Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Makan Malam



Palermo Sisilia Italia


"Jadi tiga area itu ya mommy?" tanya Michel yang melakukan panggilan video dengan Freya dan Haris perihal area menyeramkan di Jepang.


"Iya Michel. Nagoro dan Fureai Sekibutsu no Sato Kawasan Osawano perfektur Toyama yang paling seram. Seberaninya mommy, tetap saja ke Sekibutsu merinding disko!" ucap Freya bergidik.


Haris yang ikut telepon hanya melirik sebal karena hobi nyeleneh istrinya sekian puluh tahun tidak hilang-hilang meskipun sudah punya anak dua yang sudah dewasa.


"Memang Alessandro mau kirim mereka kesana? Very good idea! Jadi pengen ikut liha...."


"NO! Big No Freya!" Potong Haris judes. "Cukup si minuman Ale-ale yang pergi, kamu nggak usah!"


"Tapi sayang, Jakarta Tokyo itu dekat lho..." rayu Freya.


"Bodo amat! Pokoknya biarin itu urusannya si Moretti! Kamu nggak usah ikutan!" putus Haris final yang membuat Freya manyun.


"Mom, Dad, si boy sudah mulai menendang lho..." Gemini berusaha membuat kedua orang tuanya berhenti berdebat soal penampakan.


"Ohya? Gimana rasanya?" tanya Freya antusias langsung lupa soal ingin ikut ke Tokyo.


"It's awesome, mom..." jawab Gemini sumringah.


"Kamu masih untung cuma satu, dulu mommy bawa dua! Duh kalau sudah acara smackdown di dalam perut apalagi usia delapan bulan, mommy cuma bisa nonton sambil makan popcorn."


"Mommy nonton aku gelut sama Mintang?" tanya Gemini bingung. Gimana nontonnya?


"Nggak, mommy nonton WWF sambil ngerasain kamu gelut sama Mintang di dalam perut jadi tahu gedubrakan kalian sama dengan para pegulat itu" jawab Freya random membuat Michel dan Gemini melongo.


"Oke mommy, aku telpon Moretti dulu" pamit Michel yang bisa pusing mendengarkan ucapan unfaedah ibu mertuanya.


***


Uccle Belgia


Gemintang tersenyum saat melihat Raj datang menjemputnya usai pulang kerja di rumah sakit. Sejak berdua mengungkapkan emosi masing-masing, seolah keduanya seperti tidak perlu memproklamirkan mereka punya hubungan spesial dan cukup sama-sama tahu kalau saling merasakan nyaman satu sama lain.


"Sudah lama?" tanya Gemintang.


"Belum. Baru saja aku sampai. Mau makan dimana?" senyum Raj.


"Di rumah saja ya. Aku lagi malas kemana-mana."


Raj mengangguk. "Tidak usah masak Gemintang. Pasti Hazel sudah membuat makan malam kan?" ucap dokter bedah itu sambil berjalan bersama menuju mobilnya.


"Iya. Katanya sudah memasak grilled chicken" jawab Gemintang sambil masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Raj.


Sejak di taman itu, Raj meminta agar Gemintang tidak naik sepeda lagi kalau berangkat tapi minta diantarkan oleh Otto, pengawalnya. Pulang kerja, Raj yang akan menjemputnya tapi jika ada tindakan, Otto yang menjemput Gemintang.


"Pasti ada mashed potatoes kan?" tebak Raj yang sudah duduk di kursi pengemudi.


"Adalah. Apa artinya grilled chicken tanpa mashed potatoes dan nasi gurih."


Raj menstater mobilnya dan pergi meninggalkan klinik tempat Gemintang bekerja.


***


Villa Uccle tempat tinggal Gemintang


Hazel tersenyum melihat pria India itu datang bersama nonanya. Selama ini memang dirinya dan Otto mendapatkan mandat dari Zinnia untuk mengawasi Gemintang apalagi sekarang gadis itu sedang dekat dengan mantan iparnya.


"Nona Gemintang, tuan Rao" sapa Hazel. "Bertepatan sekali dengan matangnya si ayam."


"Ah, thanks Hazel. Raj, kamu mau sholat Maghrib dulu?" Gemintang menoleh ke arah Raj.


"Iya, aku sholat di kamar biasa saja. Kan aku belum pantas menjadi imam kamu" senyum Raj.


Gemintang mengangguk. "Aku ke kamar dulu untuk bersih-bersih. Hazel, tolong siapkan makan malam. Seperti biasa kita makan berempat ya."


