
Queensland Australia
Tubuh Gemintang menempel hingga pintu dan wajahnya tampak kesal dan sudah bersiap untuk menghajar Krisna Rao.
"Mau tahu kenapa aku tidak tertarik padamu?"
"Kenapa Mintang?"
"Because you're a jerk! Memangnya aku tidak tahu kamu membuat cerita di kampus aku kalau aku frigid, dan hanya bisa sama kamu!" bentak Gemintang. "Yang benar saja Rao! Aku tidak frigid!"
"Karena aku ingin kamu jadi milikku satu-satunya, Mintang! Aku sayang kamu, aku cinta kamu!"
"Itu bukan cinta, Krisna Rao! Itu obsesi posesif! Aku bukan milik kamu!" teriak Gemintang.
"Kamu milikku Mintang! Dan aku adalah milikmu! Aku tidak bisa berpaling darimu meskipun banyak wanita di sekeliling aku! Tapi hanya wajahmu yang selalu aku lihat. Kamu boleh bilang obsesi posesif... Iya! Tapi hanya padamu!"
"Itu yang membuat aku tidak nyaman Rao! Aku tidak bisa bebas! Kamu hanya melihat aku sebagai salah satu barangmu, bukan sebagai pasangan! Dan itu yang membuat aku tidak mau menerima kamu! Kamu sakit, Rao!" ucap Gemintang tanpa sadar menitikkan air mata karena sudah lama dia ingin mengungkapkan semuanya. "Aku ... aku takut padamu..."
Krisna Rao terkejut melihat wajah lelah Gemintang lalu melepaskan sabuk pengaman gadis itu dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Jangan Mintang... jangan takut padaku... Aku benar-benar sayang sama kamu..." bisik Krisna sambil mengelus punggung Gemintang.
"Aku benar-benar takut padamu..." isak Gemintang. "Please, let me go."
"No Mintang. Sampai kiamat pun aku tidak akan melepaskan kamu karena kita sudah ditakdirkan bersama." Krisna mencium pucuk kepala Gemintang.
"No, Krisna. Itu hanya perasaan kamu saja, mau kamu saja..." jawab Gemintang sambil melepaskan dari pelukan Krisna. "Aku sudah tidak mood ke Brisbane. Kita pulang saja..." Gemintang kembali duduk dengan benar di kursinya dan memasang sabuk pengamannya.
"Kita tetap ke Brisbane, Mintang."
"Pulang aku bilang!" bentak Gemintang. "Aku sudah tidak ingin pergi!"
Krisna melihat bagaimana gadis itu tampak tidak bisa dibujuk, akhirnya memutar balik mobil mewah itu kembali ke FH Ranch.
***
FH Ranch Queensland
Fahira terkejut ketika melihat Gemintang tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan wajah mendung sedangkan di belakangnya tampak Krisna mengeluarkan duffle bag Louis Vuitton milik Gemintang.
"Kok sudah pulang? Kamu nggak jadi ke Brisbane?" tanya Fahira.
"Nggak jadi Tante. Maaf, Mintang masuk dulu ke kamar." Gemintang lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Fahira hanya mengangguk lalu menoleh ke arah Krisna yang wajahnya sama mendung nya dengan Gemintang.
"Kalian bertengkar? Kok bisa?" tanya Fahira bingung karena perasaan keponakannya baru bertemu dengan Krisna belum lama.
"Maaf Mrs Hassan. Tadi saya dan Mintang memang berdebat di mobil..."
"Tapi... Gemintang bukan tipe anak suka bertengkar dengan orang baru... Apa kamu pernah bertemu dengan Mintang di Singapura mengingat kamu juga lulusan sana?" Fahira menatap Krisna dengan tatapan menyelidik.
"Saya adalah kakak kelas Mintang di kampus Singapura dulu"
Fahira terkesiap. "Kenapa tidak bilang?"
"Maaf Mrs Hassan. Saya tidak bilang sebelumnya dan kami tidak dekat karena beda fakultas. Saya kakak kelas satu kampus dengan Gemini, saudara kembarnya."
"Oh pantas. Lalu kenapa kalian bertengkar?"
"Saya ngeyel mengira dia Gemini tapi dia bilang bukan malah menjadi kesal."
Fahira tertawa. "Ya jelas Mintang marah karena dia memang bukan Gemini. Sudah tas nya kamu kasih ke kamarnya Mintang."
