
FH Ranch Queensland Australia
Selama seminggu Freya dan Haris menghabiskan liburan di Ranch milik Fathir Hassan dan selama itu pula, mereka hanya sekali bertemu dengan Krisna Rao pada saat pria India itu memberikan laporan mingguan kepada Fathir.
Freya dan Haris yang sedang menikmati pemandangan para Stockmen menggiring para sapi ternak, melihat kedatangan pria India itu dengan membawa MacBook dan map.
Krisna Rao mengangguk hormat ke kedua orangtuanya Gemini dan Gemintang saat melihat mereka duduk di sebelah Fathir di sebuah pondok dekat kandang sapi. Haris dan Freya mengangguk ke arah Krisna yang datang.
"Mr Lexington, Mrs Lexington" sapa Krisna sambil menyalami Haris dan Freya.
"Krisna Rao" balas Haris dingin.
"Ini laporan Minggu ini, Mr Hassan." Krisna memberikan laporan tertulis dan dari layar MacBook nya. Fathir pun mempelajari semua laporan Krisna yang memang bertugas sebagai manajer keuangan di FH Ranch.
"Kamu nggak salah angka ini Krisna?" tanya Fathir.
"No, Sir. Ini memang hasil seminggu ini dan ada kenaikan dari penjualan daging domba dan ayam. Panen lavender kita juga lumayan, Sir."
Fathir lalu memeriksa semuanya berdasarkan laporan harian yang diberikan oleh masing-masing mandor. Pria berdarah Turki Amerika Indonesia itu mengangguk karena semua data tidak salah.
Haris dan Freya memperhatikan bagaimana interaksi antara Krisna dan Fathir yang sangat profesional bahkan Fathir tidak segan memeriksa hingga sedetail mungkin dan Krisna bisa memberikan data akuratnya.
"Bagus Krisna. Bonus bisa keluar nanti akhir bulan untuk semua pegawai karena mereka sudah bekerja keras." Fathir tersenyum ke managernya.
"Alhamdulillah Sir. Terimakasih." Krisna pun mengundurkan diri dari hadapan ketiga orang itu.
"Diluar dengan obsesinya pada Gemintang, Krisna Rao adalah pria yang sangat capable di bidang kerjanya. Kamu tahu sendiri kan selain data keuangan darinya, aku juga mendapatkan informasi dari para mandor di lapangan sebelum melaporkan ke Krisna."
"Apakah kamu juga memiliki pengawas bayangan?" kekeh Haris.
"Tentu saja. Apalagi aku dulu juga sempat kena tipu di awal-awal membuka Ranch. Jadi aku kan banyak belajar darimu mas soal pembukuan. Apalagi aku juga punya buku besar sendiri."
"Good job, Fathir. Aku sendiri masih memiliki buku besar PRC Group New York dan Jakarta. Tuan Javier sangat tahu akan hal itu."
"Aku belajar dari akuntan terbaik keluarga Pratomo."
***
Gemini dan Gemintang baru saja membantu salah satu stockman yang kesulitan mengeluarkan anak sapi karena terlalu besar. Biasanya itu terjadi karena kelahiran pertama membuat sapi itu kesulitan. Gemini baru melihat bagaimana usaha keras Gemintang mengeluarkan anak sapi.
Saudara kembarnya baru tahu kalau harus menggunakan rantai untuk mengeluarkan anak sapi. Gemini kagum dengan dedikasi Gemintang yang tidak mau menyerah bahkan sampai bajunya terkena darah dia tidak perduli.
Akhirnya setelah berjuang hampir setengah jam, anak sapi itu keluar dalam keadaan hidup membuat wajah Gemintang tampak bahagia karena baik induk dan anaknya tampak sehat.
"Kamu itu, kecil-kecil badanmu kuat juga keluarin anak sapi segedhe itu!" ucap Gemini yang sedikit mengerenyitkan dahinya melihat kembarannya terkena darah dan kotoran sapi. "Bau lagi."
Gemintang tertawa. "Sudah makanan aku sehari-hari Gem. Makanya aku malas beli baju mahal-mahal karena pasti begini meskipun aku sudah pakai apron plastik."
"Memang itu passion mu sih Mintang dan aku sangat menghargainya."
Gemintang tersenyum tapi kemudian senyumnya memudar melihat Krisna berjalan menuju arahnya dan Gemini.
"Ya ampun Mintang! Apa yang terjadi?" tanya Krisna yang terkejut melihat kondisi Gemintang yang berantakan dan bau.
