
Uccle Belgia Present Day
Sehari kemudian, Gemintang dan Raj pun kembali ke Brussels untuk bekerja sesuai dengan rutinitas mereka karena cuti mereka sudah habis. Usai Raj menyatakan perasaannya, hidup Gemintang rasanya lebih bewarna. Apalagi Raj tidak memaksa dirinya untuk segera menikah karena tahu mereka masih harus menunggu pemantapan hati.
Menikahlah disaat engkau sudah merasa siap lahir batin dan finansial, jangan menikah karena terpaksa atau dipaksa atau kejulidan netizen. Haris dan Freya serta Yusra dan Bitti pun tidak meminta mereka segera melakukan ijab qobul karena tahu Gemintang masih ingin menikmati kebersamaan dengan Raj.
Dan kini Gemintang sudah bersiap untuk pulang apalagi Raj sudah mengirimkan pesan jika pria itu sudah menunggu nya di dekat taman kota yang letaknya tidak jauh dari klinik hewan Gemintang.
Gadis itu pun mengambil tas selempang nya lalu berpamitan dengan Anna dan dokter Jansen, salah satu koleganya yang mendapatkan shift malam.
Gemintang Lexington
"Anna, docteur Jansen, je rentre d'abord à la maison ( Anna, Dokter Jansen, aku pulang dulu )" pamit Gemintang.
"Faire attention ( hati-hati )" balas Anna.
"Vorsichtig sein ( hati-hati )" senyum dokter berdarah Jerman itu.
"Danke. Au revoir" balas Gemintang dengan dua bahasa sekaligus. Gadis itu tampak ceria lalu melambaikan tangannya sebelum keluar dari klinik.
"Ich glaube, sie ist verliebt ( aku rasa dia sedang jatuh cinta )" gumam Dokter Jansen.
"Oui, doctor. Sie ist in einen Chirurgen verliebt ( dia jatuh cinta dengan seorang dokter bedah )" jawab Anna.
"Dieser Inder ( Pria India itu )?"
Anna mengangguk. "They're really fell in love." Aku ikut senang karena suasana di klinik semakin semarak. Amor itu memang membawa aura positif.
***
Gemintang berjalan menuju taman dan bibirnya tersungging senyuman saat melihat pria yang memenuhi relung hatinya akhir-akhir ini. Tampak Raj bersandar di pagar taman sambil melihat sekumpulan angsa yang berada di danau buatan itu.
Yang nunggu gadisnya datang
Gemintang pun menghampiri Raj sambil merangkul lengan kekar pria itu. "Sudah lama?" tanyanya.
"Belum. Mungkin sepuluh menit" jawab Raj sambil tersenyum. "You're so beautiful."
"Thank you. Mau kemana kita?" tanya Gemintang sambil berjalan bergandengan tangan dengan Raj.
"Tadinya mau ajak kamu jalan-jalan tapi rambut mu nanti semakin berantakan dan membuat orang-orang tertarik padamu, itu aku tidak rela Gemintang..."
Gadis itu tertawa. "Cemburu, pak dokter?"
"Tentu saja Bu dokter. Mendapatkan kamu itu butuh perjuangan dan aku tidak ingin kehilangan kamu."
Gemintang menyandarkan kepalanya di bahu Raj sambil berjalan. "Thank you."
"You're so welcome." Raj mencium kening Gemintang lembut.
***
Palermo Sisilia Italia Dua Bulan Kemudian
Gemini dan Michel sedang sibuk merenovasi kamar bayi bersama Nora dan Xena. Pasangan suami-isteri itu memang ingin melakukannya sendiri meskipun mereka bisa saja menggunakan jasa desainer interior tapi di mata Michel, punya istri yang terbiasa bekerja di bidang interior, kenapa harus sewa orang?
"Kenapa warnaya gelap semua Michel?" protes Gemini saat melihat warna kertas wallpaper yang dibeli suaminya untuk menggantikan kertas yang lama.
"Lho kan boy. Jadi benar kan warnanya biru?" balas Michel yang sedang berkutat memasang box bayi.
"Iya tapi tidak warna biru tua sayang. Kan jadinya gelap. Kenapa tidak beli biru tosca atau biru langit?" Gemini pun duduk di sofa yang sudah tersedia disana. Kehamilannya yang masuk usia sembilan bulan sudah semakin membuatnya susah berjalan.
"Sayang, nanti kan lampu nya akan membuat bagus" eyel Michel.
Gemini hanya menggelengkan kepalanya. "Sayang..."
