Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Michel de Luca



Palermo Sisilia Italia


Gemini hanya mengalihkan pandangannya dari pria Italia yang duduk di meja seberang mejanya. Gaya banget! Pantas mbak Leia, Deya dan Raveena kelabakan dikejar - kejar pria Italia. Eh ralat, Alexis itu half Italian half British.


Iris yang melihat nonanya melengos lalu mencari sumber yang membuatnya tidak nyaman. Pengawal itu melihat seorang pria Italia yang tersenyum melihat sikap Gemini lalu mengobrol kembali dengan lawan bicaranya.


"Tampaknya pria itu hanya sekedar sok ramah khas pria Italia, nona." Iris lalu memakan kentangnya.


"Bikin malas saja!" Gemini lalu memakan steaknya.


***


Michel de Luca melirik ke arah gadis berambut pirang kecoklatan yang sebelumnya bersikap dingin saat dirinya memberikan salut ke Signora cantik itu.


Sepertinya dia turis jadi masih bersikap waspada. Michel menatap asistennya yang duduk di hadapannya.


"Roman, kamu cari tahu siapa gadis itu!"


"Gadis yang berambut pirang kecoklatan itu? Anda tidak tahu?" Roman terkejut tuannya tidak tahu siapa gadis itu.


"Memang siapa dia? Apakah seorang aktris? Penyanyi? Model?"


"No, Signor. Dia adalah Gemini Lexington, salah satu pewaris PRC Group yang bertugas mengawasi proyek resort yang bekerja sama dengan pemerintah Marsala."


Michel menatap Roman. "Resort yang tutup akibat resesi? Yang ditinggal begitu saja?"


"Sì Signor. Hanya PRC Group yang mau melakukan revitalisasi dan renovasi karena keuangan mereka sangat kuat. Dan anda tahu, biasanya para pekerja proyek sering molor dan berani mengambil material tapi ini mereka tidak berani."


"Kenapa?"


"Karena mereka dijanjikan bonus besar bila bisa berkerja kurang dari target."


Michel de Luca hanya menatap ke arah Gemini yang masih asyik makan dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.


***


Melbourne Australia Seminggu Kemudian


"Jadi kamu satu setengah bulan lagi wisuda?" tanya Fathir Hassan ke arah keponakannya.


"Iya Oom. Aku kan sudah selesai semuanya termasuk skripsi dan tugas-tugas lainnya. Bagaimana kalau aku akhir pekan ini kesana untuk adaptasi?" Gemintang menatap Oomnya penuh harap. Dirinya sudah tidak sabar terjun di dunia peternakan.


"Datang saja Mintang, kan tinggal wisuda" ucap Fahira, istri Fathir. "Mumpung masih fresh, kamu kan bisa sekalian me-recall semua pelajaran yang kamu dapatkan."


"Nah tuh Oom, Tante Fahira sudah open lho" cengir Gemintang.


"Ya sudah, weekend ini kamu kemari." Fathir menatap istrinya dengan lembut. Fathir bertemu dengan Fahira saat menunaikan ibadah umroh. Fahira adalah salah seorang petugas kesehatan Turki sedangkan Fathir tetap memakai paspor Turki, sama dengan sang ayah, Kareem.


Fathir yang tertarik dengan gadis lembut tapi bisa galak itu akhirnya melamarnya di depan Hagia Sophia setelah hampir enam bulan berpacaran jarak jauh. Dan kini keduanya sudah dikaruniai seorang putra bernama Pahlevi.


"Oke Oom. Aku weekend kesana!" ucap Gemintang antusias.


***


Marsala Sisilia Italia


Gemini tampak menikmati laut biru yang membentang di pinggir pantai resort dan benar kata sang mommy Freya, dua Minggu di Sisilia kulitnya menjadi Tan sok eksotis.


"Aku boros sunblock disini, Iris. Lama-lama kulitku gosong!" gerutu Gemini dengan pipi merona terkena sinar matahari.


"Tapi anda tampak lebih cantik dan segar disini" puji Iris.


"Cuacanya tidak separah Jakarta yang jelas!"


"Jakarta parah, nona."


"Signora Lexington!" panggil salah seorang pekerjanya.


"Ada apa?" tanya Iris.


"Ada yang mencari Signora Lexington."


"Siapa?" tanya Gemini.


