FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 99



"Kamu kok diem aja sih aku tanya??Beneran marah ya?"Tanya Dara.


"Engga kata siapa aku marah cih"Jawab Aiden.


Aiden pun hanya diam saja setelah itu,Sedangkan Dara yang melihat tingkah Aiden itu seperti anak anak itu pun dirinya sedikit terpaksa tersenyum.


"Harusnya aku yang marah padamu saat ini"Ucap Dara dengan senyuman yang terpaksa.


"Udah aku bilang aku engga marah"Lontar Aiden.


"Kalo begitu ngomong dong kenapa,Aku itu engga oeka orang nya jadi jangan suruh nebak nebak"Pinta Dara.


"Lupain aja,Sekaramg kita ke tempat yang ke 2 " Beritahu Aiden.


Setelah mengatakan hal itu pun Aiden menjalankan kembali mobilnya itu dengan keadan diam,Sedangkan Dara dirinya melipat tangannya dan pandangannya lurus ke depan saat terus beberapa saat.


"Kenapa sih om cabul ini diem mulu engga kaya biasanya"


"Salah dia sendiri kan tadi,Aku kan ga tau harus ngaoain sekarang...Camggung banget lagi disini jadi pengen pulang"Batin Dara.


Dara terus saja diam dengan lanunannnya itu Sedangkan Aiden yang melihatnya itu dirinya sedikit tersenyum samar di bibir nya.


"Dia lagi ngebatin ya??"


"Engga apa apa ini emang rencana,Sekarang bawa trmoat yang ke dua...Aku ingi tahu apa reaksi nya pas liat kejutan itu" Batin Aiden.


Mobil Aiden pun terus melaju hinvga dampai di sebuah tempat yang gelap,Dan disan atampak sebuah bayangan bayangan hitam yang membuat Dara yang melihatnya sedikit tak nyaman.


"Ini dia mana dan kenapa gelap banget beda dengan tempat yang lain,Ini agak menyeramkan apa lagi engga ada satu lampu pun"Batin Dara.


"Ayok turun kita udah sampai tempatnya"Ajak Aiden.


Dengan Wajah ragunya itu Dara meraih lengan Aiden yang ingin turun dari mobilnya itu.


"Kenapa??Kamu engga mau turun??"Tanya Aiden.


Dara ounmenggelengkan kepalanya itu dan menjawab nya, "Engga kita pergi aja dari ini,Disini gelap dan Kita atas di puncak aku takut bakal terjadi apa apa kita caro tempat lain aja ya"Tutur Dara.


"Kita??Kamu aja kali yang takut,Dan kita engga bakal pergi ini kejutan yang udah aku siapkan buat jamujadi ayok turun"Jawab Aiden.


Aiden pun melepaskan tangan Dara itu dan keluar dari mobil,Karna Dara yang tak kunjung keluar itu Dirinya pun bwrlari ke sisi mobil satunya dan membuka kan pintu mobil untuk Dara.


"Ayok keluar sekaramg tuan putri"Ucap Aiden sembarid dirinya itu membukakan pintu mobilnya.


"Engga mau gelap aku takut"Jawab Dara.


"Udah engga apa apa dan jangan khawatir ada aku kan kamu jangan takut oke"Bujuk Aiden dengan mengulurkan tangannya itu.


Karna tak ada pilihan lain baginya itu,Dara pun meraih tangan Aiden dan djrinya keluar dari mobil nya. Perlahan lahan dirinya berjalan di atas rumput itu dengan tangannya yang di gandeng Aiden,Di tengah jalannya itu Dara agak sedikit kesusahandan tanoa sengaja dirinya menginjak sebatang ranting yang tentunya membuat dirinya terkejut.


Krekkkmmm


"Apa Itu haaaa...Aku inginjek apa itu huaaaa lebek banget sih"Teriak dara yang langsung memeluk Aiden.


Aiden punjuga ikut terkejut karna teriakan dari Dara itu dan dirinya pun langsung membalas pukan Dara iti, Sembari dirinya melihat apa yang di injak oleh Dara tadi.


"Udah jangan takut,Itu cuma ranting pohon aja ko dan juga kita hampir sampai ke tempatnya"Ucap Aiden.


