
Clinique Saint Jean Bruxelles Brussels Belgia
Raj tampak terpekur mendengar saudara kembarnya akan dipindah ke Manchester Inggris. Dia khawatir jika Gemintang mengira dirinya memberitahukan bahwa mantan istrinya ada di Belgia. Meskipun kans nya kecil kalau Krisna bisa ke Belgia tapi anything could happened.
Aku harus bilang pada Gemintang.
***
Seminggu Kemudian, Klinik Hewan Uccle Belgia
Gemintang sedang mengobrol dengan dua rekan dokternya saat makan siang ketika Anna memberitahukan jika Raj datang mencarinya. Gadis itu mengerenyitkan alisnya bingung kenapa mantan iparnya datang lagi.
Gemintang undur diri dulu ke dua rekannya dan bersama Anna, ke ruang tunggu untuk menemui Raj. Gadis itu melihat wajah pria India tampak gelisah.
"Arjun? Ada apa kamu kemari?" tanya Gemintang tanpa basa-basi.
"Bisakah kita bicara private?" balas Raj tanpa menjawab pertanyaan gadis itu.
Gemintang merasa ada sesuatu yang serius, akhirnya mengajak Raj ke ruang praktek nya. Sesampainya di dalam, gadis itu menatap tajam mantan iparnya.
"Sudah tidak ada gangguan. Ada apa Arjun?" ulang Gemintang usai menutup pintu ruang prakteknya.
"Gemintang, aku tahu aku sudah berjanji untuk tidak membicarakan you know who..."
"Iya..." Seriously, ini macam membicarakan Voldemort. "Lalu?"
"Maaf aku harus melanggarnya karena aku tidak mau kamu nanti menganggap aku yang bercerita. Gemintang, Krisna dipindahkan oleh kantornya ke area Manchester Inggris." Mata coklat Raj tampak cemas dan khawatir saat mengatakan soal saudara kembarnya.
Wajah Gemintang tampak terkejut. "Ke Manchester?!"
"Iya. Dia kan mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan finance yang kantor pusatnya di London. Memang dia bekerja di Mumbai selama ini dan sekarang ... mulai tahun ini dia mendapatkan promosi dan dipindahkan ke Inggris."
Gemintang menggigit bibir bawahnya lalu dirinya tampak mondar mandir. "Dia tidak tahu kan aku disini?"
"Nope. Aku tidak memberitahukan apapun Gemintang."
Gemintang menatap Raj tajam.
"Aku serius Gemintang. Jika aku bilang tidak ya tidak." Raj memandang wajah cantik yang tampak gusar.
"Berapa kans dia ke Brussels untuk menemui kamu?" tanya Gemintang.
"A lot. Anything can happened, Gemintang."
"Selama aku low profile, dia tidak akan tahu aku disini."
Raj menatap Gemintang. "Akan aku usahakan, aku yang menemui dia jika dia mengajak bertemu dan menahan untuk tidak datang ke Brussels. Kalaupun dia minta kemari, tidak ke Brussels."
***
PRC Group Palermo Sisilia Italia
"Krisna dipindahkan ke Manchester?" tanya Gemini saat Gemintang melakukan panggilan video ke saudara kembarnya.
"Iya, tadi Arjun kemari untuk menyampaikan kabar itu ke aku."
Gemini menatap Gemintang dengan wajah khawatir. "Are you okay?"
"I'm fine, Gem. Tidak akan aku biarkan mantan suamiku membuat aku terpuruk seperti sebelumnya! Karena aku kuat."
"Good. Buang hal-hal yang tidak penting ke Empangnya bang Lukie!"
"Betuuuullll! So, bagaimana kabar calon keponakan aku?" tanya Gemintang untuk mengalihkan pembicaraan menjadi hal - hal yang menyenangkan.
"Semakin berulah, Mintang. Kamu tahu, hari ini Michel tidak berangkat ke kantor" kekeh Gemini yang tampak durjana.
"Apa yang terjadi?" Gemintang sudah ingin tertawa saja melihat wajah usil kembarannya.
"Sepagi ini, dia muntah-muntah sangat parah sampai aku dan Nora bingung dikasih apa. Teh mint nggak mempan, biskuit asin nggak mempan... Dan akhirnya kamu tahu? Perutnya digosok pakai minyak kayu putih baru mempan!" gelak Gemini.
Gemintang pun ikut tertawa. "Gem, itu mah kamu banget kalau perutnya mual setiap salah makan!"