"Signor De Luca."


Gemini dan Iris saling berpandangan. Siapa lagi itu?


"Dia adalah pemilik kebun anggur dekat Kota Trapani dan Mazaro Dil Vallio, berbatasan dengan Marsala dan resort kita."


Gemini mengangguk. Tidak ada salahnya menyapa tetangga. "Dimana Signor De Luca sekarang?"


Gemini mengangguk lalu menoleh ke arah Iris. "Yuk Ris, kita temui Signor De Luca."


Gemini pun berjalan menuju resort tempat Michel de Luca menunggu bersama dengan Iris. Setibanya disana, tampak seorang pria tinggi berdiri membelakanginya sembari melihat pemandangan laut Mediterania.


"Buon pomeriggio signor de Luca. Mi stai cercando? ( Selamat siang Mr de Luca. Anda mencari saya?" sapa Gemini.


Pria itu pun berbalik dan wajah Gemini tampak terkejut. Pria yang dilihatnya di restoran di Palermo.


"Salve signorina Lexington. Finalmente ci conosciamo ( Halo nona Lexington. Akhirnya kita mengenal juga )" senyum Michel de Luca.


Gemini hanya menatap datar ke arah pria itu.



Michel de Luca


***


Michel memperhatikan bagaimana perusahaan tempat Gemini bekerja melakukan sangat bagus dan indah. Resort yang dulunya terbengkalai, kini menjadi jauh lebih cantik dari sebelumnya.


"Pertama-tama, saya berterima kasih PRC Group mau mengambil alih proyek ini bekerja sama dengan pemerintah Marsala khususnya dan pemerintah Sisilia. Setidaknya kalau ini bangkit kembali, para wisatawan akan kembali eksis dan perkebunan anggur saya bisa menjadi ajang turis."


Gemini dan Michel duduk di sofa yang sudah dengan berhadapan.


"Terimakasih. Kami memang suka dengan tantangan" jawab Gemini.


"Mata anda biru sekali, Signora Lexington. Seperti laut Tyrrhenian."


"Really? Apakah anda merayu saya, Signor de Luca?" sahut Gemini.


"Hahahaha, saya tahu ipar anda adalah Dante Mancini salah satu penguasa Turin yang menikah dengan sepupu anda Leia Bianchi kan?"


"Iya. Mengapa?" Gemini tidak heran jika semua orang seantero Italia tahu siapa saja keluarga yang berkuasa.


"Ternyata sepupu Leia Bianchi memang sama dengannya. Wanita kuat tidak mudah diintimidasi."


"Tidak hanya saya. Kami, para cicit perempuan klan Pratomo memang dididik menjadi wanita yang kuat."


"I see. So, Signora Lexington. Maukah anda makan malam bersama anda nanti? Saya akan ajak anda menikmati lezatnya makanan khas Sisilia dan keramahan kami." Michel de Luca menatap penuh harap ke Gemini.


"Saya tidak bisa makan pork, Signor."


"Saya tahu. Anda alergi?"


"Bukan. Keyakinan saya yang melarangnya."


Michel de Luca melongo.


***


Queensland Australia



Gemintang menatap rumah khas peternakan beratap biru itu dengan perasaan excited yang meluap-luap. Tadi salah satu pegawai Fathir menjemputnya di bandara Tellamarine dan langsung membawanya ke peternakan FH Ranch.


"Gemintang!" sapa Fahira sambil memeluk keponakannya saat membuka pintu rumah mereka.


"Halo Tante Fahira. Sehat?" balas Gemintang sambil mencium pipi tantenya.


"Alhamdulillah. Ayo masuk! Gimana perjalanan tadi? Jauh ya?" Fahira mengajak keponakannya masuk ke dalam rumah yang memang ditata dengan gaya khas country.


"Lumayan tapi aku suka disini" ucap Gemintang sambil melihat lihat rumah Oom dan Tantenya. "Oom Fathir dimana Tante ?"


"Tuuuhhh di belakang bersama Pahlevi sedang melatih kuda yang nantinya akan di pamerkan untuk mengikuti lomba keselarasan berkuda. Tahun ini, Pahlevi yang akan maju di kategori usia remaja. "Kamu kesana saja Mintang."


Gemintang lalu berpamitan dengan Fahira lali berjalan menuju istal tempat para kuda itu disimpan.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️