Dara pun semakin mendusel di Dada bidang Aiden itu, "Engga mau aku mau pulang aku takut disini gelap,A ayok kita pulang aja "Pinta Dara yang masih memeluk erat serta menduselkan kepalanya ke Dada Aiden.


Aiden yang merakan pelukan Dara yang kuat itu serta gesekan kepala Dara yang di dadanya itu,Membuat dirinya mendongakkan keoalanya itu dengan dirinya menutup matanya dan rahang yang semakin keras.


"Udah engga apa apa ada aku,Kenapa kamu takut sendiri. Biasanya kamu engga begini tau dan kenapa kamu sekarang ngerengek kayak anak kecil sih"Bujuk Aiden.


Aiden pun meraih tangan Dara yang melingkar di pinggang nya itu dan melepaskannya,Dara yang merakan Aiden melepaskan tangannya itu dirinya pun mendongak ke arah Aiden dengan mata yang basah.


"Kamu nangis cuna gara gara gelap??"Ucap Aiden.


"Engga!!Aku engga nangis dan aku cuma takut gelap aja jangan asal menuduh"Tepis Dara.


Mendengar jawaban Dara itu Aiden Sedikit terkekeh,Lalau dirinya mengangkat ledua tangannya dan meletakkan di pipi Dara.


"Udah jangan nangis,Aku janji engga bakal terjadi apa apa sama aku"Ucap Aiden sembari dirinya mengusap pipi Dara yang basah itu dengan terkekeh.


"Udah kamgan ketawa,Lagian kenapa kamu bawa aku ke temoat gelap kayak gini aku tuh takut tau engga hiks"Ucap Dara.


"Maafkan aku,Tapi coba lihat dulu itu apa kamu masih akan takut dengan hak itu"Tunjuk Aiden.


Aiden pun sedikit menunjuk ke arah gelapnya itu dam sedikit menjentikkan jarinya,Seketika tempat yang gelap itu di penuhi dengan cahaya yang indah,Dara pun yang tadinya sedih karna ketakutan.Kini dirinya pun sedikit tersenyum dengan apa yang dirinya lihat itu.


"Kamu menakuti aku tahu engga,Aku itu takut gelap "Ucap Dara.


"Aku sudah meminta maaf kan tadi,Sekarang Ayo kesana dan lihat aoa yang aku siapkan buat kamu"Suruh Aiden.


Aiden pun mendorong Dara untuk berjalan di depannya,Dara oun perlahan dirinya berjaran dengan tangan nya yang memegang dekorasi tempat nya lalui sekarang dan indah terkena cahaya.Sedangkan untuk Aiden itu dirinya pun mengeluarkan ponselnya itu,Aiden pun mengangkat ponselnya dan mengarahkannya pada Dara yang tengah melihat bunga yang indah di depannya.


CKrekkkkk...Ckelkkkkk


"Ini bakal jadi foto yang indah Ra"Gumam Aiden.


Dara yang mendengar apa yang di katakan oleh Aiden itu dirinya pun berbalik.


"Kamu ngapain di sana??Mau foto aku engga ini bagus banget bunga dan lampu cahanya pasti akan bagus jika di foto"Ucap Dara.


"Jadi kamu mau aku foto??"Tawar Aiden.


"Ini ponsel dari siapa??Dan kamu ga mungkin belikan apa lagi aku inget kamu nolak aku beliin ponsel??"Tanya Aiden.


"Itu di belikan kakakku dan kamu cepatlah foto aku,Ini sangat bagus kamu tahu"Suruh Dara.


Dara pun kembali ke ke temoatmya tadi dan berpose,Sedangkan Aiden yang melihat reaksi Dara itu dirinya tersenyum puas dengan.


"Apa sudah kamu memgambil fotonya??"Tanya Dara.


"Sudah kemarilah kamu ga mau lihat hasiln"Ucap Dara.


Dara pun berlari ke temoat Aiden yang tak jauh darinya itu dan mengambil ponselnya,Dara pun meluhat hasil hasil foto yang diambil Aiden itu cukup bagus baginya itu dan membuat nya sedikit terkagum kagum.


"Uwahhhhhhh...Hasil foto kamu bagus banget sih"Decak kagum Dara.


"Harus dong, Itulah kemampuan tersembunyiku kamu tahu"Ucap Bangga Aiden.