"Makanya tadi aku tertawa geli tapi suamiku bertambah judes wajahnya." Gemini tertawa geli membayangkan wajah Michel yang manyun sebelum dirinya berangkat ke perusahaan. "Soalnya Michel kan bule Italia yang kalau digosok pakai esensial oil yang harum lavender atau green tea. Nggak mempan coba! Jadi hidup minyak kayu putih!" Dua saudara kembar itu tertawa bersama.
"Kamu tidak menemani Michel, Gem?" tanya Gemintang.
"Iya, kasihan suamimu yang mengalami semuanya tapi kamunya malah santai saja" kekeh Gemintang.
"Akhir bulan nanti, aku kan kontrol lagi dan semoga sudah bisa tahu jenis kelaminnya calon keponakan kamu, Mintang. Soalnya Michel ribut terus ingin tahu jenis kelamin anaknya" senyum Gemini.
"Asal trio kampret tidak mendoktrin macam ke Arsya. Duh, bang Sean beneran pusing menghadapi anaknya yang jauh dari kata anggun ala pangeran tapi versi Arsya, nangis itu harus elegan... Dan aku baru lihat kemarin pas malam tahun baru nangis elegan ala Arsya" ucap Gemintang sambil tertawa.
"Dia tidak model nangis guling-guling kan Mintang?"
"Nggak tapi beneran elegan, berdiri dengan cool tapi wajah menangis cool. Gimana ya, pokoknya menggemaskan, macam Shinchan tapi nggak sedrama Shinchan."
Gemini terbahak. "Lihat Shinchan saja kita sudah pusing, ini balita pula yang jauh bikin mumet!"
"Jangan kamu mbatin mbak, bahaya kalau anakmu ikutan Oomnya" goda Gemintang.
"Ah iyaaaa! Jangan ikutan Oom kamu ya nak" ucap Gemini sambil mengusap-usap perutnya.
***
Dua Minggu usai pertemuan terakhir dengan Raj, Gemintang tetap bekerja seperti biasanya bahkan pasiennya pun semakin banyak. Ketambahan Arsya hanya mau Tante Mintang nya yang memeriksa semua teman berbulunya.
Pagi ini Gemintang bersiap menuju kediaman Zinnia karena salah satu anjing shitzhu milik Arsya terjatuh dari tangga hingga kakinya agak pincang. Mumpung hari Sabtu dan dirinya mendapatkan jatah libur hari ini, Gemintang pun menyanggupi permintaan keponakan tampannya.
"Hazel, kamu ikut?" tanya Gemintang ke pelayannya.
"Ikut nona. Otto, bagaimana denganmu?" Hazel bertanya pada pengawal Gemintang itu.
"Saya di villa saja" jawab Otto.
"Ya sudah, kita berangkat sekarang? Nanti keponakan aku yang gemoy itu ngamuk kalau tantenya terlambat." Gemintang dan Hazel pun masuk ke dalam mini Cooper gadis itu.
***
Manchester Inggris
Sudah dua Minggu Krisna Rao berada di salah satu kota industri dan kota yang terkenal dengan dua klub sepakbolanya, Manchester United dan Manchester City.
Pria itu memang salah seorang akuntan dan finance planner yang kompeten hingga saat dirinya resign dari FH Ranch, untuk mengobati rasa patah hati nya, dia mencoba melamar kantornya yang lama dengan pusat di London tapi dirinya memilih untuk bekerja di kantor cabang Mumbai. Melihat prestasinya, kantor pusat London lalu memindahkan Krisna ke kantor cabang Manchester menjadi seorang manager disana, jabatan yang dulu dipegangnya saat masih di London.
Di hari Sabtu yang cerah ini, Krisna memutuskan untuk berjalan - jalan ke Old Trafford Stadium, markas salah satu klub sepakbola terkenal di dunia. Pria itu pun menikmati perjalanan ke museum klub sepakbola yang pernah mendapatkan treble winner dalam satu musim Beberapa kali.
Krisna melihat piala Liga Champions yang terpajang disana dan juga piala-piala lain yang dijuarai oleh klub berjulukan Setan Merah.
"Sangat indah bukan?"
Sebuah suara feminim membuat Krisna menoleh dan melihat seorang gadis cantik berdiri di sebelahnya sambil memandangi lemari kaca yang penuh dengan piala.
"Ya sangat indah..." gumam Krisna.
"Aku tidak pernah bosan melihatnya" senyum gadis itu.
"Ya..." jawab Krisna bingung harus menjawab apa.
"Aku Apsarini Neville by the way. Kamu?" Gadis itu mengulurkan tangannya.
"Krisna Rao" jawab Krisna sambil menerima uluran tangan gadis itu.
"Nice to meet you Krisna." Akhirnya aku bertemu juga denganmu dengan status duda.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***
Promo Novel akan datang