Raj menatap Gemintang lembut. "Aku ke kamar tamu dulu." Sudah beberapa hari ini Gemintang mengijinkan Raj menggunakan kamar tamu yang dulu dipakai duo kampret tidur untuk sekedar ibadah disana.


"Iya" jawab Gemintang sambil masuk ke dalam kamarnya yang dulu dipakai Zinnia.


Raj menatap punggung gadis itu sambil tersenyum. Wajah Gemintang semakin cerah dan badannya lebih berisi hingga tampak segar dan bahagia. Suatu perubahan yang sangat signifikan dibandingkan saat pertama dia melihat gadis itu.


Semoga kita benar-benar berjodoh, Gemintang.


***


Di Meja Makan


"Jadi tadi nona Gemintang harus menemani sang pemilik anjing yang sakit tua sampai tidak ada?" tanya Otto.


"Iya Otto. Dan aku jadi ikut nangis karena melihat si owner. Rupanya sudah 13 tahun anjing itu bersama pemiliknya. Dan anjing itu tidak sakit kanker atau apapun yang biasanya menyerang anjing atau kucing berumur. Semua organ bagus tapi memang dia sudah lelah." Mata hijau Gemintang tampak berkaca-kaca mengingat kejadian tadi yang membuatnya sesak. Raj menggenggam tangan Gemintang lembut.


"Bekerja sebagai dokter itu banyak suka dukanya ya nona. Aku jadi ingat waktu kecil memiliki seekor anjing Maltese dan saat mommy tahu dia menderita kanker yang tidak bisa disembuhkan, kami memutuskan untuk euthanasia agar dia tidak menderita" ucap Hazel.


"Benar Hazel. Terkadang kita harus mengambil keputusan yang sulit tapi demi hewan itu tidak merasakan penderitaan berkepanjangan" jawab Gemintang.


"Itulah saya tidak mau menjadi dokter hewan, karena saya pasti tidak tega melakukan tindakan euthanasia. Bisa nangis berember-ember" sahut Otto. "Karena hewan tidak bisa berbicara."


"Oh Otto, ternyata hatimu selembut kapas" goda Gemintang ke pengawalnya yang berwajah khas Jerman itu.


"Saya tidak masalah menghajar orang, nona tapi kalau hewan, saya tidak tega..."


"Otto kemarin lihat tikus, bukannya dibunuh malah teriak 'Hazeeelll, tikuusss!'. Ampun deh!" gelak Hazel.


"Tikus saya geli nona" bela Otto.


Raj dan Gemintang tertawa. "Seriously Otto, kamu tidak bisa di dunia medis karena kami pasti berhubungan dengan tikus" gelak Raj.


Otto tampak bergidik. "Mending saya bertemu dengan kelelawar atau kodok daripada tikus."


"Tuan Rao, apakah ada cerita?" tanya Hazel yang selalu suka mendengarkan cerita dua dokter itu.


"Well, kalian ingat kasus istri yang ditusuk banyak oleh suaminya? Tadi aku harus melihat suaminya lagi yang babak belur kesekian kalinya di penjara. Dan aku lagi yang mengobatinya."


"Kali ini apalagi masalahnya, Arjun?" tanya Gemintang.


"Rupanya, orang satu ini memang bebal! Tidak belajar dari pengalaman karena tetap saja sombong, menganggap dirinya jagoan. Lupa, kalau di penjara ada hirarkinya. Habis dia dihajar lagi hingga mengalami gegar otak dan sekarang masih dirawat..."


"Astagaaa..."


"Dia benar-benar bodoh, tuan Rao" komentar Otto.


"Antara bodoh dan sombong tapi tidak memikirkan kamu berada dimana itu beda tipis." Raj tersenyum ke arah Hazel dan Otto.


***


Note


Euthanasia adalah tindakan yang bertujuan untuk menghilangkan penderitaan seseorang dengan mengakhiri hidupnya. Jenisnya meliputi euthanasia sukarela, terpaksa, aktif dan pasif. Di kalangan kedokteran hewan, sudah terbiasa para pemilik hewan peliharaan yang tahu hewan mereka menderita sakit yang mematikan, lebih memilih proses ini agar mereka tidak menderita. Banyak pro dan kontra tapi ini adalah tindakan manusiawi agar tidak sakit karena hewan tidak bisa memberitahukan mana yang sakit.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️