun begitu kita sah lho Gem."
"Hhhhmmm."
"Steaknya dimakan dulu Gem. Ini garpunya." Michel memberikan garpu ke Gemini untuk bisa menusuk daging steak yang sudah dipotong-potong. "Apa perlu aku suapi?"
"Jangan ngelunjak!" hardik Gemini kasar.
Michel hanya diam saja sambil terus memandangi wajah judes Gemini. Sabar Michel. Lama-lama Gemini akan bisa menerima kamu.
Gemini lalu mulai memakan daging steaknya.
***
Gemintang memilih menjauh dari acara di rumah Opanya menuju halaman belakang yang terdapat sebuah gazebo kecil. Gemintang tersenyum melihat gazebo yang masih sangat terawat, mengingat waktu dia kecil bersama Gemini mendengarkan cerita dari Ashley tentang keluarga besarnya.
Gadis itu menatap langit biru kota New York dan besok dirinya sudah kembali ke Kingaroy. Tadi Krisna mengatakan mas kawinnya berupa seperangkat perhiasan dan alat sholat. Sejujurnya Gemintang masih ingin tinggal disini bersama dengan opa dan Omanya tapi dia harus konsekuen dengan ucapannya.
"Aku cari kemana-mana, rupanya kamu disini."
Gemintang hanya mendengus pelan mendengar suara yang sangat di kenalnya. "Kenapa mencari aku?"
"Aku mau membawakan ini." Krisna menyerahkan sepiring salad dan sebuah botol air mineral.
"Aku akan ambil sendiri, mengingat kamu suka memanfaatkan segala sesuatu. Maaf, tapi ulahmu sudah membuat aku harus waspada." Gemintang pun berdiri meninggalkan Krisna.
"Mintang, aku itu suami kamu!"
"Suami diatas selembar kertas saja!" balas Gemintang sambil masuk ke dalam rumah.
Rahang Krisna Rao tampak mengeras dan hatinya terasa sakit mendengar ucapan Gemintang yang sangat telak.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️