
Apartemen Raj di Brussels City Belgia
Raj membuka jaketnya setelah tiba di apartemennya dan menatap layar MacBook nya yang ada panggilan masuk. Pria India itu pun menekan tombol accept dan tampak wajah kembarannya disana.
"Hai." Raj mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi yang memang selalu tersedia dan selalu panas apalagi musim dingin ini.
"Bagaimana Brussels?" tanya Krisna.
Raj menatap wajah kembarannya yang sudah mulai berisi setelah sebelumnya tampak kurus akibat berpisah dengan Gemintang. Raj tahu Krisna sangat mencintai mantan istrinya itu tapi Raj juga tahu rasanya jika berada di posisi gadis itu.
"Bersalju. Dan yeah, disini jauh lebih baik daripada di Luxembourg" jawab Raj sambil menyesap kopinya.
"Aku kangen Mintang... Apakah dia baik-baik saja? Aku dengar dia masih di Dubai."
"Kris, Gemintang bersama keluarganya dan sudah pasti dia baik-baik saja." Bahkan sangat baik dan semakin cantik.
"Aku masih berhutang maaf padanya..."
"Aku rasa Gemintang sudah memaafkan kamu, Kris. Dia sudah nyaman dengan hidupnya sekarang, jangan kamu buat dia tertekan lagi..." Raj menatap Krisna serius.
"Haaaaahhh... Apakah dia sudah menemukan pengganti aku?" Krisna menengadahkan kepalanya menatap langit-langit kamarnya.
"Kris, Gemintang bukan tipe wanita seperti itu. Dia pasti menyembuhkan luka hatinya dulu, menata semuanya dan jika sudah baru dia memikirkan langkah selanjutnya..."
"Kamu berbicara seperti kamu mengenalnya dalam." Krisna memicingkan matanya.
"Krisna, aku memang bukan psikiater atau psikolog tapi aku mempelajari dengan praktek nyata. Luka itu tidak sembuh dengan cepat jika sumbernya tidak dihilangkan dan begitu sumber itu lepas, prosesnya bisa lebih baik."
Krisna mengusap wajahnya kasar. "Aku masih ingin menemuinya tapi aku tahu dia sudah tidak mau bertemu denganku lagi..."
"Kris, jika memang kamu mencitai Gemintang, lepaskanlah. Buka lembaran baru, sebab mungkin Gemintang bukan jodoh kamu..." jawab Raj pelan.
Krisna menatap sendu ke kakaknya. Raj memang lebih tua 15 menit darinya. "Mungkin kamu benar, Raj. Mintang mungkin memang bukan jodoh aku."
Raj tersenyum menenangkan. "Jodohmu yang sebenarnya sudah dipersiapkan Allah tapi jalannya memang seperti ini. Kamu harus bersama Gemintang dulu baru bisa bertemu jodohmu yang tertunda."
Krisna tersenyum smirk. "Looks like..."
***
Villa Uccle Belgia
Gemintang tertawa melihat keributan antara Michel dan Gemini, hanya gara-gara kembarannya memakai parfum, Michel muntah-muntah.
"Aku sudah bilang Mintang, nggak usah pakai Diornya tapi Gem ngeyel karena harus bertemu dengan pihak pariwisata Palermo... Pas aku pulang masih tercium kan parfumnya... Hilang sudah makan siang ku..." keluh Michel dengan wajah memelas.
Gemintang menutup mulutnya mencegah agar tawanya tidak sampai heboh terdengar.
"Payah dia, sudah morning sick tiap pagi, terus mencium bau aneh sedikit muntah - muntah..." ejek Gemini.
"Kamu tidak tahu rasanya Gem! Badanku lemah tidak berdaya ini!" pendelik Michel sok galak.
"Aku membawa anakmu disini! Ini kan hasil perbuatan kamu!" balas Gemini tidak kalah galak.
Gemintang tidak tahan lagi dan tertawa terbahak-bahak. Kakaknya yang biasanya judes, irit bicara, sekarang menjadi super cerewet dan wajahnya tidak sedingin biasanya.
"Satu lagi Mintang, bisa-bisanya... bisa-bisanya dua tengah malam nyetel film horor dan setelahnya jejeritan! Aku kan jadi kurang tidur!" adu Michel ke iparnya.
"Oh ya ampun, kalian berdua itu! Tapi aku bersyukur kalian bisa menikmati kehidupan pernikahan kalian..." ucap Gemintang tulus.
"Mintang, kamu pun nanti akan mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari Rao" senyum Gemini menenangkan adiknya.
