Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
After The Party



Hotel Hilton Brussels Belgia, Honeymoon Suite...


Gemintang terbangun dengan tubuh pegal-pegal dan merasakan dua buah tangan memeluknya posesif. Wanita itu tersenyum merasakan tangan itu mulai bergerak di perut nya pertanda si pemilik tangan sedikit terbangun.


Gemintang menoleh ke arah belakang dan tampak Raj menatapnya setengah mengantuk sambil tersenyum.


"Shubh prabhaat sundaree" sapa Raj dengan nada serak.


"Hah?"


"Good morning, beautiful..." senyum Raj sambil mencium punggung atas Gemintang.


"Selamat pagi ganteng..." balas Gemintang dengan bahasa Indonesia.


"What?" Gantian Raj yang bingung.


"Good morning, handsome..."


Raj tersenyum. "Semalam sangat awesome..." Raj membalikkan tubuh Gemintang hingga berdua saling bertatapan. "Thank you" ucap Raj penuh perasaan.


"Apanya?"


"Semuanya."


Gemintang tersenyum. "Arjun..."


"Apa?"


"Aku lapar..." jawab Gemintang dan tak lama perutnya berbunyi membuat Raj tertawa.


"Aku pesankan sarapan. Kita makan disini saja ya?" Raj pun bergulir dari atas tubuh Gemintang.


"Iya." Gemintang pun memilih bangun dan mendesis kesakitan. "Aduh..." keluhnya saat duduk di pinggir tempat tidur.


"Apa yang sakit sayang?" Raj yang hendak menelpon restauran, langsung meletakkan teleponnya dan bergegas menghampiri istrinya.


"Sakit dan pegal semua" ucapnya sambil memakai kimono yang terletak di atas nakas untuk menutupi tubuh polosnya.


Raj tertawa. "Ayo berendam air hangat, biar hilang pegalnya." Pria itu masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan tubuh polosnya membuat wajah Gemintang memerah.


Ya Allah...


"Arjun..." panggil Gemintang ke suaminya yang sedang menyiapkan air hangat di bathub.


"Apa sayang?" balas Raj dari dalam kamar mandi.


Gemintang berjalan sedikit tertatih ke dalam kamar mandi. "Kamu pakai baju dulu kenapa, minimal celana pendek" ucap wanita itu sambil bersandar di pintu kamar mandi.


"Lha, sebentar lagi kita mandi, ngapain pakai celana?" jawab Raj kalem. "Aku siapkan bath b*mb nya. Katanya harum lavender bikin relaks..."


Gemintang tersenyum. "Dhanyavaad ( thank you )..."


Raj menoleh dan tersenyum. "Aku suka mendengar kamu bicara bahasa Hindi."


"Aku masih belum bisa membaca huruf hanacaraka nya..."


"Huruf apa?" kekeh Raj.


"Huruf Hindi. Kalau di Jawa dan Bali ada huruf hanacaraka yang belibet juga jadi aku bilang huruf-huruf Hindi mirip itu..."


"Aksara devanagari, sayang. Nama huruf Hindi itu Aksara Dewanagari atau aksara Devanāgarī (dari bahasa Sanskerta: "kota dewa") adalah sebuah jenis aksara yang berasal dari India bagian utara. Kalau kamu kesulitan membacanya, kan ada aku yang akan jadi penerjemah..." Raj memeluk Gemintang. "Yuk mandi, habis ini kita sarapan."


***


Pasangan suami istri itu memilih sarapan di kamar hotel sambil berbincang banyak hal termasuk apa yang terjadi di Hongkong.


"Keluarga kamu itu sebenarnya lebih mafia dari mafia sendiri..." kekeh Raj sambil menikmati egg Benedict nya.


"Sebenarnya tidak mafia banget sih. Tapi memang Triad Wong ngajak gelut!" jawab Gemintang.


"Yang penting kalian semua selamat dan bisa menghadiri acara Garvita dan Gabriel."


"Iya tuh Gabriel mulai ketularan sama sepupuku yang adrenalin junkie padahal mau nikah. Ampun deh!" gerutu Gemintang sembari memakan Mac and cheese nya.


"Kalian itu kompak banget dan itu yang aku kagum dari keluarga mu, Gemintang. Bahkan sampai menistakan juga kompak..."


Gemintang terbahak. "Bagi kami, hanya kami yang berhak menistakan, orang lain tidak boleh! Apa kamu tahu, Daddy pernah cerita kalau Oom Hoshi bikin perkara di New York dan nyaris pada di penjara..."


