Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Dante Tidak Heran



Perusahaan Anggur de Luca


Dante masuk ke dalam ruang kerja Michel yang sudah berantakan dan tampak pria itu membuka pintu brankas mengambil beberapa senjata api disana.


"Brengsek! F***!" Michel mengucapkan sumpah serapah sedangkan Jerome menghubungi semua anak buahnya untuk mencari Gemini dan Xena.


"Michel, mereka minta apa?" tanya Dante sambil memeriksa Glock miliknya yang selalu dibawa kemana mana.


"Kekuasaan aku untuk nyawa Gemini."


"Dan?"


"Tentu saja Gemini tapi sama saja, mereka akan menghancurkan perusahaan keluarga ku dalam sekejap!" Rahang Michel tampak mengeras.


"Aku tahu dimana Gemini."


Mata Michel membelalak. "Benarkah?"


"Jerome, apakah semua anak buahmu sudah siap?" tanya Dante.


"Sudah Signor."


"Kamu bertemu mereka jam berapa?" tanya Dante ke Michel.


"Jam dua siang."


Dante melirik jam Hublot nya. "Sekarang pukul sembilan pagi. Berapa lama perjalanan dari sini ke Teatro Massimo Catredale?"


"Dua puluh menit. Kenapa Signor?" tanya Jerome.


"Karena Gemini disana."


***


Michel menyetir Mercedes Benz GLE nya sedangkan Dante membaca sinyal Gemini yang menuju Utara. "Mereka tampaknya mengendarai mobil menuju Utara. Dimana pertemuan kalian?"


"Piazza Palermo dekat dengan Palaniza Cinese." Michel melirik ke arah ponsel Dante. "Bagaimana kamu tahu Gemini dimana?"


"Apakah ada satu barang yang Gemini tidak pernah lepaskan?" Dante balik bertanya.


Michel tampak berpikir. "Anting-anting berliannya."


"Bingo!"


"Memang ada apa dengan anting-anting berliannya?" tanya Michel bingung.


"Kamu tahu Benjiro Smith dan Jang Geun-moon? Pemilik perusahaan IT Smith dan perusahaan senjatan Jang Corp?"


"Mereka Oom dan Tante Gemini kan?"


"Mereka lah yang menciptakan alat pelacak di semua generasi keenam. Aku tahu karena dulu Leia pernah aku bawa pergi dan Alexis bisa menemukan rumah persembunyian aku dekat perbatasan Swiss. Ternyata jam tangan milik Leia ada GPS nya." Dante menunjukkan peta dunia dimana nama semua sepupu Gemini ada disana.


"Gila! Mereka semua ada? Semua sepupu Gemini?" seru Michel.


"Yup! Ini lihat, Leia ada Turin, Luke ada di Tokyo... Jadi saat aku mengklik nama Gemini, inilah yang tampak..." Mata biru Dante melihat sebuah mobil SUV melintas di hadapan mereka.


"Itu mobilnya yang membawa Gemini!" seru Dante sambil melihat titik Gemini.


Michel memerintahkan Jerome melalui earpiece untuk tetap mengikuti dari jarak jauh sedangkan dua mobil lainnya menuju Piazza Palermo guna berjaga-jaga disana.


Mobil Mercedez itu pun berhenti di jarak agak jauh saat melihat empat mobil itu masuk ke halaman sebuah rumah yang ditelantarkan area perbukitan. Michel membuka pintu mobil dan mengeluarkan Glock nya. Begitu juga dengan Dante, Jerome dan dua puluh anak buahnya. Mobil-mobil mereka diparkir agak jauh dari rumah itu.


Dante dan Michel memakai teropong untuk mencari Gemini serta Xena. Kedua pria itu melihat bagaimana Gemini didorong seperti masih saat buta.


"Keluarga mu tidak ada yang tahu Gemini sudah bisa melihat?" tanya Dante ke Michel.


"Tidak ada yang tahu."


Dante tersenyum smirk. "What a coincidence with Gemini can see ( kok bertepatan Gemini bisa melihat )?"


"Mungkin mengira aku keliling dunia untuk promo wine?"


"Signor, lihat!" desis Jerome ke Michel.


Kedua pria itu melihat paman dan bibi Michel turun dari mobil dengan wajah ceria. Brengseeekkk!


"Kita masuk sekarang Signor?" tanya Jerome.


Setelah melihat anak buahnya dan Jerome bergerak, Michel dan Dante pun bergerak.