"It's nothing Rao. Biasa, lahiran sapi" jawab Gemintang dingin. "Permisi."
Gadis itu lalu meninggalkan Krisna sedangkan Gemini hanya menatap datar pria berdarah India itu.
"Aku tidak menggangu nya, Gem!"
"Just stay away from my sister ( menjauhlah dari adikku )" ucap Gemini.
"Aku tidak akan menjauhi Gemintang, aku hanya memberikan waktu."
"Waktu untuk apa Rao?"
Krisna hanya tersenyum ke arah Gemini yang entah mengapa merasa hawa tidak nyaman mulai terasa di tengkuk gadis itu.
"Akan ada waktunya, Gem." Krisna pun mengangguk lalu meninggalkan Gemini yang menatapnya penasaran.
***
Makan Malam
"Jadinya besok pagi kalian kembali ke Jakarta?" tanya Fathir ke Haris dan Freya.
"Iya, kita benar-benar menikmati liburan yang berbeda dengan liburan sebelumnya apalagi aku dan Haris belum mengambil cuti besar."
"Lalu Gemini kembali ke Palermo?" tanya Fahira.
"Iya Tante. Tapi aku kan mampir ke Jakarta dulu baru lusa ke Palermo."
"Dan kami berdua lagi" gelak Freya.
"Mom, tadi aku baru lihat bagaimana Mintang membantu kelahiran anak sapi. Ternyata banyak cara buat mengeluarkan bayi sapi. Aku kira bakal model manusia langsung dioperasi Cesar." Gemini laporan ke kedua orangtuanya.
"Pantas tadi Mintang berjalan dengan berantakan terkena darah dan kotoran sapi..." gelak Freya.
"Aku tuh disini sampai memborong banyak kaos murah-murah soalnya ya kayak begini ini pekerjaan aku."
"Tapi Mintang itu hebat lho mbak Freya. Badan macam model begitu, kuat buat mengeluarkan anak sapi. Dua Minggu lalu malah Mintang mengeluarkan anak kambing yang lahir kembar" puji Fathir.
"Ternyata kamu tidak salah pilih jurusan meskipun awalnya mommy agak skeptis kamu memilih kedokteran urusan wedhus ( kambing )" ucap Freya.
"Mom! Seriously? Mana ada jurusan itu?" kekeh Gemintang.
"Lha buktinya kamu urusin wedhus, sapi, pitik ( ayam ), jaran ( kuda )..."
Pahlevi terbahak. "Ya ampun Tante Freya."
Freya tersenyum manis.
***
Tiga hari kemudian Gemini pun tiba di bandara Palermo setelah menghabiskan liburannya di Australia dan Jakarta. Iris yang menjemputnya sudah siap di bandara menunggu nonanya datang.
***
Michel de Luca baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan seorang rekan bisnis di sebuah cafe dekat dengan bandara. Michel baru saja tiba dari perjalanan jauh ke New York, merasa dirinya sangat mengantuk meskipun sudah minum espresso dua cangkir.
Usai bertemu dengan rekan bisnisnya, Michel menuju mobilnya yang diparkir di halaman cafe. Michel de Luca menguap beberapa kali sebelum menstater mobil Ferrari nya.
"Ya ampun ngantuknya! Habis ini, tidur!" gumam Michel sambil menguap kesekian kalinya.
***
"Bagaimana liburannya nona Gemini?" sapa Iris saat melihat nonanya datang dengan membawa kopernya.
"Menyenangkan! Apalagi aku menikmati kehidupan di Ranch meskipun hanya sebentar."
Iris lalu mengambil alih koper Gemini dan kedua gadis itu pun masuk ke dalam mobil milik PRC Group.
Mobil hitam itu pun keluar dari bandara dan di jalan keduanya asyik mengobrol bahkan Gemini memeriksa laporan Juan Pablo.
Ketika mereka tiba di jalan simpang empat, mobil Gemini berjalan saat lampu lalu lintas itu hijau dan dari sisi kanan tampak Ferrari bewarna merah melaju dengan kencang hingga menabrak sisi penumpang mobil hitam itu.
Mobil dengan logo PRC Group itu pun terdorong hingga beberapa meter dan posisinya miring sedangkan penumpang Ferarri itu tampak pingsan tidak sadarkan diri. Para orang di sana pun bergegas memberikan pertolongan kepada korban.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️