"Astaghfirullah. Kalian kok cuek banget sih?" Raj tampak terkejut.


"Kenapa Opa Ezra... tunggu Ezra Hamilton kan? Pengusaha mall Hamilton?"


"Hu um."


"Dia pernah dipenjara?! Kenapa?"


"Menghajar orang yang nyaris membunuh Oom Chris padahal waktu itu Oom Chris masih pacaran dengan Tante Alea." ( Baca The Four Emirs ).


"Astaghfirullah... Dan kalian santai saja?" Raj tidak habis pikir dengan keluarga Sultan satu ini. Daftar hitam dengan kejahatan konyol, kenapa santai semua.


"Kami sudah terbiasa Arjun. Nanti kamu akan lebih paham kenapa keluarga aku bobrok kelakuannya in a good way..." senyum Gemintang.


"Sayang, masih untung saudara kembar aku tidak habis oleh kalian..." gumam Raj.


"Karena aku yang meminta. Kamu jangan salah paham dulu... Aku tidak mau keluargaku menuntut apapun ke Rao karena aku bisa menghandle kondisi aku... Setidaknya aku berkaca dari Oma Thara yang jauh lebih mengenaskan hidupnya tapi tetap kuat." ( Baca My Chold Chef )


"Tapi kamu yang sakit, sayang..."


"Keluarga aku yang membuat aku kuat, Arjun..."


"Dan sekarang ada aku, sayang. Jangan pernah kamu pendam sendiri jika ada masalah. ceritakan padaku. Sekarang kita adalah pasangan suami istri, susah senang kita bagi bersama." Raj memegang tangan Gemintang. "Jangan selalu merasa sendiri lagi ya Gemintang."


Wanita itu pun mengangguk.


***


Acara keluarga besar pun dilanjutkan ke makan siang di istana Brussels bersama Zinnia dan Sean. Dua keluarga besar pun saling berbaur untuk lebih akrab lagi di suasana lebih santai. Yusra dan Bitti Rao pun tampak asyik mengobrol dengan besan mereka, Haris dan Freya Lexington.


Para generasi keenam pun juga ramah tamah dengan keluarga Raj yang kebanyakan tinggal di Mumbai dan New Delhi.


"Harusnya kalian jalan-jalan ke India. Nanti aku ajak ke berbagai lokasi film-film India yang iconic" ucap Yudhistir ke Raine dan Kalila.


Raj dan Gemintang hanya tersenyum melihat bagaimana para sepupunya bisa akrab satu sama lain.


"Iyakah? Wah seru nih Lila !" celetuk Raine. "Aku ingin ke Ladakh!"


"Bagaimana kamu bisa tahu Ladakh?" tanya Yudhistir.


"Aku fans berat film 3 Idiots. Buat aku itu film yang membuat aku jadi tertarik film Bollywood. Bukan Kuch Kuch Hota Hai atau film lainnya" senyum Raine. "Aku suka pemandangan di film itu. Berbeda dengan Dubai maupun Inggris."


"Aku juga suka 3 Idiots, semakin suka dengan fisika!" timpal Kedasih yang ikut datang bersama dengan keluarga Park.


"Kamu anak fisika? Dari kampus mana?" tanya Yudhistir. "Aku juga anak science! Biokimia tepatnya."


"Wah berat ini! Aku pusing" gerutu Raine dan Kalila bersamaan.


Raj, Gemintang, Kedasih dan Yudhistir tertawa.


"Aku anak Tokyo University" jawab Kedasih.


"Wah hebat. Aku anak University of Mumbai" sahut Yudhistir antusias.


"Jangan terlalu excited, Yudhistir. Kedasih sudah punya pacar. Tuuuuhh" ucap Raj sambil menunjuk ke arah Shinichi yang sedang mengobrol dengan Jayde dan Ken Al Jordan.


"Yaaahhh .. sayang banget!" keluh Yudhistir mendrama.


"Raine, kayaknya kalau kita bisa libur seminggu, perlu diagendakan kita ke India. Mumpung punya saudara sekarang disana!" Kalila tampak excited.


"Boleh tuh!"


"Ditunggu!" seru Yudhistir bersemangat.


Raj dan Gemintang hanya tersenyum melihat dua gadis itu heboh tapi tidak dengan pria yang berdiri tidak jauh dari Kalila.


Yang benar saja mau ke India!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️