Yang ngamuk


***


Suara tembakan terdengar dan Jerome mengatakan sudah clear bagi Dante dan Michel masuk. Mereka melihat banyak orang-orang itu tewas maupun terluka.


Kedua pria itu masuk ke dalam rumah itu mencari Gemini dan Xena.


"Damn it! Dimana dia!" umpat Michel yang kesal dengan banyaknya ruangan disana. Dante baru tahu kalau rumah itu merupakan lorong panjang dengan banyak ruangan disana.


Keduanya dengan diikuti Jerome dan anak buahnya mencari Gemini. Tiba-tiba mereka mendengar suara Xena berteriak membuat semua bergegas ke ruangan terakhir dan mereka melihat pengawal Gemini terkapar dengan wajah babak belur sedangkan Gemini tampak menangis mendengar suara rintihan pengawalnya.


"Hahahaha... akhirnya kalian datang" tawa Paman Carlo yang membawa baton untuk memukul Xena sedangkan Bibi Erika menodongkan senjata ke arah Gemini yang menatap ke arah Michel.


"Lihatlah wanita buta! Suamimu datang menyelamatkanmu tapi percuma juga karena kamu akan mati di tangan ku!" tawa Bibi Erika.


Dante melihat tangan Gemini yang tidak terikat dan adik iparnya berlagak masih buta.


"Michel? Dimana?" tanya Gemini dengan nada panik membuat Michel ikut dalam permainan istrinya.


"Gem! Aku disini!" panggil Michel.


Tangan Gemini meraba-raba seolah mencari Michel tapi rambut panjangnya ditarik hingga jatuh terduduk membuat Michel ingin maju tapi melihat istrinya ditodong pistol, dia harus menahan diri.


Dante melirik ke arah Xena yang terkapar di lantai dengan tangan terikat dan mata birunya melihat sepatu bootnya ada tonjolan sedikit.


Apa dia menyimpan Ruger disana?


"Bagaimana Michel? Istrimu atau perusahaan wine?" Bibi Erika bersiap menarik pelatuk dengan pistol yang terarah ke kepala Gemini.


"Damn it!" umpat Michel yang masih mengarahkan pistolnya ke arah Bibi Erika sedangkan Dante ke paman Carlo.


"Buang saja wanita buta tidak berguna ini! Bikin repot saja!" Wanita paruh baya itu hendak menarik pelatuknya ke kepala Gemini ketika suara tembakan terdengar dan bibi Erika berteriak kesakitan dan ambruk sambil memegang bahunya.


Paman Carlo yang menoleh ke arah istrinya berdarah dan menatap ke arah Gemini yang menodongkan pistolnya ke arahnya.


"Don't even dare ( jangan berani )!" Mata biru Gemini menatap tajam ke arah paman Carlo. "Hello paman. Si gadis buta ini ternyata bisa menembak ya?"


Michel dan Dante tersenyum melihat Gemini membawa pistol Beretta nya.


"So, paman Carlo... kamu mau aku tembak bagian mana? Tengah milikmu, dadamu atau pangkal hiy?" seringai Gemini membuat Carlo merinding melihat wajah istri Michel itu.


"Sayang, jangan kotori tanganmu lagi..."


"Sepertinya bagian pangkal paha bagus ya sayang?"


Dante tertawa terbahak-bahak. "Oh my God! Dasar adiknya Leia!"


***


Polizia pun akhirnya menangkap paman Luigi yang menunggu di Piazza Palermo dengan tuduhan pemerasan, penculikan dan percobaan pembunuhan.


Malam harinya, Michel melakukan pertemuan dengan semua anggota keluarga de Luca dan dengan tegas membuang semua orang yang berhubungan dengan ketiga orang yang ditahan polizia.


Mereka juga sudah mendengar Gemini bisa melihat lagi dan menembak Erika dengan dingin hingga merusak saraf tangan wanita itu yang diperkirakan mengalami kerusakan permanen hingga tidak bisa digunakan lagi.


Untuk kedua kalinya Gemini masuk bersama dengan Dante Mancini. Dalam pertemuan itu, Dante Mancini menyatakan jika ada yang mengusik adik iparnya, tanpa ragu keluarga Mancini dan Bianchi akan menghabisi siapa pun itu tanpa kecuali.


Melihat aura yang dikeluarkan oleh Gemini yang memasang wajah dingin sama dengan Michel, ditambah dukungan keluarga Mancini dan Bianchi, mereka teringat ucapan Michel saat awal datang bersama Gemini.


Gemini Lexington adalah saudara ipar keluarga Bianchi dan Mancini.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️