"Dasar narsis"Jawab Dara.


"Biarin wleee"Ucap Aiden.


Dara pun sedikit berdecak karna Aiden membalas perkataan nya begitu,Sedangkan aiden itu pun hanya terkekeh saat melihat Reakti Dara. Aiden yang melihat Dara Fokus dengan ponselnya itu,Dirinya pun mengambil ponsel Dara itu yamg sontak membuat Dara terkejut. Sedangkan untum Aiden itu dirinya langsung merangkul Dara yang otomatis membuatnya kaget.


"Ponsel aku!!Sini balikin!!"Pinta Dara.


"Ayom foto denganku kali ini,Ayok senyum"Ucap Aiden dengan merangkul Dara.


"Ohh Oke"Jawab Dara.


Aiden oun mengangkat tangan satunya itu,Sedangkan Dara dirinya pun mengambil pose di dalam rangkulan Aiden itu dan tersenyum.


"Sekali lagi"Ucap Aiden.


Aiden mengambil beberapa potret dengan Dara demgan pose memeluknya,Tanpa berkata apa apa dan aba aba Aiden langsung mencium Pipi Dara.


Ckrekkkkk...*Ckrekkkkk


Aiden pun mengambil veberapa gambar saaat dirinya mencium Dara tadi,Aiden oun melepaskan rangkulannya itu dan melihat semua hasil fotonya itu.


"Bagus banget gambar yang aku ambil"


"Makasih ya ciumannya,"Ucap Aiden sembari menepuk pundak Dara.


Aiden pun pergi ke tempat kursi dan meja yang sudah dirinya siapkan itu,Sedangkan* Dara yang meraskana bibi Aiden menempel di pipinya itu seketika dirinya terpaku.


"Apa yang dia lakukan itu"


"Kenapa dia menciumku lagi??"Batin Dara.


Dara yang masih merakan hal tadi perlahan jantung berdetak kencang,Sedangkan Aiden hanya tersenyum puas saat melihat gambar yang dirinya ambil.Dara pun twrsadar dengan lamunannya itu dan berbalik ke arah Aiden yang tengah melihat foto foto tad


"Om om cabul!!!!!"


"Kamu ambil lagi kesempatan menciumku!!!"Teriak Dara.


Dara pun langsung berlari ke arah Aiden itu dan langsung mencubit lengan dan pinggang Aiden itu.


"Aw...aw....aw kamu kenapa stop sakit kamu jangan cubit cubit lagi aw"Teriak Aiden yang tengah kesakitan kadna menerima cubitan Dara itu.


"Emgga kamu kenap nyium aku lagi hah"Ucap Dara.


Dara pun beralih memeukul Aiden itu beberpaa kali dengan nafas terngeh engah,Sedangkan Aiden dirinya hanya terkekeh menghiraukan rasa sakitnya itu.


****


Temoat berpindah pada Frass yang tengah turun dari mobilnya itu di susul dengan Reestika di belakangnya,Wajah Restika yang keluar dari mobil itu dirinya tampak bingung dengan apa yang dirinya lihat itu dan memutuskan bertanya pada Frass.


"Kenaoa kita sekaramg ke hotel???Kenapa engga langsung pulang aja kan kamu bilang tafi pulang kerumah"Tanya Restika.


"Siapa yang bilang begitu??Aku hanya bilang keluar,dari rumah sakit aja tuh engga bilang pulang ke rumah"Jawab Aiden.


"Tapi aku pengen purang Frass"Gerutu Restika.


"Engga bisa dong kamu kan lagi ga enak badan,Kalo kita pupang sekarang engga baik.Jarak rumah jauh dan di perjalanan kamu bakal duduk terus,Jadi aku putuskan kita menginao di hotel ini dan kamu ga pwrlu khawatir aku audah bilang pada orang tua mu...Aku tak menerima penolakan sekarang ayok masuk kesana"Ucap Frass.


Frass pun masuk ke dalam hotel itu setelah menjelaskannya pada Restika,Sedangkan Restika sekarang tak bisa melawan karna dirinya yang tengah tak enak badan itu akhirnya hanya pasrah ikut dengan Frass.


"Minimal bantuin jalan kek sakit tau engga jalan begini"Batin Restika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...