"Oh, aku bertemu dengan saudara kembar Rao."
Gemini dan Michel melongo. "Saudara kembarnya Rao? Dia kembar?" seru pasangan suami isteri itu. "Memangnya ... Tunggu, aku pun tidak tahu kalau dia kembar waktu di Singapura..." gumam Gemini. "Kamu juga tidak tahu?"
"Namanya siapa?" tanya Michel.
"Arjun Raj Rao."
Michel mengetikkan sesuatu di MacBook nya karena mereka sedang menggunakan MacBook Gemini.
"Arjun Raj Rao, usia 25 hendak 26, seorang dokter bedah, masuk Oxford usia 16 tahun dan sudah menyelesaikan spesialis bedah di usia 22 tahun. Memilih ikut doctors without Borders dengan pengalaman ke Amerika Selatan, Asia Selatan dan sekarang... Mintang, dia bekerja di Brussels!" ucap Michel.
"Apa dia menstalking kamu macam kembaran nya?" Tiba-tiba Gemini merasa cemas.
"Sepertinya tidak Gem. Dia bekerja dua bulan lalu di rumah sakit di Luxembourg lalu pindah ke Brussels dua Minggu lalu. Ini ada di data LinkedIn nya."
"Sebelumnya?" Gemini menatap bergantian antara suami dan saudara kembarnya.
"Begitu lulus dia ikut doctors without Borders yang langsung ke Brazil dan menuju Amazon, lalu ke Rio de Janeiro, Pakistan dan kembali India. Saat Krisna menikah dengan Mintang, dia sedang berada di Amazon." Michel membaca semua tentang Raj.
"Kamu tidak apa-apa? Apa bang Sean dan Mbak Zee harus diberitahu?" tanya Gemini.
"Tidak usah Gem..."
"Mintang, ingat apa yang terjadi saat kamu memilih diam saja dan memendamnya sendiri sampai aku dan Radyta tidak boleh bilang ke Mommy dan Daddy. Aku tidak mau kamu sakit, Mintang."
"Untuk kali ini aku tidak akan diam saja jika sudah mulai terganggu" jawab Gemintang tegas. "Lagipula aku kan di Brussels, di Belgia, daerah kekuasaan bang Sean. Jadi jauh lebih mudah jika harus gegeran..."
"Kamu kasih tahu bang Sean ya? Atau mbak Zee deh kalau ada apa-apa. Otto dan Hazel masih liburan?" Jujur Gemini merasa cemas. Takut sewaktu-waktu Krisna bisa datang ke Brussels karena bagaimanapun sebagai saudara kembar pasti selalu bercerita tentang apapun.
"Aku baik-baik saja Gem. Untuk kali ini, aku tidak ragu untuk menghajar siapapun yang mengganggu aku."
"Benar ya Mintang! Janji sama mbak!" Gemini menatap tajam ke adiknya.
"Janji mbak" senyum Gemintang.
***
Klinik Hewan Uccle Belgia
Gemintang tersenyum mendengar ucapan dua kakak beradik yang usianya mungkin sekitar sepuluh dan delapan tahun yang berantem saat ingin memberikan nama anjing yang hendak diadopsi.
Klinik hewan tempat Gemintang bekerja, memang menampung anjing dan kucing terlantar yang nantinya akan diadopsi setelah mereka sehat.
"Bagaimana jika namanya digabung menjadi Thomas Blue?" senyum Gemintang ke dua bocah itu. "Jadi dia tahu kalau ada dua nama kesayangan dari kalian berdua. Nama yang kalian beri dengan penuh cinta."
"Benarkah dokter?" tanya bocah yang paling besar.
"Hu um. Coba kalian panggil dengan nama Thomas Blue, dia akan menoleh baik dipanggil Thomas maupun Blue." Gemintang mengusap kepala kedua bocah itu dengan sayang membuat sang ibu merasa lega anaknya tidak ribut soal anjing Husky yang hendak diadopsi.
"Kita urus administrasi nya?" Gemintang mengajak keluarga itu untuk mengisi formulir adopsi termasuk melakukan perjanjian vaksin dan kontrol rutin.
Setelahnya keluarga itu membawa anjing Husky keluar dari klinik membuat Gemintang dan Anna, vet tech nya, merasa lega karena hewan yang ditampung berkurang.
Suara bel tanda pintu klinik terbuka membuat Gemintang menoleh dan wajahnya menjadi dingin saat melihat siapa yang datang.
"Halo Astri..."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️