"Baik Mrs Hassan. Permisi." Krisna pun membawakan duffle bag itu ke kamar Gemintang yang pintunya tertutup.
Dengan pelan, Krisna mengetuk pintunya. "Mintang... Ini tas kamu." Krisna mengetuk lagi. "Mintang..."
"Bodo! Mana tas aku!" hardik Gemintang tanpa mau membuka lebar pintu kamarnya.
"Mintang, please. Jangan takut padaku... Aku serius padamu" ucap Krisna.
Gemintang tidak menjawab tapi langsung merebut tas nya dan menutup pintu kamarnya dengan keras membuat hidung mancung Krisna hampir kena.
Krisna menempelkan dahinya di pintu itu. "Maafkan aku..." ucapnya. "Tapi apa yang aku bilang tadi, itu lah yang sebenarnya."
Krisna mengangkat wajahnya dan menatap pintu itu dengan perasaan kacau balau lalu pria berbadan tegap itu pun berjalan meninggalkan kamar Gemintang.
***
Palermo Sisilia Italia
Gemini menatap adiknya dengan perasaan ikut sedih setelah Gemintang mengadukan semua apa yang terjadi di mobil saat mereka mau ke Brisbane. Keduanya kini sedang melakukan panggilan video.
"Ya ampun Mintang, bagaimana bisa dia masuk ke Ranch Oom Fathir? Eh tapi dia memang qualified dan aku tidak menyalahkan Oom Fathir juga yang menerimanya karena sesuai dengan job desk nya sih..."
"Aku takut Gem. Aku sudah suka disini tapi kehadiran si Rao membuat mood aku buyar."
Gemini menghela nafas panjang. "Tidak mungkin juga kamu bercerita kepada Tante Fahira dan Oom Fathir untuk memecat Krisna karena bisa dituntut mencampur adukkan masalah pribadi meskipun Oom Fathir berhak sih..."
"No, Gem. Pahlevi bilang kalau Krisna adalah pegawai yang teliti bahkan melebihi dari manager keuangan sebelumnya. Kan malah membuat aku tidak enak sama Oom Fathir."
Gemini mencoba mencari tahu sepak terjang Krisna Rao setelah lulus. "Mintang, apa yang dia bilang sama kamu itu benar. Setelah kejadian awal Juliet kuliah itu, dia memang terbang ke London dan bekerja sebagai konsultan keuangan di sebuah perusahaan finansial disana."
"Dia juga bilang kalau sudah bosan di London dan ndilalahnya, Oom Fathir buka lowongan. Aku rasa dia tahu siapa Fathir Hassan dan hubungannya dengan keluarga besar kita apalagi dia bekerja di perusahaan finansial yang notabene pasti tahu kaitan perusahaan milik ik keluarga dan nama belakang kita semua." Gemintang memegang pelipisnya.
"Kamu minum obat dulu. Mommy sudah siapkan tho? Jangan sampai migrain kamu kumat lagi lho, sis."
"Iya Gem..." Gemintang memang punya kelemahan jika sudah stress berlebihan dia mengalami migrain hingga harus tidur satu hari baru bisa kembali lagi seperti biasa asalkan sudah minum obat yang diberikan Haura.
"Kamu sudah bilang sama dengan Tante Fahira kan soal penyakitmu?"
"Belum Gem."
"Lebih baik kamu bilang daripada nanti mereka panik lho..."
Gemintang mengangguk. Haura sendiri sudah melakukan pemeriksaan lengkap ke cucunya tapi tidak ada permasalahan di otak Gemintang dan yang hanya bisa disarankan, jangan terlalu over thinking.
"Kamu besok acara kemana Gem?" tanya Gemintang.
"Aku besok mau ke Malta bersama Iris. Kan aku sudah lama ingin kesana tapi belum kesampaian. Nah, mumpung dari Palermo lebih dekat ke Maltanya dibandingkan dari Jakarta, kenapa tidak aku kesana sekalian liburan sebelum nantinya harus kembali ke Jakarta."
"Ah andaikan aku bisa bareng kamu Gem..."
Gemini terbahak. "Nanti dibilang Valentino, Shinichi dan Arkananta kita kembar siam."
Gemintang tertawa. "Aku kangen trio kampret..."
"Me too meskipun mereka membuat kita darting."
Kedua gadis itu masih mengobrol dengan posisi jendela kamar Gemintang masih terbuka dan tanpa diketahui oleh pemilik kamar, seseorang berdiri di dekat jendela itu.
Kamu sakit apa Mintang?
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️