"Yes Gem."
"Apa sengaja kamu membeli box bayinya bewarna kuning kayu?" tanya Gemini saat melihat warna box bayi mereka.
Gemini mengangguk. Dan setelahnya Michel berhasil membuat box bayi rakitan itu kemudian dilanjutkan dengan memasang wallpaper kamar bayi mereka bersama dengan Xena dan Nora.
Michel merangkul bahu istrinya sembari melihat hasil karya mereka bersama dengan pengawal dan pelayan setia mereka.
"Ternyata kita sendiri bisa lho. Rasanya jauh lebih puas." Wajah bahagia Michel tampak terlihat meskipun ada gurat lelah karena memasang box bayi itu tidak semudah yang dibayangkan.
"Padre ( ayah ) nya si boy bisa diandalkan" senyum Gemini sembari mencium bibir Michel.
"Miss Gemini, kapan Mr dan Mrs Lexington datang?" tanya Xena.
"Besok katanya tiba karena malam ini berangkat dari Jakarta" jawab Gemini.
"Mintang tidak datang ya?" tanya Michel.
"Sepertinya tidak karena dia akan cuti buat acara Arka dan Arabella besok Desember."
"Aku senang Adikmu sudah menemukan kebahagiaannya meskipun untuk menikah, dia masih menundanya."
"Dia tidak mau terburu-buru. Lagipula besok Desember Arka, Februari Valentino, Juni Garvita. Sudah terlalu banyak acara pernikahan, Michel."
"Semoga habis Garvita, giliran Mintang dan Raj yang naik ke pelaminan."
Gemini tersenyum ke arah suaminya. "Aamiin."
***
Villa Uccle Belgia Dua Hari Kemudian
Seperti biasa malam ini Raj dan Gemintang menikmati acara makan malam di villa gadis itu. Hazel dan Otto yang sudah dianggap anggota keluarga pun semakin mendukung hubungan pasangan ini.
"Nona Lexington, Tuan Rao, ada cerita apa hari ini?" tanya Otto yang suka mendengar cerita di rumah sakit dan berbau kedokteran. Namun sayangnya nasib membawanya menjadi pengawal kerajaan Belgia.
"Hari ini tidak ada kasus aneh-aneh, Otto" jawab Raj.
"Yah padahal saya menunggu cerita kasus di rumah sakit" ucap Otto sambil manyun.
"Hahaha, Otto, Otto... kamu kok bisa sih penasaran dengan cerita di rumah sakit?" kekeh Gemintang.
"Saya dulu ingin masuk fakultas kedokteran tapi saat itu saya harus memilih mendapatkan uang cepat atau kuliah dengan tertatih-tatih dan saya memilih bekerja untuk mendapatkan uang cepat. Jadilah saya pengawal istana dan harus menguburkan mimpi saya menjadi seorang dokter. Makanya saat saya diperintahkan your Highness Raja Léopold mengawal Miss Lexington, dan tahu kalau dia seorang dokter hewan, saya langsung mau. Apalagi Miss Lexington mirip dengan Your Highness Ratu Zinnia yang humble dan tidak keberatan makan bersama setiap makan malam, saya semakin semangat mendengar cerita-cerita dunia medis" jawab Otto panjang lebar.
"Terima kasih Otto atas pujiannya" senyum Gemintang.
Tiba-tiba suara ponsel Gemintang berbunyi dan Hazel berinisiatif mengambil benda pipih itu di meja kopi.
"Terimakasih Hazel" ucap Gemintang. Tampak tulisan 'Mommy' di layar dan gadis itu menggeser tombol hijau. "Assalamualaikum mommy. Ada apa?"
"Wa'alaikum salam Mintang. Sayang, Gemini sudah masuk rumah sakit, air ketubannya sudah pecah dan sekarang di ruang bersalin. Doanya ya sayangku..."
"Iya mom... Addduuuhhh..." Gemintang memegang perutnya. "Ya Allah sakitnya..." Gadis itu meletakkan ponselnya yang diambil alih oleh Hazel.
"Gemintang! Ada apa ?" tanya Raj panik sambil memeluk Gemintang.
"Nyonya Lexington, Miss Gemintang sakit..." alpor Hazel.
"Oh Astagaaa! Dasar kembar! Kenapa yang lahiran Gemini tapi yang sakit Gemintang?" omel Freya bingung.
Gemintang sendiri sudah dipapah Raj dan Otto ke sofa sedangkan Hazel maklum kenapa nonanya kesakitan